Mythical Rubick

Mythical Rubick
66 | New Luden



Another Pov


"Jendral! Kami telah menemukan lokasi dari Red Orb itu berada!" lapor salah satu prajurit operator milik Jendral Erina.


"Tampilkan di layar utama!"


Lokasi dari Red Orb yang digadang gadang sebagai Orb yang mampu membangkitkan kembali beast dari tidur panjangnya, nama beast itu bukan lain adalah Arzetha yang menjadi musuh alami dari Baruna sang paus penguasa lautan dan peraian.


"Kita harus mengamankan Orb itu sebelum Wilkes dan pasukannya mengambil benda itu duluan!" tegas Erina.


Erina langsung memerintahkan Sandman beserta timnya untuk menuju kesana dan mengamankan Orb itu.


"Kita harus mengalahkan mereka, apa pun yang diperlukan, apa pun harga yang harus kita bayar, berapa nyawa pun yang harus kita korbankan. Kita tidak bisa membiarkan mereka menganggu kedamaian manusia yang telah mengorbankan ayah dan ibuku!" ucap Erina dengan mata penuh berapi-api.


Para bawahannya mengangguk dengan penuh percaya diri, mereka percaya sepenuhnya dengan Jendral Erina. Melihat usahanya yang terus menerus untuk tetap menjaga kedamaian di dunia ini walaupun harus mengorbankan masa mudanya itu, ia benar-benar sosok manusia yang pantas untuk di bela.


"Jendral Erina, beristirahatlah dulu dan serahkan ini kepada kami. Anda belum tidur hari ini!" ucap tangan kanannya, Luceria.


Luceria benar-benar dibuat khawatir, bukan hanya Luceria, Dokter Lute dan juga Muzzy adiknya turut mengkhawatirkannya dan menyuruhnya untuk tidak terlalu memaksakan diri.


"Tidak bisa Luceria, ini harus aku tangani segera jika tidak..."


"setidaknya kau duduk di kursi mu itu dan minumlah susu hangat ini!" potong Luceria lalu menyerahkan susu coklat hangat agar moodnya membaik dan juga memulihkan penatnya.


Erina duduk di kursinya lalu menghela napasnya karena kelelahan.


"Sudah ku bilang, ini bukan satu-satunya masalah mu. Ini masalah semua orang di sini, jadi serahkan kepada kami dan istirahatlah. Aku tadi di telpon Muzzy dan dia minta kau untuk tidur dan makan dengan teratur, ia tak ingin kehilangan kakak tercintanya," ujar Luceria kepada Erina yang membuat mata Erina berair-air seperti ingin menangis.


"Waaaa, rupanya adikku mengkhawatirkanku. Baiklah kalo begitu aku akan tidur dan ku serahkan ini pada mu, Luceria!"


"Serahkan saja padaku, aku tidak akan membuat mu kecewa!" ucap Luceria dengan penuh semangat.


Erina pergi meninggalkan ruangan HQ dan mengikuti saran dari Luceria untuk beristirahat setidaknya beberapa jam.


"Sandman! Ini Luceria, kami akan menambahkan satu orang di pasukan mu, kami akan mengirimkan datanya kepada mu!"


Sandman yang tengah bersiap-siap menuju helipad mendapatkan sebuah data yang menampilkan seorang perempuan arkeolog.


"Ia adalah salah satu dari anggota The Guardian juga, namun dalam bidang penelitian. Dia akan sangat berguna bersama kalian!" lanjut Luceria.


Seorang perempuan muda dengan rambut yang dikuncir kuda berlari sambil membawa tasnya yang cukup besar untuk seukuran tubuhnya yang lumayan kecil.


"Lapor kapten Sandman, Sarah izin ikut turut serta di dalam misi ini!" lapornya sambil memberi hormat kepada Sandman.


"Izin diterima, selamat bergabung dengan Tim Metal milikku ini!" jawab Sandman.


Sandman lalu memperkenalkan anggotanya kepada Sarah.


