Mythical Rubick

Mythical Rubick
5 | Turtle Island Vol. 1



Pemandangan yang indah dan mempesona memanjakan mata kami semua, dalam perjalanan menuju Turtle Island terlihat bukit-bukit kecil dengan hamparan padang rumput yang sangat luas sejauh mata memandang.


"Pantainya mulai terlihat!" ucap Karin sambil menunjuk ke arah pantai.


"Wah indah sekali, sudah lama aku tidak berenang. Muzzy ayo kita berenang!" sahut Artizy sambil menggajakku berenang.


"Kita disini bukan untuk rekreasi Artizy!" ujarku sambil memasang muka kebingungan dengan anak satu ini.


"Haha biar kutebak, kau menolak karena kau tidak bisa berenang bukan? Dari kecil aku sudah bisa berenang dan sering bermain di samping bataran sungai," ejek si Kunyuk Artizy.


Didalam benakku, kenapa anak ini bisa tau kalo aku tidak bisa berenang. Jika dia tau aku tidak bisa berenang bisa-bisa aku diejeknya habis-habisan.


"Aku bisa berenang, tapi ini bukan saat nya bersenang-senang," tepisku berbohong.


"Heleh alasan!" ujar Artizy memutar matanya.


Untung ada Reznov yang membela argumenku, jika tidak aku bisa kehabisan kata-kata.


"Apa yang Comrade Muzzy katakan benar, ini bukan saatnya untuk bersantai dan bersenang-senang! Kita tidak tau kedepannya seperti apa saat berada di Turtle Island," ujar Reznov setuju dengan perkataanku.


"Betul apa yang kau katakan Reznov, Si Kunyuk itu hanya memikirkan hal senang-senang saja," ejekku sambil menggelengkan kepala.


"Heleh, aku sudah punya rencana saat kita di Turtle Island, jadi kalian tenang saja! Rencana ku ini pasti berjalan dengan lancar,"


Aku dan Reznov memasang wajah kebingungan dengan tingkah Artizy, Artizy memang kerap bertingkah konyol tetapi dia adalah teman yang baik ya walaupun kadang dia sedikit aneh.


※※※


Akhirnya kami sampai juga di pelabuhan yang berdekatan dengan pantai, terlihat Mr. Jack melampaikan tangannya mengisyaratkan ayo berkumpul disini. Semua murid kelas F berkumpul dan diberi arahan. Kami semua juga membuat rencana agar kelas F bisa menjadi kelas yang terbaik saat PLS, itulah yang diinginkan oleh semua anggota kelas.


"Baiklah semuanya Bapak disini tidak bisa membantu terlalu banyak, kalian harus bisa bekerja sama satu sama lain walaupun kalian beda grup, grup Alpha sampai grup Delta harus bisa saling membantu apapun terjadi. Bapak tidak mau ada salah satu murid Bapak yang terluka ataupun mengalami Stack saat PLS berlangsung," ujar Mr. Jack kepada kami semua.


"Kami mengerti Pak!" sahut kami dengan kompak.


"Mengerti apa?" lanjut Mr. jack.


"Mengerti Mr. Jack!!!" teriak kami bersama-sama.


"Bagus itu dia semangat anak muda! Baiklah tiap ketua grup berkumpul, Bapak akan memberikan sesuatu kepada kalian," ujar Mr. Jack sambil mengeluarkan sesuatu dari koper.


Semua ketua grup pun berkumpul di dekat Mr. Jack, terlihat Mr. Jack memberikan sebuah Chip.


Another Pov


"Chip apa ini Mr. Jack?" ujar Maze ketua dari grup Alpha, bertanya kepada Mr. Jack.


Maze (laki-laki) pemiliki dari Warrior Black Metal Soldier, dia berasal dari Clan Rain Force. Bertipe Offensive Ranger dengan senjata Death Gatling Gun (Very Rare). Maze memiliki kepribadian yang mudah panik tetapi dia jenius jika dia serius, mungkin itulah yang menjadikannya dia terpilih sebagai ketua dari grup Alpha.


"Chip ini adalah benda yang harus kalian para ketua grup jaga, jika satu kelas kehilangan seluruh Chipnya maka kalian akan dipulangkan lebih cepat dari jadwal yang telah ditentukan," ujar Mr. Jack menunjukkan Chip itu.


"Ada 4 macam Chip yang harus kalian jaga, Chip yang pertama adalah Chip leaf Green, Chip yang kedua adalah Chip Fire Red, lalu yang ketiga Chip Water Blue, dan yang terakhir adalah Chip Rock Brown. Dan tiap Chip memiliki perannya sendiri," sambung Mr. Jack menjelaskan macam-macam dari Chip tersebut.


