Mythical Rubick

Mythical Rubick
8 | Tome of the Rock



Tome of the Rock begitulah nama yang tertulis di papan depan gerbang itu. Tempat ini konon dulunya di tinggali oleh para Monk sebelum terjadinya perang Chaotic Century, sekarang tempat ini telah berubah menjadi reruntuha kuno dengan penuh kekuatan magis didalamnya.


Para Monk memiliki tugas yang sangat penting di dunia ini, yaitu menyampaikan pesan kepada para Spirit. Mereka lah yang bisa menghubungkan dunia ini dengan dunia para Spirit, tetapi kini keberadaan Monk sangat tidak diketahui di mana mereka sekarang, padahal dunia saat ini sangat membutuhkan keberadaan para Monk untuk menyembuhkan keadaan dunia sekarang pasca perang Chaotic Century.


Disini juga terdapat banyak rusa di Tome of the Rock. Menurut beberapa rumor yang beredar, rusa-rusa tersebut adalah jelmaan dari Earth Spirit, mereka menjelma menjadi makhluk hidup agar bisa berinteraksi dengan manusia akan tetapi hanya manusia-manusia pilihan lah yang dapat berinteraksi dengan mereka.


Mereka yang memiliki jiwa seorang pejuang murni lah yang mampu berinteraksi dengan para Spirit.


...


"K-kenapa rusa-rusa disini menatap kita seperti itu?" tanya Artizy dengan wajah ketakutan.


Dengan cepat aku menundukkan kepalaku kepada rusa-rusa itu lalu berkata. "Mohon maaf atas kedatangan kami disini wahai para Earth Spirit sekalian."


Aku sudah menduga bahwa itu adalah mereka, ya mereka lah jelmaan dari Earth Spirit.


Lalu diikuti oleh Mika dan yang lain-lain.


"Kenapa kalian menundukkan kepala kepada rusa-rusa itu?" tanya Artizy kebingungan.


Plak ...


Sebuah telapak tangan mendarat di bagian kepala Artizy dengan kerasnya, membuat kepala Artizy tertunduk secara paksa.


"Aww ... sakit tau!" ujarnya sambil memusut-musut kepalanya yang tadi dipukul oleh Karin.


Sambil menahan amarahnya Karin berbicara dengan pelan. "Kunyuk ... mereka itu jelmaan Earth Spirit! Jadi apa kau bisa memberi hormat kepada mereka semua!"


Artizy hanya terdiam lalu menundukkan kepalanya dengan sangat rendah, mengisyaratkan meminta maaf sedalam-dalamnya dan memberi hormat.


Lalu datanglah rusa paling besar diantara mereka, ia berjalan menuju kearah kami dengan tinggi 5 meter dengan tanduknya yang begitu besar nan runcing dan kuku kaki yang besar membuat kami semua terdiam membisu. Dengan tanduk sebesar itu pasti dengan mudah merobek tubuh kami yang tidak ada bandingannya ini dan kuku yang besar itu dengan mudah membelah tanah serta menggetarkan tanah disekitarnya.


...


"Selamat datang para Warrior muda sekalian di Tome of the Rock, salam untuk kalian semua. Ada keperluaan apa kalian kemari wahai Warrior sekalian?" tanya Rusa besar itu.


"Salam wahai Earth Spirit yang terhormat, sebelumnya kami ingin meminta maaf atas kehadiran kami disini. Alasan kami ada disini adalah kami ingin meminta sejumlah Earth Stone untuk menyelesaikan misi kami," jawabku sambil memberi salam.


Rusa besar itu mendekati ku, jarak kami hanya satu jengkal dari posisiku berdiri. Aku menatap rusa besar itu dengan penuh keberanian.


"Mythical Rubick! Apa benar itu Warriormu?"


Aku mengganguk. "Iya wahai Earth Spirit!"


Rusa besar itu tersenyum kearahku. "Namaku Koalin, pemimpin dari Earth Spirit Jadi siapa namamu?"


"Muzzy, wahai Koalin Sang Earth Spirit," jawabku sambil membungkukkan kepalaku.


Sambil tersenyum menatap kami semua Koalin Sang Earth Spirit berkata. "Aku merasakan aura yang begitu hangat dan aura kebaikan terpancar dari kalian semua."


Sambil menatap Artizy. "Demon Hunter, Sang pemburu kuat baik hati tetapi terkadang ceroboh."


Artizy hanya tertawa sambil menggaruk-garuk kepalanya, dia terlihat malu-malu dengan perkataan dari Koalin Sang Earth Spirit.


"Salam Shaman, Sang penyihir lembut dan memiliki hati yang nan bersih," ujar Koalin sambil tersenyum kearah Mika.


Mika mempertemukan telapak tangannya lalu membungkukkan kepalanya, untuk memberikan salam hormat kepada Koalin.


