
Setelah menyelesaikan hukuman tadi yaitu membersihkan ruang makan, kami berempat segera menuju ke lapangan yang berada di belakang bangunan pusat pelatihan ini.
Di sana terdapat banyak sekali halangan maupun rintangan layaknya acara televisi Ninja Warrior. (Pasti pada tau kan :v)
Mulai dari dinding untuk memanjat, kayu balok yang disusun setipis mungkin untuk dilalui dan lain-lain.
"Kalian berempat, lain kali terlambat lagi ya!" tegas Karin sambil mencatat waktu kehadiran kami di lapangan.
Kami berempat hanya cengigisan seperti tidak kapok dan ingin melakukannya lagi.
"Oy pemalas! apa ini kualitas Warrior di Distrik Borneo Water!" ejek Ryuu lalu tertawa bersama teman-temannya.
"APA KATA MU! Ingin berkelahi? Di pagi hari kau ingin berkelahi hah!?" teriak Artizy sambil mengacungkan jari tengahnya.
"Easy Comrade ... Chill-chill," Reznov menahan tubuh Artizy.
"Pemalas hah!? Kau pikir berbicara dengan siapa?" ucap Robin sambil menatap Ryuu dengan raut wajah marah.
Aku terkejut karena biasanya Robin orangnya sangat kalem dan tidak mudah tersulut emosinya malah menjadi emosi hanya karena perkataan Ryuu.
Aku mencoba menenangkan Robin. "Sudah Robin, dia memang suka cari gara-gara lebih baik diamkan saja, nanti juga dia lelah sendiri"
"Tapi Muzzy, dia menghina kita semua disini!"
Aku menggelengkan kepala lalu menepuk-nepuk pundaknya. "Jadilah Robin yang tenang!"
Tiba-tiba saja Ryuu ditarik bajunya oleh seorang murid perempuan dari kelas sebelah, yang membuatnya terseret dan terlihat seperti anak kucing yang di bawa oleh induknya.
Murid perempuan itu memalingkan tubuhnya. "Maaf ya sudah membuat keributan lagi dengan kalian!"
Kami melihat hal itu hanya bisa terdiam kebingungan, dalam benakku perempuan itu berarti lebih mengerikan dari pada Karin yang menurutku saja sudah hampir sama mengerikannya dengan kakakku ketika dia marah.
※※※
Setelah kejadian unik itu, Kapten Edward beserta asistennya Ms. Anna memberi arahan kepada kami semua.
"Selamat pagi rekan-rekan Warrior sekalian dan selamat pagi juga untuk para guru pembimbing kalian yaitu Mr. Jack dan Ibu guru Mikado!"
"Selamat Pagi Kapten Edward!" Sahut kami kompak dengan semangat yang tinggi.
"Bagus itu baru semangat seorang Warrior!" ucap Kapten Edward.
Lalu Kapten Edward mundur dari podium dan digantikan oleh asistennya, sepertinya Kapten Edward terlihat sangat santai dengan pekerjaannya.
"Selamat pagi semuanya," ucap Ms. Anna. "Hari ini kalian akan melakukan pemeriksaan fisik, pemeriksaan ini bertujuan agar kami tau berapa statistik kekuatan fisik kalian!"
Ms. Anna menjelaskan bahwa tiap kelas akan di dampingi dengan wali pendamping dalam pengecekan ini dan yang aku takutkan adalah apakah alat pendeteksi itu bisa membaca statistik fisikku karena di WarriorDex saja Warriorku tidak terdaftar apalagi di alat pendeteksi itu, sungguh menyebalkan.
"Ayo berbaris, cepat-cepat-cepat!" perintah Mr. Jack kepada kami.
Kapten Edward mendekat kearah kami sedangkan Ms. Anna ke kelas sebelah untuk memantau kami satu persatu.
"sekarang panggilanmu Mr. Jack Huh? Bukan Woods lagi?" sapa akrab Kapten Edward kepada Mr. Jack.
"Ayolah Kapten, panggilan itu tidak ada gregetnya!"
Kapten Edward tertawa sambil menepuk-nepuk pundak Mr. Jack. "Haha ... kau masih seperti dulu ya kawan lamaku!"
