
Di sepanjang jalan Rey terbayang kejadian di kafe tadi. Dia sangat penasaran dengan wajah pelayan nya tadi.
Mungkin pelayan baru, karena aku belum mengenalnya.
"Wajahnya sangat mirip dengan siapa ya??? Seperti nya aku kenal betul dengan wajah itu. " Rey terus berucap dalam hati.
Setelah lama berpikir. Rey teringat wajahnya sangat mirip dengan si cupu.
"Mana mungkin itu dia, tapi kenapa sangat mirip ya?"
"Dia juga terburu buru seperti takut melihat aku. Aku akan memastikan nya besok. Aku jadi penasaran.!!!!!
Rey pun sampai di rumahnya.
"Eh... Den Rey sudah pulang!" sapa bik Inah pembantu di rumah Rey.
"Mama mana Bik?"
"Nyonya tadi pergi den. Katanya kalau den Rey tanya bilang ibu Keluar kota selama satu Minggu."
"Selalu begitu. Percuma aku pulang ke rumah." bathin Rey.
Rey berjalan menaiki tangga menuju kamarnya yang ada di lantai dua.
Rey masuk dan merebahkan dirinya di tempat tidur.
Rumah yang Rey tempati sangat besar, bahkan seperti istana. Tapi sayangnya.hanyanRey dan pembantu penghuni nya. Mama dan Papa nya sangat sibuk, bahkan kadang bisa satu bulan merek tidak berjumpa. Kalau pun bertemu hanya sekedar say hallo saja.
Rey merasa hampa dan kesepian. Itulah sebabnya dia suka nongkrong dan main dengan teman teman nya. Menurutnya semua orang sama seperti orangtuanya, hanya uang dan uang yang ada di pikiran mereka.
Rey bangkit dan mengambil kunci mobilnya. "Lebih baik aku ke club bareng Beni dan Roni."
Rey merogoh saku nya dan mengambil ponselnya.
"Ya halo?" sapa orang diseberang.
"Aku tunggu di tempat biasa." ucap Rey.
"Siip. Bos" jawab Rey.
Rey melajukan mobilnya menuju Club' x. Dian memarkir kan mobilnya dan masuk ke dalam.
Langsung menuju ruang VIP temapt Biasa dia dan teman temannya, menghabiskan malam. Dan langsung memesan minuman.
"Hai... Kau kenapa Rey?"
tanya Beni heran melihat Rey sudah banyak minum. Tak biasa Rey seperti ini kalau bukan lagi ada masalah berat.
" aku bosan hidup seperti ini. Aku benci mama dan papa aku. Mereka lebih sayang dengan uang dari pada aku, anak mereka sendiri." ucap Rey mulai meracau.
" Rey.... sudah jangan minum lagi kau sudah mabuk." ucap Roni menarik minuman di hadapan Rey.
" Kau jangan halangi aku, aku tidak mabuk." Rey terus meracau.
"Kau tau, si jelek dan kampungan itu tadi pagi berani menamparku. Aku tidak akan membiarkan nya hidup tenang. Dia sudah berani mengganggu seorang Reyhan. akan aku tunjukkan neraka baginya, hingga untuk melihat matahari pun dia enggan."
Rey terus meracau , Roni memapahnya dan membawanya pulang.
sampai di rumah nya. Roni membawa Rey ke kamarnya dan meletakkan nya di tempat tidur, kemudian dia pun pulang.
****
Rey sudah bangun dari tidurnya. kepalanya sangat pusing dan berat. Efek dari mabuk tadi malam.
Dia duduk di atas tempat tidur, memegangi kepalanya yang sakit.
Rey berjalan menuju kamar mandi dan melakukan ritual paginya yaitu mandi.
setelah Rapi danmakai baju, Rey turun ke bawah untuk sarapan
Lagi lagi dia kecewa. Mama dan Papanya tidak ada dirumah. Dia harus sarapan sendiri.
Rey beranjak keluar rumah. Tak jadi sarapan diansudah tidak berselera.. Sebelumnya dia mengambil kunci mobil di atas meja.
Mbok Inah berusaha manggil namanya l, tapi dia mengacuhkannya.
" Kasian den Rey" bathinnya.
Jangan lupa.tinggalkan jejak.ya.
Vote dan like juga komen.
Terimakasih