
Perlahan Sheila bangkit dan berdiri. Seluruh tubuhnya terasa sangat sakit. Pukulan yang mereka berikan membuat seluruh tulang nya serasa remuk.
Baju yang dia gunakan juga kotor. Sungguh sangat mengenaskan kondisi Sheila saat ini.
Dengan tertatih Sheila coba untuk berjalan. Yuni datang dengan berlari. nafasnya ngos ngosan.
"Cha, kamu kenapa? Siapa yang tega berbuat seperti ini??
"Aku di keroyok oleh Selina dan teman teman nya."
"Sini, aku bantu. Yuk kita keruang UKS. Biar aku bersihkan lukamu." Yuni sudah berada di samping Icha dan berniat membantunya.
Mereka berdua berjalan menuju ruang UKS. Dengan telaten Yuni membersihkan luka di tangan dan kaki Icha. wajahnya juga agak lebam. Tadi ada yang menamparnya.
Rey sedang duduk di kelas , Roni dan Beni datang. kedua sahabatnya ini langsung duduk di depan Rey. Dosen mereka belum datang.
"Rey, Lo tau nggak! Tadi Selina ngamuk sama anak baru yang cupu itu. siapa nama?" Beni coba coba mengingat namanya.
"Sheila" jawab Roni.
Bersama an dengan Rey menyebutkan nama Sheila. "Cupu" jawab Rey enteng.
"lo uda kenal, Rey?"
"Ya kenal lah, dia kan pembokat gue." jawab Rey datar.
"Maksud Lo?" Beni bingung.
'Gini, sebenarnya Sheila itu pernah nabrak Rey dua kali. Sebagai hukumannya dia harus bersedia menjadi pembantu Rey selama 3 bulan. " Jelas Beni.
"Wah...tega lo Rey. Cewek kampungan gitu aja Lo embat juga. Emang stok cewek cantik loe kemana semua??? Habis..?" ejek Beni.
"Atau jangan jangan selera Lo dah berubah ya?" ucapnya sambil tertawa.
Rey hanya mendengus kesal mendengarnya.
"Aku hanya memberinya sedikit hukuman, karena dia telah berani menghina seorang Rey Aditama."
"Tadi Lo bilang apa, dia di kerjai oleh Selina dan teman teman, iya?"
"Gue nggak lihat sih, Rey. Tapi tadi anak anak pada ngebicarain mereka"
"Ada apa ya, apa yang dia buat hingga Selina marah dan membencinya. Aku akan menemui selina." bathin Rey.
"Ntar kalau pak Widodo datang, kumpulkan tugas gue ya". sambil memberikan tugas ya pada Beni.
"Lo mau kemana Rey?" tanya Beni heran.
"Kantin!" jawabnya datar
"Ikuuut!" Roni berjalan mengikuti Rey. melihat kedua temannya pergi. Beni juga bangkit dan berlari menyusul mereka.
"Ndra, nitip tugas gue dan Rey, ya!!" Beni berkata sambil berlari meninggalkan Andra yang belum sempat menjawab.
Kini ketiga cowok ganteng itu sedang duduk manis di kantin.
sementara Sheila dan Yuni sudah kembali ke kelas mereka. Sheila sudah merapikan penampilan nya. walau bajunya sedikit kotor, tapi dia tetap kuliah. Luka di kaki dan tangannya juga sudah di obati tadi.
Setelah selesai mata kuliah, Sheila bergegas menuju kantin, sesuai janjinya dengan Rey.
Sheila berjalan dengan cepat.
Dari pintu dilihatnya Rey sudang duduk bertiga dengan teman teman nya.
"huh...itu dia orangnya! aku harus kesana, kalau tidak nanti dia akan marah marah."
Sheila berjalan menuju meja Rey. Tiba tiba ada Seseorang yang menjulur kan kakinya hingga tertabrak Sheila dan dia pun terjatuh.
seluruh orang di kantin tersebut pun tertawa melihat kekonyolan Sheila.
"Jalan tuh pake mata, mata dah empat juga masih bisa jatuh." Ejek orang yang sengaja menjulurkan kakinya.
Sheila hanya mampu menahan rasa geramnya. Dia bangkit dan berjalan ke arah Rey. Dengan langkah yang agak terseok Seok.
' Pesankan kami minuman, dan juga cemilan!" ucap Rey begitu Icha berdiri di depan matanya.
Roni melihat Rey,
"Rey kamu nggak lihat dia habis jatuh gitu, kasihan Rey!" ucapnya.
"Dasar dia yang bodoh, gitu aja bisa jatuh."
Icha kembali berjalan dan membelikan pesanan Rey dengan berbagai macam perasaan.