Sheila & Rey

Sheila & Rey
Geram



Rey merasa moodnya kembali membaik. Dia masuk ke dalam mobil dan tersenyum bahagia.


"Masakannya lumayan juga. Cocok di lidah." Ucap Rey.


Rey masih membayangkan wajah kesal Sheila tadi.


Hahaha....


Dia tertawa mengingatnya. Bagaimana tidak. Sheila mati Matian menahan amarahnya agar tidak mengumpat dan memaki Rey. Karena dia tidak mau bea siswa nya di cabut.


"Lumayan juga mainan baru ku ini." bathinnya.


Rey melajukan mobilnya ke bengkel miliknya. Sudah lama Rey tidak berkunjung ke sana.


Rey masuk dan menyapa beberapa orang karyawan nya. Rey dikenal sebagai bos yang baik dan dermawan.


Rey masuk ke ruangannya. Jimmy sekretaris nya langsung mengikuti nya masuk dan menyerahkan laporan keuangan untuk diperiksa oleh Rey.


Rey tersenyum puas. Bengkelnya semakin bagus dan banyak mendapat pelanggan. Otomatis Rey juga mendapat banyak keuntungan.


Rey menutup laporan keuangannya.


"Oke. Good job. Tetap pertahankan seperti ini. Berikan bonus sepuluh persen dari keuntungan kepada semua karyawan. Dan Tiga puluh persen untuk mu." Ucap Rey.


Jimmy tersenyum bangga.


'Terima kasih boss." Ucapnya dengan senyum yang tak kunjung hilang.


"Kau sangat bisa di andalkan. Jika bulan depan keuntungan masih seperti ini. Aku akan menaikkan gajimu." ucap Rey lagi.


Rey memang sudah lama mempercayakan bengkel ini kepada Jimmy teman masa SMA nya yang memang seorang montir. Dulu dia bekerja paruh waktu setelah pulang sekolah.


Lalu Rey mengajaknya membuka bengkel ini. Dia ikut andil dalam membesarkan nama bengkel Rey ini. Hingga Rey memberinya kepercayaan menjadi manager dan saat ini dia menjadi sekretaris sekaligus orang kepercayaan Rey.


"Aku Pergi dulu, Jaga bengkel ini baik baik." Ucap Rey beranjak dari kursi kebesarannya.


Sebelum sampai diluar Rey kembali berbicara.


"Jangan terlalu asyik bekerja hingga kau lupa untuk mencari pasangan hidupmu. Ingatlah kau sudah semakin tua. Rambutmu juga sudah hampir putih." Ejek Rey.


Jimmy hanya tersenyum mendengar perkataan Rey. Ya , dia memang masih jomblo sampai saat ini.


Rey yang sangat mengenalnya, sering kali mengejeknya. Tau Jimmy tidak merasa tersinggung.


Hatinya sulit terbuka untuk seorang gadis. Dia selalu takut untuk memulai sebuah hubungan. Bukan berarti dia tidak normal. Hanya saja dia masih sulit membuka hatinya untuk gadis lain.


Dulu Jimmy pernah menyukai seorang gadis saat dia duduk di bangku SMP. Gadis kecil itu adalah tetangganya. Dia masih sangt kecil dan masih kelas 5 SD. Tapi aura kecantikan nya sudah terlihat terlebih mereka sangat dekat. Setiap hari.Jimmy selalu bermain dengannya.


Jimmy sudah sangat menyukainya. Bisa dibilang cinta monyet. Hingga akhirnya Jimmy harus pindah karena orangtuanya pindah bekerja. Dan dia belum mengungkapkan perasaan nya pada gadis kecil itu.Tapi Jimmy masih mencintainya sampai saat ini.


****


Sheila sudah sampai di kafe tempatnya bekerja. Wajahnya masih terlihat kesal dan marah.


"Kau kenapa? Lagi PMS ya!" goda putri.


