
Langit cerah berwarna biru yang tertutupi awan-awan tipis menemaniku pagi ini di distrik Borneo Water. Distrik yang sangat damai, sedamai hariku saat ini.
Di dapur terdengar suara perkakas peralatan masak, sepertinya kakakku tengah memasak untuk sarapan pagi ini, dengan segera aku mandi dan bersiap-siap sarapan pagi lalu berangkat ke sekolah seperti pada umumnya.
Oh iya, aku hanya tinggal bersama kakakku dan kucing peliharaanku yang bernama Nala. Sejak aku masih duduk di bangku SD, aku dan kakakku ditinggal pergi ayah dan ibuku karena kekejaman perang dan semenjak itulah kakakku yang selama ini merawat serta menjagaku.
Dan hari ini juga adalah hari pertamaku berseragam putih abu-abu, entah apa yang membuatku jadi masuk ke sekolah kejurusan di bidang Warrior padahal aku sendiri sudah tidak mempunyai semangat lagi untuk menjadi seorang Warrior.
Setelah selesai mandi, aku segera memakai seragam sekolah dan sekarang aku telah resmi berseragam putih abu-abu.
Aku keluar dari kamar dan langsung menuju ruang dapur, di dapur aku melihat kucingku Nala yang sedang menemani kakakku yang tengah asik memasak.
"Nala sayang ... ayo ke sini," panggilku kepada Nala lalu ia duduk di pangkuanku.
"Apa persiapan PLS mu sudah disiapkan semuanya, Dik?" tanya perempuan muda berambut hitam kebiruan yang tengah asik memasak untuk sarapan.
"Sudah disiapkan kok Kak! Hmm Kakak sedang masak apa sih? Baunya enak! Oh iya untuk nanti makan siang waktu di sekolah aku bawa bekal apa, Kak ?" sahutku menanyakan bekal makan siangku yang sudah menjadi kebiasaanku sejak dari kecil.
"Untuk sarapan kali ini kita makan nasi goreng dulu ya ... dan untuk bekal makan siang untuk mu, sudah Kakak siapkan tuh di kotak makan mu itu!" kata Kakakku sambil menunjuk wadah bekal yang biasa aku pakai.
Saat ku buka rupanya berisikan ayam goreng dengan sosis dan beberapa potong telur dadar plus nasi, bekal makan siang yang cukup sederhana dan aku sangat menyukainya. Dari dulu aku memang selalu bawa bekal karena dengan membawa bekal uang sakuku jadi tidak terlalu banyak terpakai dan dari sisa uang sakuku itu aku jadi bisa membeli barang-barang yang aku mau tanpa harus minta dengan kakakku.
"Kita harus berhemat Dik, jangan suka boros ya! Walaupun kita hidup dengan serba berkecukupan tetapi harus selalu hemat dan jangan membuang-buang uang mu ingat itu!"
"Iya Kak ... oh iya, apa Nala sudah diberi makan?" tanyaku sambil mengelus-elus bulu Nala yang lembut selembut sutra.
Kakakku menggeleng. "Belum... kita sarapan sama-sama saja, nanti Kakak akan menyiapkan makanan untuk Nala juga nih."
Setelah selesai sarapan aku langsung bersiap-siap untuk pergi ke sekolah dan kakakku juga bersiap-siap untuk berangkat kerja.
"Nala jaga rumah ya ... jangan nakal! Nanti kalo PLS nya sudah selesai aku pasti langsung pulang ..." ujarku kepada Nala sambil mengelus-elus kepalanya.
"Meong ..." sahut kucingku Nala, sambil menjilat-jilat tangannya.
"Kak aku berangkat dulu ya ..." kataku pamit, lalu membuka pintu rumah.
"Iya hati-hati dijalan ya ... kalo sudah dirumah nanti makanan ambil di kulkas lalu panaskan di microwave ya!" teriak kakakku yang masih di dalam kamarnya.
"Oke Kak ..." sahutku lalu berangkat menuju sekolah.
Aku berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki, lalu pergi ke halte bus untuk menaiki bus, gunanya agar menghemat waktu dan juga menghemat tenaga. Siapa juga yang ingin pergi ke sekolah dengan penuh peluh di bajunya. Walaupun terlihat sedikit merepotkan sih.
