
Icha masih menggerutu dengan sikap Rey. Bagaimana pun Dimas dan selina adalah teman mereka dan Rey tega membuat mereka seperti itu.
Rey telah sampai di rumah Icha. Dia menunggu Icha keluar.
"Ayo" Rey langsung menarik Icha dan menyuruhnay untuk cepat masuk kedalam mobil. Mobil melaju denagn kencang.
"Kenapa buru buru?" protes Icha . Dia sanagt ketakutan karena Rey ngebut.
"kita sudah hampir terlambat dan mama sangat tidak suka orang yang tidak disiplin." uca Rey.
" Bagaimana jika kita ke rumah mama lain kali saja." ucap Icha.
" Kenapa, apa kau takut?"
Icha mengangguk. "iya aku takut. Aku takut mamamu tidak bia menerima aku. aku hanyalah gadis kampung yang miskin. Sementara dirimu..." Icha tak melanjutkan ucapannya.
Dia merasa sedih dan takut. Jika nanti ibunya Rey mengusirnya.
"Jangan khawatir mama bukan orang yang seperti itu. Dan aku sudah mengatakan padanya siapa kau sebenarnya." ucap Rey tangannya menggengham tangan Icha.
Icha akhir nya menurut dan pasrah saat dibawa oleh Rey.
Icha diam sajja di sepanjang perjalanan menuju ke tempat tinggal Rey. walaupun Rey sudah menenangkan hatinya, jujur saja Icha masih merasa ketakutan.
Rey tahu Icha takut dan di terus menggenggam tangannya.
tanpa terasa mereka sudah sampai di rumah Rey. Rey turun dan menggandeng Icha masuk ke dalam rumah.
"ma...mama!" panggil Rey
mama Rey keluar dan menghampiri mereka "Wah cantik sekali ibunya, masih kelihatan muda seperti ABG," bathin Alya melihat mama Rey.
Ma, ini Icha pacar ku!" ucap Rey memperkenalkan mereka berdua.
Icha menyalami dan mencium tangan Mama Rey.
Mam Rey menadang penampilan Icha dari atas hingga bawah.
"cantik, tapi seperti dia bukan dari kalangan berada. Dia hanya gadis kampung yang coba menjadi tuan putri dengan. mendekati anakku Rey." bathin Mamanya Rey.
"Silahkan duduk," ucap mama Rey ramah.
"Ma, Icha , aku tinggal bentar ya. Kalian mengobrol aja dulu. Cha, Jangan takut mama aku baik kok." ucap Rey berjalan meninggalkan Icha dengan mama nya di ruang tamu.
"Oh ya, kamu tinggal dimana?" tanya mama Rey, walau tak suka dia tetap berusaha ramah.
"Saya kost di jalan x Bu" jawab Icha pelan.
Dia yakin mama Rey pasti sedang menilainya. Dari tatapan matanya Icha bisa menyimpulkannya.
"Sudah lama kenal dengan Rey?" tanyanya lagi.
Icha menelan salivanya dengan berat. "Baru Tante, sejak masuk di kampus." jawab Icha .
"Kau tahu, dia putraku atau satunya. Dan aku sanagt berharap banyak padanya. Aku tahu gadis kampung seperti mu hanya ingin mendapatkan uangnya bukan. Katakan berapa yang kau minta dan setelah itu tinggalkan ananku." ucap mama Rey datar.
"Mamaf Bu, Seperti nya ibu salah paham. Aku mencintai Rey tulus, jika ibu tidak menyukai saya. Silahkan saja tapi tolong jangan hina saya. saya memang miskin tapi saya punya harga diri.Sebaiknya ibu simpan saja uang ibu, karena saya tidak membutuhkannya.Saya tidak pernah mengejar Rey, tapi Rey lah yang mengejar saya. Jika ibu mau, katakan pada Rey untuk meninggalkan saya dan menjauhi saya. Saya permisi."
Icha berdiri dan berjalan keluar rumah Rey. airmatanya sudah meleleh disudut matanya. Sejak tadi dia sudah berusaha untuk menahannya.
Icha berjalan cepat dan swgeraemanggil.taksi.yang lewat. Dia menangis sepuasnya di dalam taksi.