Sheila & Rey

Sheila & Rey
Tamu tak diundang



Icha terbangun dan melihat wajah Rey untuk pertama kalinya hari ini. Wajah tampan dengan hidung mancung dan bibir tebal, rahang yang keras dan tegas, sungguh Icha sangat mencintai nya. Tanpa dia sadari tangannya terulur mengusap wajah tampan Rey.


"Apa kau baru menyadari jika aku begitu tampan?” tanya Rey


"Kamu sudah bangun!!!" ucap Icha segera menarik tangannya dan dia bersiap untuk duduk, namun pelukan Rey ditubuhnya membuatnya gagal melakukan nya.


"Rey, lepaskan! aku mau bangun!"


"Apa kau malu? mengapa harus malu, aku mencintaimu dan kau juga mencintaiku, lalu Apalagi yang membuat mu ragu Cha?"


"Aku mau bangun, mau buat sarapan, lepas!!!" teriak Icha


"Tidak mau, mana morning kiss untukku!" ucap Rey tanpa dosa


"Rey.. ."


"Baiklah, jika kau tidak mau, kita akan tidur sambil berpelukan seharian ini, gimana?"


"Rey, jangan kekanakan, lepas!!!!"


Rey diam tapi dia tak mau melepaskan pelukannya. Rey masa bodoh dan kembali memejamkan matanya.


Icha akhirnya menyerah, Rey memang keras kepala dan dia selalu menepati ucapannya.


Cup ..Icha mencium pipinya.


"Nggak berada Cha," protes Rey


"Sudah__


Rey langsung menyambar bibir Icha yang bersiap untuk protes, dan menciumnya dengan dalam.


"Makasih" ucapnya sambil cengengesan


Icha segera berlari ke dapur. jantungnya maraton, memang berbahaya berada di dekat Rey.


Icha mulai membuat sarapan untuk mereka berdua. Selesai masak dan membuat kopi, Icha masuk ke dalam kamar dan memanggil Rey untuk sarapan .


Rey baru saja selesai mandi, rambutnya masih basah dan menetes di bajunya. "Kau sarapan lah, kita harus segera kembali ke kantor, ada meeting pagi ini." ucap Icha mengingatkan


"Kau segeralah mandi, pakaian mu ada di dalam lemari itu." ucap Rey


Icha segera mandi dan membuka lemari pakaian yang diucapkan Rey, dia begitu terkejut melihat isi lemari yang sudah penuh dengan pakaian wanita yang pas dengan ukuran nya. Semua masih baru dan bermerk. Tak hanya pakaian, sepatu dan tas juga tersedia disana.


"Cha, cepat!" terdengar teriakan Rey dari bawah.


"Sayang, rasanya aku enggan berangkat ke kantor." ucap Rey


Icha terkejut mendengar nya, "ada apa, apa kau sakit?" tanya Icha khawatir.


Rey terkekeh pelan. Dia berjalan dan memeluk Icha, "Aku ingin mengurung mu di dalam kamar hanya berdua denganku. Kau sangat cantik, sayang." bisiknya


"Jangan bercanda Rey, ini sudah siang dan kita ada rapat dengan klien." bantah Icha


Rey tersenyum. Dia kemudian melepaskan Icha. Dan duduk diatas kursi rodanya.


"Mau sampai kapan kau menggunakan kuris roda ini Rey?" tanya Icha sambil mendorongnya keluar apartemen nya.


"Tunggu saja waktu yang tepat, aku pasti akan membuka rahasia ini, tapi sebelum itu tiba biarkan saja. Aku masih nyaman menggunakannya. Kenapa? apa kau malu jalan. denganku seperti ini?" tanya Rey


"tidak, aku tidak masalah. Sudahlah!!"


Diparkiran pak Budi sudah menunggunya. Dia membukakan pintu dan membantu Rey naik keatas mobil Kemudian dia mengemudikannya menuju kantor tanpa menanyakan apapun. pak Budi memilih diam.


Sampai di kantor, pak Budi mendorong kursi rodanya dan Icha mengikuti mereka dari belakang.


"Segera keruang rapat dan bereskan semua berkas. Rapat akan dimulai sepuluh menit lagi." perintah Rey kepada Icha.


"Siap pak!" jawab Icha.


Icha segera membereskan apa yang di minta Rey dan berjalan menuju ruang rapat. Diikuti oleh beberapa staf yang lain.


Rey memimpin rapat dan satu jam kemudian, rapat berakhir. Semua berjalan dengan baik dan lancar.


"Buatkan aku kopi dan antar ke ruangan ku!" perintah Rey


Nindy hanya bisa menatap iba kepada sahabatnya, dia melihat Rey yang memerintah Icha tanpa melihatnya. Nindy pikir Icha begitu tersiksa dengan bos nya yang arogan.


"Loe yang sabar ya Cha, pak Rey galak ya!" bisik nindi saat mereka keluar ruang rapat bersama.


"Aku nggak apa apa Nindy, kamu tenang saja." jawab Icha.


Icha membuat kopi dan mengantarkannya ke ruangan Rey, dia begitu terkejut melihat wanita yang berada di ruangan Rey.


Wanita yang dia jauhi selama beberapa tahun ini, wanita yang telah menorehkan luka yang dalam dan membekas seumur hidupnya.


"Kamu!!!_ teriak wanita itu.


Siapakah dia?????