
Tak ada hal paling mengagumkan selain pesta pernikahan. Mungkin itulah yang saat ini ada dibenak Alex. Dia menyukai bagaimana orang-orang tampak bersuka cita menghadiri pestanya. Ada beberapa orang yang bahkan mengatakan terang-terangan kalau ini pertama kali bagi mereka melihat senyuman lebar yang nyaris mengenai mata dari Alex. Semua orang tahu kalau Tuan Grissham satu ini sangat jarang sekali tersenyum, mungkin ia pernah tersenyum, tapi hanyalah sebuah bentuk ejekan semata. Namun sekarang, semua ekspresi yang Alex berikan sangatlah berbeda.
Halaman depan mansionnya yang luas telah didekorasi serupawan mungkin. Malam ini memang lumayan dingin karena suhu yang tidak memungkinkan bagi siapapun untuk keluar dari rumah. Namun untuk menghadiri pesta pernikahan ini, mereka rela mengorbankan sebagian waktu mereka.
Para tamu sedang duduk di meja mereka masing-masing sembari mendengarkan sedikit pidato dari beberapa orang terdekat Alex.
Kali ini Alex tertawa setelah mendengar celotehan menyebalkan dari Scott. Tak ayal, suasana malam ini mampu menaikkan mood nya. Alex tak sabar untuk segera mengumumkan perihal kelahiran bayi-bayinya pada para tamu.
Pria itu menyentuh punggung tangan istrinya dengan pelan hingga Sarah menoleh padanya,"Kenapa?"
"Kau siap untuk mengumumkan pada mereka tentang anak-anak kita?"
Sarah mengangguk antusias. Memang inilah tujuan utama dari acara malam ini bukan? Ini adalah saat yang tepat untuk memberitahu publik tentang kehadiran anak-anak mereka.
Alex memberi kode pada salah satu pelayan wanita untuk membawa ketiga bayinya sekarang. Pelayan itu berlalu ke dalam mansion, naik ke lantai atas untuk menyuruh Lorey turun ke bawah.
Pelayan muda itu mengetuk pintu coklat di depannya sebelum menekan tuasnya ke bawah.
"Lorey, Mr.Grissham meminta mu untuk membawa Tuan dan Nona muda ke bawah."
Calyria yang sedang menyamar sebagai Lorey itu lantas mengangguk pelan. Dia masih mengenakan maskernya sembari membantu pelayan itu membawa bayi-bayi Alex.
Langkah Calyria semakin berat, ia tidak tahu kenapa jantungnya berdetak sangat kencang. Diluar sana begitu ramai, Calyria tidak tahu apa yang akan terjadi setelah ia menjadikan Alaina sebagai umpan.
Tepat setelah itu, emosinya semakin memuncak saat ia melihat Alex dan istri sialannya itu tengah bercengkrama mesra sembari menyambut ketiga bayinya. Seperti dugaan Calyria, orang-orang tampak kebingungan. Tentu saja kan? Tidak ada yang mengetahui perihal bayi-bayi ini.
Alex bergerak ke atas panggung, dia berdeham kecil untuk mendapatkan sedikit perhatian dari para tamunya. Calyria menonton dari tempatnya berdiri, sepertinya Alex belum menyadari kehadirannya atau memang pria itu terlalu bahagia sehingga tak tahu kalau sebentar lagi ia akan kehilangan anaknya.
"Aku dan istriku ingin mengucapkan kata terimakasih pada kalian semua yang menyempatkan diri untuk hadir malam ini. Kami sangat menghargainya."
Alex memberi mereka satu senyuman yang jarang ia berikan pada orang-orang asing. Itu adalah salah satu progres, tentu saja.
Tamu undangannya semakin penasaran dengan ketiga bayi yang datang barusan. Alex dapat membaca kebingungan dari setiap wajah orang-orang di hadapannya ini lalu ia pun menyeringai kecil.
"Ada satu kejutan besar yang belum aku dan istriku beritahu kan pada siapapun--" Alex melirik Sarah di sebelahnya sebelum kembali melanjutkan kalimatnya.
"Itu tentang kelahiran anak-anakku satu minggu yang lalu. Aku dan Sarah punya masa lalu yang cukup buruk dan terkadang aku masih belum bisa untuk memaafkan diriku sendiri atas apa yang pernah terjadi dulu. Namun, sekarang bukan saatnya untuk menghindari permasalahan lagi. Ya, Sarah melahirkan seminggu sebelum hari pernikahan kami."
Sebenarnya Sarah takut kalau persepsi orang-orang akan dirinya akan berubah akan perihal ini. Bisa jadi sebagian orang mengatainya jalang licik yang mengikat Alex dengan bayi agar pria itu bisa menikahinya. Namun, mungkin saja ada sebagian orang yang menganggapnya seorang wanita beruntung karena berhasil meluluhkan hati serta sikap Alex yang kaku.
Beruntung karena sejauh ini ia tak mendengar bisikan orang-orang tentang dirinya dan Sarah bisa bernapas lega karena mereka memberinya sebuah tatapan hangat seolah mengatakan kalau mereka turut berbahagia atas kelahiran bayi-bayinya. Iya, sesederhana itu.
Alex meninggalkan podium, ia mendekati pelayan dengan rambut kemerahan yang sedang menggendong Aaron di tangannya sebelum meraih bocah itu ke dalam pelukannya.
"Dia putra sulung ku, Aaron. Aku dan Sarah punya tiga anak kembar, sebuah kejutan yang tak pernah aku bayangkan."
Alex mengecup lembut kedua pipi gemuk putranya sebelum melayangkan tatapannya pada setiap orang.
