Mythical Rubick

Mythical Rubick
58 | Pirate Curse



Another Pov


Seto menatap-natap lawannya yang ada dihadapannya, satu persatu ia amati mulai dari wajah lalu senjata yang di gunakan oleh lawannya tersebut. Keringatnya mulai keluar dari pori-pori wajahnya, mengingat ia dalam posisi yang tidak menguntungkan.


"Sepertinya Reznov berhasil mendapatkan kapal yang akan mereka rampas hari ini!" ucap Artizy sambil tersenyum lebar melihat kawannya yang sudah mulai mendominasi jalannya pertandingan.


Muzzy menggaruk kepalanya. "Tunggu dulu, dia itu admiral atau bajak laut?"


Dengan wajah kebingungan Artizy menjawab. "Aaaaa, aku juga tidak tau tapi apa bedanya!"


Lalu Artizy berteriak memberi semangat Reznov.


"Ini tidak adil!" protes Seto kepada Reznov.


Reznov masih mengangkat pedangnya keatas lalu berkata. "Semua adil dalam cinta dan perang bukan, lagi pula saat ini kau berada di wilayahku, dan rasakan ombaknya!"


Reznov lalu menurunkan pedangnya sebagai tanda untuk para awak kapalnya yang sudah dari tadi mulai berteriak-teriak seperti mengintimidasi lawannya.


"Aaaaaaa!"


"Ora!!!!!"


"Banzai!!!!"


Bukan hanya seto yang menjadi incaran Reznov, namun Mai juga yang saat itu tengah asik bertarung melawan Lumia di sisi lain arena ikut menjadi sasaran pasukan Reznov.


"Eh, eh, eh?" Lumia kebingungan dengan banyaknya tengkorak hidup yang lewat, bukan hanya para tengkorak hidup namun juga manusia setengah ikan juga berlarian ke arah Mai.


"Lindungi Nyonya Lumia!" teriak salah satu manusia ikan dengan wajahnya yang seperti ikan hiu.


Lumia membalikkan tubuhnya memandangi Reznov lalu tersenyum . "Habisi dia anak-anak!"


"Yes Ma'am!" Teriak beberapa awak kapal yang tengah melindungi Lumia.


Dengan sekuat tenaga yang Mai dan Seto punya, mereka terus menerus mencoba menyerang ataupun menghindari dari serangan para awak kapal milik Reznov yang entah kenapa terasa seperti tidak ada habisnya.


"Apa-apaan ini, mereka seperti tidak ada habisnya?!" Seto yang mulai kesal karena harus menggunakan hampir seluruh kekuataannya untuk melawan para awak kapal Reznov.


Seto dan Mai saling membelakangi satu sama lain.


"Seto, Menunduk! Aku akan membuat sebuah ledakan listrik bertegangan tinggi!"


Seto menendang beberapa awak kapal Reznov lalu menundukkan tubuhnya ke lantai sesegera mungkin sebelum Mai mengeluarkan serangannya.


"[Electric Wave]!" rapal Mai.


Sebuah gelombang listrik dengan tegangan tinggi meluncur menyapu habis para awak kapal Reznov begitu saja.


Walaupun sudah menghabiskan para awak kapal Reznov dengan sekali serang, skill yang dikeluarkan oleh Mai rupanya sangat banyak memakan energi miliknya


Kedua kaki Mai tiba-tiba saja kehilangan kekuatannya yang membuatnya tertunduk lemas. Napasnya terasa sangat berat, bahkan untuk menghirup oksigen saja terasa sangat sesak.


"Kau terlalu berlebihan, Mai!" protes Seto yang mencoba membantu Mai untuk berdiri.


Bukan hanya Mai yang rupanya kelelahan akibat terlalu banyak menggunakan energi di dalam tubuhnya. Reznov juga mengalami hal yang serupa namun ia jauh lebih bisa mengontrol pemulihan energi miliknya dengan sangat baik.


"K-kau baik-baik saja bukan, Reznov?" tanya Lumia sambil memegangi tubuh Reznov yang mulai kehilangan keseimbangannya itu.


Ia juga melihat Reznov seperti memegangi dadanya dan tetap terus mencoba untuk bernapas namun terlihat begitu sangat sulit.


"Aku tidak apa-apa, ini hanya efek dari Pasifku tadi!" ujar Reznov sambil tersenyum menahan sakit.


Artizy yang melihat dari kejauhan lantas memegangi kepalanya lalu berkata. "T-tidak, jangan sekarang!"


"Apa yang jangan sekarang?" tanya Muzzy kebingungan.


Artizy menelan ludahnya lalu berkata. "Pirate Curse!"


"A-apa itu, Pirate Curse?" tanya Mika lalu memandangi Reznov dan Lumia di tengah arena.


"Pirate Curse adalah efek samping dari skill pasif milik Reznov yang bernama de Muerte!" jawab Artizy lalu menelan ludahnya.


