Mythical Rubick

Mythical Rubick
46 | Neo Korea City



Mentari pagi menyapa kami dengan kehangatannya, angin dengan lembut berhembus membelai lembut kulit ini yang menambah kesan sejuk di pagi hari nan cerah ini. Persiapan keberangkatan kami semua untuk pertandingan selanjutnya sebentar lagi akan selesai.


Seluruh anggota kelas telah berkumpul di lapangan sekolah sebelum berangkat menggunakan bus untuk pergi ke kota Neo Korea di Distrik Borneo Water.


Neo Korea adalah kota industri hiburan yang terkenal di seluruh dunia dan salah satu kota kebanggaan distrik Borneo Water.


Kenapa dinamakan Neo Korea, jawabannya karena kebanyakan penduduk disana berasal dari negara Korea yang sudah lama hancur karena perang di zaman dulu. Perang saudara yang mengakibatkan kehancuran tanah nenek moyangnya sendiri dan akhirnya mereka sadar bahwa perang hanya menimbulkan kehancuran dan mereka pun bersatu untuk kembali membangun tanah mereka, begitulah yang aku tau.


"Ayo absen dulu dan cek kembali barang-barang bawaan kalian!" perintah Mr. Jack kepada kami semua menggunakan megaphone.


"Siap, Mr. Jack!" sahut kami dengan kompak.


Kami semua akan menginap selama 1 minggu di kota Neo Korea, karena jadwal pertandingan hanya 1 pertandingan lalu sisanya ya paling jalan-jalan untuk menghilangkan stres karena pertarungan.


Tingkatan stres sangat mempengaruhi bagi kami yang mempunyai Warrior, jika tidak mampu mengatasinya terkadang para pemilik warrior bisa saja menggunakan Warriornya untuk melakukan tindakan kejahatan dan hal buruk lainnya.


"Gugup?" tanya Mika kepadaku ketika sedang asik mengecek kembali barang bawaanku.


Aku menggeleng. "Tidak, bagaimana dengan mu, Mika?"


Mika tertawa kecil lalu mengangguk. "Sedikit gugup, kau tau aku belum pernah bertarung di hadapan banyak orang dan lagi saat ini kita sedang ada di kota orang, semoga saja aku mampu mengatasi hal itu."


"Santai saja, jangan terlalu gugup. Oh iya bagaimana dengan perkembangan terapi Ellen, apa berjalan lancar?"


"Phobia yang Ellen miliki mungkin akan sembuh namun ada kemungkinan ia akan kembali mengalami phobia itu lagi jika mengalami hal yang buruk sekali lagi," ujar Mika sambil memandang Ellen yang tengah mencek tas miliknya.


Aku jadi kasihan dengan Ellen, namun aku yakin Ellen pasti mampu menghadapi rasa takutnya itu.


...


Di tengah perjalanan aku dan Mika sengaja meminta Artizy untuk duduk bersebelahan dengan Ellen, biasanya Ellen akan menjahili Artizy atau sekedar berbicara dengannya namun kali ini ia terlihat banyak diam sambil memandang ke luar jendela.


"Ellen, mau permen?" tanya Artizy menawarkan permen yang ada di tangannya.


Ellen tersenyum lalu mengambil permen dari tangan Artizy. "Terima kasih Artizy, kenapa kau menjadi sangat lembut seperti ini?"


"A-apa!? Aku memang selalu lembut terhadap perempuan, perempuan saja yang menganggapku kasar!" tepis Artizy sambil tetap terus mengunyah permen di mulutnya.


Ellen tertawa lalu memandang aku dan Mika yang berada di hadapannya. "Kalian berdua semakin lengket saja, apa kalian pernah melakukan itu...?"


Wajah Mika langsung memerah dan aku hanya bisa menepuk dahiku. Hal ini sudah ke dua kalinya terjadi, sebelumnya kakakku dan sekarang, Ellen.


