
Rey terus mencoba menghubungi Icha, namun tidak bisa. Rey semakin kesal, dia melajukan mobilnya dengan kencang menuju ke rumah Icha. Rey khawatir.
Hanya dalam hitungan menit Rey sudah sampai ke rumah Icha. Diketuknya pintu dengan tidak sabar.
Tok...tok...tok...
"Cha...Icha... buka pintunya ini aku Rey." Rey mengetuk pintu rumah Icha dengan tidak sabar.
Icha bangun mendengar suara berisik dipintu,dan membuka pintu. Dilihatnya Rey berdiri di depannya. Rey langsung memeluk Icha. Lama dia memeluk Icha membuat Icha merasa sesak. "Kau tidak apa apa kan?" tanya Rey cemas.
"A..aku tidak apa apa."Jawab Icha terbata bata.
Rey menarik masuk Icha ke dalam rumah. Rey mengajaknya duduk di kursi. "Kau tidak perlu khawatir, aku akan mencari tahu siapa pelakunya? aku pastikan dia akan mendapatkan hukuman yang berat."
"Sudah lah Rey." ucap Icha pelan. Airmatanya kembali menetes. Dia tidak dapat menahan cairan bening itu untuk keluar.
"Tidak bisa, ini menyangkut nama baikmu. Sekarang semua orang menyebutmu...." ucapan Rey terhenti dia enggan meneruskannya.
Tak lama ponsel Rey berdering tertulis nama Roni. "Aku sudah mendapatkan nya. Orang yang mengambil photo tersebut dan yang memasangnya di Mading. Aku rasa mereka bekerja sama. Mereka sengaja ingin menghancurkan nama baik Icha. Aku sudah menangkap mereka berdua. Kini mereka berada di bascamp."
"Okey, tunggu aku disana. Sebentar lagi aku akan sampai." jawab Rey dan memutuskan panggilannya.
Rey mengeram kesal. " Belum cukup aku menghajarnya semalam. Tunggu aja, pembalasan dariku." ucap Radit pelan.
"Siapa?" tanya Icha penasaran melihat ekspresi wajah Radit berubah.
Rey berdiri dan akan pergi membuat Icha bertambah heran.
Sebelum berangkat ke rumah Icha Rey sudah menyuruh Roni menyelidiki siapa pelaku nya.
"Roni, dia sudah menemukan orang yang mengambil gambar dan menepelkannya di Mading. Tunggulah disni. Aku ada urusan sedikit. Nanti aku kembali akan aku ceritakan. Aku pergi dulu." ucap Radit mengecup kening Icha.
"Tapi.."
"Tunggulah dirumah. Aku tidak akan lama..Aku janji." ucap Rey berlalu keluar rumah.Masuk kedalam mobil dan melajukannya kencang menuju bascamp.
Rey langsung masuk begitu sampai disana. Roni dan beberapa anak buahnya sudah menunggu disana. Beni juga ada disana. Sementara dua orang yang mereka tangkap masih di kurung di dalam gudang gelap.
"Ada di dalam" ucap Roni berjalan lebih dulu. Roni membuka pintu dan masuk ke dalam.
"Siapa?" teriak seorang wanita dari dalam gudang. Suaranya menunjukkan jika dia ketakutan.
Rey berjalan masuk danwnghidulkan lampu ruangan."Apa kabar Selin?* tanya Rey sambil tersenyum licik.
"Re...Rey..." ucap Selina terbata bata.
"Kenapa? kau takut?? " tanya Rey dengan nada mengejek.
"Ti... tidak. Me..mengapa kau membawa ku kesini." ucap Selina coba menghilangkan rasa takut yang menyelimuti hati dan jiwanya.
"Kau bodoh atau berpura pura bodoh, Aku tahu kamu yang menyebarkan photo Icha. Dan apakah kau tahu siapa pria didalam photo itu?" tanya Rey dengan tatapan yang siap menerkam Selina..
Selina sulit menelan salivanya. Rasanya tenggorokan nya seperti tercekik. Dia sangat ketakutan.
"A...aku tidak tahu!" ucapnya pelan
"Maaf, maafkan aku Rey. Aku tidak tahu jika pria di dalam photo itu dirimu." Selina meminta ampun.
"Jika bukan aku, lalu kau bisa seenaknya membagikannya. Dan asal kau tahu Icha itu kekasihku. Mengusiknya sama saja kau mengusik diriku." ucap Rey tegas.
"Tapi aku tidak bersalah, aku hanya memajangnya didinding saja. Dan itu sudah dibuang!" jawab Selina.
"Tetap saja, kau sudah mengusik ketenangan Icha."
"Kenapa harus dia Rey. kenapa bukan aku. Kau tahu kan jika aku mencintaimu, sejak dulu aku sudah mencintai mu. Apa kurangnya aku Rey, aku lebih cantik, lebih kaya dan aku memiliki segalanya. Sedangkan dia hanya gadis kampung!" ucap Selina.
Rey semakin geram karena Selina menghina Icha. "Tapi dia memiliki Sesuatu yang tidak kamu miliki, dia memiliki harga diri. Dia mandiri, tidak seperti mu yang bisanya hanya menghabiskan harta orangtuamu. Satu lagi jangan pernah kau berani menghinanya apalagi menyentuhnya. Karena aku tidak akan pernah melepaskamu jika itu terjadi. " ucap Rey,
Selinq menangis mendengar ucapan Rey. Habis sudah semuanya.
"Roni,, " panggil Rey. Roni menoleh, dan mengangguk paham.
Rey berlalu keluar dari ruangan tersebut.