De Muerte merupakan kutukan paling mematikan untuk pengguna The Admiral, siapa saja yang berhasil mengatasinya efek dari skill pasif itu konon menjadi pelaut sejati yang tak akan pernah tenggelam bahkan melawan para monster laut sekalipun. Namun tidak semua pengguna The Admiral mempunyai skill pasif de Muerte, kebanyakan pengguna The Admiral dengan skill pasif de Muerte akan mati karena tidak kuasa menahan sakit yang diterimanya.


Reznov dengan sekuat tenaga terus mencoba untuk tetap bernapas. Tubuhnya bergetar kuat karena rasa sakit itu dan sebagian wajahnya mulai berubah menjadi manusia setengah tengkorak.


"Menjauh dari ku Lumia, jangan sampai kau melihatku berubah menjadi sesosok bajak laut terkutuk," pinta Reznov kepada Lumia.


Wajahnya sudah hampir 60% berubah menjadi sesosok tengkorak hidup.


Seto melihat peluang emas untuk menyerang Reznov lantas langsung berlari kearahnya sambil memutar kedua senjatanya.


Alangkah terkejutnya, Reznov yang saat itu posisinya sedang tidak di unggulkan mampu menahan serangan Seto dengan hanya tangan kosong.


Reznov tersenyum dengan wajah tengkoraknya itu yang membuat Seto merinding bukan main, seandainya Seto adalah sesosok perempuan maka ia akan berteriak sejadi-jadinya.


"A-apa, wajah Reznov sudah sepenuhnya berubah?" Artizy bertanya dengan dirinya sendiri.


"Memangnya apa saja efek dari skill pasif itu, Artizy!?" Tanya Karin sambil mengoyang-goyangkan tubuh Artizy yang terus menerus melotot memandangi Reznov sahabatnya.


Artizy mencoba membuka mulutnya, tapi seolah-olah tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun.


"Setauku, de Muerte itu hanya menyerang jantung penggunanya tidak seperti ini!" ucap Muzzy.


Artizy menghela napasnya. "Reznov pernah bercerita padaku bahwa de Muerte miliknya berbeda dan inilah efek samping yang paling mengerikan yang ia dapatkan dari Warriornya itu."


...


Setelah menangkis serangan dari Seto, Reznov berdiri lalu mengambil pedangnya yang berguncang-guncang dengan kuatnya. Bukan hanya itu, terdengar pula suara gemuruh ombak yang sangat besar.


Hanya dengan mengayungkan pedangnya ke samping, muncullah sebuah percikan ombak yang sangat kuat mengenai tubuh Seto. Saking kuatnya, membuat tulang


tangan kanan Seto remuk.


Namun Seto enggan menyerah begitu saja, ia mencoba menahan sakit dan meneruskan pertarungannya dengan Reznov namun ia merasa bahwa Reznov sudah bukan manusia lagi karena ia sama sekali tidak merasakan adanya tanda-tanda kehidupan milik Reznov.


Lumia yang melihat pertarungan sengit antara Reznov dan Seto, membuatnya ingin membantu Reznov untuk mengalahkan Seto namun ia lupa bahwa Mai masih belum ia kalahkan.


Mai melempar serangannya yang hampir saja mengenai Lumia.


Lumia yang merasa kesal karena diganggu oleh Mai, ia pun langsung mengeluarkan skill miliknya yang memang ia simpan sejak awal.


"[Laguna Flames]!" rapal Lumia.


Sebuah kobaran api langsung menyambar tubuh Mai. Api berwarna biru terang seperti sebuah petir menembus dada Mai. Meninggalkan lubang yang di sisinya masih berkobar api-api kecil.


Mai langsung dinyatakan pingsan dan tubuhnya pun langsung di pindahkan ke kamar pengobatan oleh para tenaga medis dengan memindahkan dengan spell teleport.


Walaupun serangan milik Lumia sangatlah mematikan, namun energi miliknya juga harus terkuras habis.


"Ah bodohnya aku menggunakan skill itu di saat seperti ini!" protesnya kepada dirinya sendiri. Lalu ia berteriak-teriak kepada dirinya sendiri sambil memukul kepalanya sendiri.


***


Lumia membaringkan tubuhnya yang mulai terasa sangat lemas dan melambaikan tangannya kepada Reznov. "Reznov, aku sudah mencapai batasku jadi bisakah kau menghabisinya sendirian. Aku .. sudah ... tidak ... kuat ... lagi!"


Setelah mengatakan hal itu kesadaran Lumia langsung hilang dan dia dinyatakan pingsan oleh tenaga medis.


"Ya ampun, Lumia!" ucap Karin sambil menepuk dahinya.


...


Reznov dan Seto masih bertanding dengan sengit namun pertarungan di dominasi oleh Reznov yang mulai sejak tadi terus menerus mencoba memojokkan Seto yang sebenarnya sudah tidak ada harapan lagi untuk menang.


Reznov meletakkan tangan kirinya ke belakang lalu berkata. "Aku hanya perlu satu tangan untuk mengalahkan mu!"


Mendengar hal itu, Seto langsung berteriak maju seperti seorang maniak yang gila.


