Sheila & Rey

Sheila & Rey
Hampir



Sheila mengerjakan tugasnya dengan sangat cepat. Untungnya dia pandai mengetik. Kalau tidak dia pasti akan kesulitan mengerjakan tugas dari Rey.


Perlaha tugas yang di berikan Rey mulai selesai. Tinggal dua kelompok lagi yang belum dia selesai kan.


Sheila melihat jam di tangannya. Sudah pukul dua.


Tugasnya belum selesai dan dia harus segera ke kafe untuk bekerja.


Bisa jadi dia akan terlambat, jika tidak cepat menyelesaikan tugasnya.


Sheila terus memaksa kan dirinya mengerjakan semua laporan tersebut.


"Alhamdulillah selesai juga." Ucapnya.


Diliriknya jam di tangannya sudah jam dua lewat empat puluh menit.


Sheila buru buru merapikan berkas di meja dan menyimpan semua datanya. Kemudian Dia mematikan laptop Rey dan berlari keluar ruangan.


Sheila berlari mencari angkot menuju tempatnya bekerja. Dia terpaksa naik angkot, jika jalan kaki dia pasti akan datang terlambat.


Sesampai di kafe Sheila langsung masuk dan mengganti bajunya dengan seragam kerja.


Dia juga merubah penampilannya. Kembali menjadi Sheila yang cantik dan anggun.


Sheila keluar dari kamar mandi dan alangkah terkejutnya dia melihat Rey sudah berdiri di depan pintu kamar mandi.


"Tu...tuan!" ucapnya terbata bata.


"Kau.....!


"Maaf tuan, saya sudah terlambat." ucap Sheila meninggalkan Rey.


"Tunggu!!" panggil Rey.


"Siapa nama kamu?"


"Saya Icha tuan." ucap Sheila, setelah itu dia pergi meninggalkan Rey sendiri.


Rey tidak mengejarnya. Dia masih bingung, "Apa benar dia itu si cupu? Tapi kenapa dia berbeda sekali. Tapi tadi dia bilang namanya Icha. Berati aku salah lihat. Mungkin mereka hanya orang yang mirip saja"


Rey berjalan menuju kantornya.


Sementara itu Sheila berlari kedapur dan memegangi dadanya. Jantungnya hampir copot tadi. Rey benar benar membuatnya kaget.


"Hampir saja aku ketahuan." Ucapnya.


Sheila masih memegangi dadanya. Dia mencoba menetralkan detak jantungnya.


"icha" panggil putri rekan kerja Sheila.


Sheila terkejut dan menoleh.


"Kau kenapa?" tanya putri heran


*Sheila memakai nama kecilnya ICHA, di tempat dia bekerja.


"Tidak apa apa." jawab Sheila*.


"Ya udah yuk. Tolong antarkan pesanan di meja nomor sepuluh."


"Ok."


Sheila mengambil nampan dan mengantar makanan ke meja yang di maksud.


Sheila bekerja dengan sangat giat. Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul Tujuh. Waktunya istirahat makan selama Tiga puluh menit.


Sheila memilih keluar untuk membeli nasi campur. Perut nya sudah sangat lapar. Tadi dia melewatkan makan siangnya demi tugas nya Rey.


Setelah menerima makanannya Sheila bergegas kembali ke Kafe dan memakan makanannya di ruang istirahat.


"Alhamdulillah...kenyang.!" ucapnya.


Setelah selesai makan, Sheila duduk sebentar. Dia meluruskan kedua kakinya. Rasanya lelah sekali. sejak tadi dia tidak berhenti bekerja. Tamu di kafe mereka selalu saja ramai. Tak ada waktu untuk duduk dan beristirahat.


Putri datang menghampirinya.


"Sudah makan malam?" tanya putri.


"Sudah tadi." jawab Sheila singkat.


Mereka kembali lagi bekerja karena waktu istirahat sudah berakhir.


jam sepuluh malam Sheila baru selesai membersihkan meja dan kursi. Kemudian mengunci pintu dan berjalan pulang.


Ternyata Rey menunggunya di depan.


"Hei kau....." Panggil Rey.


Sheila menoleh.


"Ada apa tuan?" tanya Sheila.


"Mau ku antar pulang?" tawar Rey.


"Tidak, Terimakasih." ucap Sheila cepat dan meninggalkan Rey.


Sheila melangkah dengan sangat cepat.


Rey semakin penasaran dengan sikap Sheila yang tampak menghindar dan ketakutan.


"Aku semakin curiga melihat sikapnya? Apa benar dia si cupu. Tapi untuk apa dia merubah penampilannya di kampus? Aku semakin penasaran. Aku harus mengungkapkan ini semua. Aku pasti akan membongkarnya."


"Besok Aku akan mengikutinya. Aku harus membuktikan kecurigaan ku ini."