Kami semua terkejut. "Hah kawan lama?"
"Oh maaf tidak memberitau kalian, Woods ini atau yang kalian panggil Mr. Jack adalah temanku saat masih menjadi siswa di sekolah menengah kejuruan Warrior," ucap Kapten Edward.
Beliau bercerita sedikit bahwa Mr. Jack adalah salah satu temannya seperjuangan dulu, awalnya Mr. Jack adalah orang yang pendiam tetapi sejak berteman dengan Kapten Edward beliau menjadi seperti saat ini.
Terlihat para pekerja yang ada di pusat pelatihan membawa sebuah koper besar yang dimana di dalamnya ada alat pendeteksi kekuatan fisik kami.
Kapten Edward membuka koper tersebut lalu memperlihatkan alat seperti sebuah Headset atau Headgear. "Ini akan dipasangkan di kepala kalian dan sistem melakukan analisis setelah melakukan analisis alat ini akan mengeluarkan sebuah daftar seberapa kuat kekuatan fisik kalian."
"Baiklah dimulai dari Artizy, ayo cepat biar kita tidak terlalu lama mengantri!" perintah Mr. Jack.
Artizy terlihat sangat antusias, sambil tersenyum-senyum dia memasang Headgear tersebut.
Tidak berlangsung lama akhirnya kertas analisis selesai keluar dan hasilnya mungkin bisa membuat orang tercengang.
Mr. Jack mengambil kertas tersebut. "Sungguh luar biasa Artizy, statistik kekuatan fisikmu dalam rata-rata Class B!"
Mendengar hal itu kami semua terkejut dan merasa tidak percaya bahwa si Kunyuk ini memiliki statistik fisik seperti itu.
Di dalam list analisis milik Artizy.
Strength : A
Agility : B
Intelegent : C
Vitality : C
"Apa ini mimpi atau kau memang sengaja menyembunyikan kekuatanmu, Artizy?!" tanya Ellen seperti tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
Artizy menggaruk-garuk kepalanya. "Hehe aku kuat kan, tapi karena statistik bertarungku rendah jadi ya aku di anggap lemah."
Hampir seluruh murid di kelasku mendapatkan statistik kekuatan fisik rata-rata C-B, sedangkan aku hanya mendapatkan rata-rata E.
Di dalam list analisis milikku.
Strength : E
Intelegent : C
Vitality : E
"Sudah kuduga hasilnya pasti seperti ini," kataku sambil memasang wajah sedih lalu menghela napas.
Reznov dan Artizy melihatku sedih lantas melangkah mendekatiku.
"Ini sangat aneh, saat kita di Turtle Island aku ingat betul bahwa kekuatan Warrior mu sangatlah hebat!" ujar Reznov heran.
"I-iya, ini pasti alatnya yang sudah rusak. Aku tidak akan pernah lupa dengan kejadian saat kau menyelamatkanku dengan skill mu itu Muzzy," sambung Artizy menggaruk-garuk kepalanya.
Robin yang baru saja menyelesaikan pemeriksaan lantas langsung menuju kami bertiga.
"Oy-oy-oy ada apa ini?" tanya Robin kebingungan melihat rekannya memasang wajah seperti orang yang sedang bermain teka-teki.
Aku menunjukkan hasil analisisku di hadapannya.
"Hah!? Tidak mungkin. Statistik mu sangat rendah sekali Muzzy!"
Aku mengangguk tidak semangat. "Bagaimana dengan hasil mu Robin?"
Robin menunjukkan hasil analisisnya kepada kami bertiga sambil tersenyum puas dengan hasilnya.
Di dalam list analisis milik Robin.
Strength : C
Agility : B
Intelegent : D
Vitality : E
Setelah melihat hasil analisis milik Robin, diriku semakin merasa bahwa alat itu tidak adil denganku.
"Artizy rata-ratanya B, Reznov C lalu Robin C. Kok aku yang sendirian di kelas ini yang E!" ucapku kesal.
"Whooa santai Comrade, ini hanya sebuah statistik yang di keluarkan oleh sebuah alat buatan manusia jadi wajar saja jika terjadi malfungsi. Aku sebagai temanmu percaya bahwa kau memiliki statistik fisik lebih dari hasil dari alat itu!" kata Reznov mencoba menenangkanku yang terlihat kesal.
