Sheila & Rey

Sheila & Rey
Terbongkar



pagi ini Icha bangun lebih cepat. Dia mandi lebih dulu dan bersiap tidak lupa memakai kacamata tebalnya.


Dia membantu menyiapkan sarapan. Mereka membuat nasi goreng dan telur dadar.


Icha tidak mengantar makanan untuk Rey. Dia masih kesal dengan ucapan Rey tadi malam.


Pagi ini para senior mengijinkan mereka semua bermain air di pantai. Tak lupa memberikan tugas untuk mencari hewan laut yang unik dan lucu.


Semua mahasiswa baru bersorak gembira. Icha dan Yuni juga sangat antusias. Mereka berdua berlari ke pantai. Mandi dan maut sepuasnya.


Rey diam dan memperhatikan dari jauh. Dia enggan menyapa Icha lebih dulu.


Selina dan beberapa temannya sedang duduk di tepi pantai. Mereka sedang memperhatikan tingkah icha.


Secar tiba tiba temannya Selina mendorong Icha kentengah lautan. Dia berpura pura terpeleset Dan menabrak Icha.


Icha panik karena dia tidak bisa berenang. Dia berusaha berenang kentepi tetapi ombak yang kencang malah membawanya ke tengah.


Yuni yang melihat Icha akan tenggelam berteiak minta tolong.


Rey mendengar teriakan Yuni langsung berlari dan masuk kedalam air.


Dia berenang dan menyelamatkan Icha.


Rey membawa tubuh Icha ke tepi pantai. Icha sudah pingsan karena terlalu banyak minum air.


Rey menekan nekan perutnya untuk membantu Icha mengeluarkan air dari dalam perutnya.


Tak lama kemudian Icha pun terbatuk dan sadar.


Semua orang kaget melihat wajah cantik Icha tanpa kacamatanya.


"Itu beneran Sheila! cantik sekali dia ." bisik bisik beberapa mahasiswa yang melihatnya.


Rey menggendong dan membawa Icha ke tenda nya. Yuni mengikuti Icha dari belakang. sampai di tenda Rey menirukan Icha dan berlau tanpa mengucapkan sepatah katapun.


Icha ingin mengucapkan terima kasih, tapi melihat Rey diam saja. Dia pun takut dan ikut diam.


"Cha, loe nggak apa apakan? tanya Yuni.


"Eh..iya aku nggak apa apa." jawab Icha.


Dia masih terbayang sikap dingin Rey padanya.


"Apa dia masih marah ya. Padahal kan seharusnya aku yang marah" bathin Icha.


"Cha, buruan ganti baju loe, nanti loe masuk angin." ucap Yuni mengagetkan Icha.


"Aku harus mengucapkan terima kasih pada Rey. Ucap Icha dalam hati.


Selina semakin geram mendengar Rey yang menyelamatkan Icha. Rencana nya gagaluntuk melenyapkan Icha.


Dia semakin geram setelah anak anak mulai membicarakan kecantikan Icha tanpa kacamatanya. Dia penasaran dan datang menemui Icha.


"pegang dia, dan buka kacamatanya!" perintah Selina kepada anak buahnya.


"Oh...jadi ini tampang asli loe!" ucap Selina di depan Icha. Dia memperhatikan penampilan asli sheila. Rambutnya yang dikepang juga sudah mereka lepaskan.


"Ternyata kau hanya berpura pura lugu. Aku yakin kau pasti wanita simpanan om om Hingga kau harus menyembunyikan wajah aslimu di kampus. Dasar wanita murahan!" ucap Selina lagi.


"Kau tidak bisa menuduh aku tanpa bukti?" jawab Icha. Kini mereka menjadi tontonan. Banyak mahasiswa yang menonton aksi Selina.


"Lihatlah jaket yang kau pakai ini. Harganya 35 juta. Dari mana kau mendapatkan uang sebanyak itu, kalau tidak menjual diri. Dan aku juga pernah melihatmu di antar oleh mobil mewah pada malam hari.aunlihat buktinya. Nih..."


Selina menunjukkan photo sheila saat masuk ke dalam mobil mewah. dan juga photonya saat keluar dari mobil mewah.


Sheila tidak menjawab. "bagaimana aku mau bilang itu mobilnya Rey."


Selina merasa menang. Kau tidak bia amngelak lagi kan, *******????" ucap Selina remeh.


Rey berjalan mendekat ke arah kerumunan. Dia penasaran apa yang terjadi. Rey kaget saat dilihatnya icha tengah di bully oleh Selina dan teman temannya.


"Apa apaan ini?" ucap Rey marah.


"Oh...Rey untung kamu ada disini. kau harus tau siapa dia sebenarnya. Dia ini seorang ******. Dia sengaja berpenampilan lugu untuk memerdaya kiata. Padahal dia itu wanita simpanan. Aku punya buktinya'.


Nih lihat.. Selina menunjukkan photo di ponselnya.


Rey semakin geram saat melihat photo di hp Selina.


"Kau tidak tahu siapa pemilik mobil itu?" tanya Rey pada Selina.


Selina menggeleng. Dia memandang heran Rey.


"Itu adalah mobilku. Dan orang yang kau bilang om om itu adalah aku." Ucap Rey tegas.


Rey menarik tangan Sheila dan membawanya pergi dari sana. Szemua mahasiswa yang nonton pun bubar.


Selina terkejut. Ternyata selama ini Rey tahu siapa Icha. Dia diam dan bengong sendiri.


Sisi menatik tangannya dan membawa nya pergi dari sana.


Rey terus menarik tanagn Sheila. Dia terus berjalan. Icha sudah lelah mengikuti Rey dia.bahkan samapai terseok Seok. Tapi Rey terus membawanya pergi jauh.