
Akhirnya hari Senin pun telah tiba, bagi sebagian orang hari Senin adalah hari yang paling menyusahkan tapi bagiku hari Senin adalah awal dari segalanya.
Kali ini aku sarapan hanya ditemani oleh Nala, kucingku. Kakakku harus berangkat lebih awal dari biasanya, karena ada pertemuan yang penting katanya.
Kata Kakakku, dia akan membahas masalah Monster yang terus bermunculan akhir-akhir ini di sekitar Distrik dengan para petinggi The Guardian. Karena dia seorang Jendral alhasil dia wajib ikut serta dalam rapat itu.
"Kita sarapan kali ini hanya berdua ya Nala," ucapku kepada Nala sambil menyalakan televisi, sedangkan Nala sedang asik menyantap makanan yang biasa dia makan.
"Berita hari ini, akhir-akhir ini banyak Monster yang bermunculan di dekat kawasan Distrik ...," kata reporter yang ada di acara berita televisi.
Menurutku itu bukan salah mereka sih, kenapa jadi mereka bisa mendekat ke kawasan manusia karena alam yang seharusnya untuk mereka di ambil alih oleh manusia yang rakus dan tamak. Manusia sering lupa bersyukur itulah yang membuat dunia yang mereka miliki binasa serta rusak.
Walaupun tidak semua manusia bersifat tamak dan serakah. Ada manusia yang sangat peduli dengan segala aspek di dalam kehidupan ini, tetapi karena jumlah mereka yang sedikit jadi mereka jarang terlihat.
...
Setelah sarapan aku segera bergegas berangkat sekolah.
Waktu sudah menunjukkan pukul 06:40 pagi, aku memang selalu berangkat sekolah pada pukul itu. Sudah sejak aku masih di bangku sekolah dasar, jadi saat aku sudah sampai di sekolah biasanya waktu menunjukan pukul 07:05 pagi.
Sejak kecil aku jarang terlambat pergi ke sekolah, dulu aku pernah terlambat dan kakakku marah besar kepadaku, dia marah kepadaku layaknya seorang diktator yang memarahi bawahannya. Sejak saat itu aku tidak pernah lagi terlambat pergi ke sekolah.
Pagi yang cerah menemaniku hari ini di Distrik Borneo Water atau orang-orang menyebut Distrik ini dengan sebutan Thousand River City (Kota Seribu Sungai). Sesuai dengan sebutannya, kota ini memiliki banyak sungai-sungai yang mengalir dari ujung kota sampai ke dalam kota. Itulah yang membedakannya dengan distrik-distrik lainnya, tetapi anehnya aku malah tidak bisa berenang.
Ketika aku mencoba untuk belajar berenang, tubuhku malah selalu tidak bisa mengambang dan pada akhirnya aku malah tenggelam ke dalam air.
※※※
Baru beberapa langkah di koridor sekolah, rupanya ada pengumuman bahwa seluruh murid kelas 10 harus berkumpul ke lapangan terlebih dahulu sebelum memasuki ruangan kelas.
"Baru juga mau ke kelas, udah di panggil ke lapangan aja, merepotkan sekali!" gumamku sedikit kesal.
Sesampai di lapangan, rupanya para panitia PLS memang benar-benar memberi hadiah kepada kelas yang berhasil mendapatkan Chip terbanyak yaitu kelas 10 A dan kelas 10 B.
"Rupanya cuma acara pemberian hadiah, kenapa kita juga harus ikut sih," ujar Artizy kelihatan kesal.
"Ikuti saja Artizy dari pada kita mendapat masalah nanti," sahutku berwajah datar.
"Iya aku tau, tapi ini membuatku kesal. Kau tau aku juga pengen dapat hadiah,"
"Ohhhh kau ingin hadiah, kau ingin pukulan atau sikutan!" ucap Karin menatap Artizy dengan tatapan mengerikan.
"Hehe kurasa aku tidak memerlukan hadiah lagi,"
Acara berlangsung meriah, kepala sekolah sangat bangga dengan kelas 10 A dan kelas 10 B atas prestasi yang telah mereka dapatkan ketika PLS di Turtle Island.
"Sekali lagi kita ucapkan selamat kepada kelas 10 A dan kelas 10 B yang telah berhasil mendapatkan Chip terbanyak saat PLS berlangsung di Turtle Island," ucap kepala sekolah berkepala plontos dengan senyum lebar di wajahnya.
Semua yang berada di lapangan ikut bertepuk tangan. Aku terkejut melihat anggota-anggota kelas 10 A dan 10 B, mereka benar-benar terlihat begitu kuat dan hebat. Aura yang mereka keluarkan juga begitu kuat, sampai-sampai tanganku sedikit gemetaran.