Karin yang tengah minum tiba-tiba menyemburkan air minumnya yang ada di dalam mulutnya ke wajah Reznov yang tengah memakan kue buatan ibu Artizy.


"H-hey kalian berdua, i-itu sesuatu yang tidak boleh dilakukan oleh anak seumuran kita!" ujar Karin kepada aku dan Mika, selain itu wajahnya sangat merah.


"K-ketua Karin, ini sebuah kesalahpahaman!" kata Mika yang mencoba menjelaskan namun tetap saja Karin tidak percaya.


Ellen dan Artizy malah menertawakan kami berdua dan karena perkataan Ellen tadi, seluruh anggota kelas memang sudah tau bahwa aku dan Mika memiliki hubungan yang spesial, sebenarnya memang benar juga sih tapi untuk melakukan itu kurasa kami berdua tidak belum pernah melakukannya, berpegangan tangan saja sudah membuat kami malu setengah mati apalagi melakukan itu.


Karena keasyikan tertawa, Artizy tersedak.


Melihat Artizy yang terbatuk-batuk, Karin lalu memberikan botol airnya tanpa pikir panjang.


Artizy langsung mengambil botol itu lalu dan langsung meminum botol air minum milik Karin namun hal itu membuat wajah Karin tiba-tiba berubah menjadi memerah.


Dan sekarang kami malah menertawakan Karin yang hanya bisa mematung karena tidak menyangka ia mendapatkan ciuman tidak langsung dengan Artizy.


Ellen yang melihat hal itu entah mengapa tidak marah seperti biasanya dan malah tertawa bersama kami, tapi aku sama sekali tidak merasa ada aura cemburu ataupun kebencian.


"Kalian berdua memang cocok sekali!" ucap Ellen lalu tertawa yang membuat wajahnya kembali cerah.


Artizy keheranan dengan Karin yang mematung sambil memandanginya lalu menyerahkan botol air minum itu kembali ke Karin. "Sangat menyegarkan, terima kasih Karin, tunggu dulu kenapa wajahmu memerah, apa kau sedang demam?"


Artizy memegang dahi Karin lalu membandingkan suhu badannya.


Karin langsung mengambil botol air minum miliknya dan bergegas kembali duduk ke kursinya.


"Kurasa dia baik-baik saja," ucap Artizy mengangguk-anggukkan.


...※※※...


"Batas kodya Bandarmasih?" ujar Artizy kebingungan setelah melihat papan yang tertulis seperti itu.


"Itu dibaca kota bukan kodya, Artizy!" kataku menjelaskan walaupun di wajahnya tetap saja terlihat jelas tanda tanya besar.


Artizy menggaruk kepalanya. "T-tapi..."


"Itu ejaan lama Artizy, tapi tetap di baca kota," sahut Ellen sambil memakan cemilan milik Artizy.


"Tunggu dulu sejak dari tadi kau makan snack terus, isi tas mu semuanya itu?" tanyaku kepada Artizy yang dari tadi kerjaannya hanya makan dan makan.


Artizy mengangguk lalu memperlihatkan isi tasnya yang di dominasi makanan ringan.


Aku dan Mika hanya tersenyum canggung ketika Artizy dengan bangga memamerkan makanan ringan miliknya yang jumlahnya cukup banyak.


...


Bus yang kami tumpangi akhirnya mulai memasuki kota Neo Korea yang sangat kental dengan futuristiknya serta kota ini memang pusat industri hiburan.


"Wah gedung-gedung disini cukup tinggi di banding dengan kota Bandarmasih," kata Artizy terkagum melihat kota Neo Korea.


Ellen menarik tubuh Artizy ke dalam karena sejak tadi ia mengeluarkan kepalanya di jendela. "Artizy bahaya!"


Mr. Jack tersenyum sambil menggelengkan kepalanya karena tingkah Artizy. "Aduh kau ini Artizy."


