Mythical Rubick

Mythical Rubick
4 | Tarian Mika



"Apa semuanya sudah di dalam tas, Muzzy?" tanya Kakakku sambil membereskan piring setelah sarapan.


"Hmm iya Kak, semuanya sudah dimasukkan ke dalam tas! Apa ini bekal buat di perjalanan nanti?"


"Iya Dik, makan ya nanti waktu di perjalanan dengan teman-temanmu. Hati-hati di perjalanan dan saat PLS juga harus tetap berhati-hati serta jaga kondisimu ya!" kata Kakakku memberikan perhatian seperti layaknya ibu kepada anaknya tercinta.


"Siap bos hehe, kalo begitu aku berangkat dulu ya Kak!" ujarku sambil tersenyum riang.


"Hati-hati ya, buat Ayah dan Ibu bangga!" sahut kakakku sambil melambaikan tangan.


"Pasti kak!"


Dalam perjalanan sebelum aku sampai di halte bus, aku memikirkan bagaimana nanti saat di Turtle Island. Rumor mengatakan bahwa hanya Warrior kuat dan hebat yang bisa bertahan disana.


Rumor itu juga terus berkembang setiap tahun ajaran baru, ada yang mengatakan bahwa di sana terdapat banyak monster mengerikan dan ada juga yang mengatakan bahwa di sana terdapat harta karun yang bisa membuatmu kaya raya untuk selama-lamanya.


Aku bergumam sambil menggelengkan kepalaku. "Aku terlalu khawatir, aku hanya perlu menghindari masalah saja!"


"Tapi, jika di pikir-pikir ada si Kunyuk Artizy dia pasti bakalan banyak membuat masalah," lanjutku sambil menghela napas.


※※※


Setelah sampai di halte bus, aku menunggu kurang lebih 10 menit sebelum bus itu tiba. Di dalam perjalanan aku hanya menyaksikan daun dedaunan yang bergugur terbawa angin, sepanjang perjalanan aku hanya diam sembari melihat keluar jendela bus dan melihat perlombaan manusia yang disibukkan dengan berbagai macam hal sampai mereka melupakan hal yang paling penting di hidup ini.


bus yang ku tumpangi akhirnya sampai di halte bus yang berdekatan dengan kuil milik keluarga Mika atau bisa di bilang rumah Mika, aku jadi bingung memikirkannya, karena mereka hidup di dalam kuil berarti kuil itu rumah mereka itulah pikirku.


"Wah memang benar ada patung kucing seperti yang Mika bilang dan lagi ukurannya juga sangat besar!" ucapku sambil memegang patung kucing besar itu.


Kuil ini sangat besar dan bersejarah, walau Clan Shaman Bukan lagi termasuk Clan Fundamental atau bisa disebut dengan Ex-Fundamental tetapi Clan Shaman sangat berpengaruh di Distrik ini apalagi mereka adalah salah satu clan yang mendapat gelar The Sentinel Heros.


Kuil ini begitu menenangkan hati, aku saja yang baru masuk di bagian depannya sudah merasakan ketenangan di dalam kuil ini. Di sini juga terdapat banyak lonceng angin yang membuat suasana menjadi lebih damai dan yang pasti terdapat banyak kucing, makanya kuil ini sering disebut dengan kuil kucing atau Nyan Nyan Ji.


Selain suasananya sangat damai, kuil ini juga memiliki aura yang begitu hangat dan nyaman, pantas saja Mika orangnya begitu ramah dan baik, dia hidup di lingkungan yang memiliki energi positif yang begitu banyak.


...


Saat aku sudah berada di dalam kawasan kuil, aku melihat seorang wanita paruh baya mengenakan pakaian gadis kuil yang tengah asik membersihkan halaman kuil dari daun-daun yang berjatuhan sambil tersenyum dan bersenandung dengan riang.


"Permisi Bibi selamat pagi, saya temannya Mika. Saya disini mau menjemputnya untuk berangkat bersama-sama ke sekolah," ujarku sambil menundukkan kepala memberi salam.


"Selamat pagi! Hmm ... rupanya ini temannya Mika! Dia cerita banyak tentangmu kemarin malam. Namamu Muzzy, bukan?" tanya wanita itu sambil tersenyum kepadaku.


"Iya Bibi, nama saya Muzzy!" ujarku mengangguk membenarkan apa yang wanita itu katakan.


"Perkenalkan Bibi adalah ibundanya Mika!" sahut wanita tadi sambil tersenyum.


"Eh maaf Bibi atas ketidak sopanan saya, Senang bertemu dengan anda. Anda memang begitu Mirip dengan Mika hehe,"


"Kamu bisa saja Muzzy, dia bercerita bahwa dia memiliki banyak teman. Dulu Mika kesusahan memiliki teman karena status keluarga kami yang berasal Clan Shaman, sejak dulu Mika sering mendapat pengelihatan masa depan dan itulah alasan orang menjauhinya. Orang-orang jadi takut dengan hal-hal yang mungkin dia lihat di masa depan seseorang," ujar Ibundanya Mika sambil memasang wajah cemberut.