"Jadi kami semua harus bekerja sama untuk menjaga setiap Chip yang kami punya, seperti itu Mr. Jack?" tanya ketua grup Bravo yang bernama Crystalesia.


Crystalesia (perempuan) pemilik dari Warrior Balaur Knight, dia berasal dari Clan Pandragon Blood yaitu salah satu dari 10 Clan Fundamental. Warrior yang dia miliki bertipe Semi Offensive Fighter (Human form) dan Semi Ranger (Dragon Form) dengan bersenjatakan Apocalypse Sword (Super Rare). Dia memiliki rambut dengan gaya di kepang kuda dengan wajah yang putih dan berseri, dia lebih mirip seorang putri tetapi juga seorang kesatria.


"Betul sekali! Kalian semua wajib menjaga tiap Chip ini," sahut Mr. Jack sambil memutar-mutar Chip di tangannya.


"Berarti kita juga bisa merebut tiap Chip dari kelas lain, seperti itu bukan Mr. Jack?" tanya Sabrina, ketua dari grup Charlie.


Sabrina (perempuan) pemiliki Warrior Cursed Shaman yang bertipe Semi Offensive Fighter dan Semi Magic dengan senjatanya Orochi's Sword (Super Rare). Sabrina berasal dari Clan Eight Serpents, clan ini juga salah satu dari 10 Clan Fundamental. Memiliki wajah yang lugu serta mengenakan kacamata membuat dia semakin menggemaskan.


"Pertanyaan yang bagus Sabrina, jika kalian berhasil mengumpulkan sebanyak-banyaknya Chip dari kelas lain maka kalian akan mendapatkan sesuatu hadiah dari panitia PLS," sahut Mr. Jack sambil mainkan Chip disela-sela jarinya.


"Kalo seperti itu kita harus terus bekerja sama satu sama lain dan harus bergerak bersama-sama, agar Chip yang kita bawa aman!" cetus Karin memberikan ide yang cemerlang.


Semua ketua grup menganggukkan kepalanya, lalu saling menatap satu sama lain.


"Baiklah bapak akan memberikan Chip Leaf Green kepada grup Alpha yang di ketuai oleh Maze, Chip Fire Red kepada grup Bravo yang di ketuai oleh Crystalesia, setelah itu Chip Water Blue kepada grup Charlie yang di ketuai oleh Sabrina dan Chip terakhir Chip Rock Brown kepada grup Delta yang di ketuai oleh Karin. Bapak harap kalian bisa menjaga semua Chip yang Bapak berikan kepada kalian, semoga kalian beruntung dan jaga diri kalian semua," ujar Mr. Jack kepada tiap ketua grup.


Another Pov End


※※※


Semua berkumpul dan merencanakan bagaimana rencana kedepannya. Dengan ide yang briliant ala Maze, kami mengikuti arahannya agar sesuai dengan apa yang sudah direncanakan.


"Apa kalian semua mengerti teman-teman, dengan apa yang telah kita semua rencanakan?" tanya maze kepada seluruh anggota kelas yang tengah berkumpul.


"Mengerti!" ujar kami semua, kecuali Si Kunyuk Artizy.


"Boleh diulang Maze, tadi aku kurang mendengar karena suara burung camar dan suara ombak disini hehe," ujarnya tidak tau malu.


Kami semua menatapnya dengan tatapan tajam dan mengintimidasi.


"Hehehe maaf teman-teman, sebenarnya aku hanya kurang mengerti," pungkasnya kepada kami semua.


"Biar aku saja yang menjelaskan seperti apa rencana tadi, jadi dengarkan baik-baik oke, Artizy!" sahutku supaya dia tidak mengalami masalah.


"Hehe kau memang sobat baikku Muzzy," puji Artizy lalu merangkulku.


Kami pun berangkat dengan menggunakan kapal yang sudah di siapkan pihak sekolah, setiap kapal sudah memiliki lokasi berlabuhnya di Turtle Island.


Beruntungnya kapal yang kami tumpangi mengarah ke Selatan pulau dan itu menjadikan kami yang pertamakali tiba di Turtle Island.


"Akhirnya sampai juga kita! Sesuai peta yang Mr. Jack berikan tadi, aku sudah membuat rencana bahwa kita akan berkemah di dekat air terjun. Karena letaknya yang strategis dan juga dapat dipastikan kita akan mudah mendapatkan persediaan makanan dan minuman disana," ujar Maze sambil mengeluarkan peta digital.


Semua anggota kelas mengangguk dan berkemas untuk menuju lokasi yang telah di rencanakan.


"Ayo teman-teman tetap bersama dan awasi sekitarmu!" perintah Karin kepada kami semua.


