Mythical Rubick

Mythical Rubick
47 | Dark Horse



Hari pertandingan yang di tunggu-tunggu akhirnya telah tiba, seluruh anggota kelas yang akan bertandingan berkumpul di tengah arena untuk bersama-sama menyanyikan lagu mars sekolah dan juga menyanyikan lagu mars Distrik Borneo Water.


Dari kejauhan, aku melihat kakakku dan juga dokter Lute yang tengah memberiku semangat sambil melambaikan tangan mereka kepadaku.


Aku melambaikan tanganku kepada mereka berdua sambil tersenyum hangat. Senang rasanya bisa ditonton oleh orang-orang yang kita kenal dan terlebih itu adalah keluarga.


"Itu Kak Erina dan Dokter Lute!" ujar Mika yang juga melambaikan tangannya kepada kakakku dan juga Dokter Lute sambil tersenyum lebar.


"Wah benar itu ada Kak Erina dan Dokter Lute, Kak Erina...! Dokter Lute...!" teriak Artizy dengan penuh semangat memanggil kakakku dan juga dokter Lute.


Setelah melakukan acara pembukaan, kelas kami diperintahkan untuk menunggu di ruang tunggu karena pertandingan antara kelas 10A dan kelas 10D akan dilangsungkan beberapa menit lagi.


...


"Lagi-lagi kita harus menunggu!" protes Ellen yang membuat seisi kelas terkejut.


"Wah jarang sekali, Ellen protes seperti ini!" ujar Mr. Jack terkejut mendengar Ellen yang biasa tidak suka protes seperti yang dilakukan Artizy.


"Ini pasti karena si kunyuk Artizy!" kata Robin yang menatap Artizy dengan datar.


Lalu di ikuti oleh seluruh anggota kelas.


"A-aku sama sekali tidak melakukan apapun, aku berani sumpah, benar bukan Ellen!" sahut Artizy dengan wajah cemas tak karuan.


Melihat ia yang begitu gugup, membuat seisi kelas mentertawakannya.


"Kalian ini!" protes Artizy berdecak pinggang sambil menggelengkan kepalanya.


...


Kami semua melakukan rapat untuk membicarakan rencana yang akan di gunakan dan kami juga membicarakan siapa yang patut di waspadai dalam kelas 10E.


"Murid ini memiliki statistik hampir sama dengan Artizy, berarti ia memiliki kekuatan yang besar juga, dia harus di waspadai!" ujarku yang tengah berdiri di depan seluruh anggota kelas.


Artizy mengerutkan dahinya lalu memonyong bibirnya kedepan. "Tapi dilihat dari wajahnya, dia terlihat culun dan biasa-biasa saja!"


"Penampilan bisa saja menipu mu, Comrade jadi jangan pernah tertipu dengan hanya melihat penampilan musuh mu!" kata Reznov yang diikuti anggukan kompak dari anggota kelas.


Walaupun sudah di beritahu Reznov, Artizy tetap tidak percaya apa yang dikatakannya dan bersikeras bahwa orang itu culun.


"Pokoknya orang ini harus di hindari dan semoga saja dipertandingan kali ini dilakukan berpasang-pasangan, karena kelas mereka adalah kelas yang memiliki skill individu yang cukup berbahaya namun tidak cocok jika mereka menjadi sebuah tim dan itu adalah kesempatan kita!" ujarku berharap.


"Aku setuju dengan apa yang dikatakan Muzzy, yang ku dengar mereka memang ahli dalam pertarungan satu lawan satu namun sangat tidak cocok jika mereka menjadi sebuah tim," ujar Maze menyetujui harapanku.


Dilihat dari segi statistik, kelas kami memang tidak terlalu berpotensi menang namun berbeda jika dalam hal masalah kerja sama. Sejauh ini Mr. Jack selalu sukses membuat kami menjadi satu tim dan saatnya menunjukkan kemampuan itu kepada seluruh orang yang telah meremehkan kami.


...