"Sudahlah sobat, lagipula kau itu hebat serangan kuat dari Lizadiator saja mampu kau tangkis dengan skill mu itu, Shield of Light!" Artizy sambil meniru gayaku ketika mengeluarkan skill milikku.
Aku tertawa karena tingkah Artizy yang konyol karena memperagakan Lizadiator yang menyerangnya dulu saat di Turtle Island, kegiatan untuk hari ini pun telah selesai.
※※※
Saat setelah makan malam, Artizy mengeluarkan kartu remi miliknya dan mengajak kami semua bermain.
"Ayo kita bermain!" ucapnya sambil mengangkat kartu remi ke atas.
Robin menutup buku novel yang dia baca. "Demi celana panjang neptunus. Aku ikut!"
"Baiklah kalian semua pasti akan kalah oleh ku!" ujar Artizy percaya diri.
"Belum juga main udah sombong aja!" sahutku berwajah datar.
Di awal permainan, aku mendapatkan kartu yang bagus tetapi makin ke sana kartu yang kudapatkan malah semakin buruk.
"Haha!" Reznov tertawa sambil menunjukkan kartunya.
"Akhhh kalah lagi!" Artizy memegang kepalanya.
"Reznov kau menang 10 kali berturut-turut kau memang memiliki wajah Poker," ucapku terbaring lemah di karpet.
"Haha, mereka menyebutku si lucky shot!" Reznov menunjuk kepalanya dengan jari telunjuk.
"Akh ... aku tidur saja!" ujar Artizy menghamburkan kartunya ke udara lalu langsung berbaring ke kasur.
"Sebaiknya kita juga ikut tidur, sudah jam 11 malam," ajak Robin.
"Wah tidak terasa ya haha atau karena aku sering menang!" Reznov tertawa sambil berjalan menuju kasurnya.
Akupun juga langsung berbaring dan mencoba untuk masuk ke dunia mimpi dengan perlahan namun pasti. Hari yang cukup menyenangkan dan juga mengecewakan, aku semakin bingung dengan Warrior milikku, Mythical Rubick.
Kau ini warrior seperti apa sobat? Batinku dalam hati.
Setelah sedikit memikirkan keunikan Mythical Rubick akupun perlahan mulai terlelap dan tanpa sadar diri ini sudah memasuki ruang mimpi yang sebenarnya tidak bermimpi hanya saja seperti bermimpi.
-Tbc-
Pojok Fyi
● Statistik Fisik adalah data tentang fisik dari pengguna Warrior tersebut. Statistik fisik Warrior terbagi menjadi 4.
(1). Strength adalah data kekuatan serangan dari si pengguna Warrior. Warrior dengan statistik Strength yang tinggi biasanya adalah tipe warrior Offensive tetapi tidak memungkinkan tipe-tipe lain juga memiliki statistik Strength yang tinggi.
(2). Agility adalah data kecepatan dari si pengguna Warrior. Warrior dengan statistik Agility yang tinggi bervariasi dan tergantung warrior seperti apa yang dia dapat jadi pengguna Warrior tipe Support ataupun Tank bisa saja mempunyai Agility yang tinggi. Tetapi biasanya Warrior dengan kemampuan Agility yang tinggi adalah Warrior tipe Offensive Ranger karena mereka memiliki kemampuan bertahan yang rendah.
(3). Intelegent adalah data kemampuan sihir atau kekuatan energi dari si pengguna Warrior. Warrior yang memiliki Intelegent tinggi biasanya adalah Warrior bertipe Magic dan Support.
(4). Vitality adalah data kemampuan bertahan dari si pengguna Warrior. Warrior yang memiliki Vitality tinggi biasanya Warrior bertipe Tank tapi tidak di pungkiri tipe-tipe selain Tank juga memiliki Vitality yang tinggi karena Warrior memiliki banyak macam dan jenis.
● Rank Class Warrior terbagi dari A-F, jika seorang Warrior mendapatkan gelar The High Table maka Rank Class-nya akan berganti menjadi All Star dan jika gelar The High Table nya hilang atau berakhir maka Rank-nya akan berubah menjadi Ex-All Star.