Perfect Agreement

Perfect Agreement
PART 25



Zack sedari tadi menatap bingung kepada majikannya yang hanya melamun di atas kursi besarnya. Pria itu memikirkan beberapa kemungkinan yang membuat Alex terlihat seperti patung hidup. Apa mungkin ini karena berita bohong mengenai hubungannya dan Calyria atau mungkin sesuatu lain yang ada kaitannya dengan Sarah? Entahlah, Zack tak terlalu mau ikut campur soal perempuan.



"Zack," Ia segera berjalan mendekati Alex ketika pada akhirnya pria itu berbicara padanya. Oh ayolah, sedari tadi Zack memang menunggu perintah yang akan diberikan Alex.



"Apa kau tahu ciri orang yang tengah berdusta?"



"Maaf Tuan Grissham. Saya tak bisa menjawabnya," Ucapnya dengan nada menyesal. Zack tidak tahu harus menjawab apa karena pertanyaan itu terdengar seperti keraguan.



"Kau tak paham, dia mengatakan itu tiga minggu yang lalu tapi hingga detik ini aku masih belum bisa memercayai atau menganggapnya sebagai gurauan. Dia... Menangis ketika mengatakan hal itu dan aku ragu apakah itu sebuah kebohongan atau tidak?"



Pria itu memilih diam. Entah siapa yang tengah Alex bicarakan tapi sepertinya ini cukup serius. "Apa ini menyangkut Nona Calyria?"



Alex segera menoleh pada Zack dan memberi pria itu tatapan membunuh. Demi kerang di dalam laut, untuk apa ia memikirkan Calyria? Wanita itu sudah berhasil ia singkirkan bahkan di malam ketika Alex tahu Calyria berselingkuh. Tentu saja dia tidak akan pernah kembali pada Calyria, tidak akan.



"Bukan, bodoh. Kau tentu tahu prinsip ku kan? Aku tak pernah melihat pada masa lalu."



Zack menganggukkan kepalanya. Baiklah, sudah dipastikan ini menyangkut Sarah.



"Tuan, jika Anda membutuhkan saran dari saya, maka saya akan berikan satu saran. Kejar apa yang hati Anda inginkan untuk sekarang dan di masa depan. Jangan sampai Anda menyesal di kemudian hari. Wanita memang sulit dimengerti, terkadang mereka memberi kita semacam teka-teki untuk dapat memecahkan apa yang sebenarnya mereka inginkan. Jadi Anda harus bergerak cepat sebelum semuanya terlambat," Ucapnya panjang lebar. Ini bukan kali pertama Zack memberi saran atau masukan tapi yang membuatnya berbeda adalah mereka tengah membicarakan tentang wanita dan perasaannya.



Alex mendengar dengan baik apa yang diucapkan Zack. Namun di dalam hatinya, dia menolak.



"Kau mungkin memang benar Zack, tapi apa mungkin aku juga menyukainya?"



"Segala sesuatu membutuhkan proses, Tuan Grissham. Jika Anda memberinya kesempatan, mungkin itu akan membuat semuanya jauh lebih mudah bagi Anda dan Nona Sarah," Jawabnya.



Alex menyipitkan matanya,"Kenapa kau begitu yakin kalau aku tengah membicarakan Sarah?"



"Karena sejauh yang saya tahu, Tuan hanya dekat dengan Nona Sarah."



Di waktu yang sama, Marilyn sampai ke rumah milik Alex. Wanita tua itu membuka pintu mobilnya dan berkata pada supir pribadinya untuk menjemput nanti. Ia melihat ada beberapa pelayan rumah yang kembali bekerja setelah satu bulan Alex meminta mereka untuk cuti.



"Selamat datang Nyonya Grissham."



"Terimakasih. Apa Alex dan Sarah ada di dalam?"



Pelayan itu menggeleng,"Hanya ada Nona Sarah di dalam, Nyonya. Tuan muda belum pulang," Jawabnya. Marilyn hanya mengangguk mengerti. Ia pun masuk ke dalam rumah untuk segera menemui Sarah. Setelah tahu berita kehamilan Sarah, Marilyn jadi lebih sering datang kemari.



"Nyonya Grissham? Sejak kapan kau datang?"



Marilyn tersenyum,"Baru saja. Kau sedang apa?"



"Aku baru selesai mengupas apel. Alex belum pulang, dia--"



"--Aku ingin bertemu cucuku, bukan Alex," Potongnya. Lalu Marilyn pun menarik pelan tangan Sarah, membawanya ke ruang keluarga. Mereka duduk di atas karpet bulu yang lembut setelah Sarah menaruh semangkuk apel yang sudah ia kupas ke atas meja kopi. Penghangat ruangan sudah dinyalakan sejak tadi, jadi tempat ini sudah cukup nyaman untuk bersantai.




"Kau tahu, dulu sebelum aku menikah, aku ingin sekali punya anak kembar. Sampai waktu itu aku dan suamiku berkonsultasi ke dokter untuk bisa mendapat bayi kembar tapi sepertinya rencana kami gagal karena akhirnya aku hanya melahirkan seorang bayi," Katanya sambil sesekali tertawa. Sarah menatap wajah teduh wanita tua di sampingnya ini, walau Marilyn berusaha untuk terlihat bahagia tapi tetap saja tatapan matanya memberikan penjelasan lain.



