REMEMBER ME?...

REMEMBER ME?...
Part 16



Beberapa saat kemudian, hening menerpa . Tapi kemudian ...


"Uhuk!.." Kiara mulai terbatuk. Dada nya terasa sesak sekali seakan-akan ada yang meremas paru-paru nya. ia kesulitan bernapas .


Dengan spontan , ia berdiri dari kasur nya , tak menghirau kan album foto nya yang terjatuh ,ia beranjak menuju lemarinya mencari sebuah inhaler yang selama ini disembunyikannya dari orang tuanya .


"Di mana ... Di mana.."tanya Kiara .


Batuk-batuk dan sesak nafas itu semakin lama semakin menyakitkan hingga ia harus meremas baju di bagian dadanya seakan itu bisa mengurangi rasa sakitnya .


" Kenapa tidak ada ?" rumahnya lagi ketika ia sudah menggeledah seluruh isi koper dan lemarinya .Dengan susah payah, ia berdiri kemudian berjalan menuju laci di sebelah tempat tidurnya . Mengeluarkan tabung plastik dari sana , mengeluarkan satu buah pil dan memakannya . ia menelan susah payah tanpa air karena air putih yang biasanya ada di atas laci tersebut belum diisi . Tapi itu saja sudah cukup meredakan rasa sakitnya , setidaknya untuk saat ini .


Dengan keadaan lemah, Kiara berbaring di tempat tidurnya . Pelan-pelan ia menormalkan asupan oksigen dalam paru-parunya . Baru seketika ia bisa bernapas normal , dan batuknya pun sudah rendah. Setelah memastikan semuanya baik - baik saja, barulah ia berani keluar dari kamar untuk mencari air putih .


" Ada yang bisa saya bantu nona ?" tanya seorang pembantu yang berpapasan dengan nya .


Kiara menggeleng sambil tersenyum dan menerus kan langkahnya menuju dapur . Setelah mengisi kerongkongan nya dengan air , ia baru benar-benar bisa merasa lega. Beruntung , seperti nya wajah nya tidak berubah begitu pucat hingga tidak perlu khawatir ketahuan oleh orang tuanya dan adiknya . Meski pun ia tak menyangka serangan seperti ini akan menimpa nya lagi.


Kiara menghilang kan nafas ." aku tidak boleh Terlalu Lelah,"gumamnya lalu ia segera kembali ke kamarnya.


__


" Jadi,Kau mengguna kan cara itu untuk memeras nya ? jenius sekali kau Kiara Kusuma ."


Kiara tertawa sendiri ," kau harus nya ada di sana bersamaku ,jika kau melihat wajahnya , kau pasti akan tertawa terpingkal-pingkal ."


" Sudah pasti !"


" Oh iya, Daren di mana ? Dari tadi aku berusaha menghubungi ponsel nya tapi sepertinya dimatikan ."


" Darren ? Dia sedang ada rapat dengan kepala sekolah, dia kan salah satu penerima dana beasiswa, jadi dia harus mengikuti rapat itu ."


" Apa kau tidak ikut ?" tanya Kiara


" Aku sudah datang kemarin , jadi aku tidak ikut hari ini , apa aku tahu apa itu sangat membosankan ."


"Eiy.. Jangan seperti itu"


terdengar suara tawa Marsha di seberang ," Kiara , kapan kita akan bertemu? Aku sangat merindukanmu ."


" Iya aku juga. Nanti akhir pekan jangan lupa mengunjungiku ya !"


"Hmmm! Ah aku harus masuk kelas, bye bye.."


"Hmmm..." Kiara pun memutus sambungan telepon nya. Ia terdiam sesaat , apa yang harus dia lakukan hari ini ? Ia merasa bosan setelah beristirahat selama beberapa jam tadi .


____


Vano tengah berkutat dengan laptopnya di ruang tamu, sibuk mengedit dan menyeleksi beberapa gambar yang baru saja diambilnya tadi siang ketika pintu depan tiba-tiba terbuka dan muncullah wajah adiknya. Sean yang baru pulang dari universitas. Adiknya melirik singkat pada sosok Vano tapi kemudian berlalu tanpa mengatakan apa-apa.


