REMEMBER ME?...

REMEMBER ME?...
Part 9



Sejak saat itulah mood-nya memburuk, ya bener-bener merasa menyesal kembali ke Kota Ini , tanpa kecuali . ia menyesal bertemu dengan gadis aneh itu , Kiara Kusuma . ia menyesal harus dijodohkan dengan gadis aneh itu , Kiara Kusuma. Kenapa rasanya gak di situ selalu ada di dalam kehidupannya? Siapa gadis itu sebenarnya ?


Vano memarkirkan sepeda motornya di basement dengan kasar . ia tidak peduli Apakah ada motornya melenceng dari garis batas , ia sedang tidak peduli dengan apapun hari ini . begitu ya turun dari motornya , ya segera melangkah memasuki gedung danmenaiki lift sampai ke lantai 5. tanpa menunggu lama , pria itu segera melesat menuju kantor manajer . namun, belum sempat ia mengetuk pintu , seseorang sudah menyapanya dari belakang .


"Eh, bukankah kau fotografer Vano Alexander itu ?" siapa seorang pria di belakangnya . pria itu masih muda dan berkarisma . ia mengenakan pakaian santai, memakai kacamata, dan terlihat dengan membawa secangkir kopi yang masih mengepulkan asap .Vano melirik teks name pria itu dan tersenyum ketika melihat tulisan : Chris Martin , Chief Manager


" Iya, halo." siapa Vano sedikit menundukkan badannya , menunjukkan rasa hormatnya .


" wah wah wah , kamu ternyata masih lancar berbahasa Indonesia ya. suatu keberuntungan padahal aku sudah berlatih bahasa Inggris . tapi baguslah ... Ayo masuk,Ada apa kamu ke ruanganku?" Tanya Kris sambil membuka pintu ruangannya dengan sebelah tangannya sementara sebelah tangannya lagi sedang memegang cangkir kopinya, Vano pun mengekor dari belakang .


Ketika Kris sudah duduk di kursinya Dan meletakkan cangkir kopinya di atas meja, barulah pria itu kembali bertanya.


" Ada perlu apa? Apakah kamu ingin membicarakan sesuatu?" tanyanya .


" begini ,apakah benar-benar ada seseorang yang bernama Kiara Kusuma di tim pemotretan kali ini ?" tanya Vano


" oh ...Anak baru itu , tentu saja ada ! kenapa ? kamu tidak menyukainya?" tanya kris tepat sasaran.


Vano tidak menjawab, melainkan terus menatap Kris dengan kedua tangan di belakang punggungnya.


tiba-tiba Kris tertawa , "jika alasanmu ke sini untuk memintaku mengeluarkan Kiara Kusuma dari tim karena alasan pribadi, Tentu saja aku tidak bisa mengabulkan permintaan itu. dia termasuk lulusan terbaik Akademi desain di London . Kapan lagi kita bisa menemukan orang Sepertinya di tim ini ? Dia mau bekerja di sini pun pasti karena mencari pengalaman, "


Vano mendesah keras.


" Tapi tenang saja ,dia masih dalam masa percobaan, karena ini kali pertamanya bekerja . untuk sementara , Ia hanya dikontrak selama 3 bulan . Jika dalam masa kontrak itu ia tidak bekerja sesuai dengan keinginan , Ada kemungkinan yang akan dikeluarkan . Tapi jangan terlalu banyak berharap juga, karena gadis itu kelihatannya cukup profesional "


___


Kiara Kusuma merasa beruntung telah diterima untuk bekerja di sini .orang-orang di sini baik-baik dan ramah , membuatnya seperti berada di rumah sendiri . meskipun ia orang baru yang tiba-tiba langsung menjabat sebagai ketua tim , tapi senior-seniornya tetap menyambutnya dengan baik dan menjelaskan setiap detail dengan baik pula . ini adalah awal yang baik bagi pekerjaannya .


semuanya memang tampak sempurna. pekerjaan yang sesuai dengan keinginannya , suasana yang nyaman , orang-orang yang ramah , semua tampak sempurna . sampai orang itu datang ,Vano Alexander .


