
Waktu berlalu dengan sangat cepat, Rey Sudah pulih setelah beberapa kali menjalani operasi dan kini dia sedang menjalani terapi. Terapi untuk penyembuhan kakinya.
Semua kondisi tubuhnya sudah pulih, tinggal kakinya saja yang belum bisa dia gerakkan.
Sebenarnya kondisi kaki Rey sudah lebih baik. Dia selalu memaksanya untuk berjalan di dalam kamar tanpa sepengetahuan ibunya. Rey ingin tetap pura pura lumpuh di depan mamanya dan orang orang disekitarnya.
Setahun, dua tahun berlalu. Rey tidak pernah menanyakan Icha kepada mamanya. Rey juga jarang terlihat berbicara. Waktunya selalu dia habiskan dengan membaca buku atau menonton TV.
Rey berubah menjadi cowok pendiam dan dingin. Dia mau bicara jika di tanya dan akan menjawab jika dia rasa perlu.
Dokter yang menangani nya mengatakan jika kakinya sudah normal, namun tetap saja Rey tak mau turun dan melepas kursi rodanya.
Hari ini Rey berniat pulang ke Jakarta. Rindunya kepada Icha membuatnya tak dapat berlama lama tinggal disana.
"ma aku mau pulang ke Indonesia." ucap Rey.
"Tapi kau belum sembuh, nak." ucap mamanya.
"Kita bisa terapi di Jakarta saja. Aku bosan berada disini terus." jawab Rey.
"Baiklah, mama akan berkonsultasi dengan dokter mu dulu." ucapnya.
Mama Rey keluar dan berbincang dengan dokter.
Dengan persetujuan dokter, Rey akan kembali ke Jakarta Minggu depan.
...****************...
Sementara di Surabaya, hal yang tak jauh beda pun terjadi. Jika disana Rey tampak lebih tertutup dan mengurung diri. Disini Icha sudah berubah menjadi gadis cantik dan supel.
Dia sudah magang menjadi asisten staff akunting di perusahaan property. Dia kembali meneruskan kuliahnya di Surabaya.
Berkat bantuan Bik Merlin, Icha bisa bekerja sambil kuliah. Merlin menganggap Icha seperti anaknya sendiri.
Semua fasilitas yang diberikan oleh Merlin digunakan Icha dengan baik, dia menghemat uangnya dan sesekali mengirimkannya ke kampung untuk ayah dan ibunya.
Icha mengatur dan mengelola management keuangan toko. Berkat bantuannya kini toko Merlin semakin maju. Dia bahkan membangun dua toko lagi sebagai cabang usahanya.
Jimmy sering mengunjunginya, dan mengajaknya jalan. Merlin juga sangat senang dan berharap Icha mau dengan Jimmy.
Namun Icha masih menutup hatinya, cintanya pada Rey belum bisa hilang berjalan seiring waktu. Malah kerinduannya semakin dalam dan terasa sangat menyiksa.
Entahlah, Icha sudah beberapa kali mencoba membuka hatinya untuk Jimmy. Dia bukan gadis bodoh yang tidak bisa melihat perhatian yang Jimmy berikan, namun semua sia sia, hatinya tetap menolak dan masih mengharapkan Rey.
Malam ini Icha duduk termenung memandang photonya dengan Rey saat dulu mereka berada di pantai.
"Rey, gimana kabarmu? Kamu tahu Rey... aku sangat mencintaimu, aku sangat merindukanmu..." ucapnya pada photo tersebut.
"Pagi bibi." sapa Icha ramah seperti biasanya.
"Pagi sayang, ...wah kau cantik sekali hari ini." ucap Bu Merlin.
"Berarti yang kemaren kemaren nggak cantik
ya Bik!" ucap Icha pura pura marah.
"Cantik kok, cuma hari ini lebih cantik. Gimana magangnya?" tanya bi Merlin.
"Baik bi, boss aku katanya akan datang dua Minggu lagi. Jadi kami disuruh bersiap siap. Akan ada sidak dari Jakarta Bik." jawab Icha.
"Bukankah itu untuk para karyawan kantor ya, kalian kan masih magang?" tanya bi Merlin.
"Yaitu bi, justru karena kami magang, maka para pegawai itu terus saja menyuruh kami ini dan itu. Capek deh bik." ucapnya sambil terus memakan rotinya.
"Aku berangkat dulu ya Bik, ntar pulangnya aku langsung ke toko ya." ucap Icha mencium pipi Bik Merlin.
"Hati hati sayang.." ucap bik Merlin.
Tinggalkan jejak ya