Mythical Rubick

Mythical Rubick
18 | Pusat Pelatihan Jack Daw Vol. 2



Hari demi hari sudah berlalu, terhitung sudah 2 minggu lebih kami berlatih bersama-sama. Kadang terjadi perselisihan antar kelas karena saling bersaing dan ya siapa lagi kalo bukan Artizy namanya yang suka terpancing emosinya oleh Ryuu and the geng.


Hampir setiap hari Artizy ataupun Ellen terpancing emosinya karena ulah mereka, dan juga hampir setiap hari juga Karin serta ketua kelas dari sekolah Warrior cabang Distrik Java Hill Sakuya, melerai mereka berdua.


Pagi ini pun Sakuya, Murid perempuan dengan model rambut apel berwarna coklat dengan iris mata berwarna coklat pula itu terlihat sibuk dengan Karin karena ulah Ryuu yang membuat masalah denganku. Saat itu masih jam 7 pagi tapi situasi di kantin sudah sangat ribut seperti di siang hari, masalahnya hanya karena Mika membersihkan nasi yang menempel di pipiku lalu memakannya.


Prank ...


"Woy Brengs*k!!! apa yang kau lakukan sampai-sampai Mika mau memakan nasi yang menempel di pipimu!?" tanyanya  sambil berteriak lalu melempar piring makanannya ke lantai.


"Ryuu!? Apa yang kau lakukan!?" tegas Sakuya karena ulah Ryuu.


Aku sama sekali tidak tertarik ingin ribut dengannya seperti yang di lakukan Artizy, aku hanya menatapnya selama 2 detik lalu kembali menyantap sarapanku. Kalau di pikir-pikir jika aku terpancing dan melupakan sarapanku, yang ada tubuhku akan lemas saat latihan pagi ini, oh iya disini juga ada jam makannya jadi jika ketahuan makan di luar jam makan, maka otomatis akan mendapat hukuman dari Kapten Edward atau Ms. Anna.


Ryuu datang menghampiriku dengan penuh emosi dan rasa cemburu. "Oy! Apa kau tidak punya telinga hah!?"


Kali ini aku hanya diam dan tidak menatapnya, seolah-olah dia tidak pernah ada di sekitarku. Aku tetap melanjutkan sarapanku dengan ekspresi datar.


Tubuh Ryuu tiba-tiba saja mengeluarkan sebuah aura gelap yang di akibatkan dari rasa cemburu. Kenapa aku bisa jadi tau kalo dia merasa cemburu, jawabnya adalah karena terkadang aku bisa merasakan perasaan orang lain akibat dari kemampuan Pasif Warriorku.


Perasaan seseorang dapat memunculkan sebuah aura atau bisa juga menjadi sebuah malapetaka bagi dirinya. Jika emosi atau perasaan kesal, cemburu, iri ataupun dendam selalu di utamakannya maka akan muncul sebuah aura hitam pekat, dan perasaan itu sangat disukai oleh para monster.


Aku tau bahwa Ryuu akan memukulku tapi aku tetap tenang dan tetap melanjutkan sarapanku, saat tangan Ryuu mulai mengambil ancang-ancang untuk memukul entah kenapa Mika yang tidak pernah terlihat marah, saat itu dia sangat marah.


"Ryuu hentikan perilaku seperti kekanak-kanakan mu itu!" teriak Mika cukup kencang.


Mendengar Mika berteriak seperti itu membuat semua orang di kantin terdiam, semua orang di dalam kantin menatap Mika dengan ekspresi terkejut seakan-akan tidak percaya bahwa Mika bisa berteriak seperti itu.


Ryuu tertunduk lesu. "Maafkan aku Mika!"


Tanpa sepatah kata apapun Mika hanya diam dan tanpa sadar air mata Mika pun langsung mengalir dari matanya, membasahi pipinya yang putih berseri kala itu.


Mika berdiri dari posisinya lalu berlari ke luar kantin. Melihat hal itu tentu saja aku jadi kesal karena ulah Ryuu yang membuat Mika menangis.


Ellen dan Karin menyuruhku untuk mengejar Mika, karena dia yakin hanya aku yang bisa menenangkan Mika saat ini.


"Muzzy ayo cepat kejar Mika!" pinta Karin dengan tatapan khawatirnya.


"Iya! Muzzy ayo cepat aku yakin sekali hanya kau yang bisa membuatnya tenang!" Ellen mendorong tubuhku agar cepat mengejar Mika.