"Cucumu pasti sangat senang memiliki nenek penyayang seperti mu Nyonya Grissham," Balasnya. Marilyn sebenarnya sedikit risih ketika Sarah memanggilnya dengan nama belakang suaminya, terlihat begitu formal padahal mereka sudah lumayan dekat. Ia meraih sebelah tangan Sarah dan memegangnya erat,"Sarah, sudah pernah aku bilang kalau kau bisa panggil aku dengan sebutan ibu atau apapun yang semacamnya. Jangan terlalu formal padaku."



"Ta-tapi aku merasa tak pantas," Tolaknya.



Marilyn menggeleng tegas,"Kau pantas, anakku. Karena saat ini kau tengah mengandung pewaris keluarga Grissham jadi kau bukan orang asing disini."



Wanita itu menunduk dan mengangguk. Dia tidak tahu harus berucap apa kepada Marilyn karena wanita tua itu terlalu baik padanya.



"Terimakasih Mom, kau sudah mau menerimaku walau aku hanyalah wanita yang mengandung cucu mu saja," Marilyn mengerutkan dahinya mendengar ucapan Sarah. Ia ingin sekali menikahkan Alex dan Sarah secepat mungkin tapi kemarin ketika ia berbicara dengan Alex lewat telepon, pria itu menolak untuk menikahi Sarah. Dia hanya bilang kalau keputusan akan ia berikan setelah bayi-bayinya lahir. Dan sesuai dengan kesepakatannya dengan Sarah, Alex akan menikahi dia hanya jika bayinya terbukti perempuan.



Marilyn juga tak paham, kenapa dendam Alex bisa sampai sejauh ini?



"Sarah, ayo kita pergi berbelanja. Tentu kau ingin membeli pakaian untuk bayimu kan?"



"Uhm, entahlah Mom. Jika Alex tak melihatku saat dia pulang, dia pasti mengamuk," Jawabnya dengan sedikit ringisan. Ya memang, Alex sudah beberapa kali memperingatinya untuk tidak pergi tanpa izin darinya. Mungkin pria itu terlalu paranoid tapi itu cukup mengekang Sarah dan kehidupannya.



"Aku akan bilang dengan si keras kepala itu. Tenang saja, dia tidak akan pernah marah jika kau pergi denganku. Mungkin jika kau pergi hanya berdua dengan Zack barulah dia akan mengamuk seperti gorila. Aku tahu sifat Alex yang pencemburu," Lalu keduanya pun tertawa.



...



Alex meraih kunci mobil dan ponselnya di atas meja. Dia ingin menemui Scott dan beberapa temannya yang lain di salah satu club, tempat mereka sering berbuat dosa. Namun tujuannya ke sana bukan untuk bersenang-senang, tapi Scott memintanya untuk segera kesana karena hal penting. Tepat setelah ia membalikkan badannya, pintu ruang kerjanya terbuka lebar-- menampilkan seorang wanita dengan rambut yang sudah tak tertata rapi dan lipstick nya yang tak karuan lagi. Di belakangnya, Scott dan Jake muncul, semakin membuat Alex bingung.



Wanita itu berjalan dengan keadaan yang tidak baik-baik saja lalu meraih jas yang Alex kenakan. Dia mencengkramnya hingga membuat jas nya sedikit kusut dan menatap Alex dengan mata yang berlinang,"Sayangku! Apa semuanya benar hah? Pelacur yang waktu itu berada di apartemen mu sekarang hamil? Apa benar? Dasar brengsek kau! Padahal kita sudah sepakat untuk kembali bersama tapi kenapa kau--"



Alex mengeraskan rahangnya. Ia meraih kedua tangan wanita gila yang tengah berkicau tentang sesuatu yang tidak pernah Alex lakukan. Dia mencengkramnya cukup erat hingga membuat dia meringis.



"Kau yang pelacur, Calyria. Beraninya kau mencium ku di pesta itu lalu membeberkan berita tak benar tentang kita berdua. Kau kira aku sudi untuk kembali menjalin hubungan denganmu? Dasar murahan," Lalu ia pun mendorong Calyria hingga wanita itu berhasil jatuh ke atas lantai cukup kuat. Ia meringis sesaat kemudian menggeram,"Aku jauh lebih baik dari wanita bodoh itu Alex! Aku cantik dan tentunya tubuhku jauh lebih terawat dibanding dia!" Teriaknya.



Scott dan Jake yang mendengar itu rasanya ingin muntah. Jujur saja, Sarah bahkan seribu kali lebih cantik daripada Calyria dan semua sifatnya.



"Oh begitukah? Iya, terserah dengan apa yang kau katakan, sialan. Setidaknya Sarah masih perawan saat kutiduri dan aku tak pernah menyesali itu," Ucapnya dengan sinis. Alex sengaja mengatakan itu untuk membuat Calyria semakin malu dengan keadaannya.



Wanita itu mulai salah tingkah, ia bahkan bisa mendengar Scott tertawa di belakangnya,"Tepat sekali Alex. Tentu kita para pria tak mungkin menerima barang habis pakai bukan?" Scott dan Jake lantas menertawai kemalangan nasib Calyria. Wanita tanpa tahu malu yang membuat berita bohong tentang hubungannya dengan Alex, menambah masalah saja.



"Jadi sebenarnya ada apa? Kenapa kalian tiba-tiba datang bersama wanita ini?"



Scott lalu menutup pintu ruangan Alex,"Tadinya aku ingin memberitahu kalau jalang ini merusak club milik sepupuku dan berkata hal gila tentang kau. Leah berada disana dan mereka berkelahi. Kau tidak akan percaya apa yang dia lakukan bukan?"



...