Selang beberapa menit, akhirnya bus yang kami tumpangi telah sampai di sebuah hotel yang di sewa khusus oleh sekolah hanya untuk kami para Warrior muda Distrik Borneo Water.


"Wah megah sekali ini hotel, pasti makanannya enak-enak!" ujar Reznov yang mulutnya terbuka karena melihat kemegahan dari hotel itu.


"Selamat pagi warrior muda sekalian, selamat datang di Hotel Cabana di Kota Neo Korea!" sapa pria bersetelan jas hitam sambil membuka kedua tangannya.


Seperti biasa, lagi-lagi aku satu kamar dengan 3 orang yang absurd. Siapa lagi kalo bukan Artizy si Kunyuk, Reznov si tukang makan dan Robin si kutu buku dan aku si bocah kubus.


"Oy Artizy apa kau membawa laptop ROG mu itu lagi?" tanya Robin lalu meletakkan tasnya ke lantai.


Artizy tersenyum seperti seorang setan yang berhasil menghasut manusia untuk melakukan maksiat. "Tentu saja aku membawa, kita akan bermain sampai puas malam ini!"


Mereka bertiga merangkul satu sama lain sambil bernyanyi dengan gembira sedangkan aku hanya melihat tingkah konyol ketiga sahabatku.


"Jangan terlalu berlebihan, kita disini bukan untuk liburan tapi untuk bertandingan. Kata Dokter Lute bersenang-senang memang bagus untuk memperbaiki mental kita sebelum bertanding namun jangan sampai lupa tujuan kita disini," ujarku kepada mereka bertiga.


Mereka bertiga saling tatap lalu mengepal tangan mereka lalu berteriak. "Mengerti Kapten Muzzy!!!"


Jadwal hari ini memang hanya untuk istirahat jadi hari ini kami memang dijadwalkan untuk bersantai.


Mereka bermain game sampai sore dan tak terasa perut kami mulai berbunyi.


...


Saat makan malam tiba, seluruh kelas yang akan bertanding berkumpul untuk makan bersama walaupun kelas kami selalu saja dibicarakan dan di anggap mereka rendah.


Alhasil Artizy harus di amankan terlebih dahulu dan dijinakkan oleh Karin dan juga Ellen.


"Kasihan Artizy dia jadi pendiam seperti itu," ujar Lumia bersimpati dengan Artizy yang duduk diampit oleh dua Valkyrie kelas kami.


"Haha dia begitu jinak jika di dekat mereka berdua," sahut Mika tertawa melihat Artizy yang begitu jinak.


Setelah makan malam selesai Mr. Jack lalu menyuruh kami untuk berkumpul sebentar untuk membahas latihan besok yang akan diadakan di samping sungai dekat taman kota Neo Korea, karena disana adalah tempat yang menurut Mr. Jack cocok untuk dijadikan tempat latihan apalagi beberapa anggota kelas kami memang memiliki daya serang yang bisa membahayakan warga kota termasuk aku yang gaya bertarungnya adalah trap dan juga ledakan.


...※※※...


Keesokan harinya kami semua memulai latihan di pagi hari agar di waktu siang kami bisa beristirahat dan pada malam harinya kami semua akan membahas strategi untuk melawan kelas 10E yang dianggap kelas underdog.


"Ayo berkumpul-berkumpul!" perintah Mr. Jack kepada kami menggunakan megaphone yang biasa beliau bawa.


Mr. Jack menarik napas panjang lalu secara perlahan mengeluarkannya. "Lagi-lagi para Elder bermain-main dengan sistem pertandingan yang ada dan mengganti sistemnya dengan sistem yang baru!"


Semua terkejut terlebih Artizy yang memang sudah memang tidak suka dengan mereka, begitu pula denganku yang agak gemes dengan mereka walaupun aku masih memiliki respect kepada mereka.


