
"[Sheid of Light]!" teriakku mengeluarkan Skill perisai yang melindungi tubuh Artizy.
Serangan ekor dari Lizadiator berhasil ku tahan sebelum mengenai tubuh Artizy.
Debu-debu berterbangan akibat dari serangan tadi, untung saja aku sempat mengeluarkan Skillku.
"Uhuk-uhuk ...," Artizy terbatuk-batuk sambil melindungi kepalanya dengan pedang besarnya Rondo.
"Reznov! Serang sekarang!!!" perintahku kepada Reznov.
Reznov berlari memutar untuk menyerang bagian punggung dari monster itu.
"Rasakan ini, [Water Pulse Slash]!" Reznov melompat lalu meluncurkan sebuah serangan horizontal tepat di punggung Lizadiator.
Reznov mengeluarkan Skillnya yang sangat menakjubkan, serangan sayatan yang begitu kuat bergabung dengan deburan air layaknya ombak di laut lepas, langsung mengenai punggung dari Lizadiator.
"Akh ...," raungan monster itu.
"Beraninya kau menyerangku dengan ekor kotormu itu, kalo begitu rasakan ini. Bunuh Monster itu Rhapsody! Rasakan ini [Death Melody]," ucap Artizy mengacungkan Pistolnya Rhapsody kearah kepala Lizadiator.
Sebanyak 3 peluru termuntahkan dari moncong pistol besar Rhapsody dan langsung mengenai kepala dari Lizadiator.
"Head shot, Hahaha," ujar Artizy dengan sombongnya yang masih terduduk di dekat monster itu.
"Akh ....., akhh ......," raungan monster itu sambil berjalan mundur seperti kehilangan keseimbangannya.
Seketika monster itu terkapar di tanah dan menciptakan getaran yang lumayan kuat dikarenakan bobot tubuhnya yang begitu besar.
...
"A-apa Monster itu sudah mati, Muzzy?" tanya Reznov kepadaku.
"Biarku cek dulu, lindungi aku Reznov!" jawabku lalu pergi mendekati monster itu.
Aku berjalan pelan menuju Lizadiator yang sudah terbaring lemah tak berdaya dan mencek monster itu dengan sangat berhati-hati, darah dari Lizadiator mulai mengalir dimana-mana. Beberapa detik kemudian monster itu sudah tidak bernyawa lagi, karena aku juga sudah tidak merasakan aura yang dikeluarkan dari monster itu.
"Yep dia sudah tewas, fyuhh ... tadi itu hampir saja. Untung saja aku sempat mengeluarkan skillku, jika terlambat persekian detik saja mungkin Artizy tidak akan selamat!" ujarku sambil menyapu dahiku yang berkeringat dingin karena semua ketegangan ini.
Reznov menghela napasnya lalu berjalan kearah Artizy. "Iya tadi itu hampir saja dan kita sangat beruntung Muzzy! Artizy apa kau baik-baik saja kawan?"
"Aku baik-baik saja ... tapi sepertinya kakiku terkilir akibat mau melarikan diri tadi. Ah ... aku sial sekali hari ini!" ujarnya kesal sambil memegang kaki kanannya yang terkilir.
"Reznov bisakah kau membantu dia, aku tidak bisa memanggul dia karena aku harus membawa keranjang ikan ini!" pintaku kepada Reznov.
"serahkan padaku, ayo jagoan kita kembali ke Camp," sahut Reznov sambil memanggul Artizy.
"Aw ... aw ... pelan-pelan Reznov!" pinta Artizy menahan sakit.
"Hahaha, maafkan aku Comrade," sahut Reznov tertawa melihat Artizy kesakitan.
Kami bertiga pun kembali ke camp, beruntung sekali kami selamat dari serangan monster Lizadiator tadi dan juga ikan yang kami tangkap tidak ada yang jatuh ke tanah ataupun hilang.
※※※
Sesampainya kami di dekat camp, terlihat Mika dan lain-lain sudah menunggu kami bertiga.
