Mythical Rubick

Mythical Rubick
7 | Bukit Tenochtitlan



"Muzzy! Oy ... Muzzy, ayo bangun!" ucap perempuan itu dengan suara yang lembut tapi terdengar samar-samar di telingaku.


Aku mencoba membuka mataku yang masih terasa berat akibat berjaga malam hari tadi. Kepalaku juga terasa berat akibat kurang tidur mungkin karena tekanan darahku juga berkurang akibat begadang kemarin malam.


"Emmm ...," gumamku sambil mencoba membuka salah satu mataku.


"Muzzy ayo bangun! Kita harus sarapan dulu dan bersiap-siap," pinta perempuan itu sambil menggoyangkan tubuhku.


"Emmm ... i-iya-iya," ucapku sambil memusut kedua mataku.


Rupanya sosok perempuan yang membangunku itu ialah Mika, pantas saja suaranya sangat lembut. Aku mencoba berjalan perlahan seperti zombie yang baru keluar dari kuburnya, menuju aliran sungai kecil dari air terjun untuk membasuh mukaku.


※※※


"Ini sarapan untuk mu Muzzy, aku sudah membuatkannya untuk mu! Terima kasih banyak atas kerja kerasnya malam tadi ya! Oh iya tolong minum ini juga ya!" pinta Mika sambil menyerahkan sepiring makanan dan secangkir minuman yang beraroma manis.


"Apa ini? Dan minuman apa ini? Aromanya enak sekali," sahutku mengambil makanan dan minuman yang Mika serahkan tadi.


"Hehe itu ku buat khusus untukmu, nasi rempah dengan taburan kismis lalu diberi telur dadar diatasnya. Lalu untuk minuman itu, susu di campur dengan air rebusan jahe dan sedikit madu agar tubuhmu tetap fit dan kembali segar!" ujarnya sambil tersenyum riang seperti seorang istri yang dengan bahagia membuatkan makanan untuk suami tercinta.


"Wah ... pasti rasanya enak, terima kasih banyak ya! Apa ini tidak berlebihan?" tanyaku membuat ekspresi bingung.


"Tidak kok Muzzy, ayo dimakan nanti keburu dingin!" sahutnya tersenyum manis.


Mika terlihat senang saat aku mulai memakan makanan buatannya, dia duduk disampingku sambil menatap langit pagi yang cerah. Pipinya yang berwarna kemerahan dengan senyum manisnya menambah kebahagian dan ke damai an di pagi yang cerah ini.


...


"Mmmm ... Bagaimana tidurmu?" tanyaku kepada Mika sambil menguyah makanan.


"Hmm ... tidak terlalu nyenyak," jawabnya sambil melilit-lilit rambutnya yang lembut dengan tanganya, lalu sesekali tersenyum kecil.


"Kau pasti memikirkan sesuatu bukan?" tebakku sambil tertawa ringan.


"Hmm ... iya, aku khawatir tidak bisa membantu banyak dalam grup," ujarnya cemberut, padahal baru saja dia tersenyum manis.


Aku sebenarnya juga khawatir tidak bisa melindungi mereka semua, dia memikirkan hal yang sama seperti yang aku pikirkan. Manusia memang terkadang mudah sekali cemas dan khawatir akan sesuatu, tapi itulah yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya.


"Mika ... kau itu Warrior bertipe Support. Support adalah tipe terpenting dalam sebuah tim, tanpa kehadiran seorang support para Warrior lain akan kesusahan jadi kau itu amat penting dalam grup Mika!" ujarku memberi semangat kepada Mika supaya dia tidak cemberut lagi.


Mika tersenyum karena ucapanku. Aku hanya berharap bisa menjaga senyum itu, semua orang juga pasti akan berpikir seperti yang aku pikirkan.


"Oh iya Muzzy! Malam tadi aku mendengar kau berbicara sendiri. Apa yang kau bicarakan sih?" tanya Mika sambil mengerutkan dahinya.


"Hmm ... t-tidak ada apa-apa kok!" alasanku menggeleng pelan.


Bagaimana bisa dia mendengar apa yang aku bicarakan malam tadi padahal aku sudah bersuara sekecil mungkin, semoga saja dia tidak berpikir yang tidak-tidak mengenai hal itu.


"Tapi terlihat jelas dimata mu itu bahwa kau sedang memikirkan sesuatu. Jika kau butuh bantuan atau sesuatu untuk dibicarakan, bicarakan saja denganku. Mungkin aku bisa membantu mu Muzzy!" ujarnya sambil berdiri lalu tersenyum lagi.


"I-iya, terima kasih banyak," ucapku tersenyum.


Mungkin aku akan menceritakan masalahku kepadanya nanti saat waktu yang tepat, ku harap dia tidak terlalu memikirkan apa yang sedang aku pikirkan ini. Rasa bimbang untuk kembali bertarung atau tidak, benar-benar membuatku kadang tertekan.