"Sang pelaut tangguh yang memiliki jiwa samudra, The Admiral," Lanjut Koalin


Reznov tersenyum membalas senyum dari Koalin lalu membungkukkan kepalanya.


Lalu Koalin menatap Karin, Ellen dan Lumia. "Poison Jasmine, sang pemelihara tanaman yang memiliki jiwa pemimpin utusan Gaia. Ember Mage, sang penyihir berhati hangat pemilik Blaze Staff. Lalu Beast Warrior, teman dari para hewan-hewan, tangguh tapi memiliki hati yang lembut."


"Wahai Koalin Sang Earth Spirit, dimana kami bisa menemukan Earth Stone yang sedang kami cari?" tanya Karin kepada Koalin.


Koalin tersenyum sembaring membalikkan tubuhnya, dia berjalan menuju kumpulan para rusa-rusa lainnya. "Jika kalian mencari Earth Stone, kalian harus menemukannya sendiri. Earth Stone tersebut ada di dalam Tome of the Rock itu sendiri."


"Terima kasih wahai Koalin Sang Earth Stone," ujar Karin sambil menundukkan kepalanya.


Tetapi raut wajah Koalin tiba-tiba berubah. "Tetapi kalian harus berhati-hati jika ingin memasuki Tome of the Rock, di dalam sana terdapat banyak hal yang bisa membahayakan nyawa kalian, akan tetapi jika kalian memiliki jiwa dan hati yang baik serta bersih maka kalian akan dengan mudah mendapatkan Earth Stone tersebut."


Aku sembaring tersenyum lebar dengan percaya diri lalu berkata. "Terima kasih banyak telah mengkhawtirkan kami wahai Koalin Sang Earth Spirit, kami yakin bisa mengatasi segala masalah bersama-sama. Sekali lagi terima kasih banyak."


Koalin tersenyum lalu mempersilahkan kami memasuki Tome of the Rock, saat kami di depan lorong sekali lagi kami membungkukkan kepala kami kepada para Earth Spirit lainnnya dan juga kepada Koalin.


※※※


Semakin dalam kami berjalan menyurusi lorong utama semakin banyak juga relif dan ukiran-ukiran yang menggambarkan kejadian di masa lalu.


"Grand Templar ...," ujarku sambil memegang salah satu ukiran.


Dengan wajah penasaran Mika bertanya kepadaku. "Ada apa dengan Grand Templar, Muzzy?"


"E-eh tidak ada apa kok Mika hehe," elakku sambil tertawa ringan.


Apa itu tadi ayah? Apa ukiran itu tentang pertempuran yang ayah lakukan saat Chaotic Century. Apa maksud semua ini? Hanya itu yang ada dibenakku, aku benar-benar merindukan ayah dan ibu, batinku di dalam hati.


Kami terhenti sejenak akibat jalur yang ada di depan kami terdapat dua jalur.


Dengan raut wajah kebingungan Karin. "Sepertinya kearah kiri deh."


"Jangan sepertinya dong Karin, yang tegas!" ujarku sambil bermuka datar.


"Artizy bagaimana dengan penciumanmu, apa ada sesuatu yang berbahaya di jalur sebelah kiri?" tanya Lumia.


Artizy menggelengkan kepalanya. "Tidak ada bau monster atau manusia di jalur sana, tapi di sana banyak bau kelelawar berarti di dalam sana sangatlah gelap!"


"kita ke jalur kiri, aku punya firasat akan baik-baik saja. Untuk penerangan serahkan kepada Ember Mage kita Lumia!" ujar Karin sambil tersenyum bangga.


"Baiklah! Ayo Artizy kita berdua jalan didepan," ujar Lumia sambil mengeluarkan api kecil di tangannya .


...


Kami berjalan semakin dalam dan semakin dalam di Tome of the Rock, semakin dalam kami berjalan semakin gelap pula keadaan sekitar. Dengan api kecil yang Lumia ciptakan membuat lorong yang kami susuri menjadi sedikit bercahaya.


Tidak jauh kami melangkah, akhirnya kami sampai ditengah-tengah dari Tome of the Rock. Sebuah aula besar yang lembab serta gelap sekali membuat tempat ini memang sangat susah dijelajahi.


"Mencium bau monster, Artizy?" tanya Karin sambil membuka peta digital.


"Tidak ada, tetapi di sini begitu lembab dan bau ruangan ini begitu aneh," sahut Artizy sambil melirik kiri dan kanan.


Lumia tiba-tiba memperbesar nyala apinya, membuat seluruh ruangan diterangi oleh cahaya. Terdapat banyak sekali Earth Stone di sekitar kami berpijak.


"Wow ... lihat semua Power Stone itu," ujar Reznov terkagum-kagum.


