
Another Pov
Seluruh pasukan AM telah bersiap untuk memasuki area yang telah terdeteksi ada sejumlah monster di sana. Sandman dan ke-3 rekannya mulai menyusuri hutan di tengah gelapnya malam. Mereka berempat tidak peduli seberapa dinginnya udara malam dan ngerinya hutan ketika di malam hari, yang ada di dalam benak mereka adalah bagaimana caranya untuk memusnahkan para monster itu untuk menyelamatkan penduduk yang saat ini sudah mulai di evakuasi oleh para pasukan AM divisi evakuasi.
Sandman melihat ke jam tangan miliknya dan waktu tengah menunjukkan pukul 02.15 dini hari.
Bergerak dengan perlahan sambil mengawasi sekitar, Sandman dan ke-3 rekannya akhirnya sampai di tempat yang di jadikan titik check point oleh Jendral Erina.
"Sandman kepada Jendral Erina, kami telah sampai kepada titik check point. Bagaimana keadaan radar? Ganti!" lapor Sandman kepada Erina.
"Jika dilihat dari radar, saat ini mereka tengah berkumpul di utara hutan dari posisi kalian. Warhammer dan Valkyrie telah dikerahkan jika kalian membutuhkan serangan udara. Musnahkan mereka semua! Jendral Erina keluar!" sahut Erina kepada Sandman melalui saluran radio.
"Kita mendapatkan bantuan serangan udara dari, Warhammer dan Valkrie. Ayo kita musnahkan mereka!" ujar Sandman lalu mengeluarkan senjatanya yang juga di ikuti oleh Lynyrd, Linkin dan juga Blink.
Sandman lalu memperintahkan Linkin untuk menerbangkan Drone miliknya yang juga adalah skill dari warrior Linkin itu sendiri.
Linkin mengangguk, lantas merapal skill miliknya. "[Bufnita]! Ayo saatnya mengudara sobat!"
Keluarlah sebuah drone berbentuk seperti burung hantu, drone itu langsung terbang mengudara dengan cepat menuju titik dimana para monster itu berada.
Sandman juga mendapatkan informasi bahwa tim lain juga telah mulai bergerak. Rencana mereka semua adalah menyerbu dan mengurung para monster itu dengan mengelilingi mereka.
...
Di sisi lain hutan, para monster yang jumlahnya saat ini melebihi dari jumlah para anggota AM sedang menunggu arahan dari pemimpin mereka, Ruxio.
Ruxio adalah manusia setengah serigala yang merupakan bahan percobaan dari pemerintahan dunia. Ia memilih untuk menjadi anak buah Wilkes karena semata-mata dendam dengan pemerintahan dunia saat ini yang telah mengubahnya menjadi sesosok monster.
Ia juga merupakan pimpinan dari seluruh pasukan monster yang wilkes miliki.
Sebuah portal terbuka di dekat pasukan Ruxio tengah berada. Portal itu di buat oleh pasukan Wilkes yang bertugas untuk membuat dan menutup portal, lalu keluarlah Emeralia dan seseorang berbaju seperti para petinggi negara.
"Tarik seluruh pasukan mu, tugas kita telah berhasil untuk memancing mereka!" ucap Emeralia kepada Luxio, namun Luxio terlihat tidak puas karena tangannya sudah begitu haus darah manusia.
"Mereka mengerahkan seluruh pasukan mereka, dan tempat itu artinya sudah sangat lengah. Dan kita akan mengambil benda itu!" ujar pria berjas hitam itu yang di dadanya terdapat name plat dengan nama Shepherd.
Sepertinya Luxio merasa tidak nyaman karena melihat Shepherd yang juga bekerja di pemerintahan. Luxio mendekat ke arah Shepherd lalu menunjukkan gigi-giginya yang tajam itu seperti mengintimidasi Shepherd.
Shepherd hanya bisa menelan ludahnya karena ia hanyalah manusia biasa. Mungkin hanya dengan satu jari milik Luxio yang tajam itu, ia bisa saja mati.
"A-ayo cepatlah sebelum mereka datang ke sini!" ucap Shepherd dengan gugupnya.
Luxio pun mengeluarkan sebuah peluit yang efeknya bisa mempengaruhi para monster itu agar mudah dikendalikan.
Puluhan portal lalu terbuka, namun kejadian itu telah terekam oleh drone milik Linkin. Tetapi Emeralia telah menyadari hal itu dan lantas menghancurkan drone itu hanya dengan mengayunkan pedangnya saja dari kejauhan.
...
***
Flash back on
10 menit sebelumnya
Pasukan AM terus bergerak, drone milik Linkin sudah berhasil mendapatkan gambaran dari lokasi yang dimana para pasukan Ruxio, Emeralia dan juga salah satu petinggi AM tengah berdiskusi.
