
Rey kembali ke tenda menemui Roni dan Beni.
"Ben, kayaknya ada yang lagi bucin nih?" sindir Roni.
"Nada Nadanya ada yang lagi jatuh cinta ini!" jawab Roni.
"Apaan sih!" jawab Rey marah.
" Jujur deh ma kita. Loe suka kan, ma Sheila?" Tanya Roni.
"Ya enggak lah, Mana mungkin aku jatuh cinta ma cewek kampung itu." Elak Rey.
"yakin loe!! Kalau loe nggak suka ma dia, ngapain tadi loe lompat dan nyelamatin dia pas mau tenggelam, loe juga tadi yang narik dia kan???? gue kenal loe Rey, nggak sehari dua hari. Gue yakin loe pasti suka ma tuh cewek." Ucap Roni.
"Gue kasihan aja lihat orang mau tenggelam. Kalaupun bukan dia pasti tetap gue tolongin." jawab Rey.
"Terserah loe deh. Loe bisa bohong ma kita tapi loe nggak bisa bohong ma diri loe sendiri. Atau Mungkin loe belom menyadarinya aja." tambah Roni lagi.
"Yuk, kita gabung ma yang lain." ajak Roni.
Rey masih duduk terdiam mencerna kalimat yang di ucapkan Roni.
"Mana mungkin gue bisa suka ma tuh cewek. Beneran aja. Nggak, gue cuma kasihan aja." ucap Rey dalam hati.
Semua anak berkumpul. Ini adalah malam terakhir dan mereka mendalam acara api unggun.
Semua mahasiswa bergembira. Ada yang menyanyi, baca puisi bahkan main game. Semua nya tertawa bahagia.
Icha dan Yuni juga duduk di tengah tengah kerumunan. Mereka ikut larut dalam kegembiraan.
Tring.... Pesan masuk di ponsel Icha.
"Temui aku di tepi pantai, sekarang!!" pesan bernada paksaan di kirimkan oleh Rey.
Icha berjalan meninggalkan keramaian, tadi dia beralasan pada Yuni jika dia mau ke tenda.
Rey sudah menungunya di tepi pantai. Icha sudah berdiri tidak jauh dari Rey. Icha diam.
"Akhirnya kau datang juga!" ucap Rey tanpa melihat ke arah Icha. Dia masih memandang laut yang luas.
"Ada apa kau memanggilku kesini!" ucap Icha ketus.
" Kenapa apa aku menggangu mu? Kau lebih suka berduan dengan Dimas, ya!" ucap Rey sedikit meninggikan suaranya.
" Kalau tidak ada yang penting, aku pergi permisi." Icha melangkah setelah mengucapkan kalimat tersebut.
"Tunggu..." Ucap Rey.
"Sebenci itukah kau padaku? Apa Dimata mu aku ini menyebalkan? Apa sedikitpun kau tidak merasakan perhatian ku?" tanya Rey. Dia berjalan mendekat ke arah Icha.
Icha diam, dia bingung harus menjawab apa.
"Katakan apa Dimas lebih baik dariku?" tanya Rey lagi.
"Apa maksud mu?" Tanya Icha.
" Apa kau.....
"Cha....loe disini rupanya." terdengar suara Yuni menghentikan Rey melanjutkan kata katanya. Dia berlari ke arah Icha.
"Eh....ada kak Rey rupanya. Cha dari tadi gue nyariin lo tau.!" Ucap Yuni lagi.
Icha dan Rey tampak diam.
"Eh....gue ganggu ya. Ma...af!"
"Enggak, ayo. Kita balik ini sudah larut malam." Icha menarik tangan Yuni.
"Ta....ta..tapi...?" ucap Yuni.
Icha terus menyeret Yuni kembali ke tenda.
"Cha, loe habis ngapain berdua ma kak Rey?" tanya Yuni penuh selidik.
" Nggak ada. Kebetulan aja tadi ketemu." jawab Icha asal.
"Jangan boong deh, ma gue!"
"Beneran!!"
"Udah yuk" Icha terus berjalan meninggalkan Yuni.
Rey masih berdiri di tepi pantai. Dia bingung dengan perasaannya sendiri. Benarkah dia menyukai Icha. Dia mengelak tapi saat melihat icha dengan Dimas, hatinya terasa panas. Dia marah.