"Astaga apa yang terjadi kenapa Artizy harus dipanggul oleh Reznov, Muzzy!?" tanya Mika cemas kepada kami bertiga.
"Dalam perjalanan kesini kami diserang oleh Seekor monster Lizadiator. Untungnya kami bisa selamat dan berhasil membunuh monster itu tapi kaki kanannya Artizy terkilir saat kami tengah bertarung dengan monster itu!" ujarku lalu meletakkan keranjang ikan yang ku bawa.
"Iya benar, kami diserang saat mau menuju ke sini dan lagi monster itu sudah hampir mencapai bentuk sempurnanya, yaitu ke 4," sahut Reznov sembaring menurunkan Artizy agar dapat duduk kebawah.
"A-apa!? Lizadiator bentuk ke 4 dan kalian mengalahkannya dengan mudah?" tanya Karin terkejut mendengar hal kami berhasil membunuh monster itu.
"Tidak terlalu mudah juga sih, Monster itu kulitnya benar-benar keras tapi setiap orang ataupun monster pasti memiliki kelemahannya masing-masing!" ujarku sambil memandang Artizy yang masih menahan sakit.
"Kalian tau Lizadiator bentuk ke 4 adalah monster tingkat ancaman ke 4 dan untuk mengalahkannya diperlukan lebih dari 5 orang Warrior professional atau di butuhkan 2 orang AM!" ucap Ellen yang masih tidak percaya kami bertiga mampu mengalahkan monster itu.
"Reznov dan Artizy lah yang berhasil membunuhnya, aku hanya melindungi mereka dari belakang dengan skillku,"
"Monster itu sepertinya mengincar keranjang ikan yang kami bawa, karena Lizadiator memang pemakan ikan. Tapi aku merasa ada sesuatu yang aneh dengan tingkah monster tadi," pungkas Reznov sambil memandang api unggun.
"Aku juga berpikir seperti itu Reznov, tapi saat ini kita hanya harus lebih hati-hati lagi!"
"Iya benar sekali, untuk saat ini kalian bertiga harus istirahat terlibat dahulu biar Mika dan teman-teman bertipe Support yang menangani kalian," Ucap Karin menepuk pundakku lalu tersenyum.
Mika mendekat kearahku lalu memberikan sekeranjang kecil buah. "Muzzy kau pasti letih sekali bukan? Makanlah buah ini."
Aku mengambil salah satu buah di keranjang itu. "Kurma Fruit?"
"Iya! Buah ini sangat bagus untuk meregenerasi stamina atau tenaga mu dan meringankan rasa keletihan, karena rasanya yang manis kaya akan nutrisi," pungkasnya sambil menjelaskan khasiat buah itu.
"Baiklah akan ku makan, terima kasih banyak ya Mika!" ujarku tersenyum kearahnya
"Iya sama-sama, Terima kasih atas kerja kerasnya ya Muzzy!" Mika membalas dengan senyum manis di wajahnya.
Aku langsung memakan Kurma Fruit itu sambil menyaksikan Artizy yang masih merengek kesakitan karena kaki nya tadi.
"Ahhh ... ini sakit sekali. Mika tolong gunakan skill penyembuh mu itu aku sudah tidak tahan lagi," ucap Artizy memohon-mohon kepada Mika.
"I-iya Artizy sabar dulu, minum ini supaya meringankan rasa sakitnya," pungkas Mika menyerahkan sebuah ramuan.
"Ramuan apa ini? Baunya tidak enak, pasti rasanya pahit!" ujar Artizy mencium ramuan yang diberikan Mika.
"Kau ini protes mulu kerjaannya, minum saja ramuan itu. Mika sudah membuatnya dengan susah payah loh!" sahut Farah berwajah kesal kepada Artizy.
"Hehe, i-iya-iya ini aku minum kok Farah!" Artizy langsung meminum habis ramuan tadi dan ekspresinya seketika berubah.
