
"Terima kasih , kamu pun telah menjadi desainer sekarang . Kan kamu pun sekarang bertambah cantik " goda Bryan .
" Aish... Berhenti menggodaku seperti dulu!" seru Kiara kesal sementara Brian hanya menjulurkan lidahnya pada sejarah .
___
Pemotretan benar-benar berjalan lancar sampai akhir nya mereka sampai ke Sesi kelima dan tiba-tiba Vano mulai naik darah . Ketika Brian Kembali ke tempat pemotretan , Vano mendesah keras sambil meletakkan kameranya di atas meja , terlihat putus asa dan marah di saat yang bersamaan.
"Apa ku ingin membuat perasaan ini bangkrut ?"tanya Vano. Matanya memicing tajam pada acara yang berdiri tak jauh dari latar pemotretan dan tengah berdiskusi dengan desainer lainnya .
Kiara yang merasa dipandangi ,segera berbalik dan menatap Vano dengan pandangan bertanya . Setelah Vano mengisyaratkan cara untuk mendekat ,Ia pun menghampiri Vano.
"Ada apa ? tanya Kiara , berusaha se-profesional mungkin .
"Lihat orang yang ada di depanmu !"pinta Vano tanpa menoleh .
Tiara beralih menatap Brian yang berdiri di hadapan mereka . Kiara meneliti penampilan Brian , Tak mengerti di mana letak salahnya , sementara Brian sendiri menatap Kiara dan Vano tidak mengerti . seketika Kiara menepuk keningnya, ia segera menyeret Brian kembali ke ruang ganti tanpa memperdulikan pria itu yang terus bertanya kenapa.
" Jam tangan, jam tangan , jam tangan ! kenapa aku bisa sebodoh ini biar aku semua?"Ucap Kiara dalam hati. ternyata , Brian masih mengenakan jam tangan sesi ke-4 yang sama sekali tidak cocok dengan pakaian di sesi kelima. Setelah melepaskan jam tangan, Brian menatap Vano kagum .
" Wah... pria itu masih bermata tajam seperti dulu." ujarnya
" Tapi kenapa dia tidak mengingatku?" Tambah Brian bingung.
Kiara hanya bisa menghela nafas berat mendengar pertanyaan Brian . Sungguh,Ia pun tidak mengerti mengapa Vano tidak bisa mengingat mereka yang ada di masa lalunya . Yang ia tahu , pasti ada suatu alasan , namun fana tidak mau memberitahu alasan itu kenapa??
___
" Kiara ,mau makan siang bersama ?" tawar Bryan pada Kiara ketika sudah memasuki waktu makan siang dan tim fotografi tengah melakukan editing . Karena merasa tidak ada lagi yang perlu ia lakukan , Kiara pun menyetujui ajakan Brian lalu mereka berjalan berdampingan menuju restoran di lantai bawah .
"Sekarang enaknya makan apa ya?" gumam Brian di dalam lift .
Kiara yang berada di sampingnya , menoleh menatap Brian bingung ." kamu tidak capek ?" tanyanya
Brian menoleh lalu menggeleng Sambil tertawa . " tidak , aku malah masih merasa bersemangat !" serunya dalam hati .
Kiara memuji totalitas Bryandalam bekerja . jika dibandingkan dirinya yang hanya diam di wardrobe , pastilah Bryan yang seharusnya lebih lelah daripadanya . Tapi kenyataannya, dia merasa dirinya lah Yang kecapean . Sudah cukup banyak Iya diprotes Vano dengan kesalahan-kesalahan kecil dan membuatnya malu di hari pertama bekerja . Mungkin , batinnya yang lebih lelah daripada fisiknya .
Saat mereka sampai di lantai dasar ,ponsel Kiara berdering, menandakan ada telepon masuk. Kiara segera merogoh ponselnya di dalam tas tangannya , lalu melirik layar ponselnya . Ibunya menelpon , dengan segera ia menyentuhkan jarinya di layar ponselnya lalu menempelkan nya di telinga sembari berjalan beriringan memasuki restoran.
" Halo ibu, Iya kenapa ?" tanya Kiara .
" Kiara, tadi sebelum Ibu berangkat ke kantor , Ibu sempat berpas-pasan dengan Nyonya Alexander . Karena penasaran Ibu pun bertanya , badannya perihal tentang Vano ." kata ibunya .