"Salam kenal semuanya, aku sudah pernah mendengar kisah-kisah kehebatan kalian. Terlebih kisah Sandman dan Blink yang begitu ikonik!" ucapnya dengan penuh semangat sampai-sampai ia memamerkan giginya yang putih itu.


"Simpan semangat mu itu, nona. Kita akan berangkat sebentar lagi," ucap Lynyrd lalu mengangkatkan tas bawaannya.


***


Diatas chopper, Sarah menceritakan tempat dan lokasi yang akan mereka kunjungi.


"Tempat itu dipenuh dengan gas nova 9, gas paling beracun yang pernah ada. Sekali terhirup kau pasti akan dinyatakan tewas dalam hitungan detik," jelas Sarah kepada mereka berempat.


"Nova 9 kah, ku kira gas beracun itu sudah tidak pernah ada lagi di dunia ini, rupanya tempat itu masih mengandung gas yang telah dipakai beratus-ratus tahun yang lalu ketika perang dunia," sahut Linkin.


Lynyrd hanya mengangguk-anggukkan kepalanya sambil menghisap cerutunya.


"Hornet, kita akan turun di titik ini!" ujar Sandman kepada pilot Hornet.


"Siap Kapten Sandman!"


Sandman memandangi lawan jenisnya itu dengan tatapan penasaran.


"Jadi, apa alasan mu ingin menjadi seorang arkeolog yang bekerja untuk The Guardian?" tanya Sandman kepada Sarah.


Sarah tertawa kecil, ia bercerita bahwa ia ingin sekali mengetahui seluruh isi dunia dan bahkan kebenaran yang ada di alam semesta ini. Namun ia merasa ada yang salah dengan dunia ini maka dari itu ia memutuskan untuk menjadi seorang arkeolog untuk menemukan jawaban dari pertanyaannya selama ini.


"Apakau siap untuk mengotori tangan mu itu, nona muda?" tanya Sandman lagi.


"Mengotori?" tanyanya kebingungan.


"Jika kau ingin mengetahui kebenaran dari dunia ini, kau harus siap mengotori tangan mu itu nona muda!" sahut Sandman sambil tersenyum memperlihatkan tangannya yang seolah di tangannya itu dipenuhi noda dan sangatlah kotor.


Sarah hanya terdiam, dia begitu bingung harus berbicara apa.


Blink yang asik memutar-mutarkan pisau kecilnya lalu berkata kepada Sarah. "Kenyataan yang ada bisa saja menipu mu, kau harus siap menerima guncangan batin ketika kau akhirnya menemukan kebenaran itu nona."


Lynyrd yang sebelumnya tidak berbicara dan hanya mengisap cerutunya pun ikut angkat bicara. "Kebanyakan dari kenyataan yang ada hanyalah kebohongan, nona muda. Kami yang sudah banyak sekali menemukan kebenaran dunia yang begitu dingin ini dan kami harus menangung kotornya agar membiarkan dunia ini tetap bersih. Maka dari itu jika kau memang ingin benar-benar menemukan kebenaran itu, maka kau harus berani mengotori tangan mu."


Sarah mengangguk namun ia malah semakin tertarik.


"Kapten Sandman, aku siap mengotori kedua tanganku ini!" ucapnya dengan penuh semangat.


"Sekarang kau memang benar-benar resmi salah satu anggota tim Metal!" ucap Sandman lalu menepuk pundak Sarah.


...


Sebentar lagi mereka akan sampai kepada lokasi yang mereka tuju. Lokasi itu sebuah kaki gunung yang dulunya adalah pemukiman manusia tetapi karena kebocoran gas nova 9, seluruh warga disana dinyatakan tewas.


"Selamat datang di neraka teman-teman!" ucap pilot Hornet kepada penumpangnya.


Gunung itu adalah gunung merapi, gunung yang selalu aktif sampai saat ini. Sudah berabad-abad lamanya namun gunung ini tetap aktif.


"Lihat gunung itu, gunung yang telah lama aktif dan tidak pernah tidur. Sudah berabad-abad lamanya gunung itu aktif, sungguh kekuatan alam memang tidak bisa di tandingi oleh kita manusia!" ucap kagum Sarah ketika melihat gunung Merapi yang telah usianya mungkin sudah berabad-abad.