Di dalam benakku, padahal jika aku menggunakan kemampuan Warrior milikku maka aku akan sangat mudah berpindah ke tempat-tempat ya karena kekuatan manusia pengguna Warrior memiliki keunikan tersendiri tapi itu adalah hal yang dilarang disini karena menggunakan Warrior di luar Arena atau tanpa sebab apapun akan mendapat sanksi, sanksi yang didapat adalah sebuah penalti atau di banned dalam beberapa waktu atau secara permanen dan itu adalah salah satu mimpi buruk bagi pengguna Warrior.
※※※
Akhirnya setelah 15 menit perjalanan menaiki bus, aku pun tiba di sekolah yang megah ini, sekolah kejurusan Warrior satu-satunya di Distrik Borneo Water. Saat tengah berada di depan gerbang sekolah, aku melihat sekelompok murid-murid baru yang sangat bersemangat untuk memasuki fase ini, yang dimana fase putih abu-abu adalah fase yang katanya menyenangkan bagi sebagian orang.
Menurutku fase ini adalah fase di mana aku tidak mempunyai tujuan lagi untuk siapa aku bertarung sebagai Warrior karena berbagai alasan, semua orang pasti memiliki alasannya masing-masing.
"Untuk murid-murid baru diharap berkumpul di lapangan untuk pembagian kelompok PLS dan sedikit sambutan serta pengarahan dari kepala sekolah," suara dari pengeras suara yang ada di dekat gerbang sekolah.
Banyak dari murid-murid baru di sini berjalan bersama-sama menuju lapangan dan saling berbicara satu sama lain berbeda dengan ku yang masih tetap asik sendiri sambil melirik kiri kanan memandangi sekolah yang besar nan megah ini.
Jika kalian bertanya kenapa aku sendirian jawabannya adalah karena ini merupakan lingkungan baru bagiku, jadi aku masih belum mempunyai teman dan perlu adaptasi. Aku orangnya bukan seorang yang bisa dikatakan anti sosial atau apalah itu namanya, tapi terkadang aku hanya sedikit malu untuk memulai pembicara dengan orang yang baru ku temui.
※※※
Pengelompokan untuk PLS sudah sebagian dilakukan dan hanya menyisakan beberapa anak murid saja lagi dan aku juga masih belum mendapatkan panggilan.
"Selanjutnya atas nama Muzzy nomor urut peserta didik 250. Silahkan menuju kelompok 5," kata salah satu pegawai staff di sekolah dengan menggunakan megaphone.
Kelompok 5 rupanya, ku kira aku akan masuk kelompok terakhir, batinku di dalam hati.
Tiba-tiba saja salah satu siswa laki-laki yang juga satu kelompok denganku menyapaku dengan penuh semangat dan layaknya dia sudah kenal lama denganku.
"Muzzy bukan? Perkenalkan namaku Artizy. Ngomong-omong apa warrior mu dan apa tipenya?" ujar murid laki-laki berbadan tinggi dengan gaya rambut ala penyanyi rock.
Kami berjabat tangan dan belum sempat aku menjawab pertanyaan dari Artizy, Si Kunyuk ini langsung melanjutkan pembicaraannya dengan penuh semangat jiwa mudanya.
"Kalo Warriorku adalah Demon Hunter bertipe Offensive Semi Ranger dan Semi Fighter," ucapnya dengan penuh percaya diri sambil tersenyum lebar memperlihatkan giginya yang putih.
"Iya namaku Muzzy, senang berkenalan dengan mu Artizy. Warriorku adalah Mythical Rubick bertipe Universal, apa kau dari Clan Hunter?" sahutku sambil menjabat tangannya yang lebih besar dari tanganku.
"Iya aku dari Clan Hunter, bagaimana kau tau?" balasnya sambil memasang wajah kebingungan.
"Itu di lengan baju mu ... ada lambang Clan Hunternya, apa kau tidak menyadarinya sedari tadi?" jawabku sambil menunjuk lengan baju kanannya.
"Astaga haha ... saking semangatnya aku jadi tidak menyadarinya hal itu, iya betul aku dari Clan Hunter, tapi tunggu dulu aku belum pernah mendengar Warrior yang kau miliki itu Muzzy, Warrior seperti apa itu?" Artizy memasang wajah kebingungan lagi.
Artizy mengeluarkan Warriordex miliknya untuk mencari informasi Warrior milikku, sambil sesekali mengaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal, ia terlihat seperti orang yang benar-benar dalam kondisi kebingungan.
"Ah ini aneh sekali! Tidak ada tuh Warrior yang namanya Mythical Rubick, kau berbohong padaku ya!" jelasnya sambil menunjukkan bukti bahwa Mythical Rubick milikku memang tidak ada di Warriordex miliknya.
