REMEMBER ME?...

REMEMBER ME?...
Part 8



Tiara baru saja membuka gerbang rumahnya untuk menuju ke luar rumah sementara di sebelah tangannya bersiap mengeluarkan sesuatu dari balik saku cardigannya , ketika sebuah mobil Hyundai Tucson berwarna putih baru saja berhenti di depan rumahnya. si pemilik mobil membuka kaca jendelanya dan menengokkan wajahnya keluar . ia tampak terkejut melihat Kiara berada di luar rumah.


"Kiara!" seru pria itu sambil Melambaikan tangannya .


Kiara menoleh Dan Tersenyum , diam-diam dia mengurungkan niatnya untuk mengeluarkan benda yang ada dalam saku cardigannya. " Daren ? Apa yang sedang kau lakukan di sini ?" tanya Kiara.


" Aku ingin mengantarmu ke tempat kerja barumu ." jawab Daren.


"Tak kusangka ternyata timing-nya tepat sekali !"


Kiara tertawa " jadi , kau akan memberikanku tumpangan ?"


" tentu saja , ayo Naiklah ." ujar Daren .


"cuaca di luar sedang tidak bersahabat , sekarang sedang permulaan musim hujan , jangan lama-lama di luar Nanti kamu bisa sakit ."


Kiara mendengus, " aku tidak selama itu ,kamu tahu sendiri kan seperti apa kuatnya aku ." ujarnya lalu beringsut menaiki mobil dan duduk di kursi penumpang yang terletak tepat di sebelah Daren .


baru saja Kiara duduk di kursinya , tangan Darin tiba-tiba terulur dan mengacak-acak rambut Kiara , membuat Gadis itu menggerutu kesal ." ih Rambutku jadi rusak ..."


Daren hanya tersenyum sambil mengalihkan pandangannya ke depan ." tidak apa-apa , kau akan tetap cantik kok meskipun rambutmu berantakan seperti itu . " ujarnya. mereka terdiam cukup lama sebelum akhirnya Daren bertanya .


" ngomong-ngomong di mana alamat kantormu itu?"


___


" ngomong-ngomong ya, Jika kamu mengantarku ke kantor sekarang , bukankah kau akan Terlambat untuk kuliah ?" tanya Kiara sambil melirik ke kursi belakang , tempat di mana terdapat banyak buku dan sebuah tas .


" tidak juga, Timpal Darren . matanya masih fokus pada jalanan di depannya .


" aku kan ingin memastikanadik kecilku ini sampai ke kantor barunya dengan selamat."


Cara menyempitkan matanya sambil menatap Daren tajam ." itu bukan jawaban yang sebenarnya ya kan ." ujarnya.


Daren tertawa , ia seakan lupa betapa Kiara sudah sangat mengenal dirinya. "baiklah , Karena aku sudah tertangkap basah oleh dirimu , Aku hanya ingin tahu di mana letak kantor barumu itu , Jadi jika kau butuh bantuan aku bisa langsung ke sana tanpa kebingungan ."


" Ihhh apaan sih , Sudah kubilang kan aku ini bukan anak kecil lagi ." sungut Kiara


" kau akan selalu terlihat seperti anak kecil bagiku ."


Kiara hanya bisa mendengar kesal mendengarnya.. " Oh iya Bagaimana hubunganmu dengan Marsha ?" tanya Kiara tiba-tiba .


Daren terbatuk-batuk ."hei kenapa tiba-tiba kau menanyakan itu ? Aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Marsha ." bantahnya


" aku juga tidak bermaksud mengatakan Kalian ada hubungan apa-apa " ujar Kiara


" tapi kenapa ya kau tiba-tiba menjadi gugup gitu?" lanjut ke arah sambil mengerling jahil.


"tapi ya,Aku dengar semenjak 3 tahun yang lalu Kamu selalu mengantar jemputnya , kalau bukan karena ada sesuatu,Apalagi coba?"


" itu karena aku tidak bisa membiarkan sahabatku dari sekolah menengah atas pergi dan pulang sendirian ,apalagi dia wanita "


" Oh jadi seperti itu ?" cara menekuk bibirnya ke bawah lalu mendesak keras, " sayang sekali "


" kenapa ?" tanya Daren yang bingung melihat Kiara


" Padahal aku ingin kalian berdua bersama , kalian sangat cocok satu sama lain !" ujar Kiara dengan pandangan menerawang.


