Sheila & Rey

Sheila & Rey
Rencana jahat Dimas



Rey kembali bersemangat setelah pulang dari rumah Roni. Dia kembali memikirkan apa yang diucapkan Roni sahabatnya. Benar cinta perlu diperjuangkan bukan ditunggu. Rey sudah bertekad dia akan terus mengejar Sheila.


***


Pagi ini Sheila bangun seperti biasa dan bersiap untuk ke kampus. Di gerbang dia melihat Rey sudah duduk diatas motornya. "Nggak biasanya Rey naik motor " ucap Sheila dalam hati. Dia ingin melangkah mendekati Rey tiba tiba dia teringat akan ucapan Rey dan dia menghentikan langkahnya.


Rey melihat Icha berjalan ke arahnya. senyum tipis terbit dibibirnya. sayang nya senyuman itu harus pupus saat dilihatnya Icha melenggang masuk ke area kampus. Rey kecewa. Dia ikut melangkah masuk ke dalam.


Dimas memanggil Icha bersamaan dengan Rey yang akan memanggilnya.


"Icha.."


Icha menoleh. "Ada apa dim?" tanya nya.


"Gimana tawaran aku kemarin, kita jadi nonton kan? nanti sore aku tunggu, ya?" ucap Dimas yang dapat didengar oleh Rey. Karena dia berdiri tidak jauh dari Icha.


"Tapi dim, aku tidak bisa! Aku kan harus bekerja." tolak Icha lagi.


"Aku tidak terima penolakan. Aku tunggu jam tiga di parkiran, Ok!" tanpa menunggu jawaban Icha Dimas berlalu dari hadapan Icha. Ichaasih berdiri mematung.


"Cha, loe kenapa kok bengong?" tanya yuni menepuk pundak Icha.


"Eh..enggak apa apa. yuk!" ucapnya.


Icha dan Yuni melangkah bersama dan masuk kedalam kelas sambil asyik mengobrol.


Mereka masuk kedalam kelasnya. Rey juga masuk ke kelasnya. Tak lama kemudian dosen datang dan pelajaran pun dimulai.


Rey tidak bisa berkonsentrasi belajar.Dia teringat ucapan Dimas yang mengajak Icha pergi menonton. Rey merasa tidak suka mendengarnya. Apa aku ikuti saja mereka ya,, tapi.... jika ketahuan Icha pasti akan marah dan salah paham.padaku. Biar saja aku akan menyamar dan mengikuti dari jauh. Ucapnya mantap.


"Maaf dim, sore ini aku nggak bisa, aku masuk kerja. Tapi nanti malam aku ijin sebentar, jam tujuh kita ketemu di kafe tempat aku bekerja ya. Tidak usah menonton aku hanya menemani mu makan saja, gimana?" ucap Icha.


Dimas tersenyum, "Ok. Apapun untukmu tuan putri. Sampai ketemu nanti malam" ucap Dimas dan berlalu pergi dari hadapan Icha.


Sebenar Icha merasa malas, tapi karena sudah beberapa kali menolak Icha merasa segan. Ininakan jadi yang pertama dan yang terakhir ucapnya.


"Gimana?" tanya seseorang melalui telponnya kepada Dimas.


"Aman, dia setuju." ucap dimas.,


"Ok, kerjakan sesuai rencana. " ucapnya dan mematikan telponnya.


Dimas kembali menarik sudut bibirnya. " Icha, tunggu Pembalasanku. Kau sudah menolakku di depan banyak orang. Kau akan menyesal.telah melakukan ini pada ku."


Dimas menaiki motornya dan melajukannya pulang kerumah. Dia akan mempersiapkan rencanany dengan sangat matang. "Hari ini akan kau ingat seumur hidupmu , Cha!" Aku tidak sabar menunggunya. " ucap Dimas kembali.


Icha kembali ke rumah seperi biasa. Tak lama dia keluar berangakt bekerja di kafe. Malam ini dia akan minta ijin pulang cepat kepada pak Budi.


Rey melajukan mobilnya ke kafe. Dia Sampai lebih dulu dari Icha. Rey sengaja agar Icha tidak melihatnya dan dia akan mengikuti Icha nanti. Entah kenapa dia merasa Icha seperti dalam bahaya.


Giman kencan Icha dan Dimas. Dan apa rencana Dimas kepada Icha. Tunggu episode selanjutnya.


Jangan lupa kasih like and vote nya. Biar mamie makin semangat nulisnya.Terima kasih.


Novel.ini juga recomended ya...