"Eh...aku nggak apa apa..Ya aku memang lagi dapet." ucap Sheila berbohong.


*Maafin aku ya Allah", ucapnya dalam hati.


Sheila bergegas mengganti bajunya dengan seragam kerjanya.


Dia langsung bergabung dengan putri dan teman temannya.


"Halo cantik, kok cemberut aja!" goda Roy chef di tempat sheila bekerja.


Roy sudah lama bekerja disini dan Menjadi chef andalan kafe Rembulan.


Roy berwajah tampan dan orangnya juga sangat ramah. Roy selalu menggoda Icha nama panggilan Sheila.


Roy diam diam mengagumi kecantikan Icha dan menyukainya. Roy berharap bisa menjadi pacar Icha.


"Aku serius Cha. Setiap hari kamu tambah cantik aja."


"Au ah... Mana pesanan yang akan aku antar. Kelamaan ntar, kalau dengerin gombalan kakak. " ucap Icha mengalihkan pembicaraan.


Icha mengambil pesanan dan mengantarkannya ke meja pelanggan.


Roy hanya memandangi nya hingga jauh.


"Aku nggak gombal Cha. aku serius mau jadi pacar kamu!" ucapnya dalam hati.


***


Rey sampai ke Kafe tepat jam delapan malam. Dia langsung masuk ke ruangannya.


Pak Budi mengikutinya dari belakang.


"Tuan ini laporan penjualan Minggu ini." Ucapnya menyerahkan map berisi laporan penjualan dan penghasilan kafe selama satu Minggu terakhir.


"Letakkan disitu!" ucap Rey tanpa melihat pak Budi.


"Oh ya, saya mau lihat data karyanya baru. Bisa bapak bawakan sekarang!" tanya Rey.


Pak Budi sedikit heran, tidak biasanya Bos nya peduli dan meminta data karyawannya. Namun dia bergegas mengambilkannya.


"Aneh.." gumamnya sangat pelan.


Pak Budi sudah berjalan mendekat.


"Letakkan disitu nanti aku akan memeriksanya. Tolong antarkan segelas cappuchino, dan Juga satu porsi jumbo spegetti. Oh ya, minta Icha untuk mengantarkan nya". Ucap Rey lagi


Lagi lagi pak Budi terkejut mendengar ucapan Rey. Biasanya Rey tidak pernah memilih siapa pelayan yang akan mengantarkan makanan untuknya. Tapi dia tidak mau bertanya. Bukan urusannya. Dia takut bossnya nanti marah karena dia banyak bertanya.


Pak Budi keluar dan meminta chef membuat minuman dan makanan pesanan Rey. Dia juga memanggil Icha dan memintanya mengantarkan pesanan itu keruangan bosnya.


"Icha.." panggil pak Budi.


"Ya, Pak." jawab Icha sopan.


"Tolong antarkan ini keruangan Bos sekarang." Perintah pak Budi.


"Tapi saya masih mau mengantar ini pak!" Tolak Icha.


"Bos sendiri yang meminta kamu untuk mengantarkan nya. Cepatlah sebelum Bos marah."


"Siti.." Panggil pak Budi.


"Tolong antarkan ini ke meja 10. Dan kau Icha cepat antar pesanan Bos ini."


Dengan langkah gontai. Icha masuk ke dalam.


"Apa lagi yang akan dia lakukan. Pasti dia mau mengerjai aku lagi. Dasar nyebelin" bathin Icha.


Tanpa mengetuk pintu Icha masuk. Dan meletakkan makanan di meja sofa .


"Ini pesanannya Pak, silahkan dinikmati."


Sheila berbalik berniat meninggalkan ruangan Rey.


"Tunggu! panggil Rey...


"Apa lagi tuan!" ucap sheila malas. Dia sudah membalikkan badannya dan setengah membungkuk.


Apalagi usaha jahil Rey...


di tunggu ya.....


Mohon dukungannya dengan menekan tombol like and vote sebanyak banyaknya. Terimakasih