"Bagaimana rasanya apa baunya seperti rasanya?" tanya Farah kepada Artizy.
"Lah kok rasanya manis, apa lidahku sudah mati rasa," ujar Artizy terheran-heran karena rasanya tidak seburuk dugaannya.
"Hahaha tentu saja tidak bodoh, lidah mu tidak mati rasa. Kata Mika itu adalah resep turun-temurun dari keluarganya, walaupun baunya seperti itu tetapi rasanya manis bukan." sahut Farah sambil mentertawakan Artizy.
Mika mendekat kearah Artizy dan segera mengeluarkan skillnya.
"Baiklah Artizy, [Healing Bell]," ujar Mika mengeluarkan skillnya.
Terdengar suara lonceng angin ketika Mika mengeluarkan skillnya.
Cringgg ...
"Coba gerakkan kakimu Artizy, tapi secara perlahan saja ya!" pinta Mika.
Artizy mulai menggerakkan kakinya secara perlahan sambil menutup kedua matanya.
"Wah ... tidak sakit lagi. Kau memang hebat Mika. Hehe terima kasih banyak Mika," ujarnya langsung berdiri seperti monyet yang berhasil mencuri sebuah pisang.
"hehe sama-sama, lain kali lebih berhati-hati lagi ya Artizy!" ujar Mika sambil tersenyum puas.
Artizy mengangguk dan menatap aku dan Reznov yang tengah enak duduk santai sambil memakan Kurma Fruit, dia pun mendekat dan ikut duduk bersama kami berdua.
"Muzzy! Reznov! Terima kasih sudah menyelamatkan aku tadi dan maaf membuat kalian kerepotan," ujarnya sambil membungkukkan kepalanya kepada kami berdua.
"Sama-sama Artizy, disini kita kan tim dan lagi sudah menjadi tugas kita menjaga satu sama lain," sahutku merasa keheranan dengannya.
"Haha sama-sama Comrade, benar apa kata Muzzy itu kita disini tim jadi memang itulah tugas kita yaitu menjaga satu sama lain," ujar Reznov melirik kearahku.
"kalian memang sobat terbaikku, beruntung sekali punya sobat seperti kalian!" ujarnya tersenyum lalu memeluk kami berdua.
Di saat yang bersamaan grup Charlie kembali dari tugasnya yaitu berburu, Robin dan yang lain berhasil mendapatkan seekor rusa dan 3 ekor ayam hutan.
"Baiklah semuanya, Hari ini kita berhasil bertahan dari kerasnya Turtle Island. Aku mendapat pesan dari Mr. Jack bahwasanya mulai besok kita harus selalu dalam keadaan Summon atau dalam bentuk Warrior yang kita miliki, dikarenakan besok adalah tiap-tiap kelas mendapatkan misi dan mulai bergerak. Aku kurang tau kapan misi itu akan dijelaskan kepada kita secara keseluruhan, kemungkinan besar adalah besok," ujar Maze menjelaskan kepada seluruh anggota kelas.
"Oh iya kami para ketua grup juga sudah menentukan siapa yang akan berjaga malam ini untuk menjaga area sekitar Camp," ujar Crystalesia menerangkan kepada seluruh anggota kelas.
"Dan yang akan dapat tugas itu adalah Muzzy, Artizy, Robin dan Reznov. Apa kalian berempat setuju?" tanya Karin kepada kami berempat.
"Menurutku, dilihat dalam situasi dan kondisi sekarang tentu saja kami setuju, apa lagi ini demi kelangsungan kelas," ujarku setuju-setuju saja.
"Baguslah kalo kalian berempat setuju, Kami semua mengandalkan kalian," ujar Sabrina tersenyum.
"Tapi kami para ketua tidak akan tidur nyenyak, jadi kalian tidak perlu khawatir. Kami akan ikut membantu kalian berempat!" ucap Maze kepada kami berempat.