Ya memang akhir-akhir ini aku dengan Mika sangat akrab dari biasanya, walaupun status kami masih berteman. Inikah teman rasa pacar (´▽`).


Aku tau sekali Mika pasti berlari kearah kolam di belakang taman di dekat lapangan belakang pusat pelatihan.


Napasku terasa cukup berat karena berlari tadi, dan benar saja dugaanku, Mika rupanya ada di samping kolam itu.


"M-Mika ..." ujarku memanggilnya sambil mengatur napas.


"Muzzy! hiks," sahutnya sambil menyapu air matanya.


Entah kenapa ekspresi menangisnya sama persis dengan anak perempuan itu, Mika apa kau anak perempuan itu?.


"Tolong maafkan perilaku Ryuu hiks, dia tidak pernah bertingkah seperti ini hiks. Sejak dulu hiks, dia anak yang ceria dan baik hati hiks,"


"Tenang saja aku tidak pernah merasa dendam terhadap seseorang, walaupun seburuk apapun perlakukan orang itu terhadapku aku tetap akan bersikap baik kepadanya," sahutku sambil menyerahkan sapu tangan untuk menyapu air matanya.


"Hmm Muzzy memang orang yang baik hati!" ucapnya tersenyum riang.


Aku mengulurkan tanganku. "Ayo kita kembali, Karin dan teman-teman lainnya pasti khawatir!"


Mika mengangguk lalu meraih tanganku untuk berdiri.


※※※


Di perjalanan menuju ruang kantin, Mika berkata dia menangis bukan karena ulah Ryuu tapi karena dia tidak pernah semarah ini. Di dalam hatiku, Mika ini manusia apa malaikat sih sampai-sampai dia tidak pernah semarah itu walaupun tidak seperti Karin ataupun Ellen yang bila marah sangat mengerikan.


Karin ketika melihat Mika tersenyum kembali lantas memeluk Mika. "Syukurlah kau sudah kembali ceria, benar bukan bahwa hanya Muzzy yang bisa membujukmu."


Mika wajahnya memerah. "A-apa maksudmu Karin, hmm jangan membuatku malu!"


Teman-teman lain juga turun senang ketika melihat dia kembali ceria.


...


Setelah kejadian itu kami semua berkumpul di lapangan seperti biasanya.


Melakukan pemanasan ringan dan lari 30 kali lapangan adalah kegiatan rutin setiap paginya.


"Baiklah rekan Warrior-warrior sekalian. Jadwal hari ini, hari ke 20 adalah latihan bela diri!" kata Kapten Edward kepada kami semua.


"Kalian sebagai Warrior harus menguasai setidaknya 1 bela diri apapun itu, dan hari ini kalian silahkan berlatih dengan robot bela diri yang telah di sediakan untuk masing-masing orang, jadi setiap orang mendapatkan dan tidak perlu sedih karena tidak mendapatkan robot bela diri," lanjut Kapten Edward.


Aku menatap robot itu dengan sedikit kebingungan. "Bagaimana cara pakainya ya?"


Aku terdiam dengan mulut terbuka karena robot itu begitu keren. "Wow!"


Jo mengeluarkan sebuah daftar seni beladiri melewati hologram dan menyuruhku untuk memilih minimal 1 seni beladiri.


Setelah memikirkan matang-matang selama kurang lebih 10 menit, akhirnya aku memilih seni beladiri khas dari Indonesia yaitu pencak silat. Alasannya karena terlihat simple tapi mematikan, apalagi ketika aku melihat beberapa cuplikan tendangan yang langsung mengenai ulu hati, pasti rasanya sakit sekali!.


...


Latihanku dengan Jo berjalan dengan lancar hari ini, walaupun hanya latihan dasar saja tetapi aku sudah mampu mengikuti seperti apa yang di ajarkan oleh Jo, si robot beladiri.


"Untuk hari ini Jo sudahi dulu ya, Muzzy! Jo mendeteksi bahwa Muzzy sudah cukup kelelahan dan itu akan berakibat fatal untuk Muzzy sendiri,"


Aku mengangguk lalu memberi salam tanda berterimakasih kepadanya, tidak ku sangka sebuah robot bisa pengertian seperti itu. Walaupun dia hanya sebuah robot yang telah di program tetapi dia jauh lebih berbudi pekerti dibanding manusia saat ini, ironi sekali.


Kapten Edward memanggil kami semua ke dalam gedung aula yang telah di letakkan sebuah matras untuk pertandingan bela diri.


"Baiklah! Siapa yang ingin mencoba praktik bertanding 1vs1?" tanya Kapten Edward kepada kami semua.


