
Reginald menutup matanya ketika mendengar berita kalau ada seorang penyusup yang berusaha masuk ke kediaman Roswell. Dia sudah bisa menduga, ini pasti ulah Alex. Reginald tidak tahu bagaimana Alex bisa mengetahui keberadaannya disini, ia pikir kepergiannya tidak tercium.
"Tuan Viktor, kau tak perlu membunuh pria itu. Ini salahku, aku adalah tahanan, tapi aku melarikan diri."
"Tidak Reginald. Kau berhak mendapat perlindungan dariku. Dia penyusup yang bekerja pada musuhmu dan--"
Reginald menggeleng keras. Dia tak peduli kalau Alex masih mengincarnya karena Reginald sudah menyerah. Dia hanya ingin hidup tenang dan jauh dari masalah pelik ini.
"Terima kasih, Tuan Viktor. Kau baik sekali karena telah memberikan aku dan Stefan perlindungan, tapi sungguh, kau tak perlu bersusah payah untuk membunuh Zack," Balasnya.
Iya, Zack tertangkap basah saat sedang mengintai di sekitar mansion milik keluarga Roswell dan tentu saja anak buah pria itu tak akan tinggal diam dengan membiarkan Zack pergi begitu saja.
Viktor Roswell menepuk pundak Reginald sebelum meninggalkan pria itu sendirian di perpustakaan rumahnya. Dia masuk ke dalam ruang bawah tanah untuk mengecek keadaan pria yang menyusup ke dalam mansionnya.
Pria itu berbicara dalam bahasa Rusia, memberi perintah bagi para anak buahnya untuk pergi.
"Jadi, apa tujuan kau datang kemari? Aku sudah melacak nomor ponsel yang tadi sempat kau hubungi dan ternyata kau bekerja sama dengan pengusaha kaya itu. Ada maksud apa?"
Zack membalas tatapannya,"Hanya urusan kecil dengan Anderson yang tidak akan kau mengerti. Aku punya perintah dalam pengawasan pria brengsek itu dan aku tak bisa tinggal diam saat Anderson berhasil kabur walau Tuan Grissham memintaku untuk berhenti mengawasinya."
Viktor tertawa melihat kesetiaan yang dimiliki oleh Zack. Ya, dia tidak berniat untuk membunuh Zack, kenyataannya adalah Zack dan Alex tidak sedang mencari masalah dengannya. Lagipula, jujur saja, Viktor kenal dengan Alex.
Grissham tangguh satu itu sudah jadi bahan perbincangan antar relasi kerjanya dan Alex punya banyak koneksi dengan orang-orang sepertinya di segala penjuru negara.
"Kau tidak tahu ya? Aku ini salah satu kenalan dari Tuanmu itu. Walau bukan kerabat baik tentu saja, jadi kau kumaafkan kali ini. Pergilah selagi sempat, aku menawarkan transportasi terbaik untukmu," Ujarnya.
Zack sedikit tak paham, bagaimana bisa Viktor kenal dengan Alex? Oke, dia tahu kalau Alex punya banyak kenalan, tapi Viktor? Zack tak pernah dengar soal pria ini.
"Berikan ponselmu. Aku akan memberi alamat tempat dimana Grissham bisa membawamu pulang. Kau sudah mendapat banyak informasi, jadi ini saatnya kau pergi."
...
Scott sedari tadi memandangi Alex yang duduk tegang di kursinya. Mereka sudah berada dalam Jet milik Alex, pergi ke Eropa timur untuk menolong asisten kepercayaannya. Sungguh aneh karena Zack tiba-tiba berada di Ukraina tanpa sepengetahuannya.
"Menurutmu dia sedang apa disana?"
"Tidak tahu. Kita akan memastikan setelah sampai," Jawab Alex tanpa menatap Scott.
Ia melirik pada ponselnya ketika benda pipih itu berdering kecil. Alex segera melihat, ada sebuah pesan dari Zack. Isi pesan itu sepertinya berupa alamat. Apa mungkin Zack berada di sana?
Setelah 10 jam penerbangan dengan Jet, Alex dan Scott akhirnya sampai di Kiev, ibu kota negara Ukraina. Jet mereka mendarat di salah satu bandaranya saat hari sudah gelap. Ternyata salju sudah lebih dulu memenuhi daerah ini, terbukti dari banyaknya tumpukan salju di jalanan. Alex mengatakan pada Scott kalau Zack kemungkinan besar berada di sebuah katedral tua di Kiev karena disitulah Zack mengirimkan alamatnya.
"Kita akan naik mobil yang sudah kupesan."
Alex mengangguk. Beberapa anak buah Alex yang juga ikut, menuntun mereka untuk masuk ke dalam mobil sebelum akhirnya mereka pergi ke lokasi yang sudah dituju.
...
Alex memandangi setiap sisi katedral tua itu dengan heran. Mungkin tempat ini sudah lama tak digunakan karena bangunannya sudah terlihat jelek dan kusam. Ditambah banyak rerumputan liar yang tumbuh hampir di setiap tangga gedung tua itu.
"Disini kosong, Alex. Apa benar Zack ada disini?"
Pria itu tak lekas menjawab. Mata elangnya melihat ada seberkas cahaya lampu di sudut katedral itu,"Kurasa dia disana."
Scott ingin mengatakan sesuatu, tapi Alex berjalan meninggalkannya begitu saja. Ia pun tak punya pilihan lain selain mengikuti Alex dari belakang.