"Nak Muzzy terima kasih banyak sudah mau berteman dengan Mika, kau adalah orang yang pertamakali yang mau menjemputnya,dari dulu dia selalu punya keinginan untuk berangkat bersama ke sekolah dengan teman-temannya," Lanjut beliau sembaring menghilangkan wajah cemberut.


Mika rupanya memiliki impian yang sangat sederhana tapi karena kekuatan Warriornya, orang banyak yang menjauhinya, batinku.


"hehe tidak masalah kok Bibi lagi pula Mika orangnya sangatlah baik. Saya senang berteman dengannya, bagi saya bisa mempunyai kekuatan seperti yang Mika miliki adalah sebuah anugerah tersendiri," sahutku sambil tersenyum.


Another Pov


Anak ini memiliki aura yang sangat hangat dan memiliki jiwa yang kuat, pantas saja Mika begitu senang dan antusias saat menceritakan anak ini, batin ibunda Mika di dalam hatinya.


Another Pov end


Sambil tersenyum beliau berkata kepadaku. "Nak Muzzy Tolong jaga Mika ya. Dia mungkin sedikit ceroboh jadi tolong bantu dia ya!"


"Iya Bi, saya akan menjaga dan membantunya. Lagi pula, saya ini temannya Mika dan sudah menjadi tugas seorang teman untuk saling tolong menolong dan saling melindungi satu sama lain," sahutku tanpa sadar mengiyakan permintaan ibunya Mika.


Ibu Mika hanya tersenyum manis lalu berkata. "Tunggu sebentar ya nak Muzzy, Mika sedang latihan menari pagi ini."


"latihan Menari? Mika menari untuk acara festival ya Bi?" tanyaku kebingungan.


"Bukan Muzzy, dia latihan menari untuk menyambut mempelai pria,"


"Eh tunggu dulu, Mika sudah mau menikah? Cepat sekali!" tanyaku sekali lagi sambil memasang wajah penasaran.


"Rencananya sih setelah dia lulus dari sekolah kejurusan Warrior, dia akan dinikahkan dengan perwakilan cabang Clan Shaman di Distrik Java Hill, tapi Bibi sejauh ini tidak setuju dengan apa yang direncanakan oleh Ayahandanya Mika," jawab beliau cemberut.


"kenapa Bibi tidak setuju, apa calon mempelai prianya berprilaku buruk atau apa?"


"Tidak Muzzy, dia anak yang baik tapi, Mika mungkin tidak terlihat menyukai perjodohan ini. Bibi jadi khawatir Mika tidak akan merasakan kebahagiaan atas pernikahannya. Bibi lebih suka dia yang menentukan masa depannya sendiri, menikahi pria yang dia memang sangat cintai bukan karena perjodohan," jawab beliau sambil menatap langit pagi yang begitu cerah.


Sambil berjalan menuju tempat Mika menari, ibu Mika menceritakan sedikit kebiasaan Mika. Dia anak yang rajin, baik, dan juga cantik tetapi dia sangat kesepian. Aku jadi kasihan kepadanya, didalam hatiku berkata memiliki keluarga yang kaya raya dan populer rupanya bukan segalanya.


"itu dia Mika!" ujar ibunya sambil menunjuk ke arah Mika yang sedang menari dengan lembutnya.


Ketika aku melihat Mika yang tengah asik menari, waktu terasa berhenti. Dia menari dengan sangat lembut dan gerakannya juga sangat cantik, dengan menggunakan pakaian khusus berwarna putih di hiasi dengan pola bunga sakura berwarna merah muda menambah keanggunan Mika pada saat ini.


"Mika ... cantik sekali!" ujarku tanpa berkedip sedetikpun.


Aku hanya bisa terdiam dan terpesona, bak melihat bidadari yang sedang menari indah di surga.


※※※


Mika menyadari diriku yang menyaksikannya menari lantas menghentikan tariannya dan berjalan menghampiriku sambil mengangkat roknya karena susah untuk berjalan, wajahnya berubah menjadi kemerahan mungkin karena dia malu.


"Muzzy! Sejak kapan kau berada di sini? Apa kau barusan melihatku menari? Aduh malunya, tolong jangan beritau siapa-siapa ya Muzzy aku mohon, aku sangat malu jika teman-teman mengetahui hal ini," ujarnya panik sambil menutupi wajahnya dengan kedua tanganya yang lembut.


Aku tertawa kecil sembaring tersenyum. "Hehe iya aku melihat, tarian mu sangat indah dan kau juga sangat cantik Mika. Tenang saja aku tidak akan menceritakan kepada siapapun kok!"


Mika tersenyum sambil tersipu malu karena pujianku tadi.


"Baiklah Muzzy, aku pegang perkataanmu itu dan terima kasih pujianmu, kau itu berlebihan," ujarnya malu-malu.