Darren menjitak Kiara cepat , "kamu itu terlalu banyak berkhayal , lagi pula kami tidak punya waktu untuk membangun hubungan yang seperti kamu pikirkan itu."


Kiara hanya mengangguk-anggukan kepalanya mendengar penjelasan Daren ," Oh ya kudengar Marsha akan bekerja part time di sebuah toko bunga? apa Kakak bisa mengantarkanku ke sana ?" tanya Kiara


" baiklah baiklah , Anggap saja aku ini sebagai sopirmu." dengus Daren .


Kiara pun hanya tersenyum mendengar ucapan sepupunya itu.


___


"Kau akan baik-baik saja bukan? Kamu akan langsung menghubungiku Jika terjadi sesuatu kan?"tanya ada Daren dari dalam mobil ketika ia dan iara sudah sampai di depan kantor Kiara dan cara sudah turun dari mobilnya dan berdiri di depan kantornya.


Kiara mengangguk,"Berhentilah memperlakukanku seperti itu,Kau terlihat seperti Ibuku"Keluh Kiara.


"Jangan terlalu memikirkan banyak hal,Fokuslah pada pekerjaanmu.Nanti kau akan lupa sendiri."Nasehat Daren Lagi


"Baiklah..."Gumam Kiara


Daren hanya tersenyum lebar, Ia pun Melambaikan sebelah tangannya lalu menutup kembali kaca mobil dan melesat meninggalkan ke Kiara sendirian. Kiara menghilangkan nafas panjang lalu menghembuskannya , ia berbalik dan menetap gedung kantornya yang menjulang tinggi di hadapannya . Sebelum ia sempat melangkah , terdengar suara sebuah kendaraan bermotor yang melesat cepat di belakangnya . kaget, Kiara berbalik dan melihat seorang pengendara bermotor berpakaian hitam baru saja berbelok ke arah basement. Iya hanya bisa geleng-geleng kepala, siapapun yang mengendarai motor tadi pasti perasaannya sedang buruk.


___


"Bodoh" berkali-kali Vano merututi dirinya sendiri dengan sebutan bodoh. Bagaimana tidak?kenapa ya baru tahu jika ternyata salah satu desainer yang akan bekerja sama dengannya adalah si gadis gila itu? oh siapa namanya tadi?Kiara Kusuma? Sepertinya berberapa bulan ini akan menjadi bulan tersial baginya.


Tadi pagi , sebelum ya berangkat ke kantor , seseorang mengirimnya email. Itu adalah email dari staff di kantor majalah tempatnya bekerja, ia adalah orang yang bertanggung jawab untuk menyampaikan tugasnya selama di sana. Dan ia benar-benar menjelaskannya secara detail . Mulai dari model , tema , hingga staf lainnya . bahkan ia pun menyertakan semua foto orang-orang dan sedikit profil mereka agar ia lebih nyaman , katanya . Dan ketika ia sampai di halaman desainer ,ia benar-benar tak menyangka wajah gadis itu akan berada di sana . terlebih lagi , ia adalah ketua dari tim desainer tersebut dan tentunya seseorang yang akan sering berkomunikasi dengan fotografer.


Sejak saat itulah mood-nya memburuk, ya bener-bener merasa menyesal kembali ke Kota Ini , tanpa kecuali . ia menyesal bertemu dengan gadis aneh itu , Kiara Kusuma . ia menyesal harus dijodohkan dengan gadis aneh itu , Kiara Kusuma.Kenapa rasanya gak di situ selalu ada di dalam kehidupannya? Siapa gadis itu sebenarnya ?


Vano memarkirkan sepeda motornya di basement dengan kasar . ia tidak peduli Apakah ada motornya melenceng dari garis batas , ia sedang tidak peduli dengan apapun hari ini . begitu ya turun dari motornya , ya segera melangkah memasuki gedung danmenaiki lift sampai ke lantai 5. tanpa menunggu lama , pria itu segera melesat menuju kantor manajer . namun, belum sempat ia mengetuk pintu , seseorang sudah menyapanya dari belakang .


"Eh, bukankah kau fotografer Vano Alexander itu ?" siapa seorang pria di belakangnya .


...****************...