
Alex merenggangkan ototnya yang kaku. Ia melirik pada Zack yang berlari menghampirinya saat dia berada di ujung tangga.
"Tuan Grissham. Saya harus memberi Anda kabar terbaru tentang pelaku berita bohong itu."
Alex menatap Zack dengan satu alisnya yang terangkat,"Benarkah? Cepat katakan padaku," Balasnya. Zack awalnya sedikit meragukan ini tapi akhirnya mengalirlah cerita yang terjadi beberapa jam yang lalu. Ia tidak sengaja mendengar percakapan antara Sarah dan Nyonya Grissham. Zack mendapati fakta kalau Marilyn merupakan dalang dari gosip tak masuk akal itu.
Dahi Alex berkedut, ia ingin marah tapi saat ini target kemarahannya adalah ibunya sendiri. Alex pernah berjanji pada dirinya untuk tidak bersikap seperti anak durhaka dan berusaha merubah sikapnya demi nama baik keluarga mereka, ia tidak ingin menyakiti hati ibunya jika dia kembali bersikap kekanak-kanakan. Tapi nyatanya semua hal yang Alex lakukan telah disalah artikan.
Pria itu mengepalkan tangannya, dia ingin memukul apapun saat ini. Sungguh.
"Apa ibuku punya sekutu?" Tanyanya.
Zack mendongak menatap mata pria itu sebelum mengangguk,"Saya sempat mengikuti Nyonya Grissham tadi sore. Dia pergi menemui Nona Sanders di salah satu kafe."
Alex tidak lagi membalas ucapan Zack. Dia memutar tubuhnya kembali untuk naik ke lantai atas. Setiap langkahnya diiringi dengan api kemarahan, ia merasa dibodohi oleh orang-orang yang ia percayai.
Ia menekan gagang pintu ke bawah dan mendorongnya ke dalam. Alex menghempas pintu ketika ia berhasil masuk ke dalam kamar hingga bunyi keras dari pintu malang itu menggema.
Sarah yang sedang berganti pakaian terkejut setelah mendengar suara itu. Ia menarik handuk ke tubuhnya dengan cepat dan mengutuk Alex yang masuk seperti orang gila.
"Apa kau bisa setidaknya--"
"Kau dan Leah! Kalian bekerja sama kan?!"
Sarah mengerutkan dahinya. Alex mulai berbicara omong kosong,"A-apa maksudmu? Kerja sama apa?"
Alex mendecih, ia mengunci pintu kamarnya lalu berjalan mendekati Sarah. Di tariknya handuk dari tubuh wanita itu hingga menampilkan hanya celana dalam yang masih terpasang di tubuhnya. Sarah berteriak, ia menyilangkan tangannya di depan dada dan menatap Alex yang terbakar emosi.
Pria itu menarik kedua tangan Sarah, menguncinya di belakang tubuh wanita itu, membuat tubuh Sarah terdorong ke depan hingga bersentuhan dengan kulit Alex yang panas. Jantungnya berdetak begitu kencang, ia merasakan aliran darahnya berhenti begitu saja di bawah tatapan tajam dan menusuk yang ditujukan untuknya.
"Katakan Sarah, apa kau merupakan bagian dari permainan ini, hem? Kau dibayar oleh ibuku kan? Jika kau berani untuk berbohong atau apapun, aku akan membuatmu menyesal karena telah berani bermain-main denganku."
Sarah meneguk ludahnya, ia menggeleng beberapa kali,"Ti-tidak Alex. Aku tidak pernah melakukan kerja sama apapun, bahkan dengan Leah pun aku--"
"Aku tunggu kau di mobil sekarang juga. Ikut aku ke suatu tempat," Potongnya. Alex menjauhkan tubuhnya dari Sarah, ia berjalan ke arah lemari pakaian dan meraih kemeja hitam dari dalam sana. Memakainya sembari berjalan keluar kamar. Sarah kembali menarik handuk, ia meremas handuk putih itu hingga buku jarinya memutih. Sarah tidak tahu dengan apa yang terjadi kali ini, tapi yang pasti Alex sedang salah paham dengannya. Entah apa yang pria itu dengar.
...
Sarah bergerak tidak nyaman di tempatnya. Sedari tadi dia menunggu dengan gelisah karena Alex hanya diam. Ia tidak tahu harus bagaimana atau bertanya tentang kerja sama yang dimaksudkan oleh Alex tadi. Sarah tidak ingin perkataannya nanti malah akan memperparah suasana.
Ia melirik takut ke arah kirinya, memastikan kalau kepala Alex tidak meledak secara tiba-tiba. Pria itu begitu tenang ketika menyetir mobil walau Sarah tahu kalau sebenarnya Alex sedang menahan emosi, terbukti dari urat-urat yang menampakkan diri di punggung tangan pria itu.
"Kau bawa ponsel?"
Sarah menoleh sepenuhnya pada Alex dan mengangguk kecil,"A-aku membawanya."
Sarah tidak menjawab, dia mengeluarkan ponsel dari tas yang belum sempat ia kembalikan pada Leah. Dengan bergetar dia menekan sebuah nomor sebelum memencet tombol hijau.
"Besarkan suaranya," Titahnya lagi. Sarah tetap menurut, dering pertama dan kedua terdengar begitu menakutkan dan Sarah berdoa semoga Leah tidak menjawab panggilannya. Tapi sialnya di dering ke enam, perempuan itu menjawab telepon Sarah.