"Anu Mika, sebaiknya kita bergegas soalnya ini sudah hampir jam 08.00," ucapku sambil menunjukan jam tanganku.


"Ah iya benar, tunggu sebentar ya Muzzy aku ganti baju dulu, kau bisa tunggu di depan gerbang kuil," ujar Mika sambil berlari ke arah kamar ganti.


...


Kamipun berpamitan dengan Ibu Mika dan langsung berangkat menuju halte bus, di halte bus kami sedikit bercerita-cerita masalah masa lalu kami, dia juga bercerita bahwa tarian tadi ditunjukkan untuk menyambut calon suaminya nanti yang telah dipilih oleh Ayahnya.


"Mungkin setelah aku lulus dari sekolah nanti aku akan segara menikah dengan pilihan Ayahku, mungkin mimpiku untuk menjadi seorang Warrior akan selesai," ujar Mika memasang wajah sedih.


"Jangan memasang wajah sedih seperti itu Mika! Mungkin Ayahmu memiliki alasan tertentu kenapa beliau lebih memilih mu untuk segera menikah dan juga pilihan Ayahmu itu juga pasti orangnya yang terbaik menurut beliau," sahutku memberi semangat kepada Mika.


"Tapi ...,"


"Tenang saja Mika, Masa depan mungkin bisa berubah jadi lakukan saja yang terbaik dan lakukanlah apa yang kau suka sekarang. Manfaatkan waktu yang ada! Jadilah yang terbaik untuk mu dan orang-orang disekitarmu, aku yakin jika kau berbicara dengan Ayahmu mungkin ia akan memikirkan lebih lanjut tentang perjodohan itu," potongku sambil memakan permen.


Mika memandangiku tanpa berkedip seakan-akan tatapan itu penuh makna di dalamnya, menyadari mika memperhatikan ku seperti itu membuatku sedikit malu.


"Oh iya, mau permen? Banyak rasanya loh coba nanti tebak rasa apa yang kau dapat dari permen ini," ujarku sambil memberi permen kepada Mika.


"boleh hehe,"


"Rasa apa yang kau dapat Mika?" tanyaku sambil menatap wajahnya.


"Hmmm ... aku dapat rasa jeruk, bagaimana dengan mu, Muzzy?" jawabnya sambil tertawa riang.


"Kalo aku rasa mangga hehe," sahutku tersenyum.


Melihat Mika tertawa dan tersenyum mengingatkanku satu hal, yaitu tujuan ku untuk bertarung yang telah lama hilang, mungkinkah dia akan menjadi alasanku bertarung.


※※※


tidak berlangsung lama bus pun tiba di halte dan kami langsung masuk kedalam bus itu, di perjalanan kami hanya berbicara sedikit. Sepertinya Mika sedang memikirkan sesuatu yang mungkin berhubungan dengan percakapan kami tadi, aku harap ia tidak terlalu mengkhawatirkan hal itu.


Kamipun sampai di sekolah dan teman-teman dari tim Delta sudah berkumpul di dekat bus yang sudah di siapkan oleh pihak sekolah.


"maaf kami datang terlambat teman-teman," ujarku sambil mengatur napas karena berlari.


"Iya tidak apa-apa, ayo cepat kita harus masuk ke dalam bus kelas F," Karin mengangguk lalu menyuruh kami berdua untuk segera masuk ke dalam bus.


"sebentar lagi kita akan menuju ke Turtle Island," Sambung Karin mengepal kedua tanganya.


Mr. Jack memberikan beberapa kalimat penyemangat dan memberikan sedikit saran sebelum kami berangkat.


Di dalam perjalanan aku hanya berpikir bagaimana caranya agar membuat semua orang tetap selamat dan tidak ada yang terluka setelah mendengar rumor bahwa di Turtle Island kebanyakan Warrior muda yang gagal bertahan bisa saja mati atau Warrior yang mereka miliki mengalami Stack atau bisa diartikan mengalami periode dimana si pengguna tidak bisa memanggil Warriornya lagi dalam beberapa waktu sampai waktu yang ditentukan atau tidak akan pernah bisa lagi melakukan Summoning dengan kata lain ia menjadi manusia biasa tanpa ada kekuatan Warriornya lagi.


-Tbc-


Pojok Fyi


● Clan Fundamental adalah top 10 besar Clan yang paling berpengaruh di dunia, biasanya merekalah yang mengontrol peraturan yang ada di dunia dan mengawasi pemerintahan dunia.


● The Sentinel Heros adalah gelar pahlawan yang diberikan oleh para tetinggi Clan Fundamental kepada Clan Warrior yang bejasa dalam kehidupan manusia. Gelar ini diberikan untuk menghormati para pahlawan yang kebanyakan telah gugur di medan perang.


● Stack adalah kondisi dimana si pemilik warrior tidak bisa memanggil warrior nya dalam waktu-waktu tertentu atau malah tidak bisa memanggil Warriornya lagi.