"Aku tidak berbohong dan tidak ada gunanya juga aku berbohong kepadamu, Warriorku memang Mythical Rubick. Nanti aku akan tunjukkan kepadamu jika kau masih tidak percaya!" jawabku kepadanya sambil memasang wajah datar.
Artizy dengan penuh percaya diri sambil tersenyum dan menepuk-nepuk pundakku lalu berkata. "BAIKLAH ... aku jadi tidak sabar melihat Warrior mu, seperti apa yang kau miliki itu Muzzy, hehe kita mungkin akan menjadi partner yang hebat, Muzzy."
Dengan tatapan penuh semangat dia mengatakan itu dihadapanku, dan aku hanya bisa tersenyum kecil dan berkata iya kepadanya. "Iya ... hehe ..."
※※※
Setelah kepala sekolah memberikan pengarahan dan sambutan di lapangan tadi, aku dan Artizy serta anggota kelas lainnya dari kelompok 5 yang berjumlah 28 orang termasuk aku dan Artizy masuk ke sebuah ruangan kelas yang dimana kami akan bersama-sama belajar dan berlatih bagaimana menjadi seorang Warrior yang hebat di masa depan.
Aku mengangguk dengan maksud menyetujui ajakannya, kami duduk di tengah-tengah ruang kelas karena posisi ini adalah paling strategis menurutku.
Di belakang bangku kami berdua, ada dua anak murid laki-laki yang satu berkacamata dan berwajah tenang sedangkan yang satu memiliki postur tubuh lumayan tinggi dan dia kelihatannya berketurunan Rusia karena sejak dari tadi ia mengeluarkan aksen khas Rusianya.
Artizy memalingkan tubuhnya menghadap mereka dan memulai pembicaraan dengan maksud ingin berkenalan.
Dengan penuh semangat dan percaya diri Artizy memperkenalkan dirinya lalu memperkenalkan ku kepada kedua murid itu. "HALO selamat pagi Kalian berdua! Perkenalkan namaku Artizy dan ini sobat kecilku, Muzzy."
Dengan logat khas Rusianya murid berpostur tinggi tadi memperkenalkan dirinya. "Halo selamat pagi kembali! Salam kenal juga untuk kalian berdua, perkenalkan namaku Reznov dan dia bernama Robin. Kami berdua baru saja juga berkenalan saat berkumpul di lapangan tadi."
"Salam kenal juga, Aku juga baru berkenalan dengan Artizy saat berkumpul dilapangan tadi, dia yang pertama kali menyapaku," sahutku sambil menepuk pundak Si Kunyuk Artizy.
Dengan penuh semangat Artizy bertanya kepada Robin dan Reznov sampai-sampai membuat kedua iris matanya yang berwarna hitam membulat. "Apa Warrior yang kalian miliki dan apa tipenya? Mungkin saja kita nanti bisa membuat sebuah Wombo Combo!"
Robin menjawab dengan sangat tenang sambil membenarkan posisi kacamatanya yang melorot kedepan. "Warrior milikku adalah Gale Breaker bertipe Offensive Ranger."
"Kalo Warrior yang ku miliki, The Admiral bertipe Offensive Fighter," jawab Reznov dengan seutas senyum di wajahnya.
Kedua iris mata milik Artizy kembali membulat, dia tersenyum bahagia mendengar Warrior yang dimiliki oleh Robin dan Reznov. "Wah The Admiral dan Gale Breaker berkombinasi dengan Demon Hunter milikku akan menjadi Wombo Combo yang hebat teman-teman."
Raut wajah Artizy seketika berubah menjadi cemberut. "Tapi Warrior milik si Muzzy ... aku masih belum tau seperti apa, tadi aku sudah mencari di Warriordex milikku tapi hasilnya nihil. Aku jadi makin penasaran bagaimana sih Warrior mu itu Muzzy?"
Aku hanya bisa tersenyum ringan dan belum sempat diriku ini menjawab pertanyaan Si Kunyuk Artizy, Reznov dan Robin langsung bertanya kepadaku.
"Memangnya apa nama Warrior mu itu Muzzy?" tanya mereka berdua dengan kompak lalu mengeluarkan Warriordex milik mereka masing-masing.
Dengan wajah sedikit cemberut aku pun menjawab pertanyaan mereka berdua. "Warriorku bernama Mythical Rubick dan dia bertipe Universal. Biar ku tebak, kalian berdua juga pasti belum pernah mendengarnya bukan?"