Dan dengan hanya satu ayunan pedang miliknya, Reznov berhasil menumbangkan Seto. Ayunan pedang milik Reznov langsung menyayat secara horizontal dada Seto yang mengakibatkan luka yang cukup besar.


Walaupun sudah tumbang, kesadaran Seto belum pudar.


Seto dengan sekuat tenaganya mencoba bangkit namun selalu gagal. sesekali ia juga memuntahkan darah di mulutnya yang membuat darahnya secara perlahan habis terkuras keluar.


Tak lama kemudia, kesadaran Seto akhirnya pudar.


Reznov meletakkan pedangnya kembali ke sarungnya secara perlahan. Namun kesadarannya tiba-tiba saja menghilang.


Pertandingan tetap di menangkan oleh kelas 10F, kelas 10F hanya membutuhkan 1 poin lagi untuk memenangkan pertandingan final ini dan kelas 10D diwajibkan menang di pertandingan berikutnya.


Panitia pertandingan memberikan istirahat yang cukup lama untuk kedua belah pihak yaitu sekitar 30 menit.


Muzzy dan yang lain langsung menuju ruang kesehatan untuk mengecek Reznov dan Lumia.


"Lumia baik-baik saja, dia hanya butuh istirahat yang cukup," jelas salah satu perawat yang tengah merawat Lumia.


"Tetapi berbeda dengan salah satu teman kalian yang bernama Reznov itu, ia harus menjalani perawatan intensif. Dia hampir saja mengalami Energi Void dan ini sangat berbahaya untuk dia dan warrior yang ia miliki!" lanjut perawat muda itu yang membuat raut wajah teman-temannya menjadi cemas.


"T-tapi keadaanya akan membaik bukan, suster?" tanya Crystalesia.


Perawat itu mengangguk lalu memberitahu mereka semua untuk jangan khawatir dan terus mendoakan Reznov agar kondisinya cepat memulih.


Artizy, Muzzy dan Robin hanya bisa menghela napas lega mereka ketika mendengar hal itu.


"Aku benci hal ini!" ujar Artizy lalu duduk sambil bersandar ke dinding.


"Jangan seperti itu, para perawat itu pasti akan bekerja keras agar Reznov cepat kembali pulih," sahut Robin lalu melirik ke arah Crystalesia.


"Dia pasti memikirkan Crystalesia!" lanjut Robin.


Muzzy menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu. "Ada apa dengan hubungan mereka berdua?"


"Aku tidak tau tapi akhir-akhir ini dia terlihat banyak diam dan melamun, sepertinya memang ada masalah diantara mereka berdua. Terlebih Crystalesia juga seperti menghindar dari Reznov," jawab Artizy lalu menundukkan kepalanya.


...


Di alam bawah sadar Reznov yang saat ini tengah terbaring di atas kasur ruangan kesehatan. Ia teringat kalimat dari ayah Crystalesia yang melarangnya untuk mendekati anaknya karena alasan berbeda Clan dan hubungan mereka juga tidak mendapat restu.


Perlahan namun pasti kesadaran Reznov mulai kembali, para perawat terus menerus mengalirkan energi milik mereka ke dalam tubuh Reznov agar energi yang ia miliki kembali pulih.


"Dia mulai sadar, jaga energinya agar tetap berada di dalam tubuhnya dan jangan sampai meluap keluar!" ucap kepala perawat yang saat itu bertugas.


"Baik!" sahut para perawat lainnya dengan kompak.


"Bertahanlah pelaut kecil, kau pasti mampu bertahan!" ujar kepala perawat itu lalu menyapu peluh yang ada di wajah Reznov.


Reznov hanya mampu menjawab dengan mengedipkan kedua matanya secara perlahan.


Kedua matanya bergerak seperti sedang mencari seseorang namun ia hanya melihat para perawat dan kepala perawat yang tengah bertugas.


...


"Maafkan aku Reznov, apa ini semua gara-garaku?!" ujar Crystalesia dengan air mata yang mulai keluar di kelopak matanya.


Melihat temannya bersedih, Sabrina mencoba menghiburnya lalu berkata. "Sudahlah itu bukan salah mu Crystalesia, lagi pula tidak ada gunannya untuk menyesali hal yang telah terjadi. Sebaiknya kita mendoakannya saja semoga Reznov kembali pulih dan cepat membaik."


Crystalesia hanya bisa menunduk dan terus berdoa agar kondisi Reznov cepat memulih.


-Tbc-


Halo semuanya, maaf baru bisa update karena ada beberapa alasan. Akhir-akhir ini LB sibuk sekali sampai akhirnya lupa untuk menyelesaikan draft, selain itu LB juga terkena yang namanya kekurangan motivasi hehe namanya juga manusia, itu hal yang wajar sih tapi jangan khawatir LB gak bakal ninggalin ini cerita kok walaupun udah berkurang sekali pembacanya hehe.


LB sangat berterimakasih bagi siapa saja yang telah membaca dan memberi apresiasinya ke cerita ini, You the real MVP


See ya di chapter berikutnya ya ^_^