Sheila & Rey

Sheila & Rey
Restui kami



Perjalanan panjang yang mereka lalui akhirnya membuahkan hasil. Icha dan Rey sampai di kediaman orangtua nya di sebuah desa kecil jauh dari keramaian, di pinggiran kota Bogor.


"Assalamualaikum, ayah ibu..." panggil Icha


Belum ada sahutan, Icha mengetuk pintu beberapa kali, barulah adiknya keluar.


"Kak ichaa" panggil adiknya tak percaya.


"Dedi.."panggil Icha dengan begitu semangat. Dia memeluk adiknya yang sudah empat tahun tak bertemu. Sekarang Dedi sudah besar.


"ibu dan ayah mana?" tanya Icha kemudian.


"Ibu belum pulang kerja kak, dan ayah berjualan di pasar." ucap Dedi.


"Masuk dulu kak, bentar lagi juga ibu pulang." ucap Dedi.


Icha masuk ke dalam rumah yang sangat dia rindukan beberapa tahun ini. Sejak berangkat kuliah, Icha sama sekali tidak pernah pulang. Icha hanya mengirimkan uang jika dia memiliki gaji lebih untuk membantu ibunya di kampung.


Icha ke dapur dan membuat minuman untuk Rey.


"Silahkan diminum," ucap Icha.


"Seperti inilah rumah ku, sangat kecil dan jauh dari kata mewah."


"Aku tak masalah, apa kau lupa itu!" ucap Rey


"Kak ini siapa?" tanya defi yang sejak tadi terus memperhatikan Rey. Rasa penasaran melihat Icha pulang dengan pria tampan seperti bintang Korea.


"Oh ya kenalkan ini kak Rey, teman kakak." jawab Icha.


"Bukan teman, calon suami." jawab Rey berdecak kesal.


Icha kembali ke dapur, menyiapkan makanan yang dia bawa ke dalam wadah. Dia membawa beberapa roti ke depan dan disuguhkan kepada Rey.


"Assalamualaikum..." terdengar suara seseorang perempuan


"ibu....." jerit Icha langsung menghambur memeluk ibunya di pintu.


"I...Icha....kau itu nak." ucap.ibu terbata.


"iya Bu, ini Icha. maafkan Icha Bu,"


Kedua wanita itu menangis meletakkan kerinduan mereka, Rey genus memandanginya.


"Ini siapa?" tanya ibu Setelah dia dan Icha saling melepaskan pelukannya.


"Ca...calon suami." ulang ibu


"ini teman Icha Bu, jangan dengarkan ucapannya, ibu sehat kan Bu?" Icha masih memeluk ibunya yang duduk di sampingnya.


"Ibu sehat nak, ibu sangat merindukan mu, pernah ibu berniat pergi menyusul mu, tapi ibu nggak tahu alamat mu, jadi ibu urungkan lagi. Bapakmu sampai sakit sakitan karena memikirkan mu, "


"Maafin Icha Bu."


"Tapi ibu bahagia, akhirnya kau pulang.juga. Allah menjawab doa doa ibu." ucap ibu sambil menyeka air matanya.


"Sudahlah Bu, jangan nangis lagi. Maafkan Icha Bu."


Nak Rey, inilah kehidupan kami, ibu tak punya apa apa nak, harap maklum ya."


"Tidak apa apa Bu, ini sudah lebih dari cukup. Kasih sayang dan kehangatan keluarga ini jauh tak bernilai dari rumah mewah dan uang yang banyak tak menjamin kebahagiaan Bu, "


"Icha, ajak nak Rey makan, jangan tunggu bapak ku biasanya dia pulang sore." ucap ibu lagi.


Icha mengajak Rey makan siang kemudian dia menyuruh Dedi mengajak Rey ke kota menjemput bapaknya yang berjualan disana.


Sementara dia dan ibunya dirumah memasak dan menyiapkan makan malam.


"Cha, apakah itu anak majikan mu?" tanya ibu


Icha terkejut mengapa ibu tiba menanyakan siapa Rey!


"Dua tahun lalu ada orang kesini mencari mu dan dia mengatakan jika kau lari bersama dengan anak majikannya, apa yang mereka maksud Rey?'


"Tidak Bu, aku memang pergi dari kehidupan Rey tapi aku bukan pembantu disana. Rey anak orang kaya Bu, tapi dia tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari ibunya. Ibunya terlalu sibuk dengan harta dan perusahaan nya hingga dia tidak pernah memperhatikan Rey, Rey kecelakaan dan ibunya menyuruh ku pergi meninggalkan Rey.'


"Aku pergi jauh, sampai beberapa bulan lalu Rey kembali menemukan ku dan mengajak ku menikah."


"Apa ibunya merestui mu nak?"


Icha menggeleng. Ibu menarik nafas dalam dan berat, 'Kita orang sudah nak, tak pantas bersanding dengan nya yang kaya raya, mengapa tak kau tinggalkan saja dia."


"Aku tak bisa Bu, aku sudah lari jauh darinya tapi aku tak bisa membohongi hatiku jika aku hanya mencintai nya. Aku dah coba buka hatimu untuk orang lain tapi tetap tidak bisa."


"Bagaimana jika ibunya berusaha memisahkan kalian nanti?"


"Rey sudah meninggalkan ibunya Bu, dia memilih hidup mandiri, dan setelah kami menikah kami akan membangun usaha sendiri tanpa bantauun ibunya. Icha mohon Bu, restui kami." ucap Icha memohon.