Sheila & Rey

Sheila & Rey
Jimmy



"Aku mencintaimu..!" ucap Rey tulus. Icha memandang kedua mata Rey, mencari kebohongan disana tapi dia tidak menemukannya. Hanya tatapan asa dan cinta yang dia lihat.


Icha tertunduk tak tahu harus menjawab apa. Dia masih bingung dengan perasaannya sendiri."Beri aku waktu untuk berpikir!" ucap nya setelah lama terdiam.


"Aku beri waktu satu Minggu, selama itu aku akan menjaga jarak darimu. Jika dalam waktu satu Minggu itu, kau menemukan jawabannya temui aku. Aku akan terima apapun jawabanmu." ucap Rey berdiri dan pergi meninggalkan Icha.


Icha berjalan dengan langkah gontai, ucapan Rey masih terngiang ngiang ditelinga ya. "apa benar Rey mencintaiku, tapi yang aku tau dia seorang pakybor. Dan hampir semua cewek di kampus ini pernah menjadi pacarnya. Aku takut hanya menjadi mainannya saja."


Icha kembali ke rumah. Dia juga bekerja seperti biasa. Tapi malam ini dia tidak melihat Rey datang. Biasanya Rey akan datang setiap hari. Icha merasa ada yang kurang dalam dirinya.


"Icha.." panggil seseorang. Icha menoleh, "Kak Jimmy." jawab Icha. "Sendirian aja?" tanya Icha setelah melihat bahwa tidak ada seorang pun yang datang bersama jimmy.


"Iya." jawab Jimmy mengangguk.


"Silahkan duduk kak. Mau pesan apa?" ucap Icha .


Bukannya menjawab Jimmy malah bertanya pada Icha. "Jam berapa kamu pulang?"


"Biasanya jam sepuluh, kak! Emang ada apa kok malah tanya jam pulang aku?" tanya Icha.


"Nggak ada apa apa. Aku sekalian ingin mengantarmu pulang. Bolehkan?"


Icha tidak langsung menjawab, dia tampak berpikir.


"Aku cuma pengen mengantar kamu dan tau rumah mu itu aja, nggak ada yang lebih. Apa kau nggak percaya padaku?" ucap Jimmy lagi.


Icha jadi merasa tidak enak hati mendengar ucapan Jimmy, "Ya udah boleh. Kak Jimmy jadi pesan nggak nih!" tanya Icha lagi.


"Kakak pesan steak ma lemon tea aja." ucap Jimmy. Icha bergegas ke dapur setelah mencatat pesanan Jimmy.


Icha berlalu meninggalkan Jimmy dan kembali bekerja.


Jam sudah menunjukkan waktunya pulang. Icha segera mengganti bajunya dan berjalan keluar. Jimmy sudah menunggunya di parkiran..Jimmy tersenyum.melihat Icha sudah jalan mendekat. " Maaf ya kak lama nunggunya!" ucap Icha tidak enak hati.


"Enggak apa papa kok. Yuk, naik." Icha masuk kedalam mobil diikuti oleh Jimmy. Kini mereka melaju pelan di jalan raya.


"Mau singgah makan nggak, atau mau minum dulu!" tawar Jimmy.


"Tidak usah kak, Kita langsung pulang aja. lagipula ini kan sudah malam." tolak Icha lembut.


Jimmy hanya bisa mengikuti kemauan Icha. Dia langsung menancap gas mobilnya menuju ke rumah Icha.


"Makasih ya kak!" ucap Icha.


Icha hendak turun tapi tangannya di pegang oleh Jimmy. "Besok boleh aku antar lagi, nggak?" tanya Jimmy.


Icha melepas tangan Jimmy perlahan." Aku nggak mau merepotkan kakak. Aku biasa pulang sendiri. Terimakasih untuk tumpangan nya." tolak Icha lembut dan turun dari mobil Jimmy.


Icha berjalan masuk tanpa menoleh kebelakang. Jimmy masih setia menunggunya hingga dia masuk kedalam rumah.


"*aku pasti akan mendapat kan mu, Cha!"


Jimmy menghidupkan mobilnya dan kembali* melaju di jalan raya. Dia sudah bertekad untuk mendapatkan Icha.


Icha masuk ke kamar mandi dan membersihkan dirinya. setelah berganti baju dia merebahkan dirinya di kasur. "Hati yang sangat melelahkan. sedang apa Rey sekarang ya?"


Icha tersadar, kenapa aku kepikiran Rey, ya! Apa yang harus aku jawab. Aku sendiri masih belu menemukan jawabannya." ucap Icha pelan.