
FLASHBACK ON.
Kenyataannya, malam itu setelah ia bicara dengan Kiara, Vano tidak langsung masuk ke dalam kamarnya . ia memaksakan diri untuk memastikan Gadis itu masuk ke dalam rumahnya dengan selamat dan tidak mementingkan dirinya sendiri yang sebenarnya sudah gemetaran kedinginan setelah melihat pintu rumah tema tertutup dapat di belakang punggung garis itu yang sok-soknya telah hilang, masuk ke dalam rumahnya , Vano barulah berbalik dan kembali memasuki kamarnya.
Ia menutup pintu balkon dan menarik tirai untuk menutupi pintu balkon yang terbuat dari kaca tersebut. pria itu kemudian mendesah lalu berjalan menuju meja tempat ia menyimpan foto-foto yang ia cetak sendiri lalu terdiam .
di sana, terdapat banyak sekali foto-foto hasil karyanya sejak dulu yang tertempel di atas meja, di atas sebuah papan yang dibelinya khusus untuk menempelkan hasil foto-foto dan juga yang sengaja diberi bingkai untuk dipajang di atas meja.
Pandangan Vano langsung mendarat pada sebuah foto yang tertempel di atas papan. di papan tersebut , kebanyakan adalah foto tentang alam dan pemandangan , namun ada beberapa foto yang menampakkan sebuah figur manusia sebagai tokoh utamanya . dan foto itulah yang panopandang lekat-lekat
pria itu menelusuri jarinya pada lembaran foto yang tertempel tersebut lalu tersenyum samar .itu adalah foto-foto yang diambil secara diam-diam yang bertokohkan Kiara . ada foto Kiara sedang bersama anak-anak di sekolah yang mereka kunjungi saat mereka berada di Bali , Tiara yang sedang bersama seorang anak kecil yang tersesat sembari memegang dua buah permen kapas , foto gadis itu yang kemudian Melambaikan tangannya pada anak kecil tersebut ,dan foto gadis itu dengan wajah menghadap ke kamera dan terlihat terkejut.
vano tempat berhenti untuk tertawa mengingat kenangan itu. Rasanya baru kemarin ya mengalami semua itu dan ia masih bisa merasakan betapa malunya ia saat itu.
dan saat ini , Vano baru sadar bahwa saat itu adalah kali pertamanya ia berkencan dengan Kiara . ya , mungkin hal itu bisa disebut sebagai kencan sekarang .
tangan dan pandangan Vano pun kembali bergerak menelusuri foto lainnya . kali ini , ia tertegur menatap sebuah foto yang masih diambilnya saat dia berada di Bali . Foto yang menampilkan sebuah tulisan di belakang foto jarak kecil yang ditemukannya di kotak yang ia kubur di taman sekolah sederhana di Bali kala itu .
Aku ingin selalu bersama Kiara , Aku tidak ingin membuatnya menangis .aku akan membuatnya bahagia . - V . A
membaca tulisan yang tertera di sana kembali membuat hatinya mencelos . setelah dipikir-pikir, ia merasa dirinya sangat jahat . Vano merasa jahat karena sepertinya ia telah mengingkari banyak janji pada Kiara namun Gadis itu masih berlaku sangat baik padanya .
Meskipun mulanya menyebalkan, namun Gadis itu sebenarnya selalu berlaku baik padanya. Iya tak pernah terlalu banyak mengeluh, dan ia banyak membantunya baik sebagai partner kerja ataupun sebagai teman lama. Dan Vano kembali mengingat percakapannya dengan Kiara tadi, tentang gadis itu yang meminta pendapatnya tentang kepergiannya ke Paris. Jika dipikirkan sekali lagi, untuk apakah di situ menanyakan pendapatnya jika Gadis itu tidak menganggapnya sebagai orang yang spesial.
Mata Vano kembali berpindah dan ia terdiam. Foto terakhir yang ia lihat di sana adalah foto terakhir tentang Kiara yang ia miliki. Namun dalam foto itu, terdapat pula dirinya dengan cara yang sedang tertidur di bahunya.
