Sheila & Rey

Sheila & Rey
Apa salahku



Icha melepaskan pelukan Rey dan kini dia berbalik menghadap wajah pria yang masih sangat dia cintai ini.


"Rey lupakan aku, semua sudah menjadi masa lalu. Hubungan diantara kita telah selesai." ucap Icha dengan suara getir.


"Apa salahku Cha!"


"Kamu nggak salah apa apa Rey. Aku yang salah, status ku yang salah dan aku nggak pantas menerima cintamu. Lupakan lah aku dan carilah gadis yang lain." ucap Icha tegas.


Icha mengucapkannya dengan suar lantang walau sejujurnya didalam hatinya dia menangis. Jantungnya terasa di tusuk ribuan jarum saat harus mengatakan semua ini.


"Maaf Cha tapi aku nggak bisa. Berapa tahun ini yang aku lalui tanpa mu, tapi aku tak bisa melupakanmu, malah aku semakin mencintai mu. Aku tak akan melepaskan mu, Cha. Tidak akan!" ucap Rey tegas.


Rey semakin merapatkan tubuh mereka, tangannya memeluk rapat tubuh Icha dan mengikis jarak diantara keduanya.


"Kau hanya akan menjadi milikku, bukan orang lain." bisik Rey di telinga Icha.


Setelah itu dia mulai menyatukan bibirnya dengan bibir Icha. Rey menciumnya dalam walau sedikitpun Icha tak membalas ciumannya. Rey melepaskan ciumannya dan menatap wajah Icha yang tertunduk.


"Lihat aku, dan katakan kau masih sangat mencintai ku." ucap Rey,


"Aku membenci mu Rey!" ucap Icha dengan berderai airmata. Luruh sudah pertahanannya, airmata yang sejak tadi dia tahan jatuh berderai.


"kau masih sangat mencintai ku Cha, kau mencintai ku." ucap Rey


setelah itu dia kembali ******* bibir tipis Icha dengan sedikit kasar,


"Balas ciuman ku Cha, aku tahu kau juga merindukan ku." ucapnya disela ciuman panasnya.


Ciuman yang dilakukan oleh Rey membuat Icha terbuai dan akhirnya dia membalasnya. Tanpa dia sadari tangannya merangkul leher Rey dan kini mereka berdua berciuman dengan penuh perasaan. Icha menyerah dan mengakui perasaannya kepada Rey.


Rey melepaskan pelukannya, dengan nafas ngos-ngosan.


Icha juga ngos ngosan, tapi dia sedikit terkejut setelah menyadarinya jika Rey memeluknya sambil berdiri.


"Rey, kamu....kamu bisa jalan?" tanya nya tak percaya.


"Iya, aku memang sudah bisa berjalan dengan normal, tapi aku masih nyaman dengan kursi rodaku itu. " jawab Rey.


"Kau membohongi ku?"


"Tetap saja kau bohong Rey "


"Sudahlah, kita baru saja berbaikan, jangan rusak moment indah ini dengan hal yang tidak penting." ucap Rey


"Aku mau pulang"


"Cha, jangan membuatku bertindak lebih jauh. Aku bisa saja membuatmu tak bisa berjalan pulang ke rumah, apa kau mau aku melakukan nya sekarang." ucap Rey dengan tatapan tajam.


Icha bergidik ngeri, Rey tak pernah main main dengan ucapannya.


"Tapi Rey, nanti Bik Sumi akan mencari ku."


"Aku sudah menyuruh pak Budi mengatakan kepada Tante mu, jika kau ikut denganku keluar kota dan kita menginap." jawab Rey santai


"Kau!!!! Icha kehabisan kata kata untuk memarahi Rey


"Kau sungguh menyebalkan!!!" ucap Icha berjalan meninggalkan Rey


Rey terkekeh pelan. "Tapi kau juga mencintaiku kan!" ucapnya berdiri menyusul Icha dari belakang.


"Pergi sana, aku mau tidur!" usir Icha dari kamar Rey.


"Apa kau lupa, ini rumah ku dan ini kamarku. Kau mau menyuruh ku kemana?"


"Baiklah, biar aku yang tidur diluar!" ucap Icha bangkit dari tidurnya


"Cha, tidurlah aku tidak akan berbuat jauh. aku hanya akan memelukmu, tidak lebih." ucap Rey


Icha kembali merebahkan tubuhnya dan mulai memejamkan matanya, Rey juga naik keatas tempat tidur dan memeluk Icha dari belakang.


"Rey .."


"Tidurlah, aku sudah ngantuk Cha!" ucap Rey semakin mempererat pelukannya.


Icha yang awalnya marah, ikut memejamkan matanya dan kini mereka berdua tidur bersama.