" Sean Tolong ambilkan aku air putih!" titah Vano tanpa menoleh dari layar laptopnya, iapun menoleh pada sosok Sean sekedar untuk memastikan apakah adiknya itu benar-benar pergi mengambilkannya air .


Mainan santai yang meletak kan air putih itu di sebelah laptop panu .


" thank you." ujar Vano pada adiknya singkat sambil meraih gelas tersebut,berniat meminumnya.


" Oh ya Kak , kau tahu malam ini ada pertemuan keluarga dengan keluarga Kusuma ." ujar Sean.


Vano tersedak , hampir saja ia memuntahkan air yang baru saja masuk ke mulutnya, namun dengan susah payah ia berhasil menelannya kembali .


" Apa ?!" teriaknya


" kau belum mengetahuinya ? apa Mommy belum memberitahukannya padamu? Oh Seharusnya aku tidak mengatakannya ya " Sesal Sean .


" Apa katamu ? Pertemuan keluarga ? Malam ini ?"ulang Vano yang masih tidak percaya .


Sean mengangguk ." iya , kalau nggak percaya kau bisa tanyakan pada Daddy atau Mommy nanti . mungkin sebentar lagi mereka juga akan menelepon memintamu untuk bersiap-siap ."


Vano terdiam , Iya benar-benar kehilangan akal. kenapa begitu tiba-tiba? Kenapa harus di saat-saat seperti ini ?


" Oh ya Kak, aku berharap , di pertemuan keluarga nanti , kau tidak akan mengacaukan segalanya." ujar saya dingin sebelum berlalu meninggalkan Vano


Sepeninggalan Sean, Vano mendesah keras . Ia mengacak acak rambutnya frustrasi lalu ponselnya berbunyi, menandakan adanya telepon masuk dan benar saja itu dari ibunya .


Dengan jantung yang berdebar , Vano berharap semoga alasan kenapa ibunya menelepon bukanlah alasan yang tadi disebutkan oleh Sean. Semoga itu hanyalah bualan anak kecil itu dan tidak dilaksanakan secepat ini semoga ...


" Halo mommy?"


" Vano, cepat siap-siap . Malam ini akan ada pertemuan dengan keluarga Kusuma untuk membicarakan mengenai perjodohanmu dengan Kiara . Pakai jas terbaikmu malam ini, pukul 08.00 malam nanti Daddybdan Mommy akan datang ke rumah untuk menjemputmu dan juga Sean , cepat bersiap-siaplah !"


"Apa?"


" Kalau begitu Ibu tutup ya teleponnya , bye sayang ."


Setelah ibunya menutup telepon , dia masih terpaku. Seolah-olah membatu, ia tidak bisa bergerak . ia kesal karena ternyata berita itu benar .


"Hais.. Apa yang harus aku lakukan ?" batinnya . Iya tak bisa membatalkannya hari ini , belum ada alasan yang tepat dan Sean pasti akan membunuhnya walaupun seen adalah adiknya, tapi ketika pria itu marah pria itu bisa mengalahkan Vano dan itu bukan hal yang baik .


dalam keterpurukan itu , ponselnya berdering kembali , ada telepon masuk lain nya . dengan kesal karena merenggut ponsel nya di atas meja dan melihat siapa yang menelponnya.


Windy ..


Melihat nama itu, ia kembali merasa bersalah . Ia seharusnya menyukai Windy dan berada bersamanya ! apalagi Windy sudah tahu bahwa ia menyukainya sejak lama meskipun gadis itu belum membalas perasaannya, seharusnya ia tidak bisa bertunangan dengan orang lain secepat ini , karena itu ia sangat merasa bersalah .


Dan Karena itulah ,ia menekan tombol merah di layar ponselnya lalu mematikannya.


...****************...


Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.


Terimah kasih💜