Mythical Rubick

Mythical Rubick
9 | Kidd MacTavish



Semua grup telah berkumpul di Camp sesuai dengan instruktur Mr. Jack, grup Delta adalah yang paling duluan sampai di Camp dan grup yang terakhir tiba di Camp ialah grup Alpha karena jarak lokasi Power Stone mereka lumayan jauh di banding grup lainnya.


Kami semua duduk menunggu Drone Cour yang akan mengambil Power Stone dan menunggu perintah selanjutnya dari Mr. Jack.


Selang waktu hampir 1 jam, Drone Cour itu pun tiba. Para ketua grup bersama-sama meletakkan tiap Power Stone yang telah di kumpulkan tadi.


Setelah meletakkan keempat Power Stone tadi, Maze langsung menyalakan Monitor digital untuk membicarakan misi selanjutnya bersama Mr. Jack.


"Syukurlah kalian semua tidak kenapa-kenapa, kerja bagus murid-muridku sekalian!" ucap syukur bahagia Mr. Jack melihat kami semua dalam keadaan baik-baik saja.


"Terima kasih atas perhatian anda Mr. Jack, jadi bagaimana misi selanjutnya? Apa yang harus kami lakukan besok?" tanya Maze sambil mengeluarkan buku catatan.


Raut wajah Mr. Jack berubah menjadi raut wajah lebih serius. "Tidak ada misi untuk kalian semua! Mulai besok pagi kalian akan dijemput di titik kalian tiba di pulau ini."


Kami semua kebingungan, seluruh anggota kelas bertanya-tanya kenapa kami dipulangkan lebih cepat dari pada dijadwalkan yang seharusnya kami 2 hari lagi baru pulang kembali kerumah masing-masing. Kami di jadwalkan melakukan PLS selama 4 hari dan baru 1 hari berlalu kami diperintahkan untuk pulang.


"A-APA!? Kenapa kami harus dipulangkan lebih cepat dari pada jadwal yang telah di tentukan Mr. Jack?" tanya Karin dengan raut wajah terkejut dan kebingungan.


"Kalian semua dengarkan bapak dulu! Alasan kalian dipulangkan lebih awal karena kelas A telah mendominasi PLS. Kelas A telah berhasil mengumpulkan sepuluh keping Chip, empat keping Chip dari kelas E, tiga keping Chip dari kelas D dan sisanya lagi Chip dari kelas C,"


"Kelas B dan C berhasil bertahan tetapi kelas D dan E berhasil di kalahkan, dan kabarnya banyak dari mereka mengalami Stack," lanjut Mr. Jack.


Semua anggota kelas hanya bisa terdiam tanpa ada suara sedikitpun, kami semua benar-benar tidak menyangka kelas A berhasil mendominasi hanya dalam kurun waktu satu hari. Mereka benar-benar seperti Monster yang haus darah.


"T-tidak mungkin, dalam satu hari mereka berhasil mendominasi sedangkan kita ...," ujar Maze sambil menundukkan wajahnya.


"Kita saja belum mendapatkan satu pun Chip dari kelas lain!" sahut Karin terlihat kecewa dengan keadaan.


Tidak pernah terpikirkan olehku rupanya kelas A memang sangatlah hebat, sama seperti statistik mereka. Wajar saja mereka bisa mendominasi, semua anggota kelas merasa sangat kecewa pada saat itu.


Dengan raut wajah sedih Karin menghela napas lalu berbicara. "Tapi kenapa kelas kita tidak mendapat serangan dari kelas lain?"


Raut wajah Mr. Jack lagi-lagi berubah. "Jawabannya adalah karena kalian dianggap kelas yang berisikan orang-orang yang gagal ujar mereka, jadi mereka sama sekali tidak tertarik untuk menyerang kalian."


Kalimat yang di ucapkan oleh Mr. Jack membuatku benar-benar geram dan pada saat itu aku benar-benar ingin memukul seseorang tepat di giginya.


Dengan raut wajah marah Artizy berdiri lalu mengepal kedua tangannya. "Kurang ajar sekali mereka, akan ku buat mereka menarik kata-kata mereka itu!"


Diskusipun berlalu dengan rasa yang benar-benar membuat kami semua merasa kecewa, tidak ada raut senyum sedikitpun di wajah kami.


※※※


Makan malam pun telah tiba, keadaan sedikit berubah sekarang. Kami semua bersama-sama membuat makan malam terakhir untuk PLS.


Dengan senyum manisnya, Mika memasak dengan penuh semangat. Dari kejauhan Artizy dan Reznov sedang menyiapkan piring untuk kami semua makan.


Aku mendekat kearah Mika, berniat untuk membantunya.


