
"Kau????"
Icha tak kalah terkejutnya dengan mama Rey. ya, wanita yang datang tersebut adalah mama Rey, dia sengaja datang mlihat anaknya dan tak di sangka dia mendapat kan kejutan yang luar biasa.
"Aku sudah memperingatkan mu bukan, jauhi putraku karena kau hanyalah wanita pembawa sial!!" teriak mana Rey kearah Icha
"Mama!!!!" bentak Rey tak terima
Sedangkan Icha hanya menunduk pasrah dengan derai airmata.
Inilah yang dia takutkan, mama Rey menganggap jika dirinya kembali mendekati anaknya karena menginginkan hartanya.
"Rey, kau harus sadar. Wanita ini bukan perempuan baik baik. kau jangan tertipu dengan wajah sok polosnya itu, Aku paling tahu jenis wanita seperti ini."
"Cukup ma, Rey nggak mau dengar apa apa lagi. Rey mencintai Icha ma, apa mana nggak bisa ngerti juga. Aku tahu ma, selama ini mama menyuruhnya pergi jauh dariku, mama mencabut beasiswanya dan kini, mama pikir dia yang mengejar ku, mana salah... akulah yang mengejarnya ma. Aku mencintai Icha!!" ucap Rey penuh amarah
"Sadar Rey, dia yang menyebabkan kamu lumpuh?"
"Bukan dia, tapi mama!!!" bentak Rey
"Malam itu, Rey berniat pergi jauh dari mama, Rey kecewa dengan mama, mama selalu mengatur Rey, harus ini, itu, tapi nggak pernah perhatian sama Rey?"
"Pernah mama bertanya Rey mau apa?"
"Nggak, mama sibuk bekerja tanpa pernah sekalipun mama tahu keinginan Rey,"
"Tapi yang mama lakukan semua demi kamu Rey, mama ingin yang terbaik untuk mu. Mama ingin kamu hidup enak, dihargai_"
"Tapi mama mengorbankan hidupku ma, aku kesepian. Aku punya segalanya tapi aku tak pernah mendapatkan kasih sayang. Cuma Icha ma, yang tulus padaku, dan kali ini aku tidak lagi mau kehilangan Icha. Mama merestui atau tidak, aku tetap akan menikahi nya " ucap Rey tegas.
"Oh ya, mama akan mencabut semua fasilitas kamu. kamu nggak punya apa apa Rey! apa dia mau denganmu!" ucap mama Rey
"Mama pikir semua orang seperti mama, yang mengukur semuanya dari harta. Aku akan pergi." ucap Rey berdiri.
Mama Rey terkejut melihat Rey yang bisa berdiri dan berjalan. Apakah selama ini dia sudah bisa berjalan? dan dia,,,, dia lebih memilih perempuan itu dari aku, lihat saja, dia akan kembali jika sudah tak memiliki apapun lagi. bathinnya.
"Pak Budi, blokir semua ATM dan kartu kredit Rey. Pastikan dia tak memiliki apapun. Dan teru awasi dia."
"Baik nyonya." jawab pak Budi.
"Rey....Rey...." teriak Icha yang di tarik paksa oleh Rey keluar dari kantornya.
Rey terus berjalan dengan penuh amarah di dadanya. Hatinya begitu sakit dengan sikap mamanya yang hanya memikirkan hartanya daripada kebahagiaan anaknya.
Icha menarik paksa tangannya hingga Rey berbalik dan menatap nya.
Icha langsung memeluk Rey. "Menangis lah jika itu membuatmu lebih baik."
"Tidak,aku tidak akan menangis. Ayo kita pergi Dari sini."
"Kau mau membawaku kemana?" tanya Icha
"Apa kau ragu pergi denganku, kau takut hidup sudah?" tanya Rey dengan sorot mata tajam.
"Dengar, sekarang kau ikut dengan ku untuk menenangkan hatimu. Ayo" Icha berbalik menarik Rey dan mengajaknya naik taksi. Kemudian mereka pergi ke salah satu butik Bik Sumi.
Icha masuk dan terus menarik Rey masuk kedalam ruangannya.
"Kamu tunggu sebentar disini." ucap Icha
Icha keluar dan meminta Maya membeli makanan untuknya dan Rey, kemudian dia kedapur mengambilkan air putih untuk Rey.
"Rey, minumlah. Kau bisa tidur disana sambil menenangkan dirimu, dan aku mau bekerja dulu." ucap Icha
Rey mengambil gelas tersebut dan meminumnya kemudian dia memilih tidur di sofa menunggu Icha. Rey tak mengatakan apapun dia memilih diam, dan coba untuk tidur.