
Daren ikut Duduk di atas tempat tidur Tiara diikuti Marsha yang duduk di sampingnya . mulai membuka lembar demi lembar album foto itu hingga mereka mencapai foto terakhir .
Foto Kiara dan Vano saat SMP . Kiara terlihat masih mengenakan seragamnya , sementara Fano mengenakan baju bebas . Mereka tersenyum ke arah kamera meskipun keduanya tampak Tak Rela . dan background foto tersebut adalah di bandara .
Dari penampilannya, orang bodoh saja pasti tahu bahwa Vano yang tadi mereka lihat adalah Alexander yang sama dengan di foto ini . Lalu kenapa pria itu bertingkat sama bola dia tidak mengenal Kiara ? Apakah pria itu sedang mempermainkan Kiara ?
" Di foto akhir ....Kalian berpisah ?" tanya Daren
" Dia pindah ke Los Angeles ." jawab Tiara sambil menatap meja belajarnya kosong . Tiba-tiba hatinya Terasa seperti ditusuk-tusuk lagi .Mengingatnya saja sudah sangat menyakitkan .
"Kia, Kalau boleh tahu , apakah hubungan kalian hanya sebatas teman? maksudku ..." Marsha menggigit Bibir bawahnya , Iya kesulitan mengungkapkan pertanyaannya .
"Ah, jika kau tidak mau menceritakannya tidak apa-apa , tidak usah diceritakan ..."
" Dia cinta pertamaku ." ucap Kiara lirih. Namun mampu didengar oleh Darren dan juga Marsha.diam-diam air mata Kiara yang sedari tadi dibendungnya, akhirnya tak terbendung lagi
___
Vano Alexander menguap, itu adalah kali kelimanya yang menguap sejak memasuki rumah barunya yang katanya rumah lama mereka itu . ya duduk di depan meja makan , menatap makanannya tanpa selera.
"Kak,, jika kamu lelah, kamu bisa istirahat dulu ." ujar Sean ,adik laki-laki Vano yang duduk di sampingnya .
Vano mengibaskan tangannya," tapi aku juga tidak bisa membiarkan perutku kosong ."
Sean hanya bisa menggantikan bahu lalu kembali melahap makanannya. Sementara itu , Vano mulai menyentuh makanannya meskipun ia terlihat hanya memainkannya saja dengan garpunya .
" Kakak, kamu kenapa sayang?" tanya ibunya , yang merasa yakin anaknya ini memiliki masalah.
Vano akhirnya meletakkan garpunya dan menatap ibunya dalam-dalam . " mom , mommy kenal dengan gadis cantik di sebelah rumah kita itu ?" tanyanya langsung.
Ibunya mengerjap beberapa kali sebelum menjawab. " tentu saja, mereka sudah bertetangga lama dengan kita, "
" Tapi gadis itu aneh banget , dia cantik tapi aneh !" Sembur Vano, dan tanpa disadarinya Sean mendelik tajam ke arahnya .
" Jangan bicara seperti itu dia adalah pasanganmu nanti ujar ayahnya kalem .
Pandangan Vano beralih cepat ke arah ayahnya yang tengah duduk di ujung meja makan . Yang sedang memakan makanannya dengan penuh Wibawa. Tanpa sadar , mulutnya membuka tanda tidak percaya .
" Kami sudah merencanakan Perjodohan kalian saja dulu , dan ini demi ..."
" Daddy dan Mommy menyuruhku pulang hanya karena aku akan dijodohkan ?" potong Vano . yang memajukan punggungnya ke depan , kedua siku Tangannya ditumpukkan di atas meja sementara matanya menatap ayah dan ibunya tajam .
" Bukan gitu , ini hanya kebetulan saja bertepatan... jadi ..."
" Sekalian saja ?" karena kembali memotong perkataan ibunya ." Apa kalian tidak memikirkan perasaanku? Bagaimana jika aku sudah menyukai seseorang? Bagaimana jika aku tidak tertarik? Bagaimana jika aku membencinya ?" Ujar Vano
" kamu tidak mungkin membencinya , dia ..."
"Kak,mengalah lah Sekali Saja !!'kali ini Sean yang sedari tak diam, ikut bicara dan memotong perkataan ayahnya .
" Ini juga demi keluarga kita, kamu tidak tahu keluarga kita hampir bangkrut kan ?tentu saja kamu tidak tahu ,kamu itu terlalu sibuk dengan hobimu dan dunia luar hingga tidak memperhatikan keluarga sendiri ."
" Kalau begitu kenapa tidak Sean saja?..
" Jika aku bisa aku sudah melakukannya ! untuk apa aku mengambil jurusan bisnis jika bukan untuk mengurus bisnis keluarga ? Tapi kamu adalah anak sulung di keluarga ini ! sebelum perusahaan ini beralih padaku, kaulah yang akan mengambil alihnya lebih dulu!" Seru Sean, yang sudah mulai kehilangan kesabarannya dalam menghadapi sang kakak .
pandangan mata adanya menusuk tepat ke arah manik mata Vano. "Kak, dia bukan gadis seperti yang ada dalam pikiranmu itu . dia itu gadis baik-baik , Dia seorang yang kau kenal di masa lalu . seseorang yang sangat kau kenal "
karena menggertakkan giginya diam-diam . ia mendesak keras-keras lalu dengan sentakan cepat, ia bangkit dari kursinya dan berjalan menuju kamarnya yang ada di lantai 2 tanpa mengatakan apapun lagi
.
"Aku akan menyusulnya..." ucap ibunya lalu Beliau beranjak dari kursinya , namun ditahan oleh tangan suaminya .Dengan gerakan halus, pria paruh baya itu menggeleng.
Sean yang juga ikut menatap ibunya." kakak pasti akan menerimanya,Mommy tenang saja."kata Sean yang mencoba untuk menenangkanHati ibunya.
...****************...
Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.
Terimah kasih💜