"Tenang-tenang, bapak akan menjelaskan sistem baru yang mereka pakai. Sistem baru yang mereka gunakan saat ini adalah adanya asisten bertarung yang akan berada di pinggir arena bertarung sisanya tidak ada yang berubah," ujar Mr. Jack menjelaskan sambil memasang wajah masam. Kelihatannya beliau juga tidak suka sistem baru ini yang terkesan memojokkan kelas kami yang memang selalu di diskriminasi.


"J-jadi siapa yang akan di pilih sebagai asisten petarung di kelas kita, Mr. Jack?" tanya salah satu murid perempuan berambut abu-abu.


Mr. Jack menghela napasnya. "Sejauh ini yang sering membantu sebelum pertandingan adalah Muzzy tapi itu akan memberatkan Muzzy."


"Tidak Mr. Jack, tidak memberatkan sama sekali, jika itu untuk kemenangan kelas dan kebaikan kelas kita, saya siap menjadi asisten petarung!" ujarku dengan suara yang lantang.


Jika dipikir-pikir, tugas yang satu itu memang sangat cocok untukku karena aku sangat suka menganalisis.


"Apa kau yakin, Muzzy?" tanya Mr. Jack.


"Yakin 100%!" sahutku sambil mengacungkan jari jempol tanganku.


Mr. Jack mengubah raut wajahnya kembali ke raut wajah ceria beliau dan seluruh anggota kelas juga menyetujui hal itu.


"Tolong kerjasamanya, ya teman-teman!"


...


Latihan berjalan dengan lancar, Ellen juga sudah mengikuti latihan bersama namun tetap di dampingi Mr. Jack dan juga Mika yang memiliki kemampuan pemulih paling tinggi di kelas kami.


"Bagaimana latihan mu, Muzzy?" tanya Mika sambil memberikan sebotol air minum untukku.


"Artizy, Robin dan Reznov sangat bersemangat, sampai-sampai ditegur oleh Karin dan juga Lumia. Ngomong-omong, bagaimana keadaan Ellen?"


"Ellen sudah mampu mengatasi phobianya sedikit demi sedikit dan mulai berani memegang kapaknya sekali lagi!"


Mendengar hal itu, aku turut senang dan bersyukur karena Ellen akhirnya mampu kembali ke sosoknya yang garang.


Mika mencubit pipiku secara tiba-tiba lalu berkata. "Apa aku tidak ditanya juga, kenapa hanya Ellen yang kau tanya!"


"A-aduh sakit hehe maaf,"


Mika melepas cubitannya lalu menggembungkan pipinya.


Melihatnya bertingkah lucu membuatku menjadi sangat ingin memeluknya dan tanpa pikir panjang aku langsung memeluknya sambil memanggil namanya.


"Mika, bau mu sangat harum!" ujarku memujinya.


"Aaaa Muzzy, jangan di cium aku kan tadi keringatan!"


Rupanya Karin dan Lumia tengah berada di belakang kami berdua dan mereka langsung menarik kerah bajuku.


"Mesra-mesraannya ditunda dulu, ayo kembali latihan!" protes karin sambil berdecak pinggang.


Aku hanya tertawa dan melihat wajah Mika yang sangat merah karena saking malunya dia karena ketahuan kedua sahabatnya.


"Kalian berdua pasangan yang sangat lucu!" ujar Lumia lalu tertawa.


...-Tbc-...


Halo semua, LB balik lagi ^ω^


Disini LB mau juga mau memberitahu bahwa LB bakal libur dulu buat Update cerita Mythical Rubick karena berhubung sebentar lagi LB akan menghadapi Final Test dan juga akhir akhir ini tugas kuliah LB semakin membelah diri mereka seperti amuba.


Oh iya LB juga mau ngucapin selamat hari Natal dan selamat tahun baru bagi yang merayakan ^ω^


Akhir kata LB pamit, terima kasih yang udah mampir dan membaca cerita ini. Semoga tahun 2021 menjadi tahun yang lebih baik di banding tahun ini, Bye-bye sampai jumpa tahun depan di bulan Januari (^o^)/