Sheila & Rey

Sheila & Rey
Terluka



"Nanti temui aku di kantin pada jam makan siang. Ada tugas yang harus kau kerjakan."


"Tapi, aku ada kelas pagi ini." ucap Sheila.


"Aku tahu. Nanti jam sebelas temui aku Awas kalau sampai terlambat."


"Dan ini, tolong bawakan tas dan buku ku. Aku mau masuk ke kelas."


Sheila masih bengong. Jadi maksudnya???? bathin Sheila.


"Cepat, jalanmu lambat seperti kelinci.!!"


Sheila mengikuti Rey dengan rasa mendongkol dan mengumpat dalam hati.


"Jangan mengumpat ku, cepatlah!!! Dasar cupu!


Rey tahu Sheila sangat kesal padanya. Dia tersenyum tipis. Dan terus berjalan.


Disepanjang jalan, mereka jadi pusat perhatian. Semua mahasiswa melihat mereka. Banyak yang berbisik tentang kedekatan Rey dan si cupu.


Berita kedekatan Rey dan Sheila cepat menyebar seperti tertiup angin. Dalam waktu kurang dari sepuluh menit semua orang sudah membicarakan mereka.


Selina panas mendengar jika si cupu dekat dengan pujaan hatinya. Dengan penuh amarah dia berjalan menemui Rey di kelasnya.


"Rey" panggil Selina begitu dia melihat Rey berjalan dinkorisoe kampus.


Rey berhenti dan melihat ke belakang.


"Ada apa?" tanay Rey datar


"Ada yang ingin aku bicarakan padamu." Selina berjalan cepat dan menggandeng tangan Rey.


"Rey, kenapa kau berjalan dengan nya! tunjuk selina tepat di depan muka Sheila.


Sheila hanya diam saja.


"Kenapa? Dia itu kannpembantuku. Jadi sudah tugasnya membawa semua barang barang aku. Dan mematuhi semua perintahnu." ucap Rey kembali.


"Tapi Rey, Semua anak anak membicarakanmu!"


"Tidak masalah. Biar mereka tahu jika si cupu adalah pembantu Rey." Ucap Rey kuat. Hingga beberapa orang disana melihat mereka.


"Satu lagi, kau tidak perlu khawatir, seorang Rey tidak akan mungkin jatuh cinta kepada gadis model gitu. Lihatlah gaya nya, sungguh memuakkan. Aku rasa tak seorang pun yang akan menyukainya."


"Stop". Bentak Rey.


"Aku tahu , apa yang aku lakukan."


Rey berjalan meninggalkan Selina. Sheila dengan tergopoh gopoh membawa barang barang Rey.


"Akhirnya sampai," ucap Sheila senang.


"Sudah sana kembali ke kelas mu. Ingat jam setengah sebelas. Awas kalau telat." ancam Rey.


Sheila berjalan dengan langkah goyang Menuju kelasnya. Sejak pagi dia belum sarapan.


Sheila memutar badan saat ada yang memegang pundaknya.


Betapa kagetnya dia melihat Selina dan teman temannya sudah berbaris di belakangnya. Mereka mulai mengelilinginya. Dengan swnyum mengejek Selina mendekat.


"a...a..aada apa kak?" tanya Sheila gagap


"Berani sekali kau dekat dekat dengan Rey. Kau tahu, siapa aku. Aku Selina pacar nya Rey." ucap Selina dengan menekan kata pacar dalam kalimatnya.


Sheila mengerti maksud ucapan Selina. Tapi saat ini dia sangat capek.Dia malas meladeni Selina.


"Jadi... Apa hubungan denganku?" tanya nya pura pura polos.


Membuat Selina menjadi bertambah geram.


"Kau, bodoh atau berpura pura bodoh. Jangan dekat dengannya. Aku pacarnya. Jadi kau harus menjauh darinya.!"


"Tapi, aku hanya pembantunya. Lagipula dengan senang hati aku menjauh darinya kalau bisa. Dia yang memaksa aku selalu ada di sisinya." ucap Sheila memprovokasi Selina.


Selina berjalan mendekat dan menjambak rambut Sheila.


"Hei. anak kampung. Aku ingiatka sekali lagi ya. Jangan coba coba melawan ku. Kalau kau masih ingin kuliah disini.


Hajar dia!" ucap Selina kepada teman temannya.


Dalam sekjap Sheila sudah babak belur di hajar oleh Selina and the gank. Sheila hanya mampu pasrah tak bisa melawan karena mereka berjumlah lima orang. sedang dia sendirian.


Dengan langkah congak *Selina berlalu meninggalkan Sheila yang tak berdaya.


Banyak mahasiswa yang melihat tetapi tak berniat untuk menolong. Mereka tak berani berurusan dengan selina.