
Rey pulang ke rumahnya. Mamanya sedang menonton televisi sat Rey memasuki rumah.
"Rey...." panggil Bu Sinta.
Rey berhenti melangkah...
"Mama mau bicara Rey." ucap bu Sinta lagi.
Rey berjalan turun dan dan duduk di depan mamanya.
"Rey, mama tau selama ini mama kurang perhatian sama kamu. Mama minta maaf, nak. Mulai sekarang mama akan selalu di rumah bersama dengan mu. Maafkan mama Rey. Mama sangat menyayangimu". Ucap Bu Sinta menangis.
Rey berjalan dan memeluk mamanya. "Rey juga sayang sama mama." ucap Rey.
"Mama sudah off dari bisnis mama. Mama akan selalu menemani mu Rey. Maafkan mama selama ini."
Rey mengangguk dan masih memeluk mamanya.
"maafin Rey juga ya ma"'. Rey mau mandi, naik dulu ya ma?"
Bu Sinta mengangguk. Dia melepas pelukannya.
******
Sheila sudah bersiap berangkat kerja. Dia sedikit berhias, Entah kenapa dia ingin terlihat cantik. Icha mengunci rumahnya dan berjalan menuju kafe tempatnya bekerja.
Dia terus berjalan hingga sampai di kafe. Aldi memperhatikan Icha sejak tadi. Aldi mendekatinya.
"Sore, Cha!" sapa Aldi.
"Eh...kak Aldi. Sore juga kak!" jawab Icha.
"Cha, kemaren kamu kemana? bos nanyain kami terus lho!" ucap Aldi.
"Aku dah ijin kok ma pak Budi. Aku ada urusan di kampus jadi nggak bisa datang." Jawab Icha.
"Oh...
Cha, Hari Minggu ini giliran kita off kan, jalan yuk?" Ajak Aldi.
"Maaf kak, kayaknya aku nggak bisa. Ada kegiatan kampus. Lain kali ja ya." tolak Icha lembut.
"Yah...padahal aku dah beli dua tiket lho, Cha." Aldi beralasan.
"Sekali lagi maaf ya kak. Ajak yang lain aja. Tuh ajak Siti aja" tunjuk Icha pada Siti.
Aldi diam saja. TIdak menjawab ucapan Icha.
"Aku ganti baju dulu ya kak, permisi." ucap Icha berjalan meninggalkan Aldi.
"gagal deh", ucap Aldi pelan. Dia kecewa Icha menolak ajakannya.
Icha sedang sibuk bekerja. Banyak pesanan yang harus dia antar. Kafe setiap hari nya selalu ramai.
"Icha, kan?" ucap seseorang memanggil namanya.
Icha menoleh, dan melihat orang yang memangilnya.
"Rangga?" jawab Icha pelan.
"Ternyata kamu bekerja disini ya. Senang bertemu dengan mu lagi. Mungkin ini yang dikatakan jodoh." ucapnya mulai menggombal.
"Silahkan duduk kak, mau pesan apa?" tanya Icha bersikap profesional.
"Bisa temenin aku bentar nggak?"
"Maaf kak, tapi aku lagi sibuk.!" tolak Icha lembut.
"Ok. Aku tunggu nanti setelah pulang kerja. Jam berapa kamu pulang?" tanya Rangga tak menyerah.
"Kakak mau pesan apa?" tanya Icha mengalihkan pembicaraan.
"Ok, aku pesan spagetti dengan lemon tea tapi tanpa gula." jawab Rangga.
Icha mencatat pesanannya dan berlalu meninggalkan Rangga.
"Gadis yang menarik. Dia tidak terbuai dengan pesona ku.Aku jadi penasaran." guman Rangga.
Icha ke dapur dan memberi kan pesanan Rangga kepada koki. Setelah selesai dia kembali mengantarkan nya ke meja Rangga.
"Silahkan dinikmati." ucap Icha ramah.
Dia berlalu meninggalkan Rangga.
Rangga menyantap makanannya . Dia terus memperhatikan Icha. Satu jam kemudian dia keluar dari kafe setelah membayar tagihannya.
Icha merasa tenang setelah Rangga pergi. dia kembali fokus bekerja.
Jam menunjukkan angka sebelas sudah waktunya Icha pulang. Dia keluar bersama Siti dan beberapa temannya.
"Icha....."
Icha menoleh melihat siapa yang memanggil namanya. Dia kaget Rangga masih menunggunya hingga dia pulang.
"Kak Rangga ada apa?" tanya Icha.
"Aku sengaja menunggu mu, mari aku antar pulang?" ajak Rangga.