Saat ini tengah berlangsung pertandingan antara kelas 10A melawan kelas 10D. Melihat pertandingan antara mereka membuat semangat dan moral para anggota dikelas ku menjadi meningkat.


"Skor sementara 2-2, wah mereka benar-benar hebat!" puji Karin.


"Kelas 10A terlihat meremehkan kelas 10D, karena itu mereka mampu di samai oleh kelas 10D yang termasuk kelas yang tidak bisa di remehkan," ujarku sambil mencatat beberapa hal di buku note untuk strategi pertandingan nanti.


Menonton di layar kaca saja sudah membuat euforia pertandingan terasa sampai di ruang tunggu yang tengah digunakan kelas kami apalagi menonton secara langsung.


pertandingan antara Clara sang pemilik Red Eye's Dragon Knight dan Mayumi sang Samurai Dancer berjalan dengan sangat sengit, tubuhku saja menjadi bergetar karena pertarungan yang mereka tampilkan sangatlah mengagumkan.


"Seeorang manusia naga melawan seorang samurai, siapa menurut mu yang akan menang, Muzzy?" tanya Artizy kepadaku.


"Entahlah aku tidak suka berjudi, tapi jika kau memaksaku Mayumi lebih di unggulkan dibanding Clara yang serangannya terlihat lambat apalagi ketika ia dalam bentuk naganya!"


Artizy mengangguk lalu meletakkan jarinya di bibirnya seperti sedang memikirkan sesuatu. "Rupanya kita sepemikiran, aku juga merasa bahwa si Mayumi itu akan memenangkan pertandingan!"


※※※


Another Pov


Sial perempuan culun ini bisa-bisanya membuatku terpojok, batin Clara yang masih dalam bentuk setengah naganya.


Mayumi melakukan kuda-kudanya lalu menyerang secara cepat sampai-sampai membuat kulit Clara terkelupas akibat serangan yang terus menerus dilakukan oleh Mayumi.


"[Seven Deadly Slash]!" rapal Mayumi sebelum tubuhnya tidak terlihat lagi karena kecepatannya yang meningkat.


Sebanyak 7 sayatan mematikan mengenai tubuh Clara yang membuatnya kembali merubah wujudnya kembali menjadi manusia lagi dan mengakhiri bentuk naganya.


"Boleh juga kau!" ujar Clara yang berusaha bangkit dengan bantuan tombaknya yang ia tancapkan di lantai arena yang bentuknya sudah tidak karuan lagi akibat pertarungan sebelumnya dan di tambah pertarungan antara dia dan Mayumi.


Sekujur tubuh Clara dipenuhi luka sayat, berbeda jauh dengan Mayumi yang masih terlihat segar walaupun sudah banyak kehilangan energi.


"Anak dari Clan Pandragon Knight itu sudah kalah telak, ia terlalu meremehkan kecepatan dari pemakai samurai itu!" ujar Erina yang menonton sambil memakan cemilan yang Dokter Lute belikan.


"Hmm bukannya kebanyakan pengguna Warrior naga memiliki pasif regenerasi yang cukup kuat?" tanya Dokter Lute.


"Pedang itu jawabannya! Pedang yang digunakan oleh anak perempuan pengguna Samurai Dancer itu memiliki aura yang aneh dan sudah dipastikan pedang itu memiliki efek silence!" Erina menunjuk kearah pedang Mayumi yang sedari tadi mengeluarkan aura kegelapan.


"Maksud mu seperti pedang yang kau miliki itu?"


Erina menggeleng. "Pedang yang kumiliki mungkin lebih spesial dibandingkan miliknya itu, namun efek silence sangatlah merepotkan bagi sebagian warrior,"


Dokter Lute mengangguk lalu kembali melihat kearah arena. "Pedang dengan efek silence, sangat mengesankan!"


...


"Bukannya Clara punya efek regenerasi?!" tanya Crystalesia yang tengah menyaksikan pertandingan lewat layar tancap yang ada di ruang tunggu.


"Hah efek regenerasi?!" tanya Reznov yang terlihat sedikit terkejut.