"Ya Tuhan, Sarah! Akhirnya kau menghubungi ku. Kau tahu, aku cemas karena dari kemarin kau tidak menjawab ponselmu,"
Sarah melirik Alex yang masih setia dengan wajah tenangnya itu. Seakan tidak mendengar ucapan Leah yang berlebihan.
"Ma-maafkan aku Leah. A-aku cukup sibuk,"
"Sudahlah. Sarah, bagaimana disana? Apa Alex menyakiti mu? Sungguh, maafkan aku karena melibatkan kau dalam urusan ini. Seharusnya aku tidak bilang padamu tapi ya mau bagaimana lagi, kita semua sudah sepakat dengan apa yang terjadi padamu,"
Sarah terdiam. Dia mencerna ucapan Leah dengan hati-hati. Ya, Sarah tahu ucapan Leah kali ini terdengar ambigu tapi apapun itu, semoga saja Alex tidak mencurigainya lebih jauh lagi.
"Leah, kau ada dimana saat ini?"
"Aku sedang berada di rumah ibunya Alex. Maafkan aku Sarah, aku--"
Sarah tersentak saat tiba-tiba Alex merebut ponselnya,"Aku akan tiba sebentar lagi, jadi jangan pernah coba-coba untuk pergi!" Setelah itu pria itu melempar ponsel Sarah ke belakang. Sarah bergetar, ia menahan isakannya sendiri karena Alex kembali membentak. Memang bentakan itu bukan untuknya tapi Sarah tetap takut.
"A-Alex, percayalah, aku ataupun ibumu tidak memiliki rencana apapun. Aku bersumpah," Sarah menoleh pada Alex dengan deraian air matanya. Ia berharap Alex akan memaafkannya kali ini atau paling tidak ia memberi Sarah kesempatan untuk menjelaskan apa yang diucapkan Marilyn padanya.
Alex tetap diam, ia mengumpat tidak senang ketika laju kendaraannya dihalangi oleh sebuah mobil yang bergerak lambat. Sarah tahu, ini tidak akan menjadi hal yang baik jika dia atau Leah tidak menjelaskan lebih dulu pada Alex yang pemarah.
Tidak lama kemudian mereka sampai di sebuah rumah. Sama seperti mansion milik Alex, tempat ini juga terlihat mewah dan tentu saja ramai oleh pelayan atau penjaga dengan seragam hitam.
Pria itu memakirkan mobilnya di halaman depan dan keluar. Sarah mengikuti Alex, ia menahan tangan pria itu,"Alex kumohon jangan buat keributan di rumah ibumu. Kasihan dia," Pintanya. Sarah tahu, Nyonya Grissham pasti akan kecewa jika putra kebanggaannya bersikap seperti ini.
Alex melepas tangan Sarah dari lengannya, sebaliknya, dia yang menarik tangan Sarah untuk lebih cepat masuk ke dalam mansion itu.
Di dalam sana rupanya Leah dan ibunya Alex telah menunggu. Wanita tua itu menatap tak senang ketika Alex menyeret Sarah seperti binatang.
"Alex! Bersikaplah sopan pada perempuan! Jangan lakukan hal seperti itu pada Sarah!" Marilyn berjalan mendekati Alex lalu menarik Sarah menjauh dari pria itu. Alex hanya mendecih melihat sikap sang ibu yang begitu melindungi Sarah, menambah rasa amarahnya karena perempuan-perempuan ini bekerja sama untuk menghancurkannya.
"Jadi Mommy telah membayar Sarah untuk menjadi jalang ku? Kau pasti sudah meminta Leah memata-matai ku sejak hari dimana berita sialan itu tersebar. Memastikan kalau aku jatuh ke dalam perangkap mu. Kalian berdua menggunakan gadis sok polos seperti Sarah untuk turut bermain bukan? Lalu apa? Setelah Sarah berhasil melakukan tugasnya, kau akan memaksaku untuk menikahi wanita itu? Seperti itu jalan ceritanya?" Alex mengeluarkan semua emosinya hingga matanya agak memerah.
Marilyn menggeleng lemah, ia tidak percaya kalau Alex berpikir sejauh itu tentangnya. Iya, mungkin memang benar ialah yang menyebarkan berita tak enak tentang orientasi seksual anaknya itu. Tapi melibatkan Sarah untuk menjadi mesin pencetak anak? Bahkan secuil pun tidak pernah terpikirkan oleh Marilyn untuk melakukan tindakan sehina itu. Ia hanya merencanakan untuk menikahkan Alex dengan seorang perempuan pilihannya agar lelaki itu merubah sikapnya yang selalu merendahkan wanita. Marilyn hanya ingin melihat kembali Alex nya yang penuh cinta, seperti dulu.
"Alex, aku ataupun Leah tidak pernah merencanakan hal ini. Bahkan tadi sore Leah menjelaskan padaku kalau dia begitu menyesal karena mengenalkan Sarah padamu. Kau harus mendengar keseluruhan ceritanya nak. Mommy melakukan hal ini hanya untuk membuatmu bahagia,"
...
A/n : maaf lama, entah kenapa dari kemarin eps baru ga selesai selesai di review. udah dari tanggal 11 malah. huft....