Mereka berdua berhenti di tempat. Scott mengangakan bibirnya saat melihat Zack yang terikat di sebuah kursi. Disana ada belasan orang dengan pakaian hitam dan juga senjata api.
"Hai, kau Alex Grissham bukan? Ingat aku?"
Alex menyipitkan matanya kala mendengar suara pria yang berdiri tepat di belakang Zack,"Viktor Roswell."
"Tepat sekali, Grissham. Dulu kita pernah bertemu di salah satu pesta musim panas di Ohio kan? Kau menghadiri undangan dari Rebecca Stevenson."
Alex tak memberikan komentar apapun. Dia hanya sedikit heran, bagaimana bisa Zack terlibat urusan dengan Viktor? Apa masalahnya?
Siapapun tahu kalau Viktor adalah pria tak punya hati yang siap mengotori tangannya untuk hal percuma. Namun, kini apa urusan Zack?
"Lepaskan anak buahku dan kami akan pergi secara damai," Ucapnya. Suaranya masih setenang air, karena jika ia terlihat seperti melawan, bukan tidak mungkin Viktor dan anak buahnya akan menembakkan peluru untuk mereka.
Tangan Viktor menyentuh bahu Zack,"Tak semudah itu, Grissham. Kau harus memberiku sedikit penjelasan tentang mengapa anak buahmu ini menyusup ke dalam mansion ku. Well, walau aku tahu mengapa, tapi aku ingin kau menjelaskannya padaku."
Alex menghembuskan napasnya pelan. Ia menatap ke sekelilingnya ketika sadar kalau kemungkinan untuk melawan adalah hal percuma. Ia mulai membuat spekulasi yang bisa ia utarakan. Zack adalah tipikal pria dengan kesetiaan tinggi, juga pria itu tak pernah sekalipun meninggalkan tugasnya yang belum selesai dan apalagi?
"Viktor, kau yang jelaskan padaku. Pasti ada sesuatu yang diinginkan Zack darimu sehingga--"
"Benar. Reginald dan putranya berada di mansionku."
"Apa?!" Scott dan Alex terkejut tentu saja. Alex mewaspadai hal ini akan terjadi, tapi sepertinya memang benar bahwa Reginald menjual jiwanya pada Viktor.
"Aku sudah tak punya urusan dengan Reginald, jadi jika kau berpikir kalau aku memerintahkan Zack untuk mengintai, maka kau salah besar. Ini hanya kesalahpahaman saja dan lagipula, kupikir Reginald sudah berada di tempat yang tepat untuk dia hidup bersama putranya."
"Putraku lebih tepatnya, Grissham. Aku tak mau menampungnya untuk hal percuma, jadi aku meminta anaknya sebagai bayarannya," Sanggah Viktor dengan sedikit senyuman. Pria itu melepas simpul tali di tangan Zack lalu mendorong pria itu hingga ia terjatuh di hadapan Alex. Scott lantas membantu Zack untuk berdiri dan membawanya kembali ke mobil.
"Apa maksudmu dengan menjadikan Stefan sebagai putramu?"
Viktor mengelus cincin pernikahannya dengan raut sedih,"Aku dan istriku tak bisa memiliki anak karena salah satu dari kami cacat. Jadi aku memutuskan untuk mengadopsi beberapa anak satu tahun belakangan ini untuk mengobati rasa sedih istriku. Apa itu masalah buatmu?"
Alex tak berniat mengomentari apapun. Jadi maksudnya, Stefan akan mewarisi segala macam kekayaan Viktor dan juga posisinya sebagai pimpinan mafia ini? Masa depan anak itu benar-benar suram dan ia bertanya-tanya apakah Calyria tahu tentang hal ini karena dia tak mendapat kabar tentang keadaan Calyria dimana pun.
"Tentu saja itu bukan masalah ku, Viktor. Kalau begitu, berarti sekarang kita damai?"
"Sebentar, Alex. Just relax, ayo kita bicara dulu."
Alex melirik ke belakang, memberi kode bagi para anak buahnya untuk menyusul Scott dan Zack di mobil.
"Jadi apa yang ingin kau bicarakan padaku?"
"Tidak banyak sebenarnya. Apa kau tahu kalau aku ingin sekali menjalin hubungan kekeluargaan denganmu. Ya, karena kudengar kau cukup berkompeten. Sungguh disayangkan ada orang-orang yang mau nama baikmu tercemar. Maksudku, kau tidak benar-benar gay bukan?"
Pria itu beserta anak buahnya tertawa untuk hal yang Alex pikir membawa keuntungan baginya. Coba kembali telaah, jika ibunya tak menciptakan rumor konyol kalau dirinya adalah pecinta sesama jenis, apakah ia bisa bertemu dengan wanita yang saat ini mengandung bayi kembarnya? Tidak bukan? Kemungkinan untuknya bertemu dengan Sarah adalah satu persen saja. Mari lihat saja dari sisi baiknya.
"Aku tak tahu kalau berita bohong itu sampai di telingamu."
Viktor menghentikan tawanya,"Tidak juga. Aku sempat melihat artikel yang membicarakan tentang orientasi seksual mu. Itu saja dan ngomong-ngomong, kekasihmu sedang hamil ya?"
Alex menegang. Bagaimana Viktor bisa tahu tentang Sarah?
...