Fana mengeluarkan nafas berat. Pandangannya kemudian beralih setelah mengelus foto tersebut beberapa detik. Maniknya kemudian bertumpu pada salah satu bingkai foto yang berdiri di atas mejanya. Satu-satunya foto yang tidak lebih besar dari foto-foto berbingkai lainnya yang kebanyakan adalah foto keluarganya dan pemandangan yang menurutnya sangat luar biasa.
foto dirinya dan Windy saat di Amerika dulu.
Pria itu menata foto itu beberapa lama sebelum akhirnya mendesah. Ia telah memutuskan. Dia itu kemudian mengambil fotonya bersama Windy itu lalu memasukkannya ke dalam laci mejanya dan menutupnya.
___
Vano telah berusaha berbuat sebaik mungkin pada Windy , tatkala gadis itu memaksanya untuk ikut dengannya ke lokasi pemotretan. Dia juga telah menolaknya dengan tegas beberapa kali, namun Gadis itu terlalu keras kepala sehingga ia hanya bisa pasrah .
Alhasil, ia terpaksa terjebak dengan Windy lagi dalam pekerjaannya dan kali ini, tanpa Kiara di sisinya .
Pria itu awalnya merasa takut, Iya takut Iya kan kembali jatuh pada pesona Windy. Apalagi di sini tak ada Kiara. Namun berulang kali Vano menata pikirannya hingga ia berhasil bertahan selama beberapa hari hingga akhirnya Kiara kembali datang. Dan bisa kalian bayangkan betapa leganya Iya begitu melihat wajah Kiara.
Sejak Kiara kembali, Vano telah memantapkan dalam hatinya bahwa ia akan bicara pada Windy dan membuat Gadis itu mengerti. Iya memang telah mengatakan bahwa ia akan menunggu, namun menunggu selama 2 tahun bukanlah hal yang mudah. Dan kini, ketika ia bertemu dengan gadis yang lebih baik, Kenapa pula ya harus melepaskannya?
tetapi Vano tak tahu akan terjadi kecelakaan semacam itu. Kecelakaan itu membuatnya sangat khawatir hingga Ia adalah satu-satunya orang yang berlari dengan cepat ke lokasi, dengan hati-hati menggapai tubuh Windy yang untungnya tersangkut batang pohon dan tidak terjatuh ke dasar lalu menggendongnya hingga ke pos kesehatan. Dan Vano tetap menjaga sikap baiknya dengan menunggu Windy hingga Ia membuka mata.
Saat itu ia benar-benar khawatir, sehingga ia tak keberatan menungguinya dan mengakhiri pemotretan. Namun lelaki itu juga mengerti bahwa ia harus bicara dengan Windy. Karena itulah, setelah Windy terbangun, Vano mencoba berbicara dengannya.
Awalnya Vano kira Windy akan mengerti. Meskipun keras kepala, namun biasanya gadis itu akan mengerti jika ia menjelaskan hal yang ingin diberikan pengertian. Tapi apa yang terjadi ternyata tak seperti yang ia bayangkan.
Windy tidak mengerti. Dan gadis itu tetap memaksakan perasaannya terhadap Vano.
Lalu tiba-tiba Brian datang dan memberitahunya bahwa Kiara kolaps. Dan Vano bahkan merasa lebih khawatir dari apa yang ia rasakan pada Windy beberapa saat lalu. Pria itu merasa jantungnya sempat berhenti berdetak selama beberapa detik dan ia kesulitan bernapas. Apa yang terjadi pada Kiara? Di mana dia? Aku harus ke sana! Adalah satu-satunya yang muncul di benaknya ketika ia mendengar berita itu.
Saat itulah ia sadar bahwa dirinya telah benar-benar berubah.
Tetapi ketika ia hendak pergi, Windy mencegahnya, dan mengatakan hal yang seharusnya tak dia katakan karena ia tidak akan pernah bisa membalas perasaan gadis itu, lalu kemudian gadis itu menciumnya. Dan Vano merasakan perasaan aneh yang membuatnya tidak nyaman.
FLASHBACK OFF
...****************...