Aku pun segara menyelesaikan sarapanku dan berkumpul bersama yang lain, kelihatannya mereka sudah selesai sarapan.


※※※


Semua anggota kelas berkumpul menunggu misi yang diberikan oleh pihak sekolah. Semua dari anggota kelas terlihat tegang dan bermuka cemas, kami semua mencemaskan berbagai macam hal mulai dari akan terjadinya pertempuran antar kelas atau melawan monster tingkat tinggi yang bisa membahayakan anggota kelas.


Sekitar 30 menit menunggu, akhirnya misi pun keluar.


"Misi yang kalian dapatkan adalah mengumpulkan 4 buah macam Power Stone yang letaknya terpisah. Bapak merekomendasikan kalian berpencar untuk mendapatkan Power Stone tersebut. Grup Alpha akan akan mengambil Fire Stone, Bravo akan mengambil Leaf Stone, Charlie akan mengambil Water Stone dan terakhir grup Delta akan mengambil Earth Stone. Bapak sudah menyerahkan lokasinya kepada ketua grup masing-masing," kata Mr. Jack lewat monitor.


Lokasi sudah didapatkan oleh semua ketua grup, kami semua berkumpul untuk membuat strategi dan berbenah sebelum berangkat menuju lokasi dari Power Stone.


"Baiklah teman-teman apa ada saran untuk kita berkomunikasi tanpa menggunakan radio? Aku takut saat kita berkomunikasi dengan radio para kelas lain menyadap saluran kita dan mereka akan dengan mudah mengetahui rencana kita," ujar Maze dengan wajah seriusnya.


Aku mengangkat tanganku.


"Ok Muzzy, ada ide cemerlang?" tanya Maze kepadaku.


"Mungkin ini terlihat kuno tapi ide ini sudah sejak lama aku pikirkan dan mungkin saatnya aku mengeluarkan ide ini. Idenya adalah berkomunikasi dengan suar asap," ujarku dengan wajah penuh percaya diri, tidak biasanya aku seperti ini.


"Suar asap?" tanya Karin kebingungan.


"Iya! Suar asap. Mereka memang jadi mengetahui posisi kita tapi mereka tidak mungkin langsung menyerang kita begitu saja, pertama yang mereka pikirkan adalah kenapa tim kelas kita menggunakan suar asap dan itu pasti membuat mereka kebingungan," ujarku menjelaskan rencanaku.


Di saat itu entah mengapa semangatku menjadi-jadi. Dulu saat aku masih di sekolah dasar, ide ini muncul ketika aku melihat cara berkomunikasi lewat saluran sangatlah berbahaya dan bisa membocorkan rencana. Tapi dengan suar asap hanya mereka yang mengerti maksud dari warna suar itu saja yang bisa mengartikan isyarat tesebut.


"Muzzy kau Jenius, Briliant!" puji Maze kepadaku sambil menepuk-nepuk pundakku.


"Jadi, seperti apa rencanamu itu Muzzy ayo jelaskan!" Pinta Crystalesia sambil menahan kepalanya dengan tangan kanan.


"dengarkan teman-teman, aku akan menjelaskan secara jelas dan mudah di mengerti agar tidak terjadi miskomunikasi atau kesalahan saat kita telah berpencar nanti. Jadi suar asap disini memiliki berbagai macam warna berarti itu berbagai macam juga maknanya yang ada di tiap warna tersebut," ujarku sambil mengambil salah satu pistol pelontar suar.


Mereka semua mengangguk dan terlihat antusias mendengar penjelasanku.


"Suar berwarna merah memiliki arti bagaimana situasi di sekitar, jawabannya bisa menggunakan suar berwarna hijau, kuning dan hitam,"


"Suar berwarna hijau berarti aman terkendali sedangkan kuning bejaga-jaga atau merasakan ada sesuatu yang tidak beres dan yang terakhir suar berwarna hitam menandakan ada musuh atau monster disekitar," lanjutku sambil mengeluarkan macam-macam suar.


Semua mengangguk cepat berkali-kali dan semakin antusias.


"Selanjutnya adalah suar berwarna polos atau suar biasa. Suar ini memiliki arti sudah tiba di lokasi yang telah diberikan oleh Mr. Jack tadi yaitu lokasi Power Stone dan yang terakhir adalah suar berwarna jingga yaitu telah menemukan Power Stone tapi jika ada anggota grup yang terluka tetapi tidak terlalu parah tembak saja suar berwarna kuning setelah menembakkan suar berwarna jingga dan jika tidak ada anggota yang terluka tembakkan suar berwarna hijau,"


"Bagaimana dengan tanda setelah mendapatkan Power Stone tetapi ada anggota grup yang terluka parah Muzzy?"