Kami pun berjalan menuju lokasi yang telah di tentukan tadi, Maze memperkirakan bahwa tidak mungkin terjadi serangan karena kelas lain juga pasti sedang menyusun rencana dan menyesuaikan lingkungan. Jika mereka menyerang kemungkinan besar mereka sudah tau bagaimana situasi dan kondisi yang ada di Turtle Island.


※※※


Diperjalanan kami juga mengumpulkan beberapa makanan dan obat-obatan herbal, untungnya didalam kelas ada seorang Mika yang ahli tanaman obat dan beberapa teman-teman yang lain juga banyak mengetahui tanaman obat yang sangat baik untuk persediaan nanti.


"Muzzy, apa kau bisa memancing?" tanya Karin kepadaku.


"Baguslah! Berarti kau bersama Artizy dan Reznov akan pergi memancing ikan, jadi nanti ambil peralatannya di koper warna hitam yang dibawa oleh Ellen itu ya, oke!" ucap Karin menunjuk koper hitam yang berisi peralatan seperti memancing, memasak, dan obat-obatan.


"Kalo masalah memancing aku ahlinya, serahkan itu kepada kami Ketua!!!" sahut Artizy dengan penuh semangat.


"Simpan semangatmu itu Comrade, jangan sampai semangatmu itu sudah habis ketika kita pergi memancing!" ujar Reznov sambil tertawa ringan.


"Hahaha, tenang saja semangatku tidak akan habis kalo kita tetap bersama," pungkasnya tertawa riang.


...


Akhirnya kami pun sampai di lokasi yang ditentukan tadi yaitu dekat air terjun, air disini sangat jernih dan bisa langsung diminum. Di sekitarnya juga banyak buah-buahan yang aman untuk dikonsumsi, Maze memang hebat dalam membuat strategi.


"Baiklah semua kita akan buat tenda disini! Tapi letakkan Sentry di tempat yang telah aku sebut tadi agar jika ada musuh yang mendekat kita akan tau dan dapat mengantisipasinya, ayo grup Alpha bergerak!!!" perintah Maze dengan penuh semangat.


"Sesuai strategi tadi grup Bravo yang akan membuat tenda, ayo teman-teman kerahkan seluruh tenaga kalian!" perintah Crystalesia memberi arahan dan semangat kepada rekan satu grupnya.


Sabrina menganggukkan kepalanya lalu berkata. "Kita juga tidak mau kalah, ayo grup Charlie tugas kita membuat perapian dan berburu hewan yang ada disekitar sini. Ayo kita bergerak!!!"


"Mika, Ellen, dan Lumia ayo kita buat membuat bumbu untuk memasak nanti dan juga kita petik buah-buahan secukupnya. Muzzy, Artizy dan Reznov sesuai dengan perintahku tadi kalian memancing di Hulu sungai, sana!" perintah Karin kepada anggota grup Delta.


"Kalian bertiga hati-hati dijalan ya, pancing yang banyak ikannya ya!" ujar Mika memberi semangat kepada kami bertiga.


"Kami akan berhati-hati jadi tenang saja, kalo begitu kami berangkat dulu!" ujarku berpamitan.


Aku bersama Artizy dan Reznov berangkat menuju hulu sungai yang jaraknya lumayan jauh dari Camp. Sesampainya kami di tempat spot memancing, aku memerintahkan Reznov untuk meletakkan Sentry terlebih dahulu.


"Reznov letakkan Sentry di pohon itu, saat kita memancing mungkin saja ada anggota kelas lain yang sedang melakukan Scouting atau menyerang kita," pintaku kepada Reznov.


Reznov mengangguk. "Baiklah Comrade, bersiaga itu lebih baik agar kita bisa mencegah hal-hal yang tidak di inginkan terjadi."


Artizy menaikkan salah satu alisnya. "Untuk apa pakai Sentry segala, penciuman Clan Hunter adalah senjata utama kami saat bertarung apalagi diruangan gelap."


"Tapi tidak salahnya kita memasang Sentry, Artizy!" sahutku berwajah datar.


"Hehe betul juga sih, kaliankan tidak punya penciuman setajam milikku ini," sahutnya sambil tertawa.


※※※


Hampir 3 jam kami memancing, sejauh ini tidak ada tanda-tanda ada anggota kelas lain ataupun monster yang mendekat.


"Keranjang ikan ini sudah cukup penuh, sebaiknya kita kembali ke Camp. Aku punya firasat buruk jika kita terus berlama-lama di sini," ujarku yang mulai merasakan sesuatu akan terjadi.


"Sepertinya itu sudah lebih dari cukup untuk kita semua, ayo kita kembali! Aku akan mengambil Sentry tadi dulu!" sahut Reznov sambil bergerak menuju pohon yang tadi diletakkan Sentry.


Tiba-tiba saja, sesuatu yang kurasakan tadi benar-benar terjadi.