"Mika, apa kau merasakan bahwa mereka memiliki aura yang kuat?"
"Hmm i-iya mereka sangat kuat, entah mengapa aku jadi takut berhadapan dengan mereka,"
Aku hanya terdiam dan tidak bisa berkata-kata lagi sambil memandang anggota kelas dari 10 A dan 10 B.
...
Sesaat setelah acara selesai kami di perintahkan kembali ke kelas masing-masing. Tetapi saat di dalam perjalanan menuju ruangan kelas, salah seorang anggota dari kelas 10 A menghampiri kami yang tengah berjalan bersama-sama.
"Oh jadi ini teman-temanmu di kelas F, Crystalesia?" tanya siswi berambut pirang sebahu dengan lambang Clan yang sama dengan yang dimiliki oleh Crystalesia.
Mendengar hal itu Crystalesia hanya menunduk dan memalingkan wajahnya.
"Ah maaf aku tidak sopan, perkenalkan namaku Clara dari Clan Pandragon Knight. Aku sepupu dari teman kalian yang satu ini, benarkan itu Crystalesia!" ucapnya dengan tatapan angkuh.
"A-apa mau mu Clara?" tanya Crystalesia yang terlihat gugup.
"Aku hanya menyapa sepupuku yang menyedihkan ini, terlahir dari keluarga utama Clan Pandragon Knight tapi kau harus berteman dengan orang-orang yang di cap gagal dan lemah!"
Crystalesia hanya terdiam membisu, seakan-akan dia tidak berdaya melawan perkataan sepupunya, Clara.
"APA KATA MU HAH!? Kami orang-orang gagal dan lemah?" ucap Ellen marah mendengar apa yang di ucapkan Clara.
Dengan sigap aku menghalangi Ellen dengan tanganku yang mencoba memukul Clara. "Tahan Ellen, diamkan saja dia. Jangan memperburuk keadaan dengan meladeni setiap ucapannya!"
"Lepaskan aku Muzzy Si*lan, biar aku hancurkan wajahnya itu!"
Artizy dan Karin ikut membantuku menahan Ellen yang mulai berontak. Kekuatan Ellen tidak masuk akal untuk seorang perempuan, sangat kuat sampai sampai kami bertiga hampir kewalahan. Mungkinkah ini kemampuan pasif Warrior yang dia miliki.
Muka Karin sampai mengeluarkan urat di bagian pelipisnya karena menahan Ellen yang emosinya menggebu-gebu. "Ellen tahan emosimu, aku mohon Ellen ini demi kebaikanmu juga."
"Tolong jaga mulut anda nyonya muda Clara, kau adalah anggota salah satu dari ke 10 Clan Fundamental," ucapku dengan tatapan dingin.
Clara mendekat ke arahku lalu memandang kedua bola mataku. "Hmm ... menarik juga kamu, siapa namamu huh?"
Aku membalas dengan tanpa ragu menatap matanya mengisyaratkan aku tidak takut denganmu. "Namaku Muzzy, jika kau ingin mencari keributan jangan lakukan di sini tapi lakukan di Arena dan jika kau tidak keberatan kami harus kembali ke kelas!"
Clara pun meninggalkan kami semua, Crystalesia masih menunduk seperti dia menyembunyikan wajahnya dari kami semua.
"Terima kasih teman-teman, jika saja kalian tadi tidak ada mungkin aku akan di bully habis-habisan oleh Clara," ucap Crystalesia saat di depan pintu kelas.
"Sama-sama Crystalesia, lagi pula dia benar-benar kurang ajar!" sahut karin sambil tersenyum.
"Sejak dulu dia memang selalu menjadi terbaik di antara anak-anak seumuranku di dalam Clan,"
"Bukan saja dia yang terbaik tapi dia juga pengguna Warrior termuda di dalam Clanku yang mampu mengendalikan bentuk naganya di usia 7 tahun," lanjut Crystalesia sambil menghapus air matanya yang mulai jatuh mengalir di pipinya yang lembut.
"Kuatkan dirimu!" ucap Reznov memandang Crystalesia.
"T-tapi aku tidak mungkin bisa melampau ...,"
"Tidak ada yang tidak mungkin Crystalesia, buatlah sesuatu keyakinan yang besar. Pegang teguh keyakinanmu itu jangan sampai orang lain membuatmu selemah ini!" potong Reznov sambil memegang pundak Crystalesia.
...
Crystalesia hanya terdiam membisu seperti patung, dia menundukkan kepalanya ke arah lantai di dekat pintu masuk. Beberapa anggota kelas mulai masuk ke dalam kelas, tetapi aku, Mika, Reznov dan Crystalesia masih berada di luar kelas.