"Ada yang bisa ku bantu Mika?" tanyaku menawarkan bantuan kepada Mika yang sedang memasak.


"kau mau membantuku? Kalo begitu tolong ditumbuk halus merica ini ya!" ujarnya menyerahkan tumbukan merica lalu tersenyum kepadaku.


"Oke Chef!" balasku hormat kepadanya.


...


Semua makanan pun telah siap dan kami semua makan bersama-sama dengan penuh canda dan tawa seakan-akan kami lupa apa yang baru saja terjadi.


Seperti biasa, lagi-lagi aku, Artizy, Reznov, dan Robin yang bertugas jaga malam. Tetapi kami tidak terlalu waspada pada malam ini karena kami hanya berjaga untuk menghindari para Monster.


Malam ini terasa begitu dingin, tidak seperti malam kemarin yang masih terasa sedikit hangat. Kadang seperti itulah kenyataan yang ada, begitu dingin.


Artizy dari tadi hanya diam dan sesekali memainkan api yang ada di api unggun lalu dia menghela nafas. "Huuh ... malam yang menyedihkan ya teman-teman!"


Reznov sedikit tersenyum lalu berkata. "Ya malam ini terasa lebih lambat ketimbang kemarin."


"Kenapa kau begitu sedih Artizy? Biasanya kau yang paling semangat," ujarku sambil berjalan mendekatinya.


Artizy menghela nafasnya lagi. "Aku sudah sangat senang kita bisa menghabiskan waktu bersama-sama dan bertarung bersama, rupanya LSP di sudahi karena kelas A mendominasi."


"Tenang saja Artizy, kita kan memang selalu bertarung bersama nanti waktu sudah disekolah," sahut Robin dengan senyum percaya diri.


Aku mengganggukkan kepalaku. "Benar itu Artizy, kau tidak perlu sedih lagi. Seperti anak kecil saja kau ini!"


"Bukan seperti itu Muzzy tapi ...," ujar Artizy terdiam sejenak.


"Dulu saat aku masih di sekolah dasar sampai sekolah menengah pertama, aku tidak punya satu pun teman," lanjut Artizy sambil menundukkan kepalanya.


"Tunggu dulu, kau kan dari Clan Hunter masa iya kau tidak punya teman," sahut Reznov kebingungan.


"Seperti apapun dirimu, seburuk apapun dirimu itu. Kau tetaplah Artizy yang penuh semangat itulah Artizy yang aku kenal," ujarku sambil tersenyum.


Artizy tersenyum kepadaku "Muzzy ...,"


"Betul itu, kami tidak masalah mau berteman dengan siapa saja. Benarkan Robin?" sahut Reznov.


"Betul sekali teman, malah menurutku manusia bisa lebih mengerikan dari pada monster," ujar Robin sambil memegang segelas kopi.


Aku sambil mengaduk secangkir kopi. "Aku setuju dengan perkataan Robin, kadang manusia lebih mengerikan dari pada monster dan malah lebih kejam dari mereka ...,"


"Keadaan dunia saat ini yang berubah drastis bukan ulah monster bukan, tapi ulah manusia itu sendiri. Kita sudah pernah mengalami mimpi paling buruk, yaitu Chaotic Century. Kita bukan hanya saja kehilangan keluarga dan kerabat kita tetapi umat manusia juga kehilangan banyak Distrik, salah satu Distrik terbesar yang juga sekarang menjadi kota mati ... Distrik Whitestone," Lanjutku kepada mereka.


Reznov menunduk sedih. "Yep benar sekali, Chaotic Century telah merenggut nyawa Kakakku juga, aku benci konflik ..."


Sambil menyapu air mata Artizy bertanya kepadaku. "Muzzy saat kita tadi di Tome of The Rock kau ada berkata Grand Templar, kenapa dengan Grand Templar?"


"Ayahku adalah seorang Grand Templar, beliau adalah salah satu dari korban kengerian dari perang Chaotic Century. Bukan hanya saja ayahku tetapi juga ibuku turut menjadi korban dari perang itu," ujarku sambil memasang muka sedih.


Artizy langsung merasa tidak enak karena pertanyaannya lalu berkata. "Hmm ... maafkan aku sobat, aku tidak tau jika kau sudah tidak punya orang tua lagi."


Sambil tetawa ringan aku menjawab dengan santai. "Haha, tidak apa-apa Artizy. Lagi pula kau juga tidak tau jadi itu tidak masalah."


※※※


Seketika keheningan terjadi, hanya terdengar retakan kayu bakar dan suara jangkrik disekitar kami.


"Ayahku kenal beberapa orang dari Clan Templar, siapa nama ayahmu itu, Muzzy?" tanya Artizy dengan wajah penasarannya.