"I-iya, kami para anggota clan Pandragon Knight memang memiliki pasif regenerasi karena darah naga mengalir di dalam tubuh kami!" sahut Crystalesia lagi.


"Jika memang seperti itu, jawabnya hanya satu yaitu pedang itu memiliki efek silence!" ujar Muzzy.


Artizy mengerutkan dahinya sambil menggaruk kepalanya. "Efek silence itu bukannya dimunculkan karena skill bukannya karena skill pasif?"


Muzzy meletakkan tangannya di dagunya. "Sangat jarang sekali di temukan warrior dengan pasif efek silence, namun tidak ada yang tidak mungkin bukan? Jadi kurasa Mayumi adalah lawan yang sangat berbahaya terlebih untuk para tipe Mage dan juga Support!"


...


"Menyerahlah, sebelum kau benar-benar menderita karena luka mu itu. Tubuh mu sudah tidak melakukan regenerasi lagi!" pungkas Mayumi menyarankan Clara untuk menyerah.


"Aku akui statistik bertarung dan status keluarga mu sangatlah mengagumkan," ujar Mayumi mengangkat pedang katana miliknya sebahu.


"Tapi semua itu tidak cukup untuk seseorang yang sombong dan keras kepala seperti mu!" lanjut Mayumi lalu melakukan serangan langsung di hadapan Clara.


Serangan Mayumi langsung mengenai leher Clara yang menyebabkan darah mengalir deras di lehernya.


Clara pun terjatuh tersungkur dan Mayumi dinyatakan memenangkan pertandingan tanpa luka sedikitpun.


※※※


Clara hanya bisa terdiam diruang kesehatan, ia terlihat sangat terpukul karena kekalahan yang sangat memalukan baginya.


Karena merasa kasihan melihat sepupunya tertekan seperti itu, Crystalesia mencoba menghiburnya padahal sebentar lagi kelas 10F akan melangsungkan pertandingan.


"Clara...?" panggil Crystalesia dengan suara lembut.


Tidak ada respon yang ada di wajah Clara, tatapannya sangat kosong melompong seperti tahu pong yang memang tidak memiliki isian.


Crystalesia mencoba menyentuh pundak Clara namun Clara langsung menepis tangan Crystalesia.


"Jangan menyentuhku dengan tangan mu itu!" teriak Clara kepada Crystalesia yang membuat Crystalesia mundur beberapa langkah.


Melihat hal itu, Reznov yang sedari tadi memang bersamanya mencoba membujuk Crystalesia agar mengurungkan niatnya untuk menghibur Clara yang tengah termenung.


"Sudahlah, ia mungkin butuh waktu untuk menerima kekalahan ini dengan dirinya sendiri, sebaiknya kita bersiap-siap saja Crystalesia!" ajak Reznov lalu menarik tangan Crystalesia.


Sebelum keluar ruangan itu, Crystalesia memalingkan wajahnya dan melihat wajah Clara yang meneteskan air mata sambil memegang erat kalung berlambang clan Pandragon Knight. Ia tau persis perasaan yang Clara saat ini rasakan.


...


Di perjalanan menuju arena, seluruh anggota kelas 10A terlihat benar-benar termenung sampai-sampai ada yang memukul dinding lorong dengan tangannya sampai tangannya mengeluarkan berdarah.


Artizy yang melihat hal itu, merasa kasihan dan juga merasa aneh.


"Komoe?" sapa Artizy kepada Komoe.


Komoe yang melihat Artizy langsung menundukkan wajahnya dan mencoba menghindari Artizy.


"Oy!" Artizy menarik tangan Komoe dan mencoba menahannya.


"Kau ini, jika ada orang yang memanggil mu lihat wajahnya, dasar tidak sopan!" protes Artizy.


Mata Komoe berkaca-kaca namun ia tetap mencoba menutupi rasa sedihnya.


"A-apa kau ingin menghinaku lagi!?" tanya Komoe dengan nada sedikit tinggi namun suaranya tidak bisa menutupi bahwa ia sebenarnya ingin menangis.