"Teman-teman, aku mencium sesuatu!" ujar Artizy berdiri dari duduknya. "Ini bau darah!" ujar Artizy sambil mengendus bau darah melalui hidungnya.


Apa yang aku khawatirkan benar-benar terjadi, Reznov sudah mencabut Sentry tadi. Aku merasakan ada sesuatu di balik pohon besar itu.


"Ini bukan darah manusia, ini Monster! Cukup besar untuk bau menyengat seperti ini!" ujar Artizy melihat ke arah pohon besar dihadapannya.


"Sebaiknya kita menghindar saja!" pintaku sambil mengangkat keranjang ikan.


"Itu ide yang bagus Comrade, kita tidak tau jenis apa Monster ini," sahut Reznov setuju dengan ideku.


"Ide yang bagus, sebaiknya kita bergegas kawan-kawan aku merasa dia semakin dekat," sahut Artizy sambil membersihkan celananya yang sedikit kotor.


Di dalam hatiku tumben sekali ini anak mau setuju dengan ideku untuk melarikan diri biasanya dia suka menantang maut.


Kami pun bergegas menuju camp tapi naas, ditengah perjalanan kami bertemu dengan Monster itu. Monster yang tingginya mencapai 4 Meter itu berbentuk seperti seekor buaya tetapi memiliki tanduk dan kulitnya penuh dengan sisik seperti kadal.


"Iiitttuuu ... Lizardiator dan lagi ini sudah dalam bentuk ke 4 hampir bentuk ke 5 nya, dia mengikuti kita sejak tadi!" ujar Reznov sambil menunjuk kearah Monster itu.


"Kita harus bertarung teman-teman, sepertinya dia mengincar ikan yang ada di keranjang milik kita!" sahut Artizy mengambil posisi kuda-kuda.


"Lizardiator memang pemakan ikan tetapi dia juga tidak segan-segan memakan manusia dan menyerang manusia, Baiklah Rubick bantu aku, Summon!!!" pungkasku dan aku segere melakukan Summoning.


Reznov dan Artizy juga berhasil melakukan Summon. Kami bertiga benar-benar dalam posisi siap tempur saat itu juga.


"Reznov! Artizy! kalian serang di dua arah dan aku akan melindungi kalian dengan Skill perisai milikku," perintahku kepada mereka berdua.


"Dimengerti! Ayo Rondo tebas semua yang menghalangiku!"Artizy mengeluarkan pedang besarnya Rondo.


"Baiklah Comrade! Dengan Tidebringer Sword milikku, semua musuh pasti akan tersapu seperti ombak yang menyapu pasir pantai!" ujar Reznov sambil mengacungkan pedang belati yang cukup panjang dengan bentuk seperti bergerigi layaknya ombak dilaut lepas.


Artizy dan Reznov berlari ke sisi kanan dan kiri dari Lizardiador dan aku bersiap untuk membuat sebuah Shield untuk mereka.


"Rasakan ini Monster!" teriak Artizy sambil mengayungkan pedang besarnya.


Ctangg ...


"Apa!" ujar mereka berdua.


Kulit sisik dari Lizardiator begitu keras, kedua serangan dari Rondo dan Tidebringer Sword sama sekali tidak berpengaruh ataupun menggores kulit Monster itu.


"Kalian berdua mundur cepat monster itu akan menyerang!!!" perintahku sambil berteriak.


Reznov berhasil melompat mundur tetapi Artizy mengalami salah posisi kaki yang membuatnya terjatuh.


"Artizy Awas ...," teriakku.


Lizardiator mengibaskan ekornya yang penuh duri-duri tajam ke arah Artizy.


-Tbc-


Pojok Fyi


● Sentry adalah sebuah alat pendeteksi detak jantung yang dimana berfungsi untuk mengetahui keberadaan musuh ataupun monster, Jarak radiusnya sejauh 100 m. Sentry akan memberikan informasi lewat perangkat Tablet, informasi yang diberikan jika yang terdeteksi musuh atau monster akan berwarna merah jika teman akan berwarna biru.


● Scouting adalah istilah untuk memata-matai wilayah musuh, Scouting sangat membantu memberikan informasi kepada rekan satu tim bagaimana keadaan musuh tetapi Scounting memiliki resiko yang sangat tinggi. biasanya Scouting dilakukan oleh Warrior yang memiliki Skill Escape atau tidak terlihat.


● Lizardiator adalah monster berbentuk seperti buaya aligator campuran kadal, dia memiliki kuku yang kuat dan tajam, gigi yang tajam dan rahang yang sangat kuat. Jika masih dalam bentuk 1-3 masih tidak memiliki tanduk dan ekor yang penuh dengan duri-duri tajam.