Sheila & Rey

Sheila & Rey
Kecewa



Rey kembali ke rumahnya dalam keadaan marah. Gadis yang sangat dia cintai menyerah untuk memperjuangkan cintanya. Namun bukan Rey namanya jika dia menyerah atas penolakan icha.


Susah payah dia meluluhkan hati gadis yang telah mencuri hatinya, dan kini dia ingin melepaskan nya begitu saja. Tidak akan mungkin.


Rey sudah bertekad akan mencari tahu siapa dalang di balik ini semua.


Perlahan Rey masuk ke dalam rumah, dilihatnya rumah kosong dan Rey berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.


Rasa haus membuat Rey mengurungkan niatnya dan berjalan kembali menuju dapur.


langkah Rey terhenti saat dia mendengar mamanya berbicara dengan Seseorang melalui ponselnya.


"Bagus, aku suka dengan pekerjaanmu. Besok sisa uangnya akan aku tranfer ke rekening mu. Tapi pastikan anakku tidak mengetahuinya. Tutup mulut mu rapat rapat." ancam mama Rey.


Tak lama kemudian mematikan ponselnya.


Rey terdiam.mendenagr ucapan mama nya dan coba mencerna maksud dari ucapannya.


Rey mengepal kuat tangannya hingga jari jari nya berwarna putih. Rey sangat marah dan kecewa dengan mamanya.


Ternyata orang yang sengaja melakukan hal itu terhadap gadis yang dia cintai adalah mamanya sendiri.


Mama Rey kaget begitu dia melihat Rey berdiri di belakangnya dengan wajah merah padam. Mama Rey yakin jika Rey mendengar semua pembicaraan nya.


Mama Rey terdiam sejenak kemudian merubah ekspresi wajahnya bersikap seolah olah tak terjadi apapun.


"Tak usah berpura pura, Ma. Rey sudah tahu semuanya. Mama kan yang sengaja memfitnah Icha dan meminta ibu kost nya untuk mengeluarkannya dan mengusirnya dari sana." ucap Rey penuh emosi.


"A....aku, bukan mama yang melakukannya. Kenapa kau tega menuduh Mama???" ucap mama Rey terbata.


"Enggak.usah berbohong lagi, Ma. Rey sudah tahu semuanya. Mama tidak suka dengan Icha. Maka mama ingin menjauhkan aku dengannya bukan?!"


"Asal mama tahu, Rey sangat mencintai Icha dan Rey akan tetap menjalani hubungan ini dengan atau tanpa restu mama."


"Tapi Rey...mama lakukan ini demi kebaikan mu.Sadar Rey!! Dia itu bukan orang baik. Icha itu orang kampung yang ingin menanjak kaya dengan menjadi istri orang kaya. Dan kau harus menyadari semua itu. Karena mama tidak akan membiarkannya terjadi. Mama tidak ingin dia menjadi menantu mama." ucap Mam Rey.


"Mama selalu saja menilai seseorang dari harta kekayaannya. Rey muak ma. Semua orang menghargai Rey karena Rey anak orang kaya. Bukan karena Rey yang berprestasi."


"Dan asal Mama tahu, selama ini bukan Icha yang mengejarnya Rey, tapi Rey lah yang mengejar Icha. Rey mencintai nya, Ma."


Rey berjalan keluar dari dalam dapur. Rasa hausnya telah hilang bersama dengan amarahnya. Di depan pintu Rey kembali berucap. "Aku akan tetap bersama Icha. Jadi mama tidak usah repot lagi mencari ku.'


Mama Rey mendesah, sungguh berat menghadapi anaknya yang keras kepala. Dia sangat mengenal sikap anak kesayangannya itu.


Rey berlalu meninggalkan mama nya dan berjalan keluar rumah. Niat awalnya dia kan pulang, namun kekecewaan yang mendalam hingga di dalam hatinya. Mamanya, wanita yang paling dia cintai dan hormati, telah tega menyakiti gadis yang paling Rey cintai.


Rasa kecewa yang teramat sangat membuat Rey tak mampu lagi untuk berbicara. Diam dan melajukan mobilnya sangat kencang, menuju alamat Icha. Rey ingin menghabiskan waktunya bersama dengan Icha nya.