"Ayahku memang anak dari pemimpin Clan Pandragon saat ini, tetapi ayahku begitu malu mempunyai anak sepertiku," ucap Crystalesia sambil memegang lambang Clannya yang ada di lengan baju seragamnya.
"Ayahku selalu membandingkanku dengan Clara dan itu yang membuatku ... merasa tidak punya keyakinan dan semangat lagi!" lanjutnya sambil menahan air matanya keluar.
Aku dan Mika saling tatap, kami bingung harus berkata apa. Entah kenapa saat itu aku benar-benar tidak bisa membantu, membuat Crystalesia bangkit dari keterpurukannya.
Air mata Crystalesia pun mengalir, membahasi ke dua pipinya.
"Kau hanya perlu menunjukkan kepada ayahmu bahwa kau itu layak dibanggakan Crystalesia!" ucap Reznov sambil menatap Crystalesia.
Entah apa yang ada di pikiran Reznov, dia tiba-tiba memberikan sapu tangan miliknya kepada Crystalesia.
Aku dan Mika hanya tersenyum melihat mereka seperti pasangan yang mencoba menyemangati satu sama lain.
"Hiks, terima kasih Reznov!" sahut Crystalesia sambil mengembalikan sapu tangan milik Reznov sembaring tersenyum.
Reznov membalas senyumnya. "Sama-sama, kau memiliki masalah yang mirip sepertiku. Ayahku juga tidak mengizinkanku menjadi seorang Warrior karena ayahku takut aku tidak bisa melindungi diriku sendiri,"
"Dan jika kau ingin menjadi lebih kuat lagi, ayo lakukan bersama-sama dengan teman-teman semua!" lanjut Reznov.
Kamipun segera memasuki kelas. Aku juga baru tau kenapa alasan Reznov memiliki statistik bertarung yang rendah, rupanya dia tidak diizinkan oleh ayahnya untuk menjadi seorang Warrior tetapi mungkin dia berhasil membujuk ayahnya untuk bersekolah di sekolah kejuruan Warrior.
※※※
Kelas berjalan dengan lancar, Mr. Jack memberikan materi-materi seputar Warrior disertai dengan canda dan tawa.
"Ada satu informasi yang harus Bapak sampaikan ke kalian semua, lagi-lagi ada perubahan sistem yang di lakukan oleh para Elder. Informasi kali ini adalah bagaimana kalian mendapatkan lisensi resmi Warrior,"
"Lisensi ini gunanya ialah selain kalian dianggap resmi sebagai Warrior, kartu lisensi ini juga adalah salah satu syarat untuk kalian bisa mengikuti pertandingan dan melakukan duel di Arena untuk mendapatkan poin dan meningkatkan statistik kalian," lanjut Mr. Jack sambil mengeluarkan contoh kartu Lisensi Warior atau KLW.
Beliau menjelaskan bahwa kartu itu bisa di dapatkan dengan cara mengikuti pelatihan yang akan di adakan bulan dan pelatihannya tersebut di lakukan selama 3 bulan atau setengah semester.
"Untuk lokasi di mana kalian akan mengadakan pelatihan ialah di Distrik Kingstone, kalian akan di temani Bapak selama pelatihan dan yang pasti saat kalian berada di tempat pelatihan Bapak harap kalian benar-benar mengikuti pelatihan tersebut agar kemampuan bertarung kalian juga meningkat," ucap Mr. Jack
Seluruh anggota kelas bersorak gembira mendengar informasi yang diberikan oleh Mr. Jack.
"Muzzy, sebentar lagi kita akan resmi menjadi Warrior dan akan segera mengikuti pertandingan antar Warrior!" ucap Artizy dengan bola matanya yang membesar karena senangnya.
Aku mengangguk dan ikut senang, sepertinya aku memang harus kembali bertarung seperti dulu lagi. Bagaimanapun aku memang harus bertarung karena aku adalah seorang Warrior, tapi aku harus terus mencari apa tujuan aku bertarung seperti yang ayah katakan.
Flashback on
"Jika kau ingin menjadi lebih kuat lagi carilah alasanmu untuk bertarung, jadilah orang yang berguna bagi semua orang Nak dan selalu ingat untuk selalu berbuat baik kepada semua orang," ucap ayahku sambil memusut kepalaku sembaring tersenyum kearahku.
"Baiklah ayah, Muzzy akan selalu menjadi orang yang baik." balasku sambil tersenyum manis.
Flashback off
-Tbc-
Pojok Fyi
● KLW (Kartu Lisensi Warrior) adalah sebuah kartu yang di keluarkan oleh para Fundamental untuk para Warrior, fungsi KLW adalah selain dinyatakan resmi menjadi seorang Warrior fungsi lain dari KLW ialah sebagai syarat utama bagi seorang pengguna Warrior untuk mengikuti pertandingan antar Warrior.