"Lalu .." balas Kiara Acuh. Mereka sampai di depan counter , Brian bertanya apa yang ingin dipesan Kiara sementara gadis itu membalas terserah saja dengan isyarat tangan.
"Kamu harus tahu hal ini Kiara . Vano ,Dulu ketika umurnya 19 tahun , Ia mengalami sebuah kecelakaan parah . bus yang ditumpanginya ditabrak oleh sebuah truk kontainer di Amerika sana . Dia selamat dari kecelakaan itu , tak kurang satu apapun . Namun tampaknya otaknya mengalami trauma , dan Ia terkena Amnesia. Dan itulah yang menyebabkannya tidak bisa mengingat masa lalu sebelum Kecelakaan terjadi "
Kiara terdiam mendengar penjelasan ibunya . nafasnya tercekat dan jantungnya berdegup kencang. sekarang, semua terasa masuk akal . Brian yang melihat perubahan pada diri Kiara berusaha memanggilnya, namun tidak mendapat balasan apapun dari gadis itu . Kiara tidak bergerak sensi pun dari tempatnya berdiri , dia masih sibuk mendengarkan penjelasan ibunya .
" Vano telah mencoba terapi untuk mengembalikan ingatannya, namun tidak berjalan bagus , sehingga ia berhenti . Dokter bilang cara lain untuk mengembalikan ingatannya adalah dengan mendekatkannya pada masa lalunya
Hening sesaat ,keheningan itu hanya diisi oleh dentuman jantung Kiara .
" Tolong bawa kembali memori masa lalu kalian . Buat ia mengingat masa lalunya . Terutama untukmu , Kiara. Ibu tahu kamu adalah salah satu orang terdekatnya di masa lalu , hal ini pasti akan membuatmu tertekan . Tapi tolong bantu dia ya ."
Mendengar permintaan ibunya , Ia mendesah. Ia ingin sekali agar Vano bisa mengingatnya walaupun sedikit memori yang tersisa untuknya. Ini adalah kesempatan nya , tapi kenapa ia merasa sangat ragu ?
Akhirnya setelah beberapa detik terdiam , Kiara kembali berbicara . " Baiklah Ibu aku akan membantu sebisa mungkin."
Terdengar kelegaan ketika ibunya kembali berbicara. ketika ibunya mengakhiri sambungan telepon, Kiara kembali.
Memasukkan ponselnya ke dalam tas tangannya lalu terdiam, pandangannya kosong .
" Kiara!"
Mendengar namanya dipanggil,Kiara menoleh . Ia baru sadar bahwa ia masih berada di restoran, bersama Bryan Wijaya .
" Iya ,ada apa ?" Tanya Kiara linglung .
"Ini makananmu ." tunjuk Brian pada nampan di atas counter. Brian sendiri sudah memegang nampannya miliknya , sehinggaTidak memungkin kan baginya untuk memegang dua nampan sekaligus .
" Iya belum aku bayar ya ."
" Sudah aku bayar .
Kiara beralih menatap Bryan ,ia tersenyum "
Terima kasih" ujarnya pelan.
Kiara pun merahi nampannya lalu berjalan mengikuti Brian menuju meja yang kosong . Ketika mereka mulai makan makanannya , Brian menempati Kiara berkali-kali termenung ,seperti sedang memikirkan sesuatu.
" Kiara , ada apa ?" tanya Brian
"Ah... tidak apa-apa." jawab cara sambil mengibaskan tangannya . Namun , rasanya ada sesuatu yang disembunyikan oleh gadis itu . Bryan tidak mau membuat jarak tidak nyaman dengan memaksanya untuk bercerita . Ini adalah kali pertama mereka kembali bertemu , ia tidak ingin pertemuan-pertemuan mereka selanjutnya menjadi anggung, karena itu Brian hanya mengangguk .
Setelah berapa lama , setelah cara memikirkan matang - matang perbuatannya , ya kemudian menatap Brian " Bryan" panggilnya
"Hmm?" Bryan menoleh menatap Tiara
"Menurutmu , apakah masuk akal Kalau Vano melupakan kita ?" tanya Kiara.
"Vano melupakan kita , maksudmu? Kamu juga dilupakan olehnya ? wah... Benar-benar dia itu! katanya Ya sudah tidak sabar inginbertemu dengan kita saat ulang tahunnya yang ke-18, terutama denganmu , tapi sekarang dia .. Ahh..Sudahlah ! entah apa yang terjadi sama anak itu ?"
...****************...
Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.
Terimah kasih💜