"Mask on, kita akan memasuki kawasan radiasi!" perintah Linkin yang sejak tadi di sibukkan dengan senjatanya.


"ketika dibawah nanti, tolong jangan jauh-jauh dari kami, nona!" pinta Sandman kepada Sarah yang dibalas dengan anggukan cepat tanda begitu bersemangat.


***


"Jemput kami 30 menit lagi!" perintah Sandman kepada pilot Hornet.


"Copy That, Hornet out!"


Sandman dan ke empat anggotanya pun mulai bergerak menyusuri pemukiman hantu itu. Rumah-rumah disana sudah ditumbuhi tanaman-tanaman liar dan terkesan dengan keangkerannya.


Sarah beberapa kali mengambil foto untuk dijadikan bahan penelitian dan beberapa kali mengambil bebatuan disana serta tumbuhan yang tumbuh disana.


"Tempat ini begitu aneh, Tumbuhan disini malah tumbuh subur padahal tempat ini dipenuhi gas beracun," ucap Lynyrd dengan penuh keheranan.


"Tanaman disini telah beradaptasi dengan cepat, bahkah lihat!" Sarah menunjuk sebuah bekas jejak kaki seekor hewan berkaki empat.


"J-jejak kaki hewan?" tanya Sandman keheranan.


"Alam memang sungguh menggangumkan bukan, hewan dan tanaman disini melakukan adaptasi dengan cepat maka dari itu mereka mampu bertahan dengan kondisi seperti ini!"


Sarah lalu mengambil foto jajak kaki hewan yang mereka temukan tadi, mereka berjalan sambil melihat sekeliling karena jika ada hewan yang hidup disini bukanlah tidak mungkin monster juga ada di sekitar mereka.


Tubuh Sarah yang ingin melanjutkan langkahnya langsung di hentikan oleh Sandman, rupanya benar dugaan mereka tentang adanya monster yang hidup di kawasan ini.


"Salahirno!"


Salahirno adalah monster bertubuh Salamander tetapi memiliki cula seperti badak, pemakan serangga dan hewan-hewan vertebrata. Jika marah mereka akan meolesi tubuhnya dengan cairan zat asam dan memamerkan culanya yang begitu besar.


Ketika Sandman asik berbicara dengan anggota timnya, Sarah malah dengan penuh semangat mengambil foto dari Salahirno itu. Beruntung Salahirno tidak menyadari hal itu, namun tetap saja hal itu adalah tindakan cukup gila yang dilakukan oleh orang yang sama sekali tidak mempunyai kemampuan warrior.


"Nona Sarah, kita akan memutar! Terlalu berbahaya jika kita harus melawan monster itu di tempat seperti ini!" perintah Sandman kepada Sarah.


...


Perjalanan mereka akhirnya telah sampai kepada lokasi yang di informasikan terdapat Red Orb di dalamnya. Lokasi mereka saat ini adalah di lereng gunung merapi, udara disana begitu dingin walaupun gunung berapi statusnya masih aktif.


"Disini aman! Kita bisa melepas masker gas kita sekarang!" ujar Linkin sambil meletakkan sebuah alat pendeteksi radiasi ditanah.


Sandman lalu memerintahkan pasukannya untuk sedikit bergegas. Mereka saat ini sebenarnya tengah berlomba dengan pasukan Wilkes yang juga mengincar Red Ord itu dan posisi mereka saat ini sebenarnya saling berhadapan dan hanya terpisahkan oleh lereng gunung lainnya.


Baru berjalan beberapa langkah, mereka sudah merasakan hawa yang kurang enak terpancar di lokasi itu.


"Kapten, sepertinya kita kedatangan tamu!"


"Itu pasti pasukan Wilkes!" ucap Sandman.


"Nona Sarah, gunakan ini untuk menutupi keberadaan mu!" ujar Linkin menyerahkan sebuah mantel yang jika di gunakan mampu menghilangkan orang yang berada di dalamnya.