Artizy mengangkat tangannya tapi tidak di hiraukan oleh Kapten Edward, tetapi Kapten Edward memilih seorang anak murid laki-laki dari SMK cabang Distrik Java Hill.


Anak murid laki-laki bertubuh besar sama seperti Reznov itu memalingkan wajahnya. "Oy Ryuu! Mana anak murid yang katanya merebut perempuan mu itu!?"


Ryuu langung menunjukkan kearahku, lantas anak murid laki-laki itu berjalan menuju kearahku dan berniat mengajakku duel.


"Oy cebol! Ayo bertarung!" tantangnya dengan tatapan mengancam.


Aku sebenarnya tidak takut dengan tantangannya karena aku juga sudah di ajari kakakku berbagai seni beladiri tapi kakakku selalu mengingatkanku satu hal penting, yaitu jangan pernah menggunakan kemampuan bela diri untuk menyakiti orang lain tanpa sebab dan juga jangan pernah sombong atau keahlian itu akan sia-sia.


Tiba-tiba saja Reznov menarik bahuku. "Tidak adil jika Muzzy yang menjadi lawanmu, lihat saja tubuh besarmu itu! Akulah lawanmu!"


Anak itu hanya berdiam sambil menatap wajah Reznov yang sama sekali tidak gentar ataupun takut kepadanya.


Reznov pun memperkenalkan dirinya terlebih dahulu, lalu di lanjutkan oleh anak murid laki-laki itu.


"Namaku Nendo, calon penerus Clan Swords Fate. Murid terkuat dari Ibu guru Mikado!" kata Nendo dengan penuh percaya diri.


"Simpan semangatmu itu jagoan, ayo kita buktikan siapa yang paling kuat!" sahut Reznov sambil memasang kuda-kuda bertarung.


Nendo pun juga ikut memasang kuda-kuda dan bersiap untuk bertarung.


Dilihat dari kuda-kuda milik Reznov dia memakai aliran seni beladiri Jujutsu sedangkan Nendo memakai aliran seni beladiri karate.


Dengan gerakan cepat, Nendo menyerang Reznov dengan pukulannya tapi Reznov berhasil menahan serangan itu dan dengan mudah Reznov membanting tubuh Nendo yang besar itu.


"Yeah!!!" teriak Artizy.


"Kalahkan dia Reznov!" teriak Crystalesia dengan penuh semangat.


"Ayo bangun jagoan! bukannya kau calon penerus Clan mu itu!?" ejek Reznov.


Aku kenal betul gaya bertarung Reznov, dia terkesan santai namun serangannya menusuk, ibarat sebuah benda Reznov adalah sebuah ombak yang perlahan membuat abrasi di pantai.


Kali ini Reznov yang mulai menyerang dengan menendang bagian samping tubuh Nendo dengan kaki kanannya, Nendo yang terlihat emosi karena ucapan Reznov tadi mengakibatkan konsentrasinya buyar dan serangan Reznov tadi mengenainya.


Nendo terjatuh tetapi Reznov sama sekali tidak menyerang Nendo ketika masih dalam kondisi tidak siap.


"Ayo bangun!" ujar Reznov.


Nendo tiba-tiba berlari, berniat ingin menerjang tubuh Reznov tetapi serangan Nendo lagi-lagi berhasil di hindari oleh Reznov.


Tubuh Nendo di banting sekeras mungkin oleh Reznov.


Melihat Nendo sudah tidak bisa bangun lagi, kapten Edward lantas menghentikan pertandingan praktik ini.


"Sudah cukup! Pemenangnya Reznov dari Distrik Borneo Water!"


Seluruh anggota kelas kami bersorak gembira atas kemenangan Reznov, walaupun hanya sebuah praktik tetap saja dampaknya sangat besar karena sekarang mereka tau bahwa kami juga hebat dan tidak bisa di remehkan.


Reznov berjalan mendekat ke arah kami. "Apa aku tadi berlebihan?"


"Haha ... lain kali banting dia lebih keras lagi Reznov!" sahut Karin bercanda.


-Tbc-


Pojok Fyi


● Setiap Warrior wajib memiliki 1 keahlian bela diri, selain tujuannya untuk bertarung dalam pertandingan keahlian bela diri ini juga dipergunakan untuk kesenian serta untuk melestarikan bela diri itu sendiri agar tidak punah.


● Robot Jo adalah robot assisten yang di ciptakan di Distrik Kingstone untuk mengajarkan dan membantu para Warrior muda untuk berlatih bela diri.