Sheila & Rey

Sheila & Rey
Lulus



Icha memeriksa berkas di depannya namun hati. dan pikiran nya tertuju kepada Rey. Tadi Tante Mery sempat menghubungkan nya dan memberitahukan kejadian tadi siang. Dia juga melaporkan Rey yang mendatangi makanya ke kantornya.


Lagi lagi Icha menatap Rey. Namun yang di tatap tampak sibuk dengan berkas di depannya.


"Mengapa kau melihatku seperti itu?" tanya Rey tiba tiba.


Icha mendesah,membuang nafasnya dengan keras hingga menimbulkan suara.


"Aku... aku mengkhawatirkan mu Rey?" ucap Icha


Rey mengangkat kepalanya dan menatap gadis di hadapannya. "Tak usah mengkhawatirkan ku ,aku tidak apa apa." jawab Rey mengulas senyum tipis lalu kembali melihat berkas di depannya.


"Jangan membohongi ku Rey, aku tidak suka." ucap Icha.


Rey tertawa, Dia mencubit hidung Icha dengan gemas. "Aku benar tidak apa apa Cha, kau ini yang kenapa jadi aneh?" ucap Rey


"Aku tahu kau tadi bertengkar dengan Bu Sinta, kan?" ucap Icha pelan.


"Rey...." Icha mengusap lembut tangannya.


"Aku tahu ini berat buatmu. Aku tidak mau kamu menanggungnya sendiri, cerita sama ku Rey," ucap Icha pelan.


Terdengar jelas Rey membuang nafasnya kasar.


"Aku tadi memang menemui mama, dan aku tidak habis pikir dengannya Cha, wanita itu hanya mencintai hartanya, aku...aku sedikit pun dia tidak memikirkan ku, aku malu Cha......" ucap Rey menunduk.


"Sejak kecil Mama tidak pernah memperhatikan ku, hingga kadang aku merasa, jika aku bukan anaknya" ucap Rey sedih.


Matanya berkaca kaca, tampak jelas kesedihan disana.


"Rey, jangan sedih. Bu Sinta hanya belum menyadari kesalahannya. Aku tahu sebenarnya dia sangat menyayangi mu." ucap Icha pelan.


"Kadang aku berpikir, untuk apa semua harta kekayaan nya, tapi dia tidak pernah mengangap ku ada." ucap Rey lagi.


"Sudah lah jangan bersedih."


"Cha, berjanjilah kau tidak akan meninggalkan ku?" tanya Rey dan menatap dalam bola mata Icha.


"Aku janji Rey." jawab Icha


Rey memeluk Icha dalam. "Aku tidak memiliki siapa pun selain dirimu Cha, jika kau juga pergi meninggalkan ku, aku lebih baik..."


"Shuutttt!!!" Icha menutup bibir Rey dengan jari telunjuknya.


"Terimakasih." jawab Rey


Waktu terus berlalu,Bu Sinta tak lagi mendatangi butik Tante Mery, dia tidak lagi menggangu dan mengusik Rey.


"Budi, bagaimana keadaan Rey?" tanya Sinta kepada mata matanya.


"Tuan Rey, masih seperti biasa nyonya. tak ada perubahan yang signifikan." jawab pengawalnya


"Terus ikutin gerak geriknya dan lapor kan padaku. Aku mau lihat sampai kapan dia bertahan hidup sengsara diluar sana. sementara dia tidak pernah hidup susah " ucap Bu Sinta


"Baik nyonya."


Budi keluar dan kembali melaksanakan tugasnya.


Icha baru saja menyelesaikan sidang skripsi nya dan Rey gelisah menunggu diluar. Melihat Icha keluar, Rey segera berdiri dan mendatangi nya.


"Bagaimana hasilnya?"Tanya Rey penasaran.


Icha menunduk, membuat perasaan Rey was was. Detik berikutnya Icha mendongak, matanya menatap langsung ke manik hitam Rey yang telah memperhatikan nya sejak tadi.


"A..aku ..." ucap Icha dengan ekspresi sedih.


"Aku lulus Rey!" ucap Icha bersorak dan memeluk Rey. Rey terkejut, hatinya sempat kecut karena Icha keluar dengan wajah sedihnya. Beberapa detik kemudian senyum Icha menular ke wajah Rey, dan dia memeluk Icha erat.


"Rey, lepas. kau ingin membunuhku. sesak Rey." ucap Icha protes


Rey tertawa, "Itu hukuman untukmu karena telah menakuti ku. Aku sempat berpikir macam macam." jawab Rey


"Kau meragukan ke pintaranku, ingat aku bisa masuk kampus dengan beasiswa, sudah pasti aku pintar." jawab Icha sombong


Rey mengusap kepala Icha, membuat Icha protes karena merusak tatanan rambutnya. "Aku tahu, makanya aku menyukai mu," jawab Rey asal


"Ayo kita pulang dan merayakan nya. Besok pagi, kita balik ke Jakarta. Aku sudah berpamitan pada Tante Mery." ucap Rey menarik tangan Icha keluar kampus.


"Tapi Rey,"


"Jangan mendebatku Cha, besok kita pulang dan menikah." ucap Rey


"Dasar pria nggak romantis, nggak modal. ngajak kawin anak perawan, bukannya dilamar atau apa kek. Cuma gini aja " ucap Icha ngomel tapi jelas terdengar oleh Rey.


"Aku dengar Cha. ." ucap Rey