Mythical Rubick

Mythical Rubick
28 | Tambang Terbengkalai



Another POV


Tidak ada tanda-tanda detak jantung dari para pasukan Metal yang di pimpin oleh Sandman sesaat setelah bola cahaya itu meledak di atas langit malam di wilayah itu.


"A-apa mereka mati begitu saja?" tanya salah seorang prajurit operator sambil memegang kepalanya dengan kedua tangannya.


Erina tertunduk lemas, kedua kakinya seakan-akan kehilangan kekuatan untuk terus berdiri. "I-ini t-tidak mungkin terjadi!"


Tiba-tiba saja interkom mulai berbunyi dan mengeluarkan bunyi kresek yang menandakan bahwa penggunanya mencoba untuk menghubungkan kembali.


"Detak jantung mereka tidak terdeteksi tapi koneksi interkom kita masih terhubung, ada kemungkinan mereka masih hidup!" ucap salah satu wanita operator menggunakan earphone.


"Sandman, masuk!"


Terdengar suara batuk dari ke empat prajurit tadi, mereka mencoba memberitahu sesuatu tetapi koneksi mereka masih sedikit terganggu pasca ledakan EMP tadi.


"Mereka masih hidup!" ucap syukur salah satu prajurit dengan wajah tersenyum lega.


Sontak seisi ruangan bersorak gembira, harapan untuk mendapatkan informasi tentang aktivitas aneh itu akhirnya kembali muncul.


...


Sementara itu di sebuah altar besar, duduk seorang pria dewasa mengenakan jubah hitamnya yang di sampingnya duduk beberapa perempuan budak dengan baju yang sedikit kekurangan kain.


"Tuan! Semuanya sudah di bereskan!" ucap seorang perempuan bersurai merah dengan baju perang yang minim sekali.


"Apa kau telah membunuh siapa saja yang mencoba mengganggu rencana kita?" tanya pria itu sambil menopang dagunya dengan salah satu tangannya.


"B-belum tuan, tapi dapat di pastikan mereka akan mati ketika para Minatour  tiba disana!"


"Bagus Emeralia yang paling penting sekarang mana Blue Sea Ord yang kau temukan tadi? Aku ingin melihatnya!"


Emeralia menyerahkan sebuah bola kristal berwarna biru laut yang bersinar-sinar itu kepada pria yang duduk di altar.


Sambil melihat bola kristal biru itu, pria tersebut tertawa terbahak-bahak seakan-akan dia sangat puas dengan apa yang dia dapatkan.


"Haha dengan ini rencanaku akan di mulai, sebentar lagi dunia akan tunduk padaku dan kehidupanku dengan Sugumi akan kekal abadi!"


Emeralia tersenyum kearah pria itu karena merasa bangga telah memenuhi tugas dari tuannya.


※※※


Seperti yang Emeralia katakan tadi, sebuah portal mulai terbuka dan muncullah 3 ekor Minatour yang sangat besar, tinggi mereka mungkin setinggi 3 meter dengan baju besi lengkap serta senjata kapak yang besar.


"Yang benar saja!" protes Sandman ketika melihat ketiga Minatour tadi muncul di hadapannya.


Tanda di beri perintah oleh Sandman, Blink langsung berlari secepat angin dan tanpa menimbulkan suara sedikitpun.


Dengan serangan kejutan dan menusuk, Blink menebaskan senjatanya kearah leher ke salah satu Minatour itu.


"[Azure Wind]!" ucap Blink merapal skill miliknya.


Seketika kepala dari salah satu dari tiga 3 Minatour tadi langsung terguling ke tanah layaknya bola sepak dan darah pun mulai bermuncratan ke udara seperti sebuah air mancur yang menyemburkan air di taman kota.


Lynyrd dan Linkin juga segera melakukan combo untuk melumpuhkan Minatour yang satunya sedangkan Sandman memanggil Ursa-ursa miliknya untuk mengalahkan sisanya.


Lynyrd berlari menyeret tangannya yang besar ke tanah dan menimbulkan efek panas karena gesekan, sedangkan Linkin membuat sebuah jebakan pilar yang di aliri listrik statis.


"Kena kau sapi gila [Pillar 4: Tesla Wave]!" teriak Linkin lalu muncul 4 pilar yang mengitari Minatour itu.


Minatour tadi tersengat listrik dengan tegangan yang amat tinggi sampai-sampai tubuhnya mengeluarkan cahaya biru yang dihasilkan dari aliran listrik itu.


Tanpa ampun Lynyrd langsung meninju dada dari Minatour tadi dengan senjatanya dan menghasilkan lubang (**** jadi donat:v) yang mengerikan di bagian dada Minatour tadi.


Minatour itu mengeram kesakitan tapi dengan brutal Lynyrd membuka paksa tubuh Minatour tadi dengan kedua tangannya seperti adegan di Mortal Combat.


Tubuh bagian atas dari Minatour tadi terbelah menjadi 2 bagian, isi perut dari si monster itu pun terurai ke tanah. Tanah yang awalnya tadi berwarna coklat, kini berubah menjadi warna merah pekat dengan bau amis darah segar.


"Mereka pikir bisa mengalahkan kita hanya dengan 3 Minatour!" ucap Sandman sambil memandang tubuh Minatour yang terakhir.


