
Pagi ini Icha memasak makanan untuk Rey lagi. Dia akan memasak ayam rica rica dengan cap cai. Sheila asyik memasak.
Muncul ide gila dipikirannya. Icha menambahkan banyak merica ke dalam ayam rica rica.
"Rasakan pembalasan ku, Rey!!" ucap Icha.
"Hahaha" Icha tertawa sendiri membayangkan nanti Rey akan sakit perut dan bolak balik ke toilet.
Setelah selesai dia meletakkan makanan ke dalam kotak bekalnya. Kemudian mandi dan bersiap untuk ke kampus.
Rey juga bangun cepat pagi ini. Mood nya sangat bagus sejak semalam. Bayangan ciuman nya dengan Icha membuatnya tersenyum sendiri.Padahal Icha bukan gadis pertama yang dia cium, tapi rasanya berbeda menurut nya.
Rey melangkah turun ke bawah. Ibu nya sudah duduk di atas meja.
"Pagi. sayang.." sapa Bu Sinta mama Rey.
"Pagi ma.!" jawab Rey datar.
"Sarapan dulu, Rey." ucap mama lagi.
Rey menarik kursi dan mengambil roti yang sudah di olesi keju.
"Gimana kuliah ku, Rey?" tanya Bu Sinta
"Biasa aja!" jawab Rey.
" Kok gitu jawabannya Rey. Kamu nggak kangen ma mama?" tanya Bu Sinta.
"Harusnya Rey yang tanya. Mama kangen nggak ma Rey. Mama sayang nggak ma Rey. Kalau mama kangen mama nggak akan pergi ninggalin Rey terus. Dan sibuk di luaran sana. Rey sudah selesai. "
Rey bangkit dan melangkah meninggalkan mamanya sendiri.
Bu Sinta menarik nafas berat. "Maafkan mama Rey?" ucapnya pelan.
Rey melajukan mobilnya ke kampus. moodnya berubah sejak ketemu Mama nya tadi.
Dengan langkah gontai Rey berjalan masuki kampus. Seperti biasa banyak para cewek yang histeris melihat nya. Siap yang tidak tertarik dengan wajah tampan nya.
Rey terus melangkah memasuki ruangannya. Siang ini ada rapat dengan anggota BEM untuk membicarakan karya wisata Minggu depan. Sebagai puncak perkenalan dengan anak baru.
Biasanya mereka akan pergi kepuncak dan menginap disana.
Rey dan teman temannya sudah mempersiapkan ini sejak masa ospek. Tinggal persiapan akhirnya saja.Semua pe lengkapan, tempat dan akomodasi sudah beres.
Rey masuk. Dilihatnya sudah ada bekal makanan yang dibawa oleh Icha.
Rey kembali tersenyum mengingat Icha, membuatnya mengingat kejadian semalam.
"Bagaimana reaksinya nanti ya?" bathin Rey.
Icha masuk ke kelasnya setelah mengantar makanan untuk Rey. Dia ada kelas pagi hari ini. Yuni sudah duduk di sampingnya.
" Cha, kamu ikutkan acara perpisahan yang diadakan Minggu depan. Semua mahasiswa baru wajib ikut lho. Ini acara buat lebih dekat dengan senior. Dan saling kenal. Aku nggak sabar, ingin kenal kak Roni lebih dekat." ucap Yuni bersemangat.
"Aku nggak tau. Aku kan harus ijin dulu di tempat aku kerja. Lihat nanti aja deh!" jawab Sheila.
"Ikut donk Cha. Ntar disana kamu bareng aku ja, aku akan melindungi kamu dari Selina. Aku janji." Ucap Dimas.
"Aku nggak takut ma kak Selina. aku belum bisa janji. aku harus ijin dulu ke bos aku.!" jawab Sheila.
Dimas sudah bertekad dia akan mengungkapkan isi hatinya pada Icha disaat acara kemping nanti.
Icha dan Yuni berjalan ke kantin. Yuni memesan bakso dan es teh untuknya dan juga Icha.
Mereka duduk ,menikmati makanannya. Icha Yang sedang asyik makan tiba tiba tersenyum sendiri.