"Untuk seseorang yang bertipe Rock, ini adalah sesuatu yang bisa membuatnya sekuat Dewa," sahut Ellen sambil melirik ke sebuah tumpukan Power Stone.


"Ok semua sebaiknya kita bergegas ambil satu dan kita keluar dari sini. Aku merasa ada sesuatu yang aneh diruangan ini," pintaku sambil memperhatikan sekitar.


Krrrrrr (bunyi tanah bergetar)


Benar saja perasaanku, sebuah Monster Golem sebesar 6 meter bangun dari tidurnya yang panjang tengah berusaha berdiri dihadapan kami semua.


"GOLEM!!!" teriak Artizy.


"Gawat, hanya satu cara untuk mengalahkan Golem yaitu dengan menghancurkan sarung di jantungnya!" ujar Karin sambil berposisi siap bertarung.


"Jangan! Sebaiknya kita jangan bertarung dengan Golem ini!" pintaku kepada yang lain.


"Kenapa Muzzy?" tanya mika kebingungan.


"Golem ini lah yang telah menjaga ruangan ini, agar manusia yang rakus akan kekuatan tidak datang kesini. Ambil Earth Stone dan kita lari dari sini," ujarku menjelaskan kenapa tidak harus membunuh Golem itu.


Artizy dengan segera mengambil salah satu Earth Stone di dekatnya dan memasukkan kedalam tas kecil di pinggangnya.


"Ayo kita harus keluar dari sini secepatnya!" perintah Karin.


Lumia mengecilkan sihir apinya dan kami berlari sekuat tenaga dari ruangan tadi, sesekali aku melirik ke belakang apakah Golem tadi mengikuti kami. Tapi kurasa tidak mungkin karena lorong yang kami lalui saja sudah cukup kecil.


※※※


Akhirnya kami berhasil keluar dari Tome of the Rock, napas kami benar-benar terasa berat. Artizy dan Reznov terlihat tersandar di dinding sambil mencoba mengatur napas.


Artizy terkaget-kaget ketika melihat seluruh rusa-rusa yang tadinya berkeliaran di luar Tome of the Rock menghilang tanpa ada sedikitpun jejak. "Kemana semua rusa-rusa tadi?"


"Itulah Spirit, mereka tadi menyambut kedatangan kita semua," ujarku sambil mengatur napas.


"H-hebat dan m-mengerikan juga sih, jadi mereka seperti hantu saja," sahut Artizy ketakutan.


Ellen yang melihat Artizy seperti ketakutan dengan senyum jahat dia menggoda Artizy. "Rupanya seorang Demon Hunter takut terhadap hantu ya!"


Artizy memasang muka kesal. "T-tidak seperti itu, aku sama sekali tidak takut dengan hantu hanya saja aku alergi dengan mereka!"


Kami semua pun tertawa melihat reaksi dari si Kunyuk Artizy.


"Karin, tembakkan suar! Beri tau grup yang lain bahwa kita sudah mendapatkan Earth Stone," pintaku sambil berduduk di tanah.


Karin mengangguk lalu segera mengambil suar, belum sempat menembakkan suar rupanya grup lain sudah menembakkan suar berwarna jingga disertai suar berwarna hijau.


Mika tersenyum manis seraya bersyukur. "Syukurlah kalo mereka semua baik-baik aja"


"Baiklah sesuai rencana, kita akan kembali ke Camp dan menunggu perintah selanjutnya dari Mr. Jack," ujar Karin sambil membersihkan debu yang menempel di celananya akibat duduk di tanah.


Kami pulang kembali ke Camp dengan rasa puas dan gembira karena telah menyelesaikan misi tanpa kendala dan halangan.


"Just another day, Good job teman-teman!" ucap Reznov tersenyum gembira dengan logat khas Rusianya.


-Tbc-


Pojok Fyi


● Chaotic Century adalah perang antar pengguna Warrior yang membuat dunia ini hancur dan kacau. Perang ini memakan korban jiwa sebanyak 100 juta jiwa mulai dari warga sipil sampai Warrior, Chaotic Century dianggap konflik paling mematikan dalam sejarah umat manusia saat ini.


● Golem adalah Monster bertipe batu atau berelemen Rock yang memiliki tingkatan sampai 20. Semakin besar tingkatannya maka semakin besar tubuh dari si Golem tersebut. Golem termasuk Monster yang tidak suka menganggu manusia, tetapi jika wilayahnya atau dirinya merasa terancam maka Golem adalah sosok mimpi buruk bagi Warrior atau orang yang mengusiknya.


Golem sendiri tidak bisa di kalahkan layaknya monster pada umumnya. Cara mengalahkan Golem adalah dengan menghancurkan sangkar yang berada di jantungnya tepat di bagian dalam dadanya, tetapi walaupun kelemahannya sudah terlihat jelas tentu saja mengalahkan Golem tidaklah mudah.