
Mama Rey merasa sangat marah dan kecewa dengan sikap Rey. Padahal dia sudah sangat berharap jika Rey akan menikah dengan Tania
Selaini kaya Tania juga anak dari sahabatnya. Dengan menikahkan Rey dan Tania, berarti mereka akan menyatukan keluarga hingga bisnis dan kekayaan mereka bertambah. Dan kejayaan akan berada di tangan mereka. Apalagii ayah Tania seorang menteri, sudah tentu, dia juga akan semakin di hormati.
"Aku akan berusaha memisahkan Rey dan Icha. Bagaimana pun caranya. Rey harus menikah dengan orang yang sepadan, bukan gadis kampungan seperti Icha."
Mama Rey mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang. Dan berbicara melalui telpon.
"Baik nyonya kan saya laksanakan.!" jawab seseorang dari seberang.
"Maafkan mama Rey, tapi kali ini mama harus melakukan ini. Ini semua demi kebaikan mu. Mama hanya ingin yang terbaik buat mu dan keluarga kita," ucap mama nya.
...****************...
Rey mengantarkan Icha pulang dengan terpaksa. Karena Icha kekeh Tidka mau tinggal di apartemen nya.
Icha turun dari mobil dan melangkah masuk ke dalam rumah kostnya. Baru beberapa langkah, matanya membulat melihat pemandangan didepannya.
Semua barang barangnya sudah berserakan di halaman. Kasur dan lemari pakaian miliknya juga terlempar jauh di halaman rumah.
"Kenapa kau berhenti...." Rey tidak melanjutkan kalimatnya setelah melihat pemandangan di depannya.
"Bagaimana bisa mereka mengeluarkan mu dan membuang semua barang barang mu seperti ini. Aku kaan bicara dengan ibu kost mu dulu." ucap Rey.
Melangkah cepat memasuki rumah utama dan menemui induk semang Icha. Icha masih diam memandangi barang barangnya yang berhamburan di halaman.
Siapa yang melakukan ini, apakah Mamanya Rey???" bathin Icha.
"Selamat siang," ucap Rey memanggil orang yang ada di dalam rumah.
"Siang, tunggu sebentar." jawab seseorang dari dalam rumah.
tak berapa lama keluarlah seorang wanita paruh baya dengan pakaian seksi.
"Ada apa?" tanyanya sinis ke arah Rey.
"Saya ingin bertanya, kenapa ibu membuang semua barang barang Icha dari kamarnya?" tanya Rey coba bicara tentang.
"Saya tidak menerima anak kost seorang *******. Gaya nya sok lugu dan polos, tapi ternyata simpanan om om. Aku hanya menerima gadis Baik baik disini. Dan kau, bawa jauh dia dari sini. Jangan membawa nya kembali kesini. Hanya membuat malu nama kost kostan ini." ucap Bu Sani pemilik kost.
Icha memungut barang barang nya dengan hati sedih. Sudah jatuh tertimpa tangga. Di hina oleh ibunya Rey dan kini di anggap *******, cukup sudah semua penderitaan nya.
Icha Tidak berkata apapun, diam diam dan terus memungut barangnya yang terserak.
"sudah biarkan saja." ucap Rey coba melarang Icha. Dia tahu Icha pasti sangat sedih saat ini.
Icha tidak memperdulikannya dan terus memungut barang barangnya dengan air mata berderai.
Hati Rey bagai diiris melihat Icha. sedih dan sakit melihat kondisinya saat ini.
Inilah nasib orang miskin seperti dirinya, begitu mudah di fitnah, di hina, dan di buang.
Icha sudah mengumpulkan baju, barang barang penting dan bukunya ke dalam tas. Tidak banyak karena dia memang Tidak memiliki apa apa.
"Ayo!" tarik Rey dan berjalan dengan cepat. Bahkan Icha tak sempat untuk menolaknya. Hanya bisa mengikutinya dengan langkah terseok Seok karena Rey berjalan begitu cepat.
Rey marah dengan keadaan dan melampiaskan nya dengan cara seperti itu.. Tidak mungkin dia memarahi Icha.
"Masuk!!" ucap Rey.
inilah Rey kasar dan pemarah namun sebenarnya dia berhati lembut dan penyayang. Apalagi pada Icha.
Icha masih belum.bersuara. Dia membiarkan Rey melajukan mobilnya, membawa mereka pergi entah kemana. Bahkan untuk sekedar bertanya pun dia enggan.
Rey membelokkan mobilnya ke sebuah rumah kecil namun bersih dan asri. Bangunannya juga terlihat bagus.
*rumah siapa ini??" bathin Icha.
Namun* lidahnya Kelu untuk bertanya. Rey turun dan membuka kan pintu untuk Icha.
Icha masih duduk, diam. Membuat Rey mendengus kesal. Tanpa bersuara dia menarik Icha turun. Mau tidak mau Icha mengikutinya.
Rey membuka pintu rumah tersebut, dan menoleh kearah Icha yang masih bingung.
"Ini adalah rumahku, dulu aku membelinya karena lokasinya Tidak jauh dari tempat aku balapan. Jadi aku menginap disini jika kemalaman. Dan rumah ini sudah lama tidak aku datangi, sejak aku berhenti ikut balapan. Namun ada mbok Sumi yang selalu membersihkan nya. dan kau bisa tinggal disini." ucap Rey panjang lebar.
Icha memperhatikan sekeliling nya. Cantik, bersih dan rapi. Kesan yang dia dapatkan dari rumah tersebut.
Icha sangat menyukai rumah ini, tapi ini kan bukan rumahnya. Bagaimana jika ibunya Rey mengetahui dia tinggal di rumah ini, bisa jadi dia semakin menganggap Icha matre.
"Aku tidak mau?" ucap Icha
kaliamt yang keluar dari mulut Icha, bukan kalimat yang diharapkan oleh Rey.
Rey berbaik dan menatap tajam Icha. "Apa maksudmu??" tanya Rey dengan wajah merah menahan.emosi.
"Aku tidak mau, nanti orang orang akan mengira aku benar seorang simpanan, dan ibumu, ibumu akan membenarkan dugaannya jika aku hanya menginginkan hartamu saja. apa yang harus aku jawab jika ada yang bertanya apa padaku!!!" ucap Icha.
"Kau tidak perlu memikirkan ucapan orang lain. Cukup ikuti kata hatimu..." jawab Rey.
"Memang mudah mengucapkan nya, tapi apa kau tahu rasanya jadi diriku. Mereka semua menganggap aku *******.....!!!! ucap Icha histeris dan menangis.
"Dan kau tahu rasanya.... sakiiiit Rey, sakkiiiit!!!" ucap icha. dia menangis hingga jatuh terduduk di lantai.
"Aku tidak kuat lagi Rey, aku lelah..." ucap Icha yang membuat Rey terkejut dan berjalan menghampirinya. Duduk di lantai tepat di hadapan Icha.
"Apa maksud mu???"
"Sebaiknya kita akhiri saja semuanya. Aku lelah, dan aku memang tidak cocok dengan mu. Dunia kita berbeda. Kau tidak sepadan denganku. Aku mohon Rey,.... mengerti, mengerti akan posisi ku....aku mohon....." ucap Icha terisak.
Rey menarik Icha kedalam pelukannya tanpa mengucapkan apapun.