"Hah, kau ini selalu saja berpikir yang buruk saja, siapa juga yang ingin menghina mu!" jawab Artizy sambil menyampingkan kepalanya.


Komoe memandang wajah Artizy secara perlahan. Sesosok lawannya yang dulu pernah mengalahkannya dengan sangat mengerikan.


"Lalu apa?!" teriak Komoe yang membuat beberapa anggota kelas 10F terhenti langkahnya karena ingin melihat apa yang terjadi antara Komoe dengan Artizy.


Karin yang mendengar adanya keributan lantas melangkah menuju sumber keributan itu.


Karin melihat Artizy tengah berbicara dengan Komoe dan entah mengapa ia sangat tidak suka melihat hal itu terjadi.


"Jadi apa maksud mu memanggilku tadi!?" tanya Komoe lagi dengan Artizy.


"Aku melihat mu bertanding tadi dan kurasa itu mengagumkan, lain kali ayo kita berduel lagi!" pungkas Artizy kepada Komoe sambil tersenyum kepadanya.


Mengagumkan katanya, kenapa dia tiba-tiba mengatakan hal seperti itu kepadaku, orang ini rupanya berbeda dengan rumor yang beredar, batin Komoe.


"T-terima kasih, jika kau memang menginginkan berduel denganku lagi maka temui saja aku, sampai jumpa!" ujar Komoe lalu berlari meninggalkan lorong dengan wajah sedikit merah.


Wajah Karin merah karena merasa cemburu, Karin menatap tajam Artizy lalu mencubit perutnya dengan sekuat tenaga sampai-sampai Artizy berteriak seperti lolongan serigala.


"Kenapa kau mencubitku, sakit tau!?" ujar Artizy sambil mencoba memusut perutnya yang masih terasa nyeri.


"Bodoh, Artizy bodoh!" ejek Karin lalu bergegas menuju arena.


Melihat hal itu Artizy malah kebingungan. Ia mencoba bertanya kepada ketiga sahabatnya, Robin, Reznov dan juga Muzzy tapi semua malah menatapnya dengan tatapan datar.


"Memangnya aku salah apa sih!?" tanyanya menggaruk kepalanya yang membuat rambutnya tidak teratur lagi.


Anggota kelas lain yang melihat wajah kebingungan Artizy lantas mentertawakannya.


"Dasar bodoh, Karin itu cemburu melihat mu berbicara seperti itu dengan perempuan lain!" ujar Ellen lalu memukul kepala Artizy dengan tangannya.


Sambil memusut kepalanya yang baru dipukul, Artizy berkata. "Hah cemburu padahal aku tidak melakukan apa-apa!?"


"Artizy, sebaiknya kau minta maaf dengan Karin dan jangan sampai ia benar-benar marah lagi," saran Mika kepada Artizy.


Artizy lantas berlari mengejar Karin yang berada di depan yang tengah berwajah masam.


"Maafkan aku, Karin!" ujar Artizy meminta maaf kepada Karin namun Karin langsung memalingkan wajahnya dan terus berjalan.


Merasa sahabat bodohnya melakukan kesalahan yang sangat fatal kepada perempuan, Reznov berinisiatif memberi saran dengan membisikkan sesuatu kepada Artizy.


"A-apa kau yakin itu bisa bekerja!?" tanya Artizy kepada Reznov.


"Tenang saja!" sahut Reznov sambil mengacungkan jempolnya kepada Artizy.


...-Tbc-...


Hallo LB kembali lagi (^o^)/


LB mau ngasih tau bahwasanya LB bakal menghadapi Final test pada tanggal 18 januari ini jadi LB bakal libur dulu sampai Final test LB selesai.


LB harap kalian tetap setia menunggu LB sampai update cerita Mythical Rubick kembali hehe (^-^)


Makasih banyak ya yang udah mampir dan meluangkan waktunya untuk membaca cerita ini, kalian the real MVP bagi LB


(T▽T)


Kalo begitu sampai jumpa lagi di update yang berikutnya ya, Bye-bye (´▽`)