"Rey, udah makan belum ya?? hahaha.... aku penasaran dengan reaksinya." gumannya dalam hati.
"Woy, makan jangan melamun. Ntar baksonya kabur Lo nggak tau." ucap Yuni.
Icha melanjutkan makannya.
ponselnya berdering. Tertulis nama Bos tampan is calling.
"Ya hallo" jawab Icha
"Datang ke ruangan aku sekarang!" ucap Rey dan langsung mematikan telponnya.
"Siapa?" tanya Yuni
"Biasa, bos resek!" jawab Icha.
Icha menghabiskan baksonya dan segera menemui Rey.
Bekal yang dia bawa sudah di makan dan masih berdetak di atas meja.
Sheila merapikan nya. Dan menyusunnya kembali. Rey tampak keluar dari kamar mandi. Dia berjalan kearah Icha dengan wajah marah. Baru beberapa langkah Rey kembali masuk ke kamar mandi.
Icha tertawa melihat Rey. Tampaknya usaha Icha tidak sia sia. Rey bolak balik kamar mandi karena makan makanan yang dia bawa.
Icha duduk menunggu Rey yang masih bolak balik kamar mandi.
Akhirnya Rey keluar juga. wajahnya pucat. Energinya sudah habis. Dia sudah sanggup lagi untuk marah.
Icha menjadi khawatir di buatnya. Icha keluar dan membuat kan teh hangat buat Rey. Rey masih tergolek lemas di sofa.
"Nih, minum!" ucap Icha.
Rey hanya menoleh dan kembali memejamkan matanya.
Icha jadi merasa bersalah dan khawatir. Dia mendekat dan mendudukkan Rey.
"Rey, minum dulu."
"Rey membuka mulutnya. Icha menyuapi Rey dengan menggunakan sendok.
"Maaf!" ucap Icha pelan.
"Untuk?" Tanya Rey berpura pura.
Icha diam dan menunduk.
Rey mendekat dan kembali bertanya.
"Untuk apa kau minta maaf? Apa yang sudah kau masukkan ke dalam makanan ku tadi?" tanya Rey lagi.
Tangannya sudah memegang erat bahu Icha. Icha ketakutan. Rey akan memarahinya.
"A...aku..."
"Apa !" Ucap Rey sedikit keras tepat di depan wajahnya.
Icha menutup matanya dan menangis.
Rey jadi tidak tega melihatnya menangis. Rey melepaskan tangannya dari bahu Icha.
"Sudah sana pergi." ucap Rey pelan.
"Maaf, maafkan aku Rey" jawab Icha pelan.
"Sudahlah sana, sebelum aku berubah pikiran." jawab Rey lagi.
"Tapi aku sungguh minta maaf. Aku nggak bermaksud membuatmu.... Aku hanya ingin membalas mu karena telah berani mencium ku. Kau tahu itu ciuman pertamaku. Dan kau...kau....!" Icha semakin terisak tak sanggup meneruskan ucapannya.
Rey jadi merasa bersalah. Rey menarik Icha dan memeluknya. "Maaf" ucap Rey pelan.
Sebenarnya Rey juga heran pada dirinya sendiri kenapa dia tiba tiba mencium Icha. seperti ada magnet yang menarik nya. saat melihat bibir merah Icha.
"Maaf. Kau bisa membalas aku. Aku pasrah" ucap Rey.
"Maksud mu?" tanya Icha.
"Kau bisa membalas aku balik dengan mencium ku, jadi impas kan." jawab Rey.
Icha melotot mendengar jawaban Rey. Dia memukuli Rey.
"Sama aja. Kau yang menang banyak. Dasar mesum." ucap icha terus memukuli Rey.
Rey hanya tertawa. Pukulan Icha tidak terasa buatnya.
Icha berhenti setelah merasa lelah memukuli Rey. Dia ngos ngosan.
"Sudah?" tanya Rey.
Icha diam saja.
"Yuk," ajak Rey.
"Kemana?" tanya Icha.
"Pulang" jawab Rey terus berjalan meninggalkan Icha sendiri. Icha berjalan mengikuti Rey dari belakang.
Mohon dukungannya ya. Klik tombol like dan vote yang sebanyak banyak nya.
Terimakasih