Blink langsung mengeluarkan pedangnya dan bersiap untuk bertarung habis-habisan. "Jumlah mereka lebih dari 4 lusin!"


"Kau punya rencana, bos?"tanya Lynyrd sambil mencoba meregangkan tubuhnya.


"Tentu saja!"


"Apa itu?" tanya Lynyrd lagi.


"Bunuh mereka semua!" sahut Sandman dengan senyum kesetanan di wajahnya.


Lynyrd langsung berlari menerjang para pasukan Wilkes, lalu diikuti oleh Blink yang tentu saja hanya dengan sekejap mata kepala para pasukan monster Wilkes sudah terjatuh dari tempatnya.


Sandman juga tidak mau kalah, ia mengayunkan kapaknya dan seolah-olah kapak itu diajaknya menari-nari dengan artian yang berbeda.


Selain mengayunkan kapaknya, ia juga tidak lupa untuk memanggil para ursa miliknya yang sangat haus akan darah dan pastinya mereka juga sangat lapar.


"Mereka memanggil bala bantuan!" ucap Lynyrd yang baru saja membanting Orc berbadan gempal.


"Serahkan padaku!" sahut Linkin.


Linkin memanggil pasukan burung-burung yang tubuhnya sudah di tanamkan bom berkekuatan sedang. Walaupun daya ledaknya hanya sedang, dengan jumlah mereka yang sangat banyak ledakkan kecil pun bisa dirubah menjadi besar.


Pertempuran akhirnya dimenangkan oleh Sandman dan pasukannya, namun Sandman berpikir tidak mungkin Wilkes hanya memberi mereka hadiah kecil.


"Tetap waspada, ini baru gelombang pertama. Mereka tidak mungkin membiarkan kita dengan mudah mengambil benda itu!" tegas Sandman sambil mengelus-elus kepala Ursa miliknya yang terlihat sangat jinak jika di dekanya.


Sandman yang otaknya entah kenapa seperti tersetrum listrik lalu dengan paniknya mencari salah satu anggota barunya yaitu Sarah.


"Kapten aku disini!" lalu muncul kepala yang membuat Lynyrd dan Sandman terkaget bukan main.


"J-jangan lakukan hal itu lagi, ok! Itu membuatku kaget!" ucap Sandman sambil melihat kelucuan anggota perempuan satu-satunya di pasukannya saat ini.


Sarah hanya tersenyum sambil memamerkan giginya.


"Sebaiknya kita bergerak!" pinta Blink sambil menyarungkan kembali pedangnya.


Ketika mereka ingin melangkah maju, Sarah memanggil mereka semua.


"Teman-teman, bagaimana cara melepaskan benda ini. Tolong!" katanya dengan wajah datar namun juga panik dalam bersamaan.


Sandman dan Lynyrd langsung saling menatap satu sama lain dan ekpresi mereka bisa dibaca bahwa mereka tidak habis pikir dengan kelakuan nona Sarah yang terkesan absurd. Blink hanya menggaruk-garuk kepalanya sambil terus berjalan meninggalkan mereka.


"Hahaha aku lupa memberitahu mu cara melepasnya ya!" ucap Linkin lalu mencoba membantu melepaskan mantel itu di tubuh Sarah.


-Tbc-


Halo teman-teman sekali, semoga kalian sehat sehat selalu. LB mau ngasih tau bahwa saat ini LB tengah melakukan isolasi mandiri dikarenakan muncul gejala-gejala LB terpapar Covid-19. Untuk kalian yang masih menganggap pendemi ini hanya mitos, silakan saja itu hak kalian tapi kewajiban kalian untuk mengikuti peraturan yang ada adalah suatu keharusan.


Ok deh itu aja, mohon maaf ya LB telat up. Selain LB sedang isoma, LB juga udah mulai memasuki final final semester perkuliahan dan sebentar lagi LB bakal melawan final boss yaitu skripsi.


See you next chapter teman-teman, and stay safe ( ◜‿◝ )