Mereka berdua langsung mengetik nama dari warriorku di Warriordex milik mereka dan segera mencari tau Warrior yang kumiliki.
Reznov menggaruk kepalanya lalu dia menatapku sembari berkata. "Tidak diketahui, ini aneh sekali apa Warriordexku belum di update, padahalkan baru minggu kemarin ada patch terbaru."
"Milikku juga, ini benar-benar aneh. Apa mungkin Warrior mu itu Muzzy tidak tercatat di Warriordex," ujar Robin yang awalnya dia begitu tenang malah sekarang berubah drastis.
"Haha sudah kuduga, begitulah Warrior yang kumiliki teman-teman. Entah mengapa Warriorku selalu tidak di ketahui atau tidak ada di dalam Warriordex dan semua itu sudah terjadi sejak aku masih kecil," sahutku sambil memasang wajah murung.
"Muzzy kau tidak perlu bersedih, aku yakin Warrior milik mu itu miliki rahasia tersendiri yang pastinya hebat dan kita bisa menjadi team yang tidak terkalahkan di sekolah ini nanti hehe," ucap Artizy mencoba menyemangatiku.
Aku mengibaskan tangan kiri ku sambil tertawa kecil. "Kau terlalu berlebihan Warriorku itu biasa-biasa saja, tidak ada yang istimewanya."
"Kau salah Muzzy, setiap Warrior itu pasti memiliki kelebihannya masing-masing jadi menurutku pendapatmu itu keliru," tepis Robin menggelengkan kepalanya.
"Aku setuju dengan si kacamata ini, kau seharusnya lebih percaya bahwa Warrior mu itu memiliki kelebihannya sendiri," jawab Artizy tersenyum lebar.
Belum selesai kami berbincang-bincang, pembimbing kami akhirnya memasuki ruang kelas dengan kacamata hitamnya yang nyentrik. Beliau melangkah dengan gagah layaknya seorang kesatria yang baru pulang dari medan perang membawa kemenangan bagi kerajaannya.
"Halo murid-muridku sekalian, perkenalkan nama bapak Woods tapi tolong jangan panggil bapak Woods tetapi panggil bapak dengan nama Panggilan Mr. Jack!" ujarnya penuh semangat.
Dengan suara bak singa yang kelaparan, kami semua yang di dalam kelas hanya bisa mengangguk dan terdiam.
Ah ... sial, ini akan menjadi PLS yang berat. Kukira hari ini adalah hari yang benar-benar damai, batinku di dalam hati.
-Tbc-
Pojok Fyi
● Warrior adalah sebuah kemampuan yang diberkati dengan senjata khusus dan memiliki perbedaan antar pemilik.
Jadi walaupun si A dengan si B memiliki Warrior yang sama tetapi mereka akan memiliki senjata yang berbeda.
● Warrior memiliki berbagai macam Tipe seperti:
Offensive, ada 2 tipe Offensive yaitu Offensive Ranger (jarak jauh) dan Offensive Fighter (jarak dekat)
Magic
Tank
Support
Universal (memiliki 2 atau lebih dari tipe diatas)
● Arena adalah tempat khusus untuk pertandingan antar Warrior, biasanya Arena di gunakan untuk Duel atau untuk perlombaan antar pengguna Warrior
● Tipe Semi adalah Warrior yang memiliki 2 senjata tetapi dengan tipe yang berbeda. Contoh milik Artizy yang memiliki 2 senjata dalam 1 Warrior.
● Clan adalah garis keturunan keluarga (Jika di dunia nyata seperti suku)
Pengguna Warrior yang memiliki Clan biasanya memiliki kesamaan jenis Warrior meskipun memiliki nama Warrior yang berbeda jadi Misalkan Si A dan Si B adalah anggota dari Clan Ninja. Si A memiliki Warrior Ninja Star sedangkan Si B memiliki Warrior Ninja Leaf.
Jika pun memiliki Warrior yang sama tetapi mereka akan di bedakan dengan senjata yang mereka miliki atau tipe serta elemen yang Warrior mereka miliki.
● Distrik adalah wilayah yang di huni oleh manusia atau kurang lebih disebut kota.
● Warriordex adalah alat untuk mengetahui asal, statistik, serta informasi mengenai Warrior. Warriordex juga menampilkan informasi tentang senjata yang digunakan oleh si pengguna Warrior tersebut.
● Wombo Combo adalah sebutan atau istilah untuk melakukan serangan kerja sama satu team untuk mengalahkan musuh atau Monster. Biasanya Wombo Combo dilakukan untuk menghemat tenaga dan waktu.