"Selamat atas kelahiran anak-anak Anda, Mr.Grissham. Sebuah kehormatan karena kami mengetahui ini langsung dari Anda," Salah seorang teman kerjanya menaikkan gelasnya kepada Alex. Setelah itu pun, tamu yang lain turut mengucapkan selamat pada mereka hingga ketika Alex ingin memperkenalkan Alaina pada semua orang, sebuah suara menginterupsinya.
"Alex hentikan dia!"
...
Reginald tahu dari beberapa orang kalau Alex mengadakan pesta pernikahan di mansionnya sendiri. Dia berniat kesana untuk menghentikan aksi gila Calyria yang berniat melakukan pembalasan dendam yang sia-sia.
Pria Rusia itu sedikit enggan untuk mengiyakan ucapan Reginald karena ini diluar dari rencana mereka. Ia sudah menghubungi Viktor dan Bosnya mengatakan untuk mengikuti semua ucapan Reginald karena ini adalah urusan pria itu. Lagipula, tujuan utamanya menemui Calyria adalah untuk membunuhnya bukan? Jadi sedikit bersikap heroik bukanlah masalah besar.
Reginald menatap Stefan yang duduk diam di tempatnya. Apa yang harus ia katakan pada anak itu saat semuanya sudah selesai? Stefan akan terus merekam ini dalam memorinya dan menganggap apa yang ia lakukan adalah perbuatan buruk. Walau memang kenyataannya begitu, tapi Reginald tak punya pilihan. Ia sudah mengambil langkah yang salah dan dia harus mempertanggung jawabkan semua keputusannya.
Setelah beberapa lama, mereka sampai di sebuah mansion besar. Tempat itu ramai dengan orang-orang dan juga pria berpakaian serba hitam yang menjaga di sekeliling pagar dan sekitar mansion itu. Reginald turun dari mobil sembari menggenggam tangan kecil Stefan. Ia melangkah sedikit terburu-buru hingga ke depan pagar besar itu.
Benar dugaan Reginald, pria serba hitam itu melarangnya masuk bahkan mereka menodongkan senjata padanya.
"Katakan tujuan Anda datang kemari!"
Marty lebih dulu mengambil langkah, dia memberi kode pada anak buahnya untuk melumpuhkan semua penjaga di pagar depan dengan menembakkan peluru pada kepalanya.
Reginald menatap ngeri pada setiap nyawa yang hilang saat peluru itu berhasil menembus otak mereka. Ia memeluk Stefan dengan erat lalu kembali melangkah ke dalam.
"Reginald?!"
Ia dan rombongannya menoleh ke belakang. Reginald terkejut saat melihat Nathan yang muncul.
"Apa yang kau lakukan disini? Dan siapa orang-orang ini?" Nathan terlihat mengawasi orang-orang Rusia yang datang bersama Reginald sembari menerka-nerka alasan mereka datang kemari.
"Nathan, ada penyusup di dalam acara ini. Calyria, dia berusaha untuk membunuh keluarga Alex. Aku harus menghentikan dia!"
"Wow, tunggu dulu. Maksudmu, Calyria berniat membunuh? Sejak kapan wanita itu berada disini?"
Reginald mendecih kesal. Dia mendengar suara Alex di balik tenda putih besar yang berdiri di halaman mansion luas itu.
Mata Reginald memicing, memastikan keberadaan Calyria. Dia tahu, wanita itu pasti tengah menyamar entah menjadi siapa demi melancarkan aksinya dan Reginald harus menemukan wanita itu dengan cepat.
"Dia pasti menyamar. Aku harus menemukan Calyria!" Reginald berjalan cepat ke dalam tenda yang dipenuhi oleh orang-orang itu lalu ia mendapati Alex yang tengah menimang seorang bayi sembari mengecupinya lembut.
Nathan mengekorinya dari belakang lalu turut mencari.
Mata Reginald membulat saat melihat seorang wanita dengan pakaian pelayan itu tengah diam-diam mengeluarkan senjata api dari balik punggungnya.
"Alex hentikan dia!" Teriaknya kencang.
Alex menajamkan matanya ke depan lalu mendelik saat melihat Reginald di depan sana tengah berdiri tegang sambil tangannya menunjuk pada seseorang tak jauh dari Alex.
Pria itu segera menoleh ke arah kirinya lalu mendelik saat pelayan bernama Lorey itu menodongkan senjata padanya.
"Apa?! Siapa kau?!"
Reginald mendesah kesal lalu perlahan mendekati Alex di depan sana.
Alex tak bisa gegabah. Lorey sedang menggendong Alaina di tangannya dan jika dia mengambil langkah yang salah maka nyawa anaknya bisa dalam bahaya.
Sarah membawa tangannya ke depan dada dan tanpa sadar air matanya menetes dari sudut matanya. Bibirnya bergetar hebat ketika melihat di depan matanya sendiri, nyawa putrinya sedang dalam bahaya.
Zack lebih dulu paham dengan situasi dan dia berniat untuk melumpuhkan Lorey, tapi Calyria yang sedang menyamar sebagai Lorey itu langsung menempatkan senjata api itu di atas kening Alaina.
"Berhenti disana atau nyawa bayi ini melayang!" Alex memberi kode pada Zack untuk tak mendekat. Dia tahu risiko apa yang akan terjadi jika ia bertindak gegabah. Zack menahan langkahnya, dia sebenarnya merasa aneh sejak tadi. Zack ingat kalau Lorey punya tubuh yang agak tinggi dan sedikit lebih berisi. Dia seharusnya mewaspadai Lorey palsu ini sejak tadi.
...