"Nama ayahku, Kidd MacTavish!"


Mereka semua terkejut setengah mati setelah mendengar nama dari ayahku.


"A-apa!!!" ujar mereka semua kompak.


"Shttttt!!! Kalian akan membangunkan yang lain," sahutku.


"Apa kau sudah gila? Jadi kau selama ini anak dari seorang The Sentinel Hero, Sang Grand Templar yang pemberani. Orang yang telah menggorbankan nyawanya demi melindungi rekannya," ujar Robin sambil melotot.


"Nama ku sebenarnya Muzzy MacTavish, aku meninggalkan nama MacTavish agar aku tidak diperlakukan berbeda. Sejak aku di sekolah dasar sampai sekolah menengah pertama, aku selalu diperlakukan berbeda dan itu membuatku kesal. Kadang teman-temanku jadi sedikit sulit berteman karena gelar The Sentinel Hero itu melekat juga kepadaku," sahutku kepada mereka semua.


"Jadi ... aku mohon jangan pernah ceritakan ini kepada siapa-siapa, aku sudah sangat senang diperlakukan layaknya murid pada umumnya tidak ada yang istimewah di dalam diriku ini. Aku hanya ingin menggunakan Warriorku dan bertarung dari bawah untuk mencapai The High Table," lanjutku meminta agar merahasiakan identitas diriku.


"Aku tidak menyangka bisa berteman dengan anak dari Kidd MacTavish, Ayahmu lah yang telah menyelamatkan ayahku," ujar Reznov.


"Kau harusnya berterimakasih kepada ayahku, bukan kepada diriku ini Reznov," sahutku.


"Tunggu dulu ... jika kau adalah anak dari Kidd MacTavish berarti kau adik dari Erina MacTavish. Jendral dari The Guardian, Sang Dewi Perang pemilik dari Twins Moon Light Sword, Dragon Templar Assassin," ujar Robin.


"Yep benar sekali, Kakakku lebih hebat dibandingkan diriku. Dia mendapat Warrior Hybrid antara ayahku yang seorang Grand Templar dan ibuku seorang Dragon Wizard," sahutku kepada Robin lalu meminum kopi milikku.


"Tunggu dulu Dragon Templar Assassin, Dragon dari Dragon Wizard lalu Templar di dapat dari Grand Templar tapi Assassin dapat dari mana?" tanya Artizy kebingungan.


"Di dapat dari Warrior milik Kakekku dari keluarga ibu, kakekku seorang Assassin dan nenekku dari kalangan Dragon Wizard tapi anehnya tidak ada satupun dari anak kakek dan nenekku itu yang memiliki Warrior Assassin," jawabku.


Artizy mengaruk-garuk kepalanya. "Kalo kakak mu mendapatkan Warriornya karena Hybrid antara ayah dan ibumu, lalu kau ini dapat dari mana?"


"Haha ... seluruh keluargaku juga kebingungan karena aku lahir dengan Warrior seperti ini, tapi aku malah bersyukur bisa memiliki Mythical Rubick," ujarku sambil tertawa kecil.


-Tbc-


Pojok Fyi


● Drone Cour adalah sebuah robot yang bertugas mengantarkan barang, ada 2 jenis Drone Cour ada flying Cour dan Land Cour.


● Distrik Whitestone adalah Distrik terbesar pada masa sebelum perang Chaotic Century pecah. Distrik ini menjadi pusat perdagangan dan industri. Selain menjadi pusat perdagangan dan industry, distrik ini juga menjadi markas besar para The High Table.


● Perang Chaotic Century pecah karena perbedaan pendapat para anggota Fundamental. Clan Enigma lah yang menjadi pencipta perang ini.


Perang Chaotic Century terbagi menjadi 2 kubu, yaitu Blue Orde dan Red Legion. Blue Orde di isi oleh hampir seluruh anggota Fundamental dan Clan lain-lainnya sedangkan Red Legion di isi Clan Enigma beserta komplotannya.


● The Guardian adalah sebuah organisasi militer dunia yang menjaga keamanan dunia dibawah kendali dari para anggota Fundamental.


The Guardian adalah atasan dari AM/Anti Monster. AM/Anti Monster adalah satuan yang dibentuk oleh The Guardian.


● Warrior Hybrid adalah Warrior yang lahir karena perkawinan silang antar pasangan manusia dengan Warrior yang berbeda, lalu menciptakan Warrior yang baru dengan gabungan diantara keduanya. Warrior Hybrid ini adalah hal yang sangat jarang terjadi karena bandingnya adalah 2 banding 10. Biasanya pemilik Warrior Hybrid memiliki kekuatan yang sangat hebat dibanding Warrior pada umumnya.