Hanya dalam hitungan 3 menit tubuh dari salah satu Minatour tadi sudah tertinggal tulang belulang, sedangkan kepalanya masih di gigit-gigit Ursa yang masih kecil, mereka seperti memainkan kepala dari Minatour itu.


"Overload ini Sandman! Hampir semua barang bukti telah lenyap, tetapi kami berhasil menyimpan beberapa info tentang manusia yang terlibat!"


"Tidak apa yang terlebih penting kalian masih hidup, kirimkan saja data yang tersisa itu sekarang!"


Linkin mengirimkan sebuah data, yang berisi informasi tentang manusia tadi walaupun hanya informasi mengenai jenis kelamin dan namanya saja.


Erina terkejut ketika melihat nama dan juga jenis kelamin yang di berikan oleh Linkin tadi.


Emeralia? Siapa perempuan ini?, batin Erina di dalam hati.


Erina memejamkan matanya dan mencoba mengingat, dia teringat dengan salah satu temannya yang telah hilang dulu ketika masih menjadi pelajar saat itu dia dinyatakan hilang saat mendapat tugas dari sekolah.


"Sandman! Kalian bisa kembali ke markas dan beristirahat, good job. Overload out!"


Sandman dan rekan satu timnya kembali ke markas dengan ribuan pertanyaan di kepalanya, mereka di jemput dengan Chopper yang tadi mengantar mereka sebelumnya.


Sandman duduk termenung sambil memikirkan apa yang terjadi barusan, ia sama sekali tidak mengerti ada apa gerangan yang terjadi sedangkan Lynyrd duduk santai sambil menghisap cerutunya dan lain lagi dengan Linkin, dia asik dengan memainkan Handphonenya.


Berbeda dengan yang lainnya, Blink hanya duduk diam sambil memutar-mutar pisau kecil dengan tangannya.


"Apa yang kau pikirkan Bos?" tanya Lynyrd lalu kembali menghisap cerutu.


"Aku hanya bingung kenapa manusia bisa terlibat dengan kejadian tadi dan lagi jika memang dia manusia kenapa dia memerangi sesama manusia?"


"Jawabannya sudah jelas, kekuatan!" jawab Blink sambil menatap Sandman, lalu kembali memutar pisaunya.


"Yep, yang dikatakan Blink tadi benar. Tumben sekali Blink berbicara," sahut Linkin sambil tetap fokus ke smartphonenya.


"Kita akan temukan orang itu bos! Kita tidak bisa diam saja!" kata Lynyrd lalu membuang cerutunya keluar chopper.


Sandman mengepal kedua tangannya dengan erat, ia begitu kesal dan geram kepada manusia yang telah mengkhianati kaumnya sendiri.


※※※


Erina (Overload) menyambut pasukan Metal yang telah sampai di helipad markas utama.


"Overload!" ucap pasukan Metal dengan kompak lalu memberi hormat kepadanya.


Erina tersenyum dan memberi selamat kepada Sandman dan rekan-rekannya karena berhasil pulang dengan selamat walaupun mereka kehilangan banyak barang bukti tetapi mereka menemukan nama dari manusia yang terlibat itu sudah lebih dari cukup ketimbang kehilangan prajurit terbaiknya.


"Beristirahatlah kalian semua, untuk misi berikutnya akan ku beritahu secepatnya. Bubar!" perintah Erina.


Sandman dan rekan-rekannya memberi hormat lalu beranjak pergi menuju ruangan mereka untuk beristirahat.


...


Saat di dalam markas, para petinggi dan Erina serta beberapa staff sedang melakukan rapat dadakan.


Mereka membahas tentang siapa manusia yang bernama Emeralia itu. Mereka menduga Emeralia itu berasal dari Clan Enigma yang saat ini statusnya masih di anggap sebagai clan pemberontak.


"Jika si Emeralia itu berasal dari Clan Enigma, dia tidak mungkin bisa bekerja sama dengan para Monster karena Clan Enigma itu sama seperti Clan Hunter. Mereka adalah musuh alami para Monster," kata pria berkacamata kotak dengan dasi kupu-kupu.


"Apa yang The Watcher katakan itu benar, Enigma dan Hunter dulu adalah aliansi. Mereka bersama-sama memusnahkan para Monster, tetapi semua berubah ketika ketua Clan Enigma memutuskan ingin menguasai dunia!" ucap pria dengan kumis bergelombang.


Erina terdiam lalu menarik napas panjang. "Kita sama sekali masih tidak tau keberadaan Clan Enigma yang dulu sudah pernah kita buru dan musnahkan. Kita sudahi dulu rapat untuk hari ini, sesuai perintah para Fundamental kita akan memperkuat tiap sudut perbatasan dan berpatroli setiap 12 jam sekali!"


Semua orang yang berada di ruangan rapat pun perlahan keluar ruangan dan menyisakan Erina yang ditemani asistennya Luceria, wanita bersurai pendek berwarna hitam kebiruan.


"Jendral Erina, sebaiknya kau juga istirahat. Biar saya antarkan kerumah,"


"Terima kasih banyak Luceria, kau memang selalu bisa di andaikan!"


-Tbc-