"Pertanyaan yang bagus Mika! Aku harap itu tidak akan terjadi. Aku tidak mau ada yang terluka parah tapi jika saja itu terjadi gunakan suar berwarna hitam. Dan semua tim harus segera menuju kesana, keselamatan anggota tim paling diutamakan disini! Kalian semua mengerti?" ujarku sambil mengepal kedua tanganku.


Semua anggota kelas menatapku dengan penuh harapan, mungkin ini adalah langkah awalku untuk kembali memiliki semangat bertarung dan mewujudkan mimpiku dulu. Ya mimpiku ingin menjadi peringkat nomor satu The High Table dan menciptakan kedamaian di dunia ini.


"Sangat mengerti!!!" ujar mereka dengan kompak.


Aku tersenyum karena mereka semua menerima usulku, kami semua bersiap-siap untuk menuju lokasi dari Power Stone.


※※※


Grup Alpha akan menuju Gate of fire yang letaknya di Lereng perbukitan Rajawali untuk mengambil Fire Stone. Lain lagi dengan grup Bravo yang mendapat misi untuk mengambil Leaf Stone, mereka harus menuju ke Magic Forest. Sedangkan grup Charlie akan menuju Swan Lake untuk mengambil Water Stone dan yang terakhir adalah grup Delta, kami harus menuju Tome of the Rock di Bukit Tenochtitlan untuk mengambil Earth Stone.


Menurut info yang beredar, di bukit Tenochtitlan memiliki keunikannya tersendiri. Di sana terdapat patung-patung yang masih belum bisa di identifikasi sampai saat ini. Banyak rumor yang beredar disana, salah satunya terdapat kekuatan magis Earth Spirit yang membuat tempat itu dianggap sakral dan susah untuk dijelajahi, jika seseorang berniat jahat atau cuma mengincar kekuatan semata konon katanya orang yang telah masuk ke Tome of the Rock akan tidak bisa keluar hidup-hidup.


"Baiklah sesuai rencana yang Muzzy berikan tadi kita akan berkomunikasi dengan suar asap, kalian semua hati-hati dan selalu waspada saat misi ini. Ayo kelas F! Semangat!!!" seru Maze sambil mengepal tangannya ke atas dan berteriak sekuat tenaga.


"Oraaaaaaaa!!!" teriak Reznov, berteriak layaknya Tentara Merah milik Rusia ketika mengepung kota Berlin di Jerman.


...


Tiap grup telah berpencar menuju tempat yang telah diperintahkan oleh Mr. Jack. Grup kami, Delta harus menuju arah barat daya untuk menuju bukit Tenochtitlan. Kami semua juga di perintahkan dalam mode Summon Warrior oleh Mr. Jack karena hari ini lah awal mula PLS di mulai.


Aku dan Mika berjalan di belakang untuk mengawasi dan melindungi teman-teman, sedangkan Karin, Ellen, Reznov serta Lumia berada di tengah barisan formasi. Sedangkan Artizy memiliki tugas khusus untuk mendeteksi keberadaan musuh lewat Blood Seeker miliknya. Sebuah kemampuan Pasif yang dimilikinya, cara kerja dari kemampuan Pasif milik Artizy ini mungkin terlihat unik yaitu dia harus menggunakan indra penciumannya.


Sambil berjalan Karin memberi suatu arahan, "tetap waspada teman-teman, perhatikan setiap pepohonan dan semak-semak yang ada di sekitar!"


"Artizy apa kau mencium sesuatu?" ujarku bertanya kepadanya dari belakang.


Artizy menghendus-hendus perlahan. "Negatif, yang ku cium hanya bau darah hewan seperti tupai dan bau darah kalian."


Lalu Ellen menyengir dan mengejek Artizy. "Kita beruntung punya seekor anjing pelacak di sini."


"Hey, jaga mulutmu itu Ellen!" sahut Artizy dengan raut wajah kesal dengan perkataan Ellen.


Semua orang juga pasti marah jika di ejek apalagi disamakan dengan hewan. Mungkin aku juga akan marah jika di ejek seperti itu.


"Ellen! Tolong jangan ganggu Artizy. Disini dia adalah juru kunci kita, tanpa kemampuan Artizy mungkin kita akan kesulitan dan lagi kelompok kita memang tidak punya Warrior pendeteksi selain Artizy," ujar Karin dengan muka serius.


Sebenarnya aku juga memiliki kemampuan untuk mendeteksi keberadaan musuh atau monster tetapi kemampuan Artizy jauh lebih hebat dibanding dengan kemampuan deteksiku.


Ellen memang suka menggoda dan mengganggu anggota lain tapi sebenarnya dia orang yang baik, sedangkan Karin memiliki jiwa pemimpin yang tinggi. Dia lebih mementingkan kepentingan anggotanya daripada dirinya sendiri.