"Maaf kak, aku bisa pulang sendiri. Lain kali saja." tolak Icha.
"Sudahlah, ini sudah malam. tidak baik anak gadis berjalan sendirian. Jangan takut, aku hanya ingin mengantar mu pulang, Aku tidak akan macam macam. Percayalah." ucap Rangga.
"Tapi kak?"
"Cha...kamu lama sekali!" panggil seseorang dari arah belakang.
"Aku sudah menunggu mu sejak tadi. Dan kau malah asyik mengobrol disini." ucap Rey.
Icha bernafas lega. Rey tiba tepat waktu. Hingga dia bisa menolak tawaran Rangga. Entah mengapa dia merasa tidak nyaman berdekatan dengan Rangga. Beda saat bersama Rey.
"Maaf, kak" ucap Icha dan berjalan mendekat ke arah Rey.
Rey menggenggam tangannya. " Lain kali, jangan suka mengobrol dengan orang asing". Ucap Rey menarik tangan Icha dan membawa nya meninggalkan Rangga sendiri.
"Kak Rangga aku duluan." ucap Icha.
Rangga mengepalkan tangannya. Lagi lagi dia harus bersaing dengan Rey.
"Tunggu saja, Aku pasti akan mendapat kan nya." ucap Rangga pelan.
Rey terus menarik tangan Icha. Icha Sampai terseok Seok mengikuti langkah Rey yang panjang dan cepat.
"Aku tidak suka, Kamu dekat dekat dengan rangga? dia itu tidak baik." ucap Rey marah.
"Aku hanya berteman dengan nya. Kenapa kau melarang ku, terserah aku mau berteman dengan siapa saja. kau tidak berhak melarangnya." ucap Icha sewot.
"Aku sudah mengingat kan mu, Dia bukan pria yang baik. Jangan sampai kau menyesal." ucap Rey lagi.
"Lalu kau apa? Kau bahkan sangat menyebalkan, suka seenaknya, suka marah marah, sombong, pemaksa dan suka memerintah.! Aku rasa dia lebih baik dari mu. Dia bicara dengan lembut dan sikapnya juga baik." jawab Icha.
Rey tidak terima dengan ucapan Icha. Dia marah karena di banding bandingkan dengan Rangga.
Rey maju melangkah mendekat ke arah Icha. Dengan cepat meraih tengkuk Icha dan menciumnya.
Icha kaget dengan tindakan Rey yang tiba tiba. Icha berontak dan memukul dada Rey. Rey terus menciumnya. Ciuman Rey sangat kasar. Dia marah karena Icha membandingkannya. Rey meluapkan kemarahannya .
Setelah merasa kehabisan nafas, Rey baru melepaskan ciumannya. Nafasnya terengah engah. Icha juga ngos ngosan.
Icha kembali memukuli Rey. Rey menangkap tangannya.
"Ini hukuman karena kau telah berani membanding aku dengan nya." ucap Rey.
Icha marah dan memaki Rey.
"Dasar sialan, kau ********, kau...!!! Aku benci padamu, aku benci!" Ucap Icha meluapkan kekesalannya.
"Lalu kau mau apa?" tanya Rey lagi. Kali ini matanya menatap tajam Icha.
Icha terdiam.
" Apa kau menyukainya?" tanya Rey lagi.
Icha menggeleng.
" Bagus, " ucap Rey
Cup
Rey kembali mengecup bibir Icha singkat dan langsung berlari. Dia tidak mau mendapat amukan Icha lagi.
Icha tersadar dan mengumpat Rey.
"Rey...." teriak Icha tanpa sadar. Dia mengejar Rey. Hingga Sampai di mobil. Icha ingin memukul Rey dari belakang. Tiba tiba Rey berbalik dan memegang bahunya.
refleks Icha menutup mulutnya. Dia takut Rey kembali menciumnya.
Rey tersenyum penuh kemenangan. Dia membuka pintu mobil dan menyuruh Icha masuk. Icha duduk dalam diam. Dia merasa malu sendiri.
Rey membiarkan Icha dengan pikirannya. Mereka berjalan dalam diam. Rey menyetel musik di mobilnya. Lagu thousand years kesukaan Icha. Mereka diam mendengarkan lagu dan tenggelam dengan pikiran masing masing.
Sampai di rumahnya Icha langsung turun. Rey memegang tangannya.
"Maaf" ucap Rey.
Icha melepaskan tangan Rey dan turun tanpa menjawab perkataan Rey. Dia terus melangkah masuk ke dalam rumah. Setelah Icha masuk ke dalam. Rey melajukan mobilnya menuju rumahnya.
mohon dukungannya dengan tekan tombol like and vote. Terimakasih