Kiara tidak menyangka bahwa ia bekerja di tempat yang sama dengan orang itu . Ia pun tidak tahu bahwa orang itu bekerja sebagai fotografer . Dan ketika ia melihatnya berjalan dari pintu masuk dan langsung ke arah para kru kamera dan lighting jantungnya mencelos.


Rasanya ia ingin menghampiri lalu menceramahi pria itu mengenai berbagai hal tapi, ingin bersembunyi di saat yang bersamaan . Kiara berada di bagian kostum , letaknya tak begitu jauh dari kru lighting dan kamera , hanya saja ruangan kostum harus masuk ke dalam lagi, ke sebuah ruangan .


Aku - tidak - mengenalmu - jadi - jangan - tiba-tiba - menghampiriku- dan - mengatakan - Kau - mengenalku - karena - aku - tidak-mengenalmu .


Dan itu mampu membuat cara berjanji akan menjaga jarak dari Vano Alexander. Terutama di tempat kerja , mungkin pria itu memang bukan Vano Alexander yang ia kenal, mungkin pria itu pria yang berbeda ....ya , ia harus mempertahankan pemikiran itu ! Karena hanya dengan pemikiran itulah , Kiara bisa bertahan berada bersama Vano.


___


Bila pekerjaannya tidak begitu penting,Fana pasti akan memilih untuk mengundurkan diri. Namun pekerjaan ini cukup berharga. Namanya akan tercantum di majalah terkenal di IndonesiaDan ia akan selangkah lebih maju menuju impiannya.


Jadi,Ia tidak bisa keluarMeskipun dia selalu merasakan pandangan gadis itu yang mengikuti setiap gerak-geriknya,Ia harus bertahan.


Rasanya ingin sekali ia menegaskan kembali pada Gadis itu bahwa ia tidak mengenalnya pun mengingatkannya. Ia merasa tak perlu mengingatnya, sehingga Gadis itu pun harus sadar dan tidak lagi mengusik hidupnya seperti ini, tidak bisa kaya membiarkannya bekerja dengan serius ?


Beberapa jam lagi, pekerjaan akan dimulai. duduk di salah satu kursi di sebuah meja kosong yang berada di ruang tunggu sambil minum teh manis hangatnya. Iya baru ingat Iya belum sarapan tadi pagi, saking marahnya, Iya bahkan mengabaikan ibunya yang menyuruhnya untuk sarapan. dan ia sangat menyesalinya sekarang. katanya, artis yang akan bekerja sama dengan mereka akan datang beberapa menit lagi .


Vano melirik arlojinya lalu mendesah, ia ingin segera mengakhiri pekerjaan ini dan makan siang . ia bukan orang yang terbiasa meninggalkan sarapan pagi , jadi Hal ini benar-benar menyiksanya .


" permisi " sapa sebuah suara .


Vano berbalik dan mendapati seorang staf perempuan tengah berdiri di belakangnya sambil memegang bungkusan sandwich.


" ini untukmu," staff itu mengeluarkan bungkusan sandwich itu pada panu yang diterima Vano dengan sedikit bingung . " seseorang mengatakan Kau pasti sedang kelaparan , Jadi ia memintaku untuk menyerahkan ini ."


kening Vano berkerut." dari siapa?" tanyanya


Staf perempuan itu terlihat ragu . Iya sesekali menatap ke belakang , seolah ada seseorang di sana . " aku ... aku tidak bisa memberitahumu, katanya kalau aku memberitahumu , kau tidak akan mau memakan sandwich ini . kalau begitu aku permisi ." staff itu buru-buru menundukkan badannya dan pergi dari hadapan Vano .


Vano Sebenarnya masih tidak mengerti siapa yang dimaksud staff tadi, tapi karena perutnya menuntut untuk diisi sesuatu , Ia pun mulai membuka bungkusan sandwich itu lalu memakannya.


...****************...


Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.


Terimah kasih💜