Semua anggota kelas berkumpul dan makan bersama-sama, dengan penuh canda dan tawa. Senyum terpancar dari semua anggota kelas pada saat itu. Dinginnya malam kalah dengan hangatnya candaan dan tawa dari kami semua, saat itu seakan-akan kami lupa bahwa kami saat ini sedang melakukan PLS dan bukan berlibur.
※※※
Zzz ...
Semua ketua grup tertidur pulas di kantong tidurnya masing-masing. Melihat hal itu Artizy seperti sedikit kesal kepada mereka.
"Bukannya kata mereka tadi tidak akan tidur pulas, tapi lihat mereka malah tertidur pulas. Lihat Maze mulutnya saja sampai terbuka seperti itu!" ujar Artizy kesal.
"Sudah-sudah, mereka pasti kelelahan. Menjadi seorang pemimpin tidaklah mudah Artizy, bukan hanya tenaga fisik yang terkuras tapi juga tenaga pikiran," ucapku membela mereka.
"Tapi ...," sahut Artizy protes.
"Sudahlah Artizy biarkan mereka istirahat. Jika bukan kita siapa lagi yang menjaga Camp ini," potong Robin sambil memainkan anak panahnya di tangannya.
"Betul kata Robin, Kalo semua tertidur siapa yang menjaga camp ini. Apa kau mau diserang oleh Lizadiator lagi?" ujarku sambil menakut-nakuti Artizy.
"T-tidak mau, bagiku Lizadiator adalah sebuah mimpi buruk," sahut Artizy ketakutan.
"Haha, sepertinya kau trauma dengan Lizadiator Artizy," ejek Robin kepada Artizy.
"Jika monster itu muncul lagi akan aku ledakkan dengan Rhapsody milikku," ujarnya sambil mengacungkan Pistol Rhapsody miliknya.
※※※
Sepanjang malam kami berjaga, kondisi di sekitar Camp tidak ada yang mencurigakan dan aneh, malam berlalu dengan aman. Satu persatu dari kami bergantian tertidur mulai dari Artizy yang tidur seperti bayi dengan menghisap ibu jarinya lalu Robin yang tidur sambil terduduk di batang kayu pohon lalu Reznov yang tidur sambil tersandar di batu dekat air terjun dan akhirnya aku pun juga tertidur di samping Reznov sambil tersandar.
Sebelum tertidur aku sempat berpikir, apakah aku harus bertarung sekali lagi demi teman-temanku atau aku hanya kabur dari bayang-bayang masa lalu yang suram karena tidak bisa menerima kenyataan yang ada.
"Ibu! Ayah! Apakah aku harus bertarung sekali lagi? Apakah mimpi ku menjadi seorang Warrior yang hebat bisa tercapai tanpa adanya kalian berdua?" gumamku, lalu aku tertidur karena sudah tidak kuasa menahan kantuk.
-Tbc-
Pojok Fyi
● Monster memiliki tingkatan ancaman, mulai dari level 1 sampai level 10. Tingkatan ini terhitung seberapa berbahayanya monster tersebut, walaupun bertubuh kecil sekalipun jika tingkatan berbahayanya tinggi maka akan dikategorikan berbahaya dengan level yang tinggi.
● AM (Anti Monster) adalah satuan Militer yang isinya adalah para Warrior yang memiliki tugas untuk memusnahkan para monster yang masuk ke Distrik tempat manusia tinggal. Mereka hanya berfokus kepada Monster saja, mereka di latih untuk selalu mampu mengalahkan Monster sebahaya apapun.
● Warrior memiliki Element-nya masing-masing. Contohnya seperti Warrior milik Artizy dia bertipe Offensive tetapi memiliki Element Dark.
● Senjata memiliki tingkatan. Tingkatan senjata yang dimiliki warrior adalah pembeda dari tiap warrior itu sendiri. Ada 5 tingkatan yang dimiliki senjata warrior yaitu Common (5), Epic (4), Rare (3), Very Rare (2), dan Super Rare (1).