
Icha sudah mengganti bajunya dengan seragam kerjanya. Dia mulai bekerja. Seperti biasa kafe selalu ramai dan dia sangat sibuk. Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Seperti janjinya kini Icha ke ruangan Pak Budi.
"Malam pak," ucap Icha setelah mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Silahkan masuk!" jawab pak Budi ramah.
"Saya mau ijin pak. Ada keperluan mendadak dan saya sudah meminta Putri untuk menggantikan saya." ucap Icha.
"Apakah putri sudah datang?"
"Sudah pak!"
"Baiklah, saya ijinkan. Hati hati di jalan. " Jawab pak Budi.
Icha mengangguk. "Terimakasih, Pak!" ucapnya dan berlalu dari hadapan pak Budi.
Icha langsung mengganti baju seragamnya. Dia memoles sedikit bibirnya dengan lipglosh dan merapikan penampilannya. Kini dia sudah siap untuk pergi dengan Dimas. Sebenarnya dia malas, tapi karena merasa tidak enak hati sudah menolaknya beberapakali. Ditambah Dimas yang sedikit memaksa akhirnya Icha mau.
Icha berjalan keluar dari kafe. Di parkiran dia sudah melihat Dimas berdiri menunggunya disana.
"Maaf, nunggu lama ya?"
"Ah, tidakmaku juga batu nyampe. Sudah siap kan? Ayo!!" ucap Dimas, membukakan pintu mobilnya untuk Icha.
Icha masuk dan mobil melaju membelah jalanan yang padat.
"Kita mau kemana, dim? tanya Icha memecah kesunyian
"Kamu maunya kemana? nonton? makan? atau shopping?" tanya Dimas.
"loh, kok tanya aku balik sih. Kan kamu yang ajak aku, berarti kamu sudah tau sih kita mau kemana?"
"Sebenarnya kau mau ajak kamu semuanya, tapi berhubung ini sudah malam, kita nonton ja terus makan, Gimana?"
"Kita makan aja deh, takutnya kalau nonton ntar kemalaman, ya!!"
"Apapun untukmu tuan putri." ucap Dimas.
"Is..gombal. jawab Icha tertawa kecil.
Dimas membelokkan mobilnya ke restaurant Jepang. Restoran bintang lima yang sangat mewah. Dia sudah reservasi ruangan seminggu sebelumnya. Icha terpesona dengan kemewahan dan keindahan restoran ini.
"Nggak salah dim, kita kesini?" tanya Icha ragu.
"Nggak, yuk masuk." Lagi Dimas mencoba menggandeng tangan Icha. Icha ikut masuk ke dalam.
Dimas menemui pelayan dan mengatakan bahwa dia sudah reservasi. pelayan mengantarkan mereka ke.ruangan private VIP yang tertutup rapat hanya mereka berdua di dalamnya.
Icha masuk dan semakin terpesona dengan interior ruangan. Serasa seperti di.negeri sakura beneran. Icha merasa senang. "Kamu suka tempatnya?" tanyandimas yang terus memperhatikan Icha sejak tadi.
"Suka, cantik banget!" jawab Icha polos.
Dimas tersenyum dasar cewek kampung. bathinnya.
Tak lama oelayyan datang dan mereka memesan makanan. Dimas memesan beberapa makanan khas Jepang tak lupa sushi. Icha mwngikut apa yang dipesan Dimas. dia sama. sekali buta dan belum pernah makan makanan Jepang.
"Dimana toiletnya?" tanya Icha pada pelayan sebelum pelayan nya pergi.
"Disana!" pelayan menunjukkan letak toilet.
Icha berjalan ke toilet. Dimas memberikan sesuatu kepada pelayan dan.mwmintanya memasukkannya ke dalam minuman Icha. Tak lupa.dia mmberikan tips pada pelayan.tersebut. Dimas tersenyum, sebentar lagi rencana nya akan berhasil.
sementara Rey masih di dpama ruangannya. Dia tertidur menunggu Icha . Dilihatnya jam sudah menunjukkan pukul delapan. Kemudian dia meminta makanan dan menyiruh Icha yang mengantarkannya. Tapi pelayan lain bilang Icha sudah pergi. Rey kaget. Dia terlambat. Rey coba mencari tahu dimana Icha dari ponselnya. sebelumnya dia sudah memasang penyadap di ponsel Icha. Rey menemukan lokasi Icha.
Dia meraih kunci mobil dan ponselnya
Berjalan keluar ruangan dan masuk kedalam mobil. Tancap gas menuju lokasi yang di tunjukkan hpnya.
Icha sudah keluar dari toilet dan kbali menemui Dimas. Makanan yang mereka pesan sudah terhidang di hadapannya.
"Mari makan, ucap Dimas bergaya ala Jepang.
Icha terkekeh kecil dibuatnya. Mereka makan sambil.mengobrol. Icha minum minumannya. Tiba tiba dia merasa pusing yang sangat berat kemudian pingsan.
Dimas tersenyum senang. "Sebentar lagi kau akan menjadi milikku," Dimas berucap dan mengangkat tubuh Icha membawanya ke mobil. Dia sengaja parkir agak jauh biar orang tidak melihatnya.
Rey sampai di halaman restoran tempat Icha dan Dimas makan. Diliriknya kembali ponselnya. Radar menunjukkan jika Icha berjalan keluar restoran. Rey panik, dia segera mengikuti arah mobil Dimas. Di perempatan jalan Rey melihat mobi dimas. Setelah lampu hijua dan kembali.berjalan.di.tengah jalan Rey mengejar dan memotong mobil Dimas.