Sheila & Rey

Sheila & Rey
Ancaman



"Kau....!!!!!!"


Reyhan menunjuk wajah Sheila.


Sheila menunduk, takut.


""Kau... masih berani meminta tanda tangan ku setelah apa yang kau lakukan tadi, Hah!" bentak Rey..


Sheila semakin ketakutan...


"Maaf" Ucapnya lirih...


"Ha haha...


Rey tertawa


"Mana keberanian mu tadi. Bukankah tadi kau memaki aku, Mana tunjukkan kesombongan mu!" ejek Reyhan.


Sheila masih tertunduk.


"Aku tau, kau juga tertarik padaku, kan! Kau hanya berpura pura marah dan membenci ku tadi, padahal kau juga ingin menjadi pacarku. Aku sudah paham dengan trik Seperti ini. Harusnya kau tau diri, Aku tidak tertarik dengan gadis jelek dan kampungan sepertimu. " ucap Rey sinis.


Sheila sudah tidak dapat menahan kesabarannya lagi. Emosinya meluap. Dia tidak terima dengan semua ucapan Reyhan.


"Aku kesini bukan mau menjadi pacarmu, Aku hanya disuruh kakak pembina untuk minta tanda tanganmu. Kalau bukan karena bea siswa ku, aku juga nggak Sudi ketemu manusia sombong seperti mu. Dan satu lagi. Aku tidak tertarik dengan pria sok ganteng seperti mu. Meskipun kau kaya, tidak semuanya bisa kau beli dengan uang, termasuk Aku"


"Tak usah berpura pura." Rey Tertawa mengejek.


" Kau mau apa tadi, minta tanda tangan, Apa tidak ada alasan lain yang lebih masuk akal.! Ha..ha...ha


Sudahlah aku sudah sangat mengenal gadis seperti mu, yang ingin hidup mewah dengan memacari pria kaya. Katakan berapa uang yang kau inginkan?"


Plakk.....


Sheila menampar Reyhan


Reyhan mengeram kesal dan memegangi wajahnya.


Sheila sendiri terkejut dengan tindakannya yang spontan.


Reyhan maju mendekat ke arah Sheila, terus mendekat dan otomatis Sheila berjalan mundur. Semakin maju hingga akhirnya menempel ke tembok.


"Kau... Tidak mengenal siapa aku! Berani sekali kau menampar seorang Reyhan. Aku pastikan kau akan di keluarkan dari kampus ini besok.


Reyhan sangat marah, Selama ini semua gadis yang mengejarnya tapi ini dia di tampar seorang gadis kampungan dan jelek.


Sheila menarik nafas berat. Rasanya Salivanya menyangkut di tenggorokan. Matanya masih menatap Rey..


Dengan sekuat tenaga Sheila mendorong Reyhan. Kemudian dia berlari keluar ruangan.


Tinggal Reyhan sendiri yang menahan rasa kesalnya.


Dia mengambil ponselnya dan menelpon Roni sahabatnya.


dert,....derrrrrrt


"ya, Rey" jawab Roni mengangkat panggilan Reyhan.


"Aku ingin tahu semua hal tentang mahasiswi baru yang bernama Sheila Anjani. Dan Apakah benar Dia disuruh memint tanda tanganku?"


"Bentar,.. ada apa Rey? nggak biasanya kamu perduli dengan latar belakang seorang gadis? Apa yang terjadi!!!


"Tidak ada, aku hanya ingin memastikan sesuatu. Cepat kerjakan, aku mau dalam waktu 1 jam."


"Siap Bos!" jawab Roni sambil terkekeh.


Pasti ada sesuatu sehingga Reyhan sampai sejauh ini. Aku jadi penasaran, apa yang telah terjadi!" bathin Roni.


Kemudian dia segera melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Reyhan.


Tidak sampai Tiga puluh menit semua informasi yang di butuhkan Reyhan sudah dia dapat kan.


Roni berjalan ke Ruang Senat. Di tengah jalan dia melihat seorang gadis sedang menangis.


Muncul rasa penasaran di hatinya. Dan juga rasa iba.


Roni berjalan mendekati gadis tersebut. Kemudian dia memberikan sapu tangannya.


"Nih. Lap airmata mu!"


Sheila menerima sapu tangan tersebut dan mengelap air mata nya.


" Terimakasih".


Diperhatikan nya penampilan sheila dari atas ke bawah. Cewek ini unik sekali. Dia mengepang dua rambutnya dan memakai kacamata yang besar. Bajunya juga panjang dan sopan. Jauh dari kata cantik.


Roni tersenyum sendiri. Di jaman Dimana semua gadis berpenampilan cantik dan seksi ini malah kebalikannya. Apa dia ini benar benar berasal dari kampung atau dia sengaja berpenampilan seperti itu. bathinnya.


Kemudian dia kembali melanjutkan langkahnya menuju ruangan Reyhan.


"Pria yang baik," bathin Sheila.