※※※


Kami telah berjalan sekitar 2 jam dan beberapa kali beristirahat sejenak, kami telah berjalan lebih dari 15 km dari Camp. Cuaca begitu cerah tanpa ada awan sedikitpun, untungnya suhu di sekitar tidak begitu panas jadi membuat kami tidak terlalu kelelahan.


"Kau cape?" tanya Mika sambil memberikan sebuah botol air kepadaku.


"Lumayan, jalannya juga cukup sulit di tempuh," sahutku sambil mengambil botol air minum yang diberikan Mika.


Setelah beristirahat lagi kami pun melanjutkan perjalanan ke bukit Tenochtitlan, semakin dekat dengan bukit Tenochtitlan medan yang kami lalui semakin sulit dilalui. Karin menembakkan suar asap berwarna merah untuk mengetahui bagaimana kondisi grup lain.


Grup-grup yang lain merespon dengan suar berwarna hijau, menandakan kondisi aman terkendali. Syukurlah kalo mereka baik-baik saja.


"Mereka semua baik-baik saja, ayo kita lanjutkan perjalanan kita!" pinta Karin kepada seluruh anggota Delta.


Saat kami sudah mendekati bukit Tenochtitlan, terdapat banyak rusa-rusa liar dan berbagai macam pohon dengan beraneka macam buah-buahan. Selain terdapat banyak rusa disana juga banyak terdapat patung-patung berbentuk seperti Monk dan ukiran-ukiran relif di dinding-dinding sekitar Tome of the Rock.


Karin Sambil tersenyum puas. "Ini dia teman-teman, Tome of the Rock!"


"Selamat datang di Tome of the Rock teman-teman!" ujarku sambil memegang sebuah patung.


Karin dengan segera menembakkan suar polos menandakan kami sudah tiba di lokasi Power Stone yaitu Rock Stone.


-Tbc-


Pojok Fyi


● Power Stone adalah sebuah batu yang bisa membantu meningkatkan Element bagi pengguna Warrior.


Power Stone memiliki banyak macam mulai dari Fire Stone (Meningkatkan Element Warrior Api), Leaf Stone (meningkatkan Element Warrior Tanaman), Water Stone (Meningkatkan Element Warrior Air), Earth Stone (Meningkatkan Element Warrior Batu), Thunder Stone (Meningkatkan Element Warrior Petir), Wind Stone (Meningkatkan Element Warrior Angin), Mind Stone (Meningkatkan Element Warrior Cahaya), Dark Stone (Meningkatkan Element Warrior Kegelapan), dan Froze Stone (Meningkatkan Element Warrior Es).


Cara penggunaannya ialah dengan menghisap kekuatan dari Power Stone tersebut. Power Stone jumlahnya tidak hanya 1 untuk 1 jenis Power Stone.


Power Stone diciptakan oleh para Spirit.


● Spirit adalah roh atau jiwa yang menjaga alam dan membuat alam tetap seimbang. Sama hal nya dengan Power Stone, Spirit juga memiliki berbagai jenis mulai dari Ember Spirit, Aqua Spirit, Nature Spirit, Earth Spirit, Light Spirit, Dark Spirit, Ice Spirit, dan lain-lain.


● Tiap Warrior memiliki kemampuan pasifnya sendiri, biasanya kemampuan pasif itu muncul sejak pengguna Warrior itu mendapatkan Warrior-Nya. Contohnya seperti Artizy yang memiliki kemampuan pasif Blood Seeker atau Mika yang memiliki Pasif Visions of the Future.


Dalam keaktifan pasif Warrior, tiap warrior bisa berbeda-beda kesempatan aktifnya. Contoh milik Artizy berbeda dengan milik Mika, Artizy memiliki Pasif yang selalu aktif kapan pun dia dalam mode Summoning sedangkan Mika memiliki kesempatan yang sedikit.


● Tome of the Rock adalah sebuah kuil besar yang berada di bukit Tenochtitlan. Menurut informasi yang beredar Tome of the Rock dulunya adalah tempat berlatihnya para Monk.


● Gate of Fire Adalah sebuah kawasan kawah berapi yang bertempat di bukit Rajawali. Di tempat ini dulunya adalah gunung berapi yang telah meletus dimasa lalu dan berubah menjadi bukit, tetapi masih memiliki lava di bawah permukaan buminya.


● Magic Forest adalah sebutan nama kawasan hutan yang didalamnya banyak terdapat hal-hal mistis dan makhluk-makhluk aneh, didalam hutan tersebut memiliki rumor yang mengerikan yaitu jika berjalan ditengah gelapnya malam kalian akan diculik oleh makhluk buas disana yang mahkluk buas nya itu masih tidak diketahui sampai saat ini.


● Swan Lake adalah nama sebuah danau yang di sekitarnya dihuni makhluk-makhluk air yang unik.