Sheila & Rey

Sheila & Rey
Kemping



Icha sudah sampai di gerbang kampus.Dia berjalan dengan susah payah karena perlengkapan yang dia bawa terlalu banyak.


Icha terkejut saat sepasang tangan mengambil tas dari tangannya dan membantu membawa nya.


"Dimas." ucap Icha.


Dimas tersenyum.


"Biar aku bawa. Aku nggak tega lihat kamu kepayahan seperti ini." Ucap Dimas.


Dimas dan Icha berjalan beriringan.


Yuni sudah menunggu Icha di samping bis. Dia melambaikan tangannya ke arah Icha dan Dimas.


"Lihat itu Yuni, dia sudah menunggu mu!" ucap Dimas.


"Kita satu bis, ya?" tanya Icha.


"Seperti nya iya. Emang kalau jodoh nggak kan kemana." goda Dimas.


Icha tersenyum mendengar gombalan Dimas. Mereka masuk ke dalam bis dan menyusun barang bawaan mereka. Icha duduk berdekatan dengan Yuni. Dan Dimas duduk di belakang mereka.


Bis mulai melaju, Icha terlelap tidur karena perjalanan yang panjang dan lama. Tak lama Yuni membangunkan Icha.


"Cha... Cha... bangun!" panggil Yuni.


Icha bangun dan mengucek matanya. Dia masih setengah sadar. Matanya masih sangat ngantuk. "Apaan sih!" ucapnya


"Bangun....kita sudah sampai tuh lihat!" Yuni menunjuk ke arah pantai.


Icha langsung tersenyum girang. Hamparan laut biru membentang di hadapan mereka. Pohon kelapa berjejer di tepi pantai.Sungguh pemandangan yang menyejukkan mata.


Dengan melompat Icha turun dari dalam bis. Dia bersorak kegirangan. Banyak mahasiswa yang memperhatikan tingkah konyol Icha.


"Dasar kampungan!" ucap Selina sengaja menyindir Icha.


Icha diam saja, tidak membalas ucapan Selina.


Rey yang berdiri tidak jauh dari mobilnya hanya memperhatikan nya.


Sebelum acara dimulai mereka semua mendapat arahan dari kakak pembina. "Acara ini bagian terakhir dari pengenalan kampus."


Roni mulai berbicara mewakili anggota BEM.


"Selamat sore adik adik semua. Sebagimana yang sudah di katakan , acara ini bukan acara berlibur. Tapi untuk melakukan kegiatan perkemahan yang akan menyatukan diri kita lebih dekat dengan alam. Dan untuk menambah erat tali persaudaraan antara mahasiswa se jurusan. Juga saling mengenal antara senior dengan junior. Mengerti semua?"


"Mengerti kak!" jawab semua kompak.


" Ok sekarang kembali ke kelompok masing masing, dan mulai mendirikan tenda. Untuk kelompoknya nanti dibagikan oleh senoir Debi. Sekarang silahkan bubar." Ucap Roni mengakhiri pidato nya.


Dimas membantu Icha dan Yuni mendirikan tendanya. Mereka sibuk mempersiapkan semua keperluan kemping. Setelah selesai Icha menawarkan teh untuk Dimas.


Dimas dan Icha duduk berdua menikmati teh nya. Mereka kelelahan setelah mendirikan tenda.


Tanpa sengaja Rey melihat Icha duduk berdua dengan Dimas. Hatinya merasa panas. Dia ingin menghampirinya tapi Selina memangilnya.


"Rey, bantuin donk!" ucap Selina dengan gaya manja.


"Minta tolong yang lain aja, aku sibuk!" ucap Rey hendak berlalu. Tapi Selina tidak menyerah.


"Nggak bisa Rey, lihat mereka semua lagi sibuk. Please .... bentar aja ya. ya..." paksa selina.


Akhirnya Rey membantu Selina dan membiarkan Icha mengobrol dengan Dimas.


Selina tersenyum bahagia dia merasa menang dari teman nya yang lain.


Setelah selesai mendirikan tenda mereka memasak untuk makan malam. Icha memasak lebih, karena dia harus memberi makanan kepada Rey seperti biasanya.


"Banyak banget masaknya, cha. Kita kan hanya berempat" ucap Yuni Heran melihat Icha masak dalam jumlah banyak.


"Biasa, aku harus memberi makan bayi besarku, kalau tidak diberi. makan dia akan mengamuk" ucap Icha memperagakan singa yang mengamuk.


Yuni dan sila tertawa terpingkal pingkal melihat Icha.


"Sampai kapan hukuman mu selesai?" tanya Yuni.


"Masih dua bulan lagi." Jawab Icha lemah.


"Yang sabar ya, cha." Yuni dan sila menyemangatinya.


Icha tersenyum.


Yuk buruan, kita juga belum mandi. Nanti kesorean. Mereka bertiga melanjutkan memasak.


Icha sudah memasukkan makanan ke dalam kotak bekal dan akan menyerahkannya kepada Rey. Dia keluar dari tenda dan akan menemui Rey.


Icha meminta ijin kepada ketua kelompok untuk menemui Rey.


"Aku ikut sekalian mau ke kamar kecil," Ucap Yuni sudah berdiri di samping Icha.


Mereka berdua pergi setelah mendapat ijin dari ketua kelompok. Icha mengantar makanan untuk Rey, dia menitipkannya kepada Roni karena Rey tidak terlihat.


Mereka lanjut pergi ke kamar mandi yang letaknya tidak jauh dari tenda mereka.


Ternyata Dimas mengikuti mereka. Saat yuni masuk ke kamar mandi, Dimas mendekati Icha.


"Cha" panggil Dimas.


"Eh...Dimas, ngapain kesini?" tanya Icha heran dan terkejut.


"Ada yang mau aku omongin sama kamu, kita kesana yuk!" ajak dimas.


"Tapi Yuni?"


"Bentar aja,nggak lama kok, aku janji!" ucap Dimas meyakinkan


Mereka berjalan berdua menuju kearah pantai.


" Cha, Sebenarnya ada yang mau aku omongin ma kamu..


Belum siap Dimas bicara, Yuni memanggil nya dengan berteriak.


"Cha......dimana loe...!" panggil Yuni.


Icha dan Dimas menoleh kearah Yuni.


Icha melambaikan tangannya agar Yuni dapat melihatnya. Yuni berjalan kearah icha dan Dimas.


"Eh..tadi mau ngomong apa?" tanya Icha pada Dimas.


"Lain kali aja, Cha" jawab Dimas.


Mereka bertiga menyusuri pantai dan berjalan kembali ke arah tenda.


Dari jauh Rey memperhatikan mereka. Dia meremas kaleng minuman di tangannya.Dia marah dan kesal.


Bantu dukung penulis dengan klik tombol like dan vote sebanyak banyaknya. Terima kasih.