Gambaran yang drone Linkin perlihatkan masih samar-samar karena akibat dari penghalang sihir yang para monster buat walaupun tidak sekuat dari penghalang sihir yang di ciptakan oleh pihak manusia namun ini juga sangat mengganggu terlebih dari barang-barang elektronik. Terkadang ketika kita sedang berada di dalam hutan, di gurun pasir dan juga di dalam lautan yang dalam, alat elektronik yang kita punya mengalami gangguan entah itu sinyal, visual, atau bahkan mengalami malfungsi.
Akibat dari visual yang samar-samar, Linkin menjadi sangat kesusahan untuk mencari tau siapa pria misterius itu.
"Sandman, coba lihat siapa pria ini!" ujar Linkin lalu menyerahkan sebuah tab yang memperlihatkan pria misterius tersebut.
"Pria ini bukan pimpinan mereka. Informasi yang aku dapatkan dari Snake eyes pimpinan mereka bukanlah seperti ini. Tapi siapa pria ini, apa tidak bisa diperjelas lagi?"
"Tidak bisa karena mereka rupanya sedikit pintar dengan memasang penghalang sihir yang sangat menganggu alatku ini, sangat beresiko jika ingin mendapatkan gambaran jelas karena aku harus menerbangkan Bufnita lebih dekat lagi!"
Namun Sandman tetap bersikeras agar Bufnita di terbangkan lebih dekat lagi agar menghasilkan visual yang lebih jelas.
Bufnita pun akhirnya di hancurkan oleh Emeralia, dan hanya menghasilkan gambaran sedikit tentang pria misterius itu.
"I-ini di luar dugaanku, kita memang di tusuk dari dalam!" Sandman sangat kesal dengan apa yang ia lihat.
Bufnita berhasil memperlihatkan sebuah lencana elang yang di duga milik Gold Eagle atau yang mereka kenal dengan sebutan Shepherd.
Flash back off
Seluruh pasukan bergerak dengan cepat dan mereka hanya mendapati sebuah lapangan kosong yang terdapat banyak sekali jejak kaki para monster. Penyerbuan ini gagal total, Erina bahkan membanting headset yang ia kenakan sampai hancur berkeping-keping.
"Sepertinya kita dipermainkan, Kapten Sandman!" ucap Linkin dengan nada seperti mengejek.
"Lepaskan domba yang malang untuk memburu serigala yang lapar!" ujar Blink lalu menyarungkan kembali pedangnya.
Sandman pun melaporkan apa yang ia dapatkan kepada Jendral Erina dan Jendral Erina hanya bisa menghela nafasnya.
Pasukan AM benar-benar dipermainkan, dengan penuh rasa malu pasukan pun ditarik kembali ke markas.
Peringatakan siaga 1 juga telah di cabut dari seluruh Distrik dan itu juga termasuk Distrik Borneo Water.
Erina dan para petinggi lainnya langsung bergerak cepat dengan memerintahkan para intelnya untuk mencari keberadaan Shepherd. Terjadi rapat dadakan yang penuh dengan gejolak, saling tuduh menuduh pun terjadi dan yang paling bertanggung jawab adalah mantan Jendral Elliot karena beliau lah yang mengangkat Shepherd menjadi petinggi kala itu dan Shepherd sudah mendapatkan banyak sekali kepercayaan yang membuatnya tidak pernah terhendus gerak geriknya. Ketika para monster yang banyak sekali menyusup ke dalam distrik yang mengakibatkan pertemuan pertama kali Muzzy dengan Mika itu adalah salah satu dari sekian banyaknya kejadian yang di rencanakan oleh Shepherd dan juga Wilkes kala itu.
***
Another Pov end
Ketika aku tiba di kuil keluarga Mika, tempat itu dipenuhi oleh para pengungsi. Banyak sekali suara anak-anak kecil yang menangis ketakutan, bukan hanya itu, banyak sekali anggota-anggota keluarga yang terpisah karena saking paniknya.
Aku melanjutkan langkahku kembali, masuk ke dalam kuil dan bertemu Mika yang telihat sedang mencoba menenangkan seorang anak kecil perempuan yang tengah menangis.
"Ibu!" teriak anak kecil itu sambil menangis.
"Siapa nama mu, adik kecil?" tanya Mika lalu mengelus lembut kepala anak kecil itu.
Mika dengan senyum di wajahnya, terus menerus mencoba menenangkan anak itu.
Anak itu pun akhirnya menjawab pertanyaan Mika.
"N-namaku Aoi!" jawab anak kecil itu sambil tersedu-sedu.
"Dik Aoi, terpisah dengan orangnya ketika masuk ke kuil ini?" tanya Mika.
Aoi hanya mengangguk sambil terus menghapus air matanya yang terus menerus mengalir.
Mika lalu membawa Aoi untuk berkumpul dengan anak-anak yang lain yang juga bernasib sama dengannya.
Aku dan Mika di tugaskan oleh ibu Mika untuk menjaga mereka untuk sementara waktu sampai para orang tua mereka menjemput mereka.
"Hatiku benar-benar terluka, melihat semua ini!" gumam Mika sambil menatap anak-anak yang tengah asik bermain satu sama lain walaupun masih ada yang hanya diam dan hanya menatap anak-anak lain yang bermain.
"Aku juga, ini benar-benar tidak di sangka-sangka akan terjadi. Kita hanya bisa berdoa agar para pasukan AM berhasil mengatasi serangan ini!" sahutku mencoba menguatkan Mika yang sepertinya kondisi mentalnya cukup terguncang.
Mental siapa yang tidak terguncang ketika melihat ke panikan manusia yang dihatinya penuh ketakutan. Mika harus menderita karena dia punya kemampuan dari warriornya yang bisa merasakan suasana hati seseorang. Begitu pula denganku walaupun aku mampu mengatasinya berkat bantuan Rubick yang ada di dalam tubuhku ini.
...
Selang beberapa menit kemudian, entah apa yang telah terjadi. Tiba-tiba saja peringatan siaga 1 di cabut.
Yang ada di dalam kepalaku, apakah para AM sudah berhasil mengalahkan mereka semua atau apakah ini hanya bualan saja.
Paman Shira pun terlihat bertanya-tanya.
"Apa?! Siaga 1 telah dicabut begitu saja?"
Para anggota clan Shaman yang lain juga membenarkan hal tersebut, namun Paman Shira yang juga mantan anggota AM tentu saja meragukan hal tersebut.
"Berani-beraninya mereka mempermainkan mental para penduduk. Sepertinya kita sedang di jebak oleh seseorang, aku akan bertemu dengan Jendral Erina dan bertanya langsung dengannya. Kalian semua urus para pengungsi yang ada di sini!" ujar Paman Shira lalu pergi dengan salah satu tangan kanannya untuk menemui kakakku.
Aku, Mika dan juga beberapa anggota dari clan Shaman yang mempunyai kemampuan menyembuhkan mental benar-benar kewalahan.
Beberapa dari anggota dari clan Shaman bahkan ada yang pingsan dan mengalami pusing yang teramat pusing karena efek dari dari pemulihan tersebut. Kami semua yang mencoba menyembuhkan mental mereka merasakan kepanikan, kekosongan, bahkan ketakutan mereka semua.
"Ini benar-benar berat sekali, Tuan!" gumam Rubick.
Beberapa jam kemudia akhirnya kami berhasil menyembuhkan mental para penduduk yang mengungsi di kuil ini.
Dari 50 orang yang di tugaskan untuk menyembuhkan mental para pengungsi, hanya 3 orang yang bertahan sampai akhir. Orang itu aku, Mika, dan salah satu tangan kanan ibu Mika namun kondisi kami bertiga benar-benar kelelahan. Aku dan Mika bahkan hampir mengalami Energi Void dan beruntung bagi kami berdua terhindar dari Energi Void karena ramuan yang dibuat oleh ibu Mika dan juga nenek Mika yang benar-benar mampu mendorong regenerasi energi dengan sangat cepat.
Aku dan Mika dipersilakan untuk beristirahat dan aku di ijinkan untuk meminjam kamarnya.
Jika kalian mengira ini adalah saat yang tepat untuk melakukan hal-hal yang berbau negatif, kalian salah besar. Baru saja aku masuk ke dalam kamar Mika, kami berdua sudah ambruk. Aku tertidur di lantai sedangkan Mika tertidur di kasurnya yang terlihat sangat empuk dan nyaman itu.
-Tbc-
Halo teman-teman semua, LB mau bilang bahwasanya LB bakal jarak up dulu dalam penggarapan cerita ini karena berhubung LB udah mendekati kelulusan perkuliahan, tugas tugas LB udah mulai tumbuh dan ya kalian tau sendiri bakal ada final Boss yaitu Skripsi yang harus LB kalahkan untuk mendapatkan gelar sarjana LB. Jadi mohon maaf sekali ya, LB bakal usahain biar tetap up ya walaupun yang baca udah sedikit hehe.
Makasih banyak yang udah baca cerita yang sangat-sangat biasa ini. LB harap cerita LB mampu menghibur kalian semua ^_^
See ya, semoga kalian sehat-sehat selalu dan jangan lupa